Titik Didih Gas Nitrogen Lebih Tinggi Dibanding Gas Hidrogen Sebab

KlikBelajar.com – Titik Didih Gas Nitrogen Lebih Tinggi Dibanding Gas Hidrogen Sebab





Sifat alkohol

bisa dilihat dari dua aspek,
sifat fisika alkohol

dan
sifat kimia alkohol

(reaksi alkohol).
Sifat fisika alkohol

misalnya titik didih alkohol. Sedangkan
sifat kimia alkohol

membahas banyak mengenai reaksi alkohol.






A. Sifat Fisika Alkohol







1. Titik Didih Alkohol





Alkohol merupakan cairan jernih tidak berwarna dan berbau khas. Alkohol suku tinggi (jumlah atom C banyak) dan alkohol polivalen (alkohol yang memiliki banyak gugus hidroksil (-OH) dalam senyawanya) merupakan cairan kental dengan titik didih relatif tinggi.



Kebanyakan alkohol dengan jumlah cantlet karbon sampai dengan 11 atau 12 berwujud cair pada suhu kamar. Metanol dan etanol berupa cairan yang mudah menguap. Jenis – jenis alkohol yang lebih tinggi (butanol – dekanol) berwujud cairan kental dan beberapa isomer yang bercabang berwujud padat pada suhu kamar.



Mengapa alkohol berwujud cair dengan titik didih (td) yang lebih tinggi daripada alkana dengan berat molekul (bm) yang sama? Mengapa eter memiliki titik didih yang lebih rendah daripada alkohol pada berat molekul yang sama?



Perbedaan titik didih menunjukan bahwa interaksi antarmolekul etanol lebih kuat daripada interaksi antarmolekul dimetil eter. Etanol dan eter keduanya bersifat polar. Titik didih etanol yang lebih tinggi ini ditentukan oleh adanya ikatan hidrogen, walaupun gaya dipol – dipol juga dapat terjadi. Eter tidak memiliki gugus –OH sehingga tidak membentuk ikatan hidrogen. Ikatan antarmolekul eter adalah gaya tarik dipol – dipol . Ikatan hidrogen jauh lebih kuat daripada gaya dipol – dipol. Oleh karena itu, titik diddih dimetil eter dan dietil eter lebih 100oC lebih rendah daripada titik didih alkohol dengan berat molekul yang sama dengan kedua eter tersebut. Propana memiliki titik didih yang terendah karena propana bersifat nonpolar sehingga interaksi antarmolekul yang terjadi hanya gaya London.



Tabel perbandingan titik didih alkohol, eter, dan alkana dengan berat molekul yang sama



Senyawa



Rumus



Berat molekul



Titik didih (oC)



Air



H2O



18



100



Etanol



CH3

CH2

– OH




46



78



Dimetil eter



CHiii

– O – CH3





46



-25



Propana



CHthree

CHtwo

CH3





44



-42



northward-Butanol



CH3

CHtwo

CH2

CH2

– OH




74



118



Dietil eter



CH3

CHtwo

– O – CHtwo
CH3





74



35



Pentana



CH3
CHtwo
CHii
CH2
CH3





72



36

Baca :   Koperasi Sekolah Membeli 15 Lusin Buku Tulis Dengan Harga





2. Kelarutan





Air dan alkohol mengandung gugus –OH sehingga keduanya dapat membentuk ikatan hidrogen. Alkohol dapat larut dalam air karena membentuk ikatan hidrogen dengan air. Selain itu, antarmolekul alkohol sendiri juga membentuk ikatan hidrogen. Karena
sifat alkohol

adalah polar, maka alkohol menjadi pelarut yang lebih baik untuk molekul – molekul polar daripada hidrokarbon. Senyawa – senyawa seperti natrium klorida juga larut dalam alkohol.




Gugus alkil (nonpolar) pada alkohol bersifat hidrofobik (takut air). Makin panjang gugus alkilmakin rendah kelarutannya sehingga alkohol kurang larut dalam air. Oleh karena itu, alkohol juga dapat larut madlam pelarut organik nonpolar. Kelarutan alkohol dalam air berkurang dengan bertambah panjangnya rantai alkil. Sebagai contoh, kelarutan etanol lebih rendah daripada metanol, kelarutan 1-pentanol lebih rendah daripada i-butanol.



Sifat Alkohol yang memiliki rantai pendek mudah larut dalam air pada berbagai perbandingan. Etanol jika dilarutkan dalam air akan mengalami penyusutan volume.





B. Sifat Kimia Alkohol / Reaksi Alkohol





Salah satu
sifat Alkohol adalah sebagai zat amfoter, yakni dapat bertindak sebagai asam (donor proton) atau sebagai basa (akseptor proton). Sifat asam dan basa dari alkohol yang relatif sangat lemah ditunjukan oleh reaksi berikut.




i. Sebagai asam, alkohol dapat bereaksi dengan dengan larutan basa pekat (OH) dan basa kuat seperti NH2

.




C2HfiveOH + OH

→ C2H5O

+ H2O




CtwoH5OH + NH2



→ CiiHfiveO

+ NH3





2. Sebagai basa, alkohol dapat bereaksi dengan asamkuat seperti HBr



CH3OH + HBr → CH3OH2

+

+ Br





Jenis reaksi pada alkohol tidak hanya melibatkan gugus –OH nya yang reaktif, tetapi juga kerangka karbonnya.





Sifat kimia alkohol

berhubungan dengan sifat kereaktifan (dapat tidaknya bereaksi). Beberapa reaksi pada alkohol adalah sebagai berikut.






i. Reaksi Substitusi






a. Reaksi alkohol dengan logam natrium





Senyawa alkohol dan eter memiliki sifat fisis dan sifat kimia yang berbeda meskipun digolongkan sebagai pasangan isomer  gugus fungsi. Untuk membedakan keduanya dapat dilihat melalui reaksinya dengan logam Na.



2CH3

CH2

OH + 2Na(s) → CH3

CH3
ONa + H2(m)




Etanol                                natrium etoksida



CH3

O CH3

+ Na → tidak bereaksi




Dimetil eter



Alkohol akan bereaksi dengan logam natrium dan membebaskan gas hidrogen. Sementara itu, jika ke dalam eter ditambahkan natrium maka tidak akan terjadi reaksi.

Baca :   Pecahan Desimal Dari 72 Persen Adalah





b. Reaksi substitusi gugus –H oleh halogen membentuk haloalkana (R-Ten)







1. Reaksi alkohol dengan ion Cl

pada PCl5

atau SOClii.


Reaksi ini melibatkan pelepasan gas HCl dan digunakan sebagai reaksi identifikasi alkohol.




R – OH(l) + PCl5(l) → R – Cl(fifty) + POCl3(l) + HCl(g)



R – OH(l) + SOCl2(l) → R – Cl(l) + SO2(thousand) + HCl(g)



Selain alkohol dapat bereaksi dengan ion Cl

pada PClfive, bisa juga dengan PCliii. Perhatikan contoh berikut.




3CH3CHtwoOH + PCliii

→ 2C2H5Cl + P(OH)iii





Etanol                           etil klorida





two. Reaksi alkohol dengan ion I

dan Br

berlangsung dengan bantuan HiiSO4
pekat.






C2H5OH(aq) + HI(fifty) pekat → C2HfiveI(50) + H2(l) (dengan bantuan HtwoThen4
pekat dan pemanasan)






c. Reaksi alkohol dengan Asam karboksilat (Esterifikasi)





Esterifikasi adalah reaksi antara alkoohol dengan asam karboksilat. Semua alkohol dapat bereaksi dengan asam karboksilat membentuk senyawa ester (alkil alkanoat), sedangkan eter tidak dapat bereaksi dengan asam karboksilat. Reaksi ini pertama kali dideskripsikan oleh Hermann Emil Louis Fischer dan Arthur Speier pada tahun 1895, sehingga disebut sebagai esterifikasi Fischer. Dalam reaksi ini, gugus –OH dalam asam karboksilat diganti dengan gugus –OR dari alkohol. Oleh karena itu, gugus –OR dalam ester berasal dari alkohol,s edangkan RCO- berasal dari asam karboksilat.



Contoh:   CHthreeCH2OH   +    CH3COOH        CH3COOH2CH3

+ HtwoO




                                  Metil alkohol     asam etanoat             etil etanoat





d. Reaksi substitusi radikal





Alkohol daat bereaksi dengan element of group vii (X2) melalui reaksi susbstitusi radikal dengan bantuan cahaya. Adanya cahaya memungkinkan X2

terpisah membentuk radikal bebas (X).




CH3OH(fifty) + Cl2(g) → CH2ClOH(l) + HCl(k)     (dengan bantuan cahaya)





2. Reaksi Eliminasi (eliminasi air dari alkohol atau disebut dehidrasi)







a. Alkohol dapat bereaksi membentuk alkena dengan bantuan katalis H2Thenfour

pekat berlebih.






C2HfiveOH(l) → CtwoHiv(g) + H2O(1000) (dengan HtwoAnd then4

pekat berlebih, 180oC)






b. Alkohol dapat bereaksi membentuk eter







1. Reaksi pembentukan eter dengan katalis logam





Alkohol dapat bereaksi dengan logam aktif, seperti Na dan Thou,menghasilkan garam alkoksida dan gas hidrogen.



Alkohol + Na → Garam + Hii



Baca :   Peristiwa Yang Berhubungan Dengan Hukum 1 Newton Berikut Ini Adalah



2R – OH + 2Na → 2R – ONa + Hii





Reaksi ini identik antara asam dengan logam aktif.



Asam + logam → Garam + H2





2HCl + 2Na → 2NaCl + Htwo





Sebagai contoh, natrium bereaksi secara cepat dengan etanol menghasilkan gas hidrogen



CH3CH2OH + 2Na → 2CH3CH2Ona + Hii





Etanol                     natrium etoksida





2. Alkohol berlebih dapat bereaksi membentuk eter dengan bantuan katalis HiiAnd sofour

pekat






2CtwoH5OH(50) → C2HfiveOC2Hfive

+ H2O(fifty)    (dengan HtwoTheniv

pekat, 130OC)






three. Reaksi Oksidasi





Alkohol bereaksi dengan oksidator seperti One thousandtwoCr2O7

, KMnOiv, dan O2

dengan bantuan katalis.






a. Oksidasi etanol oleh O2







C2HfiveOH(l) + 3O2(1000) → 2COtwo(g) + 3H2O(fifty)



b. Alkohol primer, sekunder dan tersier memberikan reaksi berbeda terhadap oksidator seperti YardtwoCr2O7

, KMnOfour, dan O2. Dengan bantuan katalis, atom O dari oksidator akan menyerang cantlet H yang terikata atom C yang mengandung gugus –OH (atom C karbinol).






Alkohol Primer

mudah teroksidasi membentuk halida, yang akan teroksidasi dengan cepat membentuk asam karboksilat.




CH3

CH2

CHii

CHtwoOH    →  CH3

CHtwo

CH2

CHO   →   CH3

CHtwo

CH2

COOH




Butanol                                 Butanal                           Asam butanoat





Alkohol sekunder

mudah teroksidasi membentuk alkanon






Alkohol tersier

tidak mudah teroksidasi karena tidak memiliki cantlet H yang terikat pada atom C karbinol.






c. Fermentasi alkohol





Fermentasi alkohol adalah reaksi perubahan gula menjadi alkohol dengan bantuan miikroorganisme atau enzim tertentu. Reaksi fermentasi secara umum dapat ditunjukan sebagai berikut.



CviH12Ohalf-dozen  → 2C2H5OH + 2CO2





Glukosa     etanol



Minuman beralkohol pertama kali dibuat melalui fermentasi buah anggur. Hal tersebut dilakukan oleh negara – negara Eropa. Senyawa alkohol yang terdapat dalam minuman hasil fermentasi anggur terutama etanol. Bahan baku pembuatan etanol adalah glukosa. Ennzimuntuk mengubah glukosa menjadi etanol yaitu enzim zimase yang diproduksi oleh ragi. Glukosa dapaat diperoleh dari tetes tebu atau amilum. Tetes tebu adalah cairan gula tebu  yang tidak berbentuk kristal. Tetes tebu banyak mengandung sukrosa. Sukrosa dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa (C6H12O6). Amilum adalah polimer dari glukosa. Amilum banyak terdapat pada akar, biji, dan umbi  tumbuhan. Misalnya ubi jalar, kentang dan singkong. Tanaman jagung juga mengandung amilum.

Titik Didih Gas Nitrogen Lebih Tinggi Dibanding Gas Hidrogen Sebab

Sumber: https://asriportal.com/titik-didih-gas-nitrogen-lebih-tinggi-dibanding-gas-hidrogen-sebab/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …