Unsur-unsur Di Bawah Ini Yang Mempunyai Enam Elektron Valensi Adalah

KlikBelajar.com – Unsur-unsur Di Bawah Ini Yang Mempunyai Enam Elektron Valensi Adalah

Empat persaudaraan kovalen. Karbon memiliki catur elektron valensi sehingga valensinya adalah empat. Masing-masing molekul hidrogen n kepunyaan satu elektron valensi dan disebut univalen.

Dalam ilmu kimia,
elektron valensi

adalah elektron puas pelupuk terluar yang terhubung dengan suatu atom, dan dapat berpartisipasi privat pembentukan perantaraan kimia sekiranya kelopak terluar belum penuh. N domestik ikatan kovalen individual, kedua zarah yang bersimpai menyetimbangkan satu elektron valensi untuk membentuk pasangan bersama. Kehadiran elektron valensi dapat menentukan sifat kimia unsur, seperti valensinya—nan menentukan apakah boleh berikatan dengan elemen lain dan, jika dapat, seberapa cepat dan seberapa banyak beliau dapat bersimpai. Untuk unsur golongan utama, elektron valensi hanya dapat cak semau di pelupuk elektron terluar; pada logam transisi, elektron valensi dapat juga berada di pelupuk dalam.

Sebuah elemen dengan pelupuk elektron valensi terkatup (sesuai dengan konfigurasi elektron s2p6) cenderung bersifat lembam secara kimia. Atom dengan satu alias dua elektron valensi lebih banyak daripada nan dibutuhkan bikin kelopak “tertutup” sangat reseptif karena alasan berikut:

  1. sira memerlukan energi nan nisbi sedikit (dibandingkan energi ganggang) untuk menghilangkan elektron valensi membentuk ion nyata.
  2. karena kecenderungannya cak bagi mendapatkan atau menghilangkan elektron valensi (sehingga membentuk ion negatif), maupun kerjakan berbagi elektron valensi (membuat ikatan kovalen).

Serupa dengan elektron plong pelupuk penggalan dalam, elektron valensi memiliki kemampuan bakal menyerap maupun mengkhususkan energi dalam bentuk foton. Penyerapan energi dapat memicu elektron untuk berpindah (nocat) ke pelupuk nan lebih asing; hal ini dikenal laksana stimulasi elemen. Atau elektron dapat terlepas dari kelopak valensinya memencilkan atom; ini nan disebut sebagai ionisasi membentuk ion faktual. Momen elektron kehilangan energinya (yang menyebabkan emisi foton), ia boleh berpindah ke kelopak episode dalam yang belum terisi mumbung.

Tingkat energi valensi sesuai dengan qada dan qadar kuantum terdepan (n

= 1, 2, 3, 4, 5, …) atau diberi cap alfabetis dengan huruf yang digunakan dalam notasi sinar-X (K, L, M, …).


Jumlah elektron valensi



[sunting

|
sunting perigi]




Kuantitas elektron valensi suatu atom dapat ditentukan berdasarkan golongan tabel periodik (kolom vertikal) di mana unsur tersebut dikategorikan. Selain golongan 3–12 (logam transisi), unit digit nomor golongan menandakan jumlah elektron valensi yang terkait dengan atom netral suatu atom nan terdafatar dalam ruangan tersebut.

Baca :   Tentukan Himpunan Kuasa Dari Himpunan Berikut

Golongan tabulasi periodik Elektron valensi
Golongan 1 (I) (logam alkali) 1
Golongan 2 (II) (logam alkali petak) 2
Golongan 3-12 (logam perubahan) 3–12*
Golongan 13 (III) (golongan boron) 3
Golongan 14 (IV) (golongan zat arang) 4
Golongan 15 (V) (pniktogen atau golongan nitrogen) 5
Golongan 16 (VI) (kalkogen atau golongan oksigen) 6
Golongan 17 (VII) (halogen) 7
Golongan 18 (VIII or 0) (gas luhur) 8**

* Terdiri dari elektron ns dan (n-1)d. Laksana alternatif, digunakan hitungan elektron d [en].

** Kecuali helium, yang tetapi memiliki dua elektron valensi.


Konfigurasi elektron



[sunting

|
sunting sumber]




Elektron yang menentukan kaidah atom bereaksi kimia adalah yang memiliki jarak rata-rata minimum jauh bersumber inti atom; merupakan, yang punya energi terbesar.

Buat partikel golongan utama, elektron valensi didefinisikan sebagai elektron-elektron yang bakir lega kelopak elektron dengan bilangan kuantum utama, tepi langit, tertinggi.[1]

Oleh sebab itu, besaran elektron valensi nan dimiliki satu atom, sederhananya, gelimbir sreg konfigurasi elektronnya. Sebagai contoh, konfigurasi elektron fosforus (P) adalah 1s2

2s2

2p6

3s2

3p3

sehingga terwalak 5 elektron valensi (3s2

3p3), sesuai dengan valensi maksimum untuk P yaitu 5 seperti sreg unsur PF5; konfigurasi ini baku disingkat perumpamaan [Ne] 3s2

3p3, dengan [Ne] menunjukkan elektron penting yang konfigurasinya identik dengan gas luhur neon.

Cuma, unsur transisi mempunyai tingkat energi (tepi langit − 1)d

nan sebagian terisi, yaitu dahulu sanding dengan energi tingkat
horizons.[2]

Bertentangan dengan elemen golongan utama, elektron valensi untuk metal transisi didefinisikan perumpamaan elektron yang berada di luar konfigurasi inti gas sani.[3]

Sehingga, secara umum elektron
d

pada besi transisi berperilaku sebagai elektron valensi meskipun mereka tidak produktif sreg kelopak valensi. Sebagai contoh, mangan (Mn) memiliki konfigurasi 1s2

2s2

2p6

3s2

3p6

4s2

3d5; yang disingkat [Ar] 4s2

3d5, dengan [Ar] menandakan konfigurasi inti yang identik dengan gas mulia argon. Dalam atom ini, elektron 3d memiliki energi yang mirip dengan elektron 4s, dan kian tinggi daripada elektron 3s atau 3p. Alhasil, terdapat 7 elektron valensi (4s2

3d5) nan boleh jadi di asing inti seperti mana argon; ini konsisten dengan fakta kimia bahwa mangan dapat memiliki tingkat oksidasi setakat +7 (dalam ion permanganat:
MnO



4



).

Semakin ke kanan dalam jejer logam transisi, semakin terbatas energi elektronnya n domestik subkelopak d dan elektronnya semakin kurang berkepribadian umpama elektron valensi. Maka itu karena itu meskipun atom nikel secara mandu n kepunyaan sepuluh elektron valensi (4s2

3d8), hal oksidasinya tak sangkut-paut lebih dari catur. Untuk seng, subkelopak 3d sudah transendental dan berperangai seperti elektron inti.

Oleh karena sulit memperkirakan total elektron valensi yang berpartisipasi riil kerumahtanggaan reaksi kimia, konsep elektron valensi kurang bermanfaat bakal logam transisi tinimbang unsur golongan utama; hitungan elektron d ialah panduan alternatif dalam memahami kimia metal peralihan.

Baca :   Nama Yang Sesuai Dengan Iupac Adalah


Reaksi kimia



[sunting

|
sunting perigi]




Kuantitas elektron internal pelupuk valensi terluar menata perilaku ikatannya. Maka itu karena itu, partikel-molekul nan atomnya punya jumlah elektron valensi yang sama dikelompokkan bersama internal tabel periodik molekul ilmu pisah. Sesuai aturan masyarakat, unsur golongan utama (kecuali hidrogen dan helium) condong bereaksi bakal membentuk kelopak tertutup, sesuai konfigurasi elektron s2p6. Gaya ini disebut aturan oktet, karena masing-masing atom yang berikatan punya delapan elektron valensi terdaftar elektron yang digunakan bersama.

Unsur logam nan minimal paham adalah logam alkali Golongan 1 (misalnya, natrium atau kalium); hal ini karena atom golongan ini hanya memiliki elektron valensi tersendiri; selama pembentukan hubungan ionik yang menyediakan energi ionisasi yang diperlukan, suatu elektron valensi ini mudah sekali dilepaskan takhlik ion kasatmata (kation) dengan kelopak tertutup (misalnya Na+

atau K+). Ferum alkali tanah Golongan 2 (misalnya magnesium) abnormal reaktif (dibandingkan besi alkali), karena masing-masing atom harus kekurangan dua elektron valensi kerjakan takhlik kation dengan kelopak tertutup (misalnya Mg2+).

Dalam saban golongan (kolom tabel periodik) logam, semakin ke asal reaktivitas semakin meningkat (dari unsur ringan ke unsur yang lebih berat), karena atom nan kian berat n kepunyaan kelopak elektron lebih banyak tinimbang unsur yang kian ringan; elektron valensi unsur yang lebih sulit bakir puas bilangan kuantum utama yang kian hierarki (mereka makin jauh dari inti anasir, sehingga energi potensialnya pula lebih tinggi, yang bermanfaat kurang ki gandrung kuat).

Elemen nonlogam cenderung untuk menjajarkan elektron valensi suplemen mudahmudahan kelopak valensinya terisi penuh; peristiwa ini boleh dicapai melalui keseleo suatu bermula dua mandu berikut: Sebuah partikel boleh berbagi elektron dengan partikel tetangganya (membentuk ikatan kovalen), atau mengganjur elektron dari atom tidak (membuat wasilah ionik). Elemen nonlogam nan minimum paham yaitu halogen (misalnya fluor (F) atau klorin (Cl)). Atom begini memiliki konfigurasi elektron s2p5; ini hanya memerlukan satu elektron valensi tambahan kerjakan menciptakan menjadikan pelupuk tertutup. Kerjakan membentuk ikatan ionik, unsur halogen dapat menarik elektron berpokok atom lain mewujudkan suatu anion (misalnya, F, Cl, dll.). Bakal membentuk ikatan kovalen, satu elektron dari halogen dan satu elektron mulai sejak unsur tidak membuat pasangan bersama (misalnya, dalam molekul H–F, garis mewakili elektron valensi yang digunakan bersama, satu dari H dan satu dari F).

Kerumahtanggaan setiap golongan nonlogam, semakin ke radiks (mulai sejak unsur ringan ke unsur berat) dalam tabel berkala, reaktivitas semakin menurun karena elektron valensi mengalami kenaikan energi secara progresif sehingga adv minim terhibur lestari. Faktanya, oksigen (unsur paling ringan dalam Golongan 16) adalah nonlogam paling kritis setelah fluorin, meskipun oksigen tidak termasuk halogen, karena kelopak valensi halogen mewah pada garis hidup kuantum utama yang kian strata.

Baca :   Bagaimana Kegiatan Ekonomi Pada Proses Pembuatan Baju

Dalam kasus terlambat ini di mana kebiasaan oktet dipatuhi, valensi suatu unsur sekufu dengan jumlah elektron yang diperoleh, hilang, maupun digunakan bersama lakukan membentuk oktet nan stabil. Namun, banyak juga molekul nan berkepanjangan dari aturan oktet, sehingga valensinya tidak bisa didefinisikan dengan jelas.


Konduktivitas listrik



[sunting

|
sunting sumber]




Elektron valensi sekali lagi bertanggung jawab terhadap konduktivitas listrik satu unsur; akibatnya, unsur dapat diklasifikasikan sebagai ferum, nonlogam, alias semikonduktor (atau metaloid).

Unsur logam umumnya memiliki konduktivitas elektrik yang pangkat ketika berada internal keadaan padat. Pada saban baris diagram periodik, logam terletak di sisi kidal nonlogam, sehingga logam mempunyai bertambah invalid elektron valensi yang mungkin daripada nonlogam. Semata-mata, elektron valensi atom logam n kepunyaan energi ionisasi kecil, dan dalam keadaan padat elektron valensi ini relatif bebas pergi suatu unsur untuk berintegrasi dengan atom tidak di dekatnya. Elektron “independen” semacam ini bisa dipindahkan di pangkal pengaruh panggung listrik, dan gerakannya mengandung persebaran setrum; ia bertanggung jawab terhadap konduktivitas listrik ferum. Tembaga, aluminium, perak, dan kencana yaitu contoh konduktor yang baik.

Unsur nonlogam memiliki konduktivitas listrik minus; ia bertindak selaku isolator. Anasir semacam ini dapat dijumpai di sebelah kanan tabulasi perodik, dan n kepunyaan kelopak valensi sekurang-kurangnya setengah munjung (terkecuali boron). Energi ionisasinya besar; elektron enggak boleh memencilkan anasir dengan mudah saat diberi perlakuan dengan arena listrik, sehingga unsur semacam ini sangat kecil menghantarkan peredaran. Contoh isolator unsur padat adalah intan (suatu alotrop karbon) dan belerang.

Senyawa padat nan mengandung ferum dapat juga merupakan isolator seandainya elektron valensi atom ferum digunakan untuk menciptakan menjadikan pergaulan ionik. Misalnya, kendatipun unsur natrium adalah suatu besi, natrium klorida padat merupakan isolator, karena elektron valensi natrium ditransfer kepada klorin cak bagi membentuk koalisi ionik, sehingga elektron bukan dapat mengalir bebas.

Semikonduktor memiliki daya hantar setrum di antara logam dan nonlogam; suatu semikonduktor lagi berbeda dari logam privat hal konduktivitas semikonduktor yang meningkat seiring dengan pertambahan suhu. Unsur semikonduktor yang awam yaitu silikon dan germanium, masing-masing atom mempunyai empat elektron valensi. Sifat semikonduktor dapat dijelaskan dengan baik menggunakan teori pita, laksana konsekuensi berbunga kesenjangan energi yang kecil antara pita valensi (nan mengandung elektron valensi pada nol mutlak) dan pita konduksi (tujuan eksitasi elektron valensi karena energi termal).


Referensi



[sunting

|
sunting sendang]






  1. ^



    Petrucci R.H., Harwood W.S. and Herring F.G., General Chemistry (8th edn, Prentice-Hall 2002), p.339.


  2. ^



    THE ORDER OF FILLING 3d AND 4s ORBITALS. chemguide.co.uk


  3. ^



    Miessler G.L. and Tarr, D.A., Inorganic Chemistry (2nd edn. Prentice-Hall 1999). p.48.


Pranala asing



[sunting

|
sunting sumber]




  • Francis, Eden. Valence Electrons Diarsipkan 2006-01-15 di Wayback Machine..

Unsur-unsur Di Bawah Ini Yang Mempunyai Enam Elektron Valensi Adalah

Sumber: https://duuwi.com/79281/unsur-unsur-di-bawah-ini-yang-mempunyai-enam-elektron-valensi-adalah.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …