Suatu Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Dapat Diselesaikan Dalam X Hari

Suatu Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Dapat Diselesaikan Dalam X Hari

Pengembangan Metode Percepatan Penjadwalan Pada Keterlambatan Proyek EPC Di Fase Pelaksanaan Dengan Analisa “What If”

Persaingan usaha jasa konstruksi pada era globalisasi yang sangat ketat, dengan hadirnya kontraktor asing ke pasar konstruksi juga tuntutan transparansi sebagai ciri dari globalisasi akan sangat menguat. Dengan demikian kita tidak bisa menghindar dari kondisi global. Maka dari itu pola berpikir lokal akan berubah menjadi pola berpikir global [1]. Terjadinya suatu
keterlambatan
pelaksanaan
proyek
konstruksi dapat disebabkan oleh kontraktor atau faktor lainnya yang mempengaruhi
pelaksanaan
proyek.
Keterlambatan
juga bisa disebabkan oleh pihak owner, perencana, pihak-pihak lainnya ataupun faktor kondisi alam yang tidak diharapkan [2]. Pembahasan dari 7 (tujuh) faktor dominan yang berpengaruh pada kinerja waktu pada
pelaksanaan
konstruksi gedung secara swakelola pada
proyek
pengembangan
SMK di Aceh dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kelompok faktor yaitu Perencanaan,
Pelaksanaan, dan Kebijakan/wewenang pemilik [3]. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk engetahui apa saja kegiatan dalam
proyek
EPC, mengetahui kegiatan yang terkena dampak akibat
keterlambatan
di
fase
pelaksanaan
proyek
EPC, dan mengetahui cara untuk melakukan
percepatan
apabila terjadi
keterlambatan
proyek
EPC
pada
fase
pelaksanaan.

Baca lebih lanjut


8 Baca lebih lajut

ANALISA “WHAT IF” SEBAGAI METODE ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK PADA PROYEK  ANALISA “WHAT IF” SEBAGAI METODE ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL ABADI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN  ANALISA “WHAT IF” SEBAGAI METODE ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL ABADI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN ANALISA “WHAT IF” SEBAGAI METODE ANTISIPASI KETERLAMBATAN DURASI PROYEK PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL ABADI YOGYAKARTA.

Dalam proses
pelaksanaan
proyek
ditentukan tiga macam batasan yang dikenal dengan sebutan triple constraints yaitu besarnya biaya, jangka waktu dan mutu yang harus dipenuhi. Jika salah satu hal ini tidak terpenuhi atau terhambat maka
proyek
yang berlangsung otomatis juga mengalami
keterlambatan
dalam jangka waktu yang sudah disepakati dalam kontrak. Banyak faktor yang menyebabkan
pelaksanaan
proyek
mengalami
keterlambatan.
Penjadwalan
pelaksanaan
proyek
disusun dengan maksud untuk memenuhi batasan waktu
proyek.
Penjadwalan
berhubungan erat dengan pengendalian, sebab hal-hal tersebut ada dalam
penjadwalan
akan menjadi tolak ukur pengendalian dari suatu
proyek. Jika terjadi suatu
keterlambatan
penjadwalan
maka diperlukan antisipasi pada
proyek
tersebut. Tugas akhir ini akan membahas antisipasi
keterlambatan
analisis ”what
if”. Studi kasus yang akan dibahas adalah Pembangunan Abadi Hotel Yogyakarta.

Baca lebih lanjut


7 Baca lebih lajut

Percepatan Proyek Dengan Menggunakan Metode What If Pada Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Batas Kota Ruteng –Km 210-batas Kab. Manggarai Nusa Tenggara Timur

Percepatan Proyek Dengan Menggunakan Metode What If Pada Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Batas Kota Ruteng –Km 210-batas Kab. Manggarai Nusa Tenggara Timur

Pada
proyek
peningkatan kapasitas jalan Batas Kota Ruteng –KM 210-Batas Kab. Manggarai, Nusa Tenggara Timur terjadi
keterlambatan
atau ketidak sesuaian jadwal aktual dengan yang telah direncanakan sehingga mempengaruhi total durasi pekerjaan. Sebagian besar pekerjaan pada
proyek
ini menggunakan alat berat serta banyak alat berat. Pada pengamatan awal
keterlambatan
tersebut mengakibatkan kemunduran waktu
pelaksanaan
pada pekerjaan yang sebagian besar menggunakan alat berat. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mempercepat
keterlambatan
proyek
yaitu dengan analisis
What
If. Analisis
What
If
dapat digunakan untuk menstimulasikan
keterlambatan
pada model CPM atau jalur kritis. Dalam penggunaan
What
If
pada model CPM, apabila terjadi
keterlambatan
pada pekerjaan yang terkena jalur kritis, maka predecesor atau pekerjaan selanjutnya yang terkena jalur kritis tersebut harus diberi
percepatan
agar total durasi pekerjaan tetap sesuai pada rencana awal.
Proyek
yang awalnya harus selesai pada tanggal 11 november dengan total durasi 180 hari dikarenakan terjadi
keterlambatan
maka waktu mundur menjadi 193 hari. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengolah kembali jadwal yang didapatkan agar dapat mengetahui aktifitas yang mempengaruhi
keterlambatan
serta total durasi
proyek. Kemudian dari hasil pengolahan kembali tersebut dilakukan
percepatan
agar total durasi
proyek
dapat sesuai dengan rencana. Hasil
analisa
yang didapat dengan
metode
What
If
adalah durasi pekerjaan dapat kembali seperti rencana awal bahkan lebih cepat 14 hari yaitu dengan total durasi 166 hari.

Baca :   Unsur Lingkaran Yang Dibatasi Oleh Tali Busur Dan Busur Adalah

Baca lebih lanjut


8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

PENDAHULUAN STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Setiap
proyek
konstruksi lazimnya mempunyai rencana
pelaksanaan
yang tertentu, kapan
pelaksanaan
proyek
tersebut harus dimulai, kapan harus diselesaikan, dan bagaimana
proyek
tersebut akan di kerjakan, serta bagaimana penyediaan sumber dayanya. Pembuatan rencana dan jadwal
pelaksanaan
proyek
selalu mengacu pada kondisi anggapan-anggapan dan prakiraan yang ada pada saat rencana dan jadwal tersebut dibuat, karena itu masalah akan timbul apabila terjadi ketidaksesuaian antara prakiraan dan anggapan dengan kenyataan yang sebenarnya. Dampak umum yang sering terjadi adalah
keterlambatan
waktu
pelaksanaan
proyek, disamping meningkatnya biaya
pelaksanaan
proyek.

Baca lebih lanjut


5 Baca lebih lajut

ANALISA PENERAPAN ALGORITMA CRASHING DALAM PERMASALAHAN PERCEPATAN PROYEK

ANALISA PENERAPAN ALGORITMA CRASHING DALAM PERMASALAHAN PERCEPATAN PROYEK

Project management adalah proses planning, organising dan managing task atau tugas untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, biasanya telah ditetapkan berdasarkan waktu, resource maupun biayanya. Dalam project management, permasalahan yang berpotensi akan mengganggu adalah terjadinya perlambatan atau kendala yang berpengaruh pada bertambahnya durasi pekerjaan, sehingga biaya project, dan untuk menyelesaikannya dapat menggunakan adalah Crashing Project yang dapat diartikan sebagai akselerasi
proyek. Terdapat beberapa
metode
penyelesaian untuk bisa menyelesaikan permasalahan Crashing Project, diantaranya dengan pendekatan Linear Programming atau menggunakan
metode
Crashing Algorithm. Crashing Algorithm merupakan suatu
metode
percepatan
proyek
yang berguna untuk mempersingkat lamanya waktu
proyek
dengan mengurangi waktu dari satu atau lebih aktivitas
proyek
yang berada pada jalur kritis atau jalur terpanjang dari aktivitas
proyek. Pada Tugas Akhir kali ini akan menggunakan Crashing Algorithm sebagai
metode
penyelesaian dari permasalahan Crashing Project. Hasil dari Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa Crashing Algorithm dapat digunakan menjadi salah satu
metode
penyelesaian dalam permasalahan
percepatan
proyek. Selain itu, pada Tugas Akhir ini juga membandingkan dengan
metode
lain yaitu Linear Programming dan memiliki hasil yang sama dengan penyelesaian menggunakan Crashing Algorithm.

Baca lebih lanjut


112 Baca lebih lajut

ANALISA PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI PADA PROYEK SUDETAN KALI CILIWUNG KE KANAL BANJIR TIMUR SETELAH  Analisa Penjadwalan Ulang Waktu Pelaksanaan Konstruksi Pada Proyek Sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur Setelah Diputuskan Amand

ANALISA PENJADWALAN ULANG WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI PADA PROYEK SUDETAN KALI CILIWUNG KE KANAL  Analisa Penjadwalan Ulang Waktu Pelaksanaan Konstruksi Pada Proyek Sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur Setelah Diputuskan Amandemen Iii Tentang Perp

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Identifikasi beberapa prilaku yang dominan dari kegiatan
proyek
yang menumbuhkan keharusan cara pengelolaan yang berbeda dari pengelolaan suatu kegiatan dengan lingkungan dan suasana yang relatif stabil seperti kegiatan operasi rutin. Cara pengelolaan tersebut kemudian dinamakan manajemen
proyek. Untuk itu dikenal berbagai batasan atau definisi, tergantung aspek apa yang ingin diberi penekanan. Salah satu di antaranya adalah H. Kerzner (1982) yang melihatnya dari wawasan manajemen bedasarkan fungsi dan bila digabungkan dengan pendekatan sistem menjadi : Manajemen
proyek
adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan. (Soeharto, 2005).

Baca :   Nama Senyawa Dari Rumus Molekul N2o5 Yang Benar Adalah

Baca lebih lanjut


25 Baca lebih lajut

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sistem random sampling yaitu setiap individu dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Pada umunnya penelitian atau studi tentang masalah hubungan faktor-faktor
keterlambatan
pelaksanaan
proyek
dari persepsi kontraktor pada
proyek
pembangunan kota medan. Selain itu, data pada penelitian ini merupakan data kuantitatif, yaitu suatu data yang dikumpulkan dan diolah untuk mencari atau mendapatkan berapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi
keterlambatan
pekerjaan dan kerugian yang diderita perusahaan konstruksi dalam
proyek
tersebut.

Baca lebih lanjut


71 Baca lebih lajut

Analisa Percepatan Proyek Metode Crash Program Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Mixed Use Sentraland

Analisa Percepatan Proyek Metode Crash Program Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Mixed Use Sentraland

Manajemen
penjadwalan
sangat diperlukan untuk mengatur kegiatan yang ada di dalam suatu
proyek.
Penjadwalan
pekerjaan suatu
proyek
disusun agar
pelaksanaan
proyek
mencapai target waktu yang telah ditentukan.
Penjadwalan
juga berguna untuk mengatur jumlah tenaga kerja, material, dan aliran dana yang digunakan untuk keberlangsungan
proyek. Sehingga
penjadwalan
sangat dibutuhkan karena mengatur seluruh kegiatan
proyek.
Proyek
Gedung Mixed Use Sentraland memiliki banyak sekali kegiatan. Kegiatan- kegiatan dalam
proyek
tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Dalam hubungan kegiatan tersebut akan membentuk beberapa lintasan. Diantara sekian banyak lintasan pasti akan muncul suatu lintasan yang memiliki lintasan dengan total durasi pekerjaan paling panjang, atau bisa disebut sebagai lintasan kritis. Sehingga dari lintasan tersebut dijadikan pedoman
proyek
tersebut dimulai dan akhirnya selesai.

Baca lebih lanjut


11 Baca lebih lajut

Analisa Faktor-Faktor Resiko yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Gedung (Studi Kasus : Pelaksanaan Proyek Konstruksi Gedung di Kota Medan)

ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE UJI KENDALL’S W TUGAS AKHIR - ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE UJI KENDALL’S W

TINJAUAN PUSTAKA STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

TINJAUAN PUSTAKA STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Ketiga sasaran tersebut erat hubungannya dan sifat saling terkait. Jika ingin meningkatkan kinerja, produk yang telah disepakati dalam kontrak, maka umumnya harus diikuti dengan menikan mutu yangb berakibat pada naiknya biaya rencana. Sebaliknya apabila ingin menekan biaya, maka menurunkan mutu hasil akhir, dan waktu pelaksanaannya. Dari segi teknis, ukuran keberhasilan
proyek
dikaitkan dengan sejauhmana ketiga sasaran tersebut terpenuhi.


16 Baca lebih lajut

ANALISA PERCEPATAN DURASI PROYEK DENGAN METODE PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA (TIME COST TRADE OFF METHOD) (Studi Kasus : Proyek Perumahan Cemara Kuta – Medan) TUGAS AKHIR - Analisa Percepatan Durasi Proyek Dengan Metode Pertukaran Waktu Dan Biaya (Time Cost

ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE UJI KENDALL’S W.

ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE UJI KENDALL’S W.

Hasil uji Kendall W pada faktor managerial dan waktu dapat dijelaskan sebagai berikut. Dengan melihat tabel Chi-Square, untuk df (derajat kebebasan) = k-1 = 10 – 1 = 9 dan tingkat signifikansi (α) = 5% (berarti tingkat kepercayaan 95%), maka didapat Chi-Square tabel = 16.9189 Keputusan : Oleh karena Chi-Square hitung > Chi-Square tabel (17,653 > 16.9189), maka Ho diterima. Uji statistik Kendall W sebesar 0,178 dengan nilai probabilitas error 0,039 < taraf signifkansi (α) 0,05, artinya ada kesepakatan antara responden tentang faktor managerial dan waktu yang mempengaruhi pekerjaan
proyek. Berdasarkan mean rank dapat diketahui ranking faktor peralatan yang mempengaruhi pekerjaan
proyek
yaitu : (1) Perhitungan keperluan material; (2) Jadwal pengiriman material dan peralatann; (3) Pengalaman manager lapangan; (4) Persiapan/penetapan rancangan tempat ; (5) Kualitas pengontrolan pekerjaan ; (6) Komunikasi antara kontraktor dan pemilik ; (7) Jadwal pekerjaan yg harus diselesaikan ; (8) Perubahan design ; (9) Komunikasi antara konsultan dan kontraktor ; (10) Pengawasan
proyek.

Baca :   Himpunan Penyelesaian Sistem Pertidaksamaan 2x Y

Baca lebih lanjut


82 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

KESIMPULAN DAN SARAN STUDI TENTANG PENYEBAB KETERLAMBATAN DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI.

Dari perhitungan analisis data terlihat bahwa tinjauan aspek dan sebab
keterlambatan
yang paling “sangat menentukan” yakni
metode
konstruksi/pelaksanaan
kerja yang salah atau tepat, ketidaksepahaman aturan pembuatan gambaar kerja, kelambatan penyediaan alat . bahan dll, yang disediakan kontraktor, kelalaian/keterlambatan
oleh sub kontraktor pekerjaan, banyak hasil perkerjaan yang harus diperbaiki/diulang karena cacat/tidak benar, dan terjadi hal-hal yang tak terduga seperti kebakaran, banjir, badai/angin ribut, gempa bumi, tanah longsor, cacat amat buruk.


23 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI  ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DI TIMOR LESTE.

Analisa Keterlambatan Proyek Pembangunan Dermaga Pelabuhan Laut Calang

Analisa Keterlambatan Proyek Pembangunan Dermaga Pelabuhan Laut Calang

Seiring dengan meningkatnya kegiatan perekonomian masyarakat di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam khususnya di kabupaten Aceh Jaya pasca bencana tsunami 26 Desember 2006, sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang memadai dan sarana penunjang yang mendukung dengan membangun Dermaga Pelabuhan Laut Calang. Dalam proses pembangunannya dibutuhkan adanya sistem yang memudahkan dalam melakukan
analisa
keterlambatan
proyek
pembangunan jacket. Untuk dapat mengetahui penyebab
keterlambatan
pembangunan Dermaga Pelabuhan Laut Calang serta mengambil keputusan yang tepat dalam menagani
keterlambatan
proyek. Dengan
metode
fault tree analisys (FTA) didapatkan dua faktor utama penyebab
keterlambatan
proye yaitu faktor gangguan pada fabrikasi memiliki peluang sebesar 0,0473dan faktor manajemen kurang baik peluang sebesar 0,0107, sehingga Peluang keseluruhan dari
keterlambatan
pada
proyek
pembangunan Dermaga Pelabuhan Laut Calang dari FTA adalah 0,05801. Dampak – dampak dari
keterlambatan
proyek
pembangunan Dermaga Pelabuhan Laut Calang menggunakan
metode
Event Tree Analysis adalah
keterlambatan
dengan waktu antara 2 minggu hingga 9 bulan yang diakibatkan oleh berbagai macam faktor dan dikenai denda berkisar antara Rp 31.950.020,- hingga Rp 6.326.103.960,-. Hasil dari diagram bow-tie dari dalam bentuk beberapa pencegahan ancaman(threat) dan beberapa pengaturan konsekuensi (consequence) dengan bantuan barrier.

Baca lebih lanjut


100 Baca lebih lajut

Suatu Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Dapat Diselesaikan Dalam X Hari

Sumber: https://id.123dok.com/title/pengembangan-metode-percepatan-penjadwalan-keterlambatan-proyek-pelaksanaan-analisa

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …