Senyawa Klorida Dari Unsur 20x Mempunyai Rumus Kimia

KlikBelajar.com – Senyawa Klorida Dari Unsur 20x Mempunyai Rumus Kimia

  1. A.      Rumus Kimia

    Rumus kimia zat menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut
    angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris.

    1. Rumus Molekul

    Rumus kimia zat menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut
    angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris

    Contoh:

    a.
    Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

    b.
    Rumus molekul glukosa C6H12O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen.

    2. Rumus Empiris

    Rumus empiris adalah rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris.

    Contoh:

    a.
     Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl– dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl.

    b.
    Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl– dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2.

    Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk molekul-molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk molekul unsur tersebut.

    Contoh:

    1. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigen terdiri atas molekul-molekul oksigen yang dibangun oleh dua atom oksigen.
    2. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas molekul-molekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah atom fosfor.

    Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu mempunyai rumus molekul.

    Contoh:

    Keterangan:

    y : massa unsur dibagi dengan Ar

    x : dikalikan dengan hasil perbandingan dengan Mr rumus molekul dan Mr rumus empiris

    B.

    T
    ata

    nama

    seny
    awa

    anorg
    anik

Baca :   Cos 15 Derajat

1.Penamaan Senyawa Biner Ionik

Untuk penamaan senyawa biner ionik yang dibentuk dari satu unsur logam dan satu unsur bukan logam, mula-mula dituliskannama
logam tanpa modifikasi dan diikuti dengan penamaan unsur bukan logam melalui pemberian akhiran ‘ida’.

  • KCl : Kalium klorida
  • MgF2 : Magnesium fluorida
  • KO : Kalium oksida

2. Penamaan Senyawa Biner Kovalen

Penamaansenyawa
biner kovalen yang terdiri dari unsur non-logam dengan unsur non-logam, mula-mula dituliskan unsur dengan bilangan oksidasi positif. Misalnya kita tuliskan HCl bukannya CIH. Penamaan dilakukan dengan dasar pemberian awal yang menyatakan jumlah relatif tiap jenis atom dalam sebuah molekul pemberian awalan dengan mempergunakan

Mono         = 1                               hepta               = 7

di (bis)       = 2                               okta                 = 8

tri (tris)      = 3                               ona                  = 9

tetra           = 4                               deka                =10

penta         = 5                               undeka            =11

heksa         =6                                dodeka            =12

Awalan yang berada dalam kurung kini jarang dipergunakan dan lebih banyak dipaka dalam penamaansenyawa
kompleks. Jadi untuk dua oksida utama belerang dapat kita tulis

S02 :belerang dioksida
atau berdasarkan sistem stock : belerang (IV) oksida

SO,belerang trioksida
atau berdasarkan sistem stock : belerang (VI) oksida

Sistem awalan dapat menunjukkan hubungan antaranama
dan rumus dengan tepat, sedangkan sistem stock ternyata tak selalu dapat menampakkan hubungannama
dan rumus.

contoh

  • BCl3
    =
    Boron triklorida Boron (III) klorida
  • CF4     =Karbon tetrafluorida Karbon (IV) fluorida
  • CO      =Karbon monooksida Karbon (II) oksida
  • N2O3
       =
    Dinitrogen trioksida Nitrogen(III)
    oksida
  • SF6     =Sulfor heksafluorida Sulfor (VI) fluorida

3. Penamaan Asam-asam Biner

Ada segolongansenyawa
biner kovalen yang dalam keadaan tertentu dapat melepaskan ion-ion hidrogen (H+) sehinggasenyawa
tersebut dikenal sebagai suatu ‘asam’. Asam-asam biner penting sangat terbatas jumlahnya. Penamaannya berdasarkan gabungan dari awalan ‘hidro’ dengannama
bukan logam yang diberi akhiran ‘at’.

Baca :   Garis Dan Sudut Kelas 4 Sd

Contoh:

  • HF asam hidrofluorat (asam fluorida)
  • HBr asam hidrobromat (asam bromat)
  • H2S asam hidrosulforat (asam sulfida)

4.Penamaan Senyawa Poliatomik

Senyawa
poliatomik merupakansenyawa
yang mengandung ion poliatomik. Ion poliatomik terdiri dari dua atom atau lebih yang terikat bersama. Anion poliatomik umumnya lebih banyak dibandingkan dengan jenis kation pliatomik. Unsur yang banyak terdapat pada anion pliatomik adalah oksigen. Oksigen yang terikat dengan atom bukan logam lainnyadisebut oksoanion.. Sejumlah unsur tertentu membentuk deret oksoanion yang mengandung jumlah atom oksigen yang berbeda-beda. Tabel kation dan anion :

Tabel Anion

No Rumus Nama Ion No Rumus Nama Ion
1 NH4+ Amonium 19 AsO3
3-
Arsenit
2 O2- Oksida 20 AsO4
3-
Arsenat
3 F Florida 21 SbO3
3-
Antimonit
4 Cl Klorida 22 SbO4
3-
Antimonat
5 Br Bromida 23 ClO Hipoklorit
6 I Iodida 24 ClO2
Klorit
7 CN Sianida 25 ClO3
Klorat
8 S2- Sulfida 26 ClO4
Perklorat
9 CO3
2-
Karbonat 27 MnO4
Permanganat
10 SiO3
2-
Silikat 28 MnO4
2-
Manganat
11 C2O4
2-
Oksalat 29 CrO4
2-
Kromat
12 CH3COO/C2H3O2
Asetat 30 Cr2O7
2-
Dikromat
13 SO3
2-
Sulfit 31 OH Hidroksida
14 SO4
2-
Sulfat 32 HSO3
Bisulfit
15 NO2
Nitrit 33 HPO4
2-
Hidrogen Fosfat
16 NO3
Nitrat 34 H2PO4
Dihidrogen Fosfat
17 PO3
3-
Fosfit 35 BO3
3-
Borat
18 PO4
3-
Fosfat

Tabel Kation

No Rumus Nama Ion No Rumus Nama Ion
1 Na+ Natrium 13 Pb2+ Plumbum/Timbal (II)
2 K+ Kalium 14 Pb4+ Plumbum/Timbal (IV)
3 Mg2+ Magnesium 15 Fe2+ Ferrum/Besi (II)
4 Ca2+ Kalsium 16 Fe3+ Ferrum/Besi (III)
5 Sr2+ Stronsium 17 Hg+ Hidrargium/Raksa (I)
6 Ba2+ Barium 18 Hg2+ Hidrargium/Raksa (II)
7 Al3+ Alumunium 19 Cu+ Cupper/Tembaga (I)
8 Zn2+ Zink / Seng 20 Cu2+ Cupper/Tembaga (II)
9 Ni2+ Nikel 21 Au+ Aurum/Emas (I)
10 Ag2+ Argentum / Perak 22 Au3+ Aurum/Emas (III)
11 Sn2+ Stanum/Timah (II) 23 Pt4+ Platina (IV)
12 Sn4+ Stanum/Timah (IV)
Baca :   Perbandingan Gaya Coulomb

Penamaan senyawa poliatom bergantung pada muatan masing-masing ionnya.

Contohnya

  • CaCO3:  Kalsium Karbonat
  • BaSO4
    : Barium Sulfat
  1. C.

    Tata Nama Senyawa Organik

Tata nama senyawa organik lebih kompleks daripada tata nama senyawaanorganik. Hal ini disebabkan sebagian besar senyawa organik tidak dapat ditentukandari rumus kimianya saja, akan tetapi harus dari rumus strukturnya. Jumlah senyawaorganik lebih banyak dibandingkan senyawa anorganik.

1.Senyawa organik paling sederhana hanya mengandung atom C dan H. Nama senyawa dimulai dengan awalan sesuai jumlah atom C dan diberi akhiran –ana.

Contoh = CH4
(metana)

C2H6
(etana)

2.Senyawa organik penting lainnya ialah benzen (C6 H 6 ). Penamaan senyawa jika atom H diganti dengan atom/gugus lainnya.

Contoh = C6H5OH (fenol)

Senyawa Klorida Dari Unsur 20x Mempunyai Rumus Kimia

Sumber: https://nurchemistry.wordpress.com/kelas-x/tatanama-senyawa/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …