Seorang Kepala Desa Berencana Membangun Jalan Desa Sepanjang 7 Km

Seorang Kepala Desa Berencana Membangun Jalan Desa Sepanjang 7 Km

Informasi atau ketentuan mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) termuat dalam Peraturan Menteri Desa, PDTT Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Adapun informasi yang termuat terkait Indeks Desa Membangun di antaranya latar belakang, pengertian, tujuan, metode perhitungan, dan pengklasifikasian status desa.

Berikut pembahasan selengkapnya yang disarikan dari Permendes, PDTT No.2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun atau biasa disingkat IDM.

Latar Belakang IDM

Latar belakang munculnya konsepsi Indeks Desa Membangun ini berkaitan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Dimana terdapat upaya untuk mencapai sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan dengan target mengentaskan 5000 desa tertinggal dan meningkatkan sedikitnya 2000 desa mandiri.

Untuk itu, diperlukan kejelasan status kemajuan dan kemandirian desa di seluruh Indonesia guna mempermudah masyarakat, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan dalam mengelola dan mencapai tujuan pembangunan desa.

Adanya Indeks Desa Membangun ini diharapkan dapat memudahkan pemahaman terkait situasi dan kondisi desa serta bagaimana langkah kebijakan yang perlu diambil.

Itulah yang melatarbelakangi hadirnya IDM. Kemudian, bagaimana dengan definisi atau pengertiannya guna lebih memahami secara mendalam?

Pengertian Indeks Desa Membangun

Berdasarkan Pasal 1 Permendes, PDTT No.2 Tahun 2016, Indeks Desa Membangun adalah indeks komposit yang dibentuk dari indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi desa.

Sumber: https://idm.kemendesa.go.id/view/detil/1/tentang-idm

Kemudian, pada Pasal 2 dijelaskan, bahwa IDM ini disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri.

Apakah tujuan dari disusunnya IDM ini termuat dalam pasal tertentu dalam Permendes, PDTT tersebut? Tentu saja ada.

Apa Tujuan IDM?

Pada Pasal 2 Ayat 2 disebutkan tujuan penyusunan Indeks Desa Membangun, yang di antaranya:

  • Menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa.
  • Menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa.

Di samping itu, hasil IDM ini secara khusus juga digunakan untuk:

  • Sebagai basis data (base line) pembangunan desa yang menjadi dasar dalam menilai kemajuan dan kemandirian desa.
  • Menjadi salah satu input (fokus) dalam perumusan isu-isu strategis dan permasalahan utama yang terkait dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
  • Sebagai masukan dalam perumusan targeting (sasaran lokasi) terkait dengan target pembangunan nasional.
  • Sebagai instrumen koordinasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan desa, guna efektifitas capaian sasaran pembangunan nasional.
Baca :   Luas Permukaan Tabung Di Atas Adalah

Baca juga: Arti SDGs Desa, Kepanjangan, dan Tujuannya

Komponen Indeks Desa Membangun

Sebenarnya, jika Anda melihat pada cuplikan gambar di atas, sudah tertera apa saja yang menjadi komponen dari IDM ini. Namun, memang belum ada penjelasannya secara mendetail.

Ada tiga komposit atau komponen dari Indeks Desa Membangun berdasarkan peraturan perundang-undangan. Ketiga komponen tersebut di antaranya:

  1. Indeks Ketahanan Sosial (IKS).
  2. Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE).
  3. Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL).

Tiap komponen tersebut memiliki dimensi-dimensinya tersendiri. Berikut penjelasan masing-masing dimensinya.

Dimensi pada Komponen Indeks Ketahanan Sosial

Dalam komponen Indeks Ketahanan Sosial (IKS), terdapat empat dimensi, di antaranya modal sosial, kesehatan, pendidikan, dan permukiman.

1. Dimensi Modal Sosial

Dimensi modal sosial ini memliki beberapa perangkat indikator, di antaranya: memiliki solidaritas sosial, memiliki toleransi, rasa aman penduduk, dan kesejahteraan sosial.

Adapun indikator untuk solidaritas sosial antara lain:

  1. Kebiasaan gotong royong di desa.
  2. Keberadaan ruang publik terbuka bagi warga yang tidak berbayar.
  3. Ketersediaan fasilitas atau lapangan olahraga.
  4. Terdapat kelompok kegiatan olahraga.

Adapun indikator untuk toleransi antara lain:

  1. Warga desa terdiri dari beberapa suku atau etnis.
  2. Warga desa berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa yang berbeda.
  3. Terdapat keragaman agama di desa.

Adapun indikator untuk rasa aman penduduk antara lain:

  1. Warga desa membangun pemeliharaan poskamling lingkungan.
  2. Partisipasi warga mengadakan siskamling.
  3. Tingkat kriminalitas yang terjadi di desa.
  4. Tingkat konflik yang terjadi di desa.
  5. Upaya penyelesaian konflik yang terjadi di desa.

Adapun indikator untuk kesejahteraan sosial antara lain:

  1. Terdapat akses ke sekolah luar biasa (SLB).
  2. Terdapat penyandang kesejahteraan sosial (anak jalanan, PSK), dan pengemis).
  3. Terdapat penduduk yang bunuh diri.

2. Dimensi Kesehatan

Dimensi kesehatan memiliki dua perangkat indikator, yaitu pelayanan kesehatan dan keberdayaan masyarakat untuk kesehatan.

Adapun indikator untuk pelayanan kesehatan, meliputi:

  1. Waktu tempuh ke prasarana kesehatan kurang dari 30 menit.
  2. Tersedia tenaga kesehatan bidan.
  3. Tersedia tenaga kesehatan dokter.
  4. Tersedia tenaga kesehatan lain.

Adapun indikator untuk keberdayaan masyarakat untuk kesehatan, meliputi:

  1. Akses ke poskesdes, polindes, dan posyandu.
  2. Tingkat aktivitas posyandu.
  3. Jaminan kesehatan, yang tediri dari tingkat kepesertaan BPJS.
Baca :   Cara Membuat Pot Bunga Dari Gypsum

3. Dimensi Pendidikan

Untuk dimensi pendidikan, terdapat tiga perangkat indikator, antara lain: akses ke pendidikan dasar dan menengah, akses ke pendidikan non formal, dan akses ke pengetahuan.

Adapun indikator untuk akses ke pendidikan dasar dan menengah, di antaranya:

  1. Akses ke pendidikan dasar SD/MI kurang dari 3 kilometer.
  2. Akses ke SMP/MTS kurang dari 6 kilometer.
  3. Akses ke SMU/SMK kurang dari 6 kilometer.

Adapun indikator untuk akses ke pendidkan non formal, di antaranya:

  1. Kegiatan pemberantasan buta aksaara.
  2. Kegiatan pendidikan anak usia dini.
  3. Kegiatan pusat kegiatan belajar masyarakat/paket ABC.
  4. Akses ke pusat keterampilan/kursus.

Adapun indikator untuk akses ke pengetahuan, di antaranya:

  1. Taman bacaan masyarakat, atau
  2. Perpustakan desa.

4. Dimensi Permukiman

Sedangkan untuk dimensi permukiman, terdapat empat perangkat indikator, yang meliputi: akses ke air bersih dan air minum layak, akses ke sanitasi, akses ke listrik, dan akses ke informasi dan komunikasi.

Adapun indikator untuk akses ke air bersih dan air minum layak antara lain:

  1. Mayoritas penduduk desa memiliki sumber air minum yang layak.
  2. Akses penduduk desa memiliki air untuk mandi dan mencuci.

Adapun indikator untuk akses ke sanitasi antara lain:

  1. Mayoritas penduduk desa memiliki jamban.
  2. Terdapat pembuangan sampah.

Adapun indikator untuk akses ke listrik, yaitu jumlah keluarga yang telah memiliki aliran listrik di tempat tinggalnya.

Adapun indikator untuk akses ke informasi dan komunikasi antara lain:

  1. Penduduk desa memiliki telepon seluler dan sinyal yang kaut.
  2. Terdapat siaran televisi lokal, nasional, dan asing.
  3. Terdapat akses internet.

Dimensi pada Komponen Indeks Ketahanan Ekonomi

Dalam komponen Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), terdapat satu dimensi, yakni dimensi ekonomi. Walaupun hanya satu dimensi saja, namun perangkat indikatornya cukup banyak. Berikut perangkat indikatornya.

Keragaman produksi masyarakat desa, dengan indikator terdapat lebih dari satu jenis kegiatan ekonomi penduduk.

Tersedia pusat pelayanan perdagangan, dengan indikator:

  1. Akses penduduk ke pusat perdagangan (pertokoan, pasar permanen, dan semi permanen).
  2. Terdapat sekotr perdanganan di permukiman (warung dan minimarket).
  3. Terdapat usaha kedai makanan, restoran, hotel, dan penginapan.

Akses distribusi/logistik, dengan indikator terdapat kantor pos dan jasa logistik.

Akses ke lembaga keuangan dan perkreditan, dengan indikator:

  1. Tersedianya lembaga perbankan umum (pemerintah dan swasta).
  2. Tersedianya bank perkreditan rakyat (BPR).
  3. Akses penduduk ke kredit.
Baca :   Sebuah Transformator Daya Primernya 200 Watt

Lembaga ekonomi, dengan indikator tersedianya lembaga ekonomi rakyat (koperasi).

Keterbukaan wilayah, dengan indikator:

  1. Terdapat moda transportasi umum (transportasi angkutan umum, trayek reguler, dan jam operasi angkutan umum).
  2. Jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda empat atau lebih (sepanjang tahun kecuali musim, kecuali saat tertentu).
  3. Kualitas jalan desa (jalan terluas di desa dengan aspal, kerikil, dan tanah).

Dimensi pada Komponen Indeks Ketahanan Lingkungan

Dalam komponen Indeks Ketahanan Lingkungan, juga hanya terdapat satu dimensi saja, yakni dimensi ekologi dengan beragam perangkat indikator.

Indikator kualitas lingkungan, yang meliputi:

  1. Ada atau tidak adanya pencemaran air, tanah, dan udara.
  2. Terdapat sungai yang terkena limbah.

Indikator potensi rawan bencana dan tanggap bencana, yang meliputi:

  1. Kejadian bencana alam (banjir, tanah longsor, kebakaran hutan).
  2. Upaya atau tindakan terhadap potensi bencana alam (tanggap bencana, jalur evakuasi, peringatan dini, dan ketersediaan peralatan penanganan bencana).

Peraturan perundangan-undangan menetapkan bahwa dimensi indeks dapat ditambah sesuai hasil penilaian kondisi lapangan, juga untuk memperkuat pengukuran status kemajuan dan kemandirian desa.

Status Desa berdasarkan Indeks Desa Membangun

Ada lima klasifikasi status desa yang menyatakan kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan Indeks Desa Membangun. Lima status tersebut di antaranya:

  1. Desa Mandiri, disebut juga sebagai Desa Sembada.
  2. Desa Maju, disebut juga sebagai Desa Pra-Sembada.
  3. Desa Berkembang, disebut juga sebagai Desa Madya.
  4. Desa Tertinggal, disebut juga sebagai Desa Pra-Madya.
  5. Desa Sangat Tertinggal, disebut juga sebagai Desa Pratama.

Penetapan status kemajuan dan kemandirian desa berdasar IDM ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sekretaris Jenderal Kemendes, PDTT.

Baca juga: Jenis Desa dan Cirinya − Swadaya, Swakarya, Swasembada

Penutup

Itulah pembahasan terkait Indeks Desa Membangun atau IDM, yang meliputi:

  • latar belakang adanya Indeks Desa Membangun;
  • pengertian dari Indeks Desa Membangun;
  • komponen-komponen Indeks Desa Membangun; dan
  • status-status desa berdasarkan Indeks Desa Membangun.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Indeks Desa Membangun. Semoga pembahasan yang cukup panjang di atas bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Seorang Kepala Desa Berencana Membangun Jalan Desa Sepanjang 7 Km

Sumber: https://www.aneiqbal.com/info/desa/indeks-desa-membangun/

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …