Unsur Periode Ketiga Yang Terdapat Bebas Dialam Adalah

KlikBelajar.com – Unsur Periode Ketiga Yang Terdapat Bebas Dialam Adalah


UNSUR PERIODE KETIG


A

Unsur – unsur periode ketiga terdiri atas Na, Mg, Al, Si, P, S, Cl . Harga keelektronegatifan unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar dan sebaliknya, harga keelektropositifan semakin kecil. Hal ini disebabkan oleh harga keelektronegatifan Y semakin besar sehingga semakin mudah membentuk ion negative.



A.






Keberadaan Unsur Periode Ketiga di Alam


1.




Na

(Natrium)

Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni.

Natrium banyak ditemukan di bintang-bintang. Garis D pada spektrum matahari sangat jelas. Natrium juga merupakan elemen terbanyak keempat di bumi, terkandung sebanyak 2.6% di kerak bumi. Unsur ini merupakan unsur terbanyak dalam grup logam alkali.


Dalam Senyawa: NaNO3
(

Sodium Nitrate
) dan NaCl (Natrium Klorida)


2.




Mg

(Magnesium)

Magnesium adalah elemen terbanyak kedelapan yang membentuk 2% berat kulit bumi, serta merupakan unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Logam alkali tanah ini terutama digunakan sebagai zat campuran (alloy) untuk membuat campuran alumunium-magnesium yang sering disebut “magnalium” atau “magnelium”.

Dalam Senyawa : MgCO3
(Magnesit) ; MgSO4.7H2O (Garam Inggris) ; KCl.MgCl2.6H2O (Karnalit) ; MgCO3.CaCO3 (Dolomit) ; MgCl2
(Dalam air laut)


3.




Al (Alumunium)

Aluminium digunakan dalam banyak hal. Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang. Ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu dsb. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks.

Dalam Senyawa : Al2O3.2SiO2.2H2O (Kaolin) ; Al2O3.nH2O (Bauksit) ; Na3AIF6
(Kriolit)


4.




Si (Silikon)

Biasanya dalam bentuk silikon dioksida (silika) dan silikat. Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone.

Dalam Senyawa : SiO2
(Pasir) ; Al2O3.2SiO2.2H2O (Tanah liat)


5.




P (Fosfor)

Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan).

Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur dengan mangan.

Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark).


6.




Sulfur

(S)

Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.


7.




Chlor (Cl)

Baca :   Nyatakan Himpunan Berikut Dengan Notasi Pembentuk Himpunan

Dalam

bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.







B.






Sifat – Sifat Unsur Periode Ketiga


1.




Sifat Periodic

Table 3-13, data sifat periodic unsur-unsur periode ketiga

Sifat Senyawa

Na

Mg

Al

Si

P

S

Cl

Ar

Nomor atom

11

12

13

14

15

16

17

18

Elektron valensi

35

352

3523p1

352p32

3523p3

3523p4

3523p5

3523p6

Jari-jari atom

1,86

1,60

1,43

1,17

1,10

1,04

0,99

0,97

Energi ionisasi(Kj/ma)

495,8

737,7

577,6

786,4

1011,7

999,6

1251,1

1520,4

Keelektronegatifan

0,93

1,31

1,61

1,90

2,19

2,58

3,16

Berdasarkan tabel tersebut, anda dapat mengetahui bahwa dari kiri ke kanan, jumlah elektron valensi semakin banyak, sedangkan jumlah kulitnya tetap. Akibatnya, jari-jari atom semakin kecil sehingga semakin sukar melepaskan elektron (ionisasinya semakin besar).


2.




Sifat Fisik

Table 3.14 titik leleh dan titik didih unsure periode ke tiga

Sifat Senyawa

Na

Mg

Al

Si

P

S

Cl

Ar

Titik leleh (C)

97,81

648,8

660,37

1,410

44,1

119,0

-100,98

-189,2

Titik didih

903,8

1,105

2467

2,355

280

44,67

-34,6

-185,7

Berdasarkan tabel di atas telah diketahui bahwa unsur Na, Mg, Al, Si, P, S berwujud padat pada suhu kamar karena unsur-unsur tersebut memiliki harga (t.l) dan (t.d) di atas suhu ruangan (di atas 25C).

Sedangkan unsur Cl berwujud gas karena memiliki (t.l) dan (t.d) di bawah suhu ruangan.

Dalam periode ketiga, letak logam disebelah kiri, makin ke kiri sifat logam semakin


reaktif, Na >Mg> Al. Jadi Na



paling reaktif. Bukan logam terletak sebelah kanan makin ke kanan sifat bukan logamnya makin kuat, a> 5> P> Si. Klor paling reaktif dan Si paling tidak reaktif. Jadi , unsur periode ketiga dari Na ke Cl sifat logamnya makin bertambah.


3.




Sifat Kimia

Unsur – unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat secara berurutan dari kiri kekanan sebagai berikut :


a.




Sifat preduksi berkurang dan sifat pengoksidasi bertambah


b.




Sifat logam semakin lemah dan sifat nonlogam semakin kuat


c.




Sifat basa semakin lemah dan sifat asam semakin kuat


a.




Sifat Pereduksi dan Pengoksidasi

Sifat pereduksi semakin bertambah, sedangkan sifat pengoksidasi unsur-unsur periode ke tiga ini dapat anda lihat dari harga potensial reduksinya.

Table 3.15 potensial reduksi standart unsur-unsur periode ketiga.

Sifat Senyawa

Na

Mg

Al

Si

P

S

Cl

Ar

-2,711

-2,375

-1,706

-0,13

-0,276

-0,508

+1,358

Dari kiri ke kanan unsur periode ketiga memiliki harga potensial reduksi 5 standart yang semakin positif sehingga sifat pereduksinya semakin berkurang dan sifat pengoksidasinya semakin bertambah.


Natrium merupakan pereduksi yang reaktif terhadap air. Sifat pereduksi magnesium lebih lemah dibandingkan natrium. Sehingga logam Mg hanya dapat bereaksi dengan air panas.

Baca :   Gradien Garis Dengan Persamaan 4x 2y 7 0 Adalah

Contoh :

2Na(5) + 2HO(l)






 2Na OH(ag) + H2 (g)

Mg(5)+ H2O(l)









(tidak bereaksi)

Mg (5)+ 2H2O (l) panas



 Mg (OH)2 + H2 (g)

Al(5)+ H2O(l)



 (tidak bereaksi)

2Al(5) + 3H2O(g) panas



 Al2 O3(5) + 3H2 (g)

Sedangkan silicon memiliki sifat pereduksi



lebih lemah dibandingkan aluminium sehingga silicon yang bereaksi dengan oksidator kuat, seperti oksigen dan klorin.

Contoh :

Si(5) + O2 (g)



 Si O2(5)

Si(5) + 2Cl2 (g)






 Si Cl4 (l)




b.




Sifat Logam dan Non Logam

Unsur-unsur periode ketiga, seperti Na, Mg, dan Al merupakan unsur logam, sedangkan unsur-unsur P, S, dan Cl merupakan unsur nonlogam. Adapun Si merupakan unsur yang memiliki sifat peralihan antara unsur logam dan nonlogam sehingga disebut unsur metalloid (semi logam).


c.




Sifat Asam dan Basa

Sifat asam berkaitan dengan sifat non logam,sedangkan sifat basa berkaitan dengan logam. Sifat basa atau sifat asam dari suatu unsure bergantung pada konfigurasi electron dan harga ionisasi unsure-unsur tersebut.


1.




Sifat Basa

Dari kiri ke kanan, unsur-unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang tertarik kea rah atau oksigen sehingga kecenderungan untuk membentuk ion OH menjadi berkurang.

Contoh :


M – OH M+ + OH

Jadi, dari kiri kekanan sifat basa usnur periode ketiga semakin lemah.


2.




Sifat Asam

Energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin besar sehingga semakinmudah menarik electron dari atom oksigen. Jadi dari kiri ke kana sifat asam unsur periode ketiga semakin kuat.

Contoh :


M – OH MO + H+

Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu : asam siukat (H2SiO3) asam fosfat (H3DO4) asam sinfat (H2SO4) dan asam paklorat (HCO4). Senyawa H2SiO3merupakan asamsangat lemah sehingga mudah terurai menjadi senyawa SiO2 dan H2O1


.



C.






Cara Pembuatan dan Kegunaan Unsur Periode Ketiga




http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/perioda-3-ok.jpeg?w=358&h=105&h=83






1.




Natrium


Dibuat dengan cara elektrolisis leburan NaCl


Reaksi :

NaCl(l) –>Na+
+ Cl

Katode : Na+
+ e
–>Na

Anode : 2 Cl –> Cl2
+ 2 e



Natrium tidak dapat dibuat dengan elektrolisis air laut. Natrium disimpan dalam minyak tanah.


Kegunaannya:


Sebagai lampu penerangan di jalan-jalan raya. Natrium mempunyai kemampuan menembus kabut.


2.




Magnesium
Dibuat dengan cara elektrolisis lelehan MgCl2.



Kegunaannya:


Untuk aliase (magnalium), digunakan untuk kerangka pesawat terbang dan lampu kilat dalam fotografi.



3.




Aluminium

Dibuat dengan elektrolisis dari bauksit yang murni.

1) Al2O3 murni dicampur dengan Na3AIF (kriolit) untuk menurunkan titik leleh Al2O3 dan bertindak sebagai pelarut untuk pemurnian Al2O3.

2) Dielektrolisis, reaksi yang terjadi:

Al2O3 –>Al3+
+ O2–



Katode (grafit) : 4 Al3+
+ 12 e
–>4 Al

Anode (grafit) : 3 C + 6 O2–
—>3 CO2 + 12 e






i.




C + 4 Al3+
+ 6 O2–
—>4 Al + 3 CO2

Anode sedikit demi sedikit akan habis.


4.




Silikon

Dibuat dengan mereduksi SiO2 dengan karbon


                           3000





C



SiO2
+ C ——->  Si + 2CO

Baca :   Berikut Yang Tidak Termasuk Perlengkapan Pameran Seni Rupa Adalah

Kegunaannya:



Bahan bakar pada pembuatan jenis-jenis gelas atau kaca.



Bahan-bahan solar sel.



Sebagai semikonduktor.

5.

Fosfor

Dibuat dengan Proses Wohler

d

ikenal dalam 2 bentuk alotropi, yaitu fosfor putih dan fosfor merah.

Kegunaannya:

– Bahan untuk membuat pupuk superfosfat.

– Bahan untuk membuat korek api.


6.




Belerang

Terdapat bebas di alam, terutama di daerah gunung berapi. Dikenal dalam 2 bentuk alotropi, yaitu monoklin (di atas suhu 96 °C) dan rombik (di bawah suhu 96 °C).

Kegunaannya:


Sebagai bahan baku pembuatan asam sulfat H2SO4 (Proses Kontak dan Proses Kamar Timbal).


1)




Asam sulfat (H2SO4)

Asam sulfat adalah zat cair kental, tak berwarna, bersifat sangat higroskopis. Asam sulfat dapat menarik hidrogen dan oksigen dari senyawanya dengan perbandingan 2 : 1. Senyawa-senyawa yang mengandung H dan O seperti gula, selulosa, dan kayu akan hangus bila dituangi asam sulfat pekat. Selain bersifat higroskopis, asam sulfat pekat merupakan oksidator kuat.


2)




Pembuatan asam sulfat

Dalam dunia industri asam sulfat dibuat dengan2 cara, yaitu:

a) Menurut proses kontak.

b) Menurut proses bilik timbal/kamar timbal.

Proses kontak dengan proses kamar timbal mempunyai persamaan dan perbedaan.

1) Persamaan : bahan dasar SO2 dari pembakaran belerang.

2) Perbedaan : katalis yang digunakan pada proses kamar timbal adalah campuran NO dan NO2 (uap nietreusa).

Hasil kemurniannya:

1) Proses kontak : 98–100%

2) Proses kamar timbal : ± 77%

1) Proses kontak

Bahan baku asam sulfat adalah gas SO2 yang diperoleh dengan pemanggangan pirit atau pembakaran arang.

Reaksinya: 4 FeS2 + 11 O2 —> 2 Fe2O3 + 8 SO2 atau: S + O2 —> SO2
Gas belerang dioksidasi yang terjadi dicampur dengan udara dialirkan melalui katalisator kontak(V2O5) pada suhu ± 400 °C.



Dalam tanur kontak, gas SO2 + O2 diembuskan ke dalam tanur hingga bersentuhan dengan lempenglempeng yang dilapis V2O5 dalam tanur tersebut sebagai zat kontak.

Dalam reaksi ini V2O5 tidak hanya bertindak sebagai katalis, tetapi juga bertindak sebagai oksidator. Oleh karena itu, dalam proses kontak V2O5 bertindak sebagai katalis oksidator. Gas SO3 yang terjadi dialirkan ke dalam larutan asam sulfat encer, sehingga terjadi asam pirosulfat.

Reaksinya: SO3 + H2SO4 —> H2S2O7

Dengan menambahkan air ke dalam campuran ini diperoleh asam sulfat pekat (98%).
Reaksinya: H2S2O7 + H2O —> 2 H2SO4


3)




Proses bilik timbale

Bahan baku dalam proses ini sama seperti pada proses kontak yaitu gas SO2. Katalis yang digunakan pada proses ini ialah gas NO dan NO2. Gas SO2, NO, NO2, dan uap air dialirkan ke dalam ruang yang bagian dalamnya dilapisi Pb (timbal).

Reaksi yang terjadi:

2 S(s) + 2 O2(g) —> 2 SO2(g)

2 SO2(g) + 2 NO2(g) —> 2 SO3(g) + 2 NO(g)

2 SO3(g) + 2 H2O(l) —> 2 H2SO4(aq)

2 NO(g) + O2(g) —> 2 NO2(g)

Reaksi total:

2 S(s) + 2 O2(g) + 2 H2O(l) + 2 H2O(l) —>2 H2SO4(aq)


7.





Klor

Dapat dibuat dengan elektrolisis leburan NaCl atau elektrolisis larutan NaCl dengan menggunakan diafragma. Kegunaannya: Sebagai desinfektan (Ca(OCl)2), pemutih NaClO.

Unsur Periode Ketiga Yang Terdapat Bebas Dialam Adalah

Sumber: http://simademigama.blogspot.com/2013/11/unsur-periode-ketiga.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …