Senyawa Yang Tergolong Non Elektrolit Adalah

Senyawa Yang Tergolong Non Elektrolit Adalah

Artikel ini akan membahas secara detail mengenai sejarah dan teori tentang larutan elektrolit, klasifikasi dan sifat larutan elektrolit, perbedaan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit, serta aplikasi larutan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!

Halo Quipperian! Tahukah kamu, kalau di setiap aspek kehidupan kita dipenuhi oleh manfaat dari larutan elektrolit? Tahukah kamu, kalau di dalam tubuh kita juga terdapat cairan elektrolit yang dapat membantu melancarkan impuls pada syaraf kita? Tidak hanya itu,


lho

, larutan elektrolit juga dapat dipakai sarana untuk sumber energi pada accumulator (aki) sehingga mesin kendaraan dapat berjalan.

Selain itu, larutan elektrolit juga merupakan parameter atas pencemaran air yang ada di sungai. Menarik bukan? Pleh sebab itu, Quipper Blog akan membahas tentang Larutan Elektrolit. Penasaran?


Check this out


!


Asal Mula Larutan Elektrolit

Gagasan atau ide lahirnya larutan elektrolit berasal dari percobaan

Svante August Arrhenius

(1859-1927), seorang ilmuwan asal Swedia. Menurut Arrhenius, zat elektrolit dalam larutannya akan

terurai

menjadi partikel-partikel yang berupa

atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion
.

Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya

menghantarkan arus listrik melalui larutannya
. Oleh sebab itu, Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dan non elektrolit juga didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan menghantarkan arus listrik.

Apabila dalam larutan terdapat

ion
, larutan tersebut bersifat

elektrolit
. Sedangkan jika larutan tersebut

tidak terdapat ion

larutan tersebut bersifat

non elektrolit
. Sehingga Arrhenius menyimpulkan bahwa

larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
. Sedangkan larutan

non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
.

Baca :   Segitiga Sama Sisi Mempunyai 3 Buah Sudut


Hasil Percobaan Faraday

Gagasan tentang larutan elektrolit juga lahir dari percobaan yang dilakukan

oleh Michael Faraday
. Hasil percobaaan yang dilakukan Faraday adalah jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi

proses elektrolisis

yang menghasilkan

gas
. Gelembung gas ini terbentuk karena

ion (+)

mengalami

reaksi reduksi

dan

ion (-)

mengalami

oksidasi
. Sebagai contoh, pada larutan HCl terjadi karena

reaksi elektrolisis

yang menghasilkan gas H


2


sebagai berikut:

Sehingga dari penjelasan di atas, kita juga dapat menyimpulkan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit berasal dari

reaksi kimianya
.

Contoh jika NaCl (garam dapur) dilarutkan dalam air akan terurai menjadi

ion (+)

dan

ion (-)
. Ion (+) dinamakan kation sedangkan ion (-) dinamakan anion.

Larutan NaCl termasuk larutan elektrolit. Reaksi kimianya adalah sebagai berikut:

Namun jika gula dilarutkan dalam air, molekul-molekul gula tersebut

tidak terurai

menjadi

ion

tetapi hanya berubah

wujud dari padat

menjadi

larutan
. Sehingga

larutan gula

termasuk larutan

non elektrolit
. Contoh reaksi kimia dari gula adalah sebagai berikut:

Contoh lainnya dalam larutan elektrolit adalah larutan garam gapur, larutan cuka (CH

3

COOH), larutan asam sulfat (H

2

SO

4

), dan air laut (H

2

O). Contoh larutan non elektrolit adalah larutan urea(CON

2

H

4

), larutan alkohol, dan larutan glukosa.


Jenis-jenis Larutan Elektrolit

Berdasarkan

kuat-lemahnya daya hantaran listrik
, larutan elektrolit dibagi menjadi dua jenis yaitu larutan

elektrolit kuat

dan larutan

elektrolit lemah.

Larutan

elektrolit kuat

adalah larutan elektrolit yang mengalami

ionisasi sempurna.

Larutan elektrolit kuat mengalami ionisasi sempurna sehingga

derajat ionisasinya (α) = 1
.

Sedangkan larutan elektrolit

lemah

adalah larutan elektrolit yang mengalami

sedikit ionisasi (terion tidak sempurna)
, sehingga derajat ionisasinya (α) adalah

0 < α ≤ 1
. Perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan lemah ditunjukkan pada tabel 1.

Baca :   Yang Bukan Ciri Dari Trafo Step Up Yaitu


Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit dan non elektrolit memiliki karakteristik sifat yang berbeda. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

Sifat larutan elektrolit:

  • Dapat menghantarkan listrik
  • Memiliki derajat ionisasi yang berkisar antara 0 < α ≤ 1
  • Jika dinyalakan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala
  • Penghantar listrik yang baik
  • Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
  • Contoh dari elektrolit kuat (HCl, H

    2

    SO

    4

    , H

    3

    PO

    4

    , HNO

    3

    , HF); Basa kuat (NaOH, Ca(OH)

    2

    , Mg(OH)

    2

    , LiOH).

Sedangkan larutan non elektrolit:

  • Tidak dapat menghantarkan listrik karena tidak dapat terionisasi
  • Memiliki derajat ionisasi α = 0 (tidak terionisasi)
  • Tidak dapat menyalakan lampu dan tidak menghasilkan gelembung pada elektroda, karena tidak dapat menghantarkan listrik
  • Derajat ionisasi = 0, contohnya adalah larutan gula, larutan alkohol, larutan urea.

Derajat ionisasi

adalah parameter larutan elektrolit di mana secara matematis nilainya adalah perbandingan jumlah mol dari zat yang terionisasi dengan zat mula-mula

Dimana α = 1 (elektrolit kuat), 0 < α < 1


Manfaat Larutan Elektrolit bagi Kehidupan

Larutan Elektrolit memilik banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Pada bagian mesin kendaraan, larutan elektrolit digunakan untuk sel elektrokimia seperti

pengisi Aki, baterai, ataupun jembatan garam
. Larutan elektrolit juga digunakan sebagai parameter pencemaran air di suatu tempat. Indikator pencemaran air menggunakan larutan elektrolit adalah sebagai berikut:

  1. pH, yaitu tingkat keasaman yang dimiliki oleh air.
  2. DO (

    Dissolved Oxygen

    ), yaitu jumlah oksigen yang terlarut dalam air.
  3. BOD (

    Biochemical Oxygen Demand

    ), yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup dalam air untuk hidup.
  4. COD (

    Chemical Oxygen Demand

    ) yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk melakukan reaksi kimia dalam air.  BOD dan COD yang tinggi akan menurunkan nilai DO.
  5. TDS (

    Total Dissolved Solid

    ), yaitu jumlah zat yang terlarut dalam air.
Baca :   Contoh Soal Fungsi Komposisi Dan Invers

Suatu wilayah yang memiliki air yang baik jika air tersebut memiliki

pH sekitar 7 (netral)
,

DO yang tinggi, BOD, COD, dan TDS yang rendah
. Sedangkan suatu wilayah yang memiliki air yang buruk jika air yang memiliki

pH <7 (asam) atau pH >7 (basa), DO yang rendah, BOD, COD, dan TDS yang tinggi.

Dalam tubuh manusia, keberadaan cairan elektrolit sangat penting. Karena fungsi cairan elektrolit ini terkait dengan mekanisme metabolisme tubuh seperti

ion pengaktif enzim, pembentuk hormon, dan melancarkan impuls pada syaraf.

Bagaimana Quipperian sudah mulai memahami tentang fakta-fakta larutan elektrolit? Ternyata banyak sekali manfaat dan aplikasi dari larutan elektrolit bagi kehidupan kita, ya. Apabila Quipperian ingin memahami fakta-fakta dan konsep-konsep pelajaran lainnya, ayo gabung bersama

Quipper Video
! Di sana ada banyak sekali penjelasan konsep pelajaran dan fakta-fakta ilmiah lainnya lewat video, rangkuman, dan latihan soal.


Cuss, subscribe

!

  • Ihsan, Nurul. 2017

    . Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit

    .
  • Priambodo, erfan. Dkk. 2009.


    Aktif belajar kimia kelas X

    . Jakarta:Pusat perbukuan Kemdikbud

Penulis: William Yohanes

Senyawa Yang Tergolong Non Elektrolit Adalah

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/larutan-elektrolit-kimia-kelas-10/

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …