Senyawa Asam Butanoat Mempunyai Isomer Struktur Sebanyak

KlikBelajar.com – Senyawa Asam Butanoat Mempunyai Isomer Struktur Sebanyak

Soal dan Pembahasan Kimia (Saintek) Bagian 1


  1. Asam butanoat merupakan isomer gugus fungsi dari metil propanoat.


    SEBAB

    Asam butanoat dan metil propanoat memiliki rumus molekul C4H8O2.

    Jawaban : a

    Asam butanoat merupakan turunan alkana yaitu asam karboksilat atau asam alkanoat dengan struktur

    CH3
    – CH2
    – CH2
    – COOH

    Sedangkan metil propanoat merupakan turunan alkana yaitu ester atau alkil alkanoat dengan struktur

    CH3
    – CH2
    – COO – CH3

    Keduanya merupakan isomer gugus fungsi karena memiliki rumus molekul sama yaitu C4H8O2
    tapi gugus fungsinya berbeda. Pada asam karboksilat gugus fungsinya –COOH sedangkan pada ester gugus fungsinya –COO–.

  2. Persamaan reaksi berikut yang menunjukkan reaksi redoks adalah ….

    1. PbO2
      + 4HCl → PbCl2
      + 2H2O + Cl2

    2. 2Al + 3Cu(NO3)2





      2Al(NO3)3
      + 3Cu



    3. CS2
      + 3O2







      CO2
      + SO2





    4. ZnSO4
      + KCl









      ZnCl2
      + K2SO4



    Jawaban : a

    Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang ditandai dengan kenaikan biloks (oksidasi) sekaligus penurunan biloks (reduksi).

    Persamaan reaksi 1,2 dan 3 merupakan redoks.

    Sedangkan persamaan reaksi 4 bukan redoks, karena tidak terjadi kenaikan maupun penurunan biloks.

  3. Senyawa organik dengan rumus molekul C5H12O jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa dengan gugus keton. Senyawa tersebut adalah ….

    1. 3-metil-2-butanol
    2. 2-metil-2-butanol
    3. 3-metil-3-butanol
    4. 3-etil-1-propanol
    5. 3-pentanol

    Jawaban : a

    Senyawa yang memiliki rumus molekul C5H12O, yaitu alkohol dan eter. Antara keduanya yang dapat mengalami oksidasi adalah alkohol.

    Alkohol primer bila dioksidasi akan menghasilkan senyawa aldehid dan jika dioksidasi lagi akan menghasilkan asam karboksilat sedangkan alkohol sekunder bila dioksidasi akan menghasilkan senyawa keton. Pada opsi di atas, senyawa alkohol yang dapat dengan mungkin berubah menjadi senyawa keton adalah pilihan A. Pilihan B mempunyai cabang pada atom karbon yang terikat dengan gugus OH sehingga sulit untuk menjadi senyawa keton, sedangkan pilihan C terdapat kesalahan pada tata nama.

  4. Suatu cuplikan hanya mengandung unsur nitrogen dan oksigen. Bila dalam 152 gram cuplikan terdapat 56 gram nitrogen, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah ….

    (ArN:14, O:16)

    1. N2O5
    2. N2O3
    3. N2O
    4. NO2
    5. NO

    Jawaban : b

    Cuplikan mengandung N dan O saja.

    Massa cuplikan 152 gram

    Massa nitrogen 56 gram.

    Massa oksigen = 152 gram – 56 gram = 96 gram

    Rumus empiris dari perbandingan terkecil mol atom N dan O yaitu

    mol N : mol O = 56/14 : 96/16

    = 4 : 6

    = 2 : 3

  5. Nomor atom X adalah 26. Konfigurasi elektron ion X3+
    adalah 1s2
    2s2
    2p6
    3s2
    3p6
    4s2
    3d3.


    SEBAB

    Ion X3+, artinya atom X melepas 3 elektron terluarnya.

    Jawaban : d

    Konfigurasi elektron atom
    26X adalah 1s2
    2s2
    2p6
    3s2
    3p6
    4s2
    3d6.

    Ion X3+, artinya atom X melepas 3 elektron terluarnya, maka elektron yang terlepas dari orbital 4s kemudian 3d.

    Sehingga konfigurasi elektron ion
    26X3+
    adalah 1s2
    2s2
    2p6
    3s2
    3p6
    4s
    3d5.

  6. Alkohol sekunder dapat diubah menjadi keton dengan menggunakan KMnO4 atau K2Cr2O7 menurut persamaan reaksi:


    R
    1

    – CHOH – R

    2


    R

    1

    – CO – R

    2

    Jenis reaksi yang terjadi adalah ….

    1. eliminasi
    2. reduksi
    3. hidrolisis
    4. substitusi
    5. adisi

    Jawaban : a

    Perubahan terjadi pada gugus fungsi alkohol dan keton.


    R
    1

    – C

    HOH

    – R

    2


    R

    1

    – C

    O

    – R

    2

    Dari reaksi tersebut, terjadi pembuangan 2 atom H (pada -CHOH-) di kiri panah menjadi CO saja di kanan panah. Reaksi pembuangan atom itu disebut sebagai reaksi eliminasi.

  7. Unsur Xe merupakan golongan gas mulia yang sukar berikatan dengan unsur lain. Namun, seiring berkembangnya teknologi, ternyata dapat dibuat senyawa dari unsur Xe dengan unsur paling elektronegatif F yaitu XeF4. Geometri dan tipe hibridisasi pada molekul XeF4
    adalah …. (NA Xe:54, F:9)

    1. Segi empat planar, sp3d2

    2. Tetrahedron, sp3d

    3. Segi empat planar, sp2d

    4. Tetrahedron, sp3

    5. Bipiramida trigonal, sp3

    Jawaban : a

    Untuk membuat hibridisasi yang dilihat adalah atom pusat. Pada senyawa XeF4
    yang menjadi atom pusat adalah Xe.

    Konfigurasi elektron
    54Xe = [Kr] 5s2
    4d10
    5p6



  8. Bila larutan asam kuat H2SO4
    dengan pH =1 diencerkan 100 kali, maka pH larutan menjadi 3.


    SEBAB

    Jumlah ion H+
    dalam larutan berubah bila larutan diencerkan.

    Jawaban : a

    Asam kuat H2SO4
    dengan pH =1

    [H+] = 10-1

    [H+] = a  Ma  ,  Ma =3-46

    Dilakukan pengenceran 100 kali, misal V1
    = 1 ml maka V2
    = 100 ml

    Maka M2
    menjadi

         M1  V1  = M2  V2

                 M2
    =4-21

    pH setelah pengenceran

    [H+] = a  Ma

    [H+] = 2 x 5 x10-4  = 10-3

    pH = -log 10-3  = 3

    jadi pernyataan larutan asam kuat H2SO4
    dengan pH =1 diencerkan 100 kali, maka pH larutan menjadi 3 itu benar. Alasannya, Jumlah ion H+
    dalam larutan berubah menjadi sedikit bila larutan diencerkan.

  9. Sebanyak 4,16 gram gas A terbentuk dari reaksi antara 1 liter gas NO2
    dan gas O2
    berlebih menurut reaksi

    4NO2(g)
    + O2(g)
    → 2A(g)

    Jika reaksi tersebut berlangsung pada suhu 30C dengan tekanan 2 atm, maka massa molekul relatif gas A adalah …. (R=0,082 liter atm/mol K)

    1. 76

    2. 104

    3. 112

    4. 224

    5. 316

    Jawaban : b

    Massa gas A 2,24 gram

    Suhu 30C + 273 =303 K

    Tekanan 2 atm

    Persamaan reaksi

    4NO2(g)  + O2(g)
    → 2A(g)

    1 liter                    0,5 liter

    Persamaan gas ideal

    P V = n R T

    6-19 0,04 mol

    maka Mr =
    7-18
    = 104 g/mol

  10. Sebanyak 50 ml larutan Na2SO4
    0,04 M ditambahkan ke dalam 50 ml larutan BaCl2
    0,05 M. Jika Ksp BaSO4
    1,0 x 10-10, maka pernyataan berikut yang benar adalah ….

    1. Larutan Na2SO4
      sebagai pereaksi pembatas
    2. Konsetrasi Ba2+
      sisa di dalam larutan sebanyak 0,01 M
    3. Kelarutan BaSO4
      dalam air murni adalah 10-5
      M
    4. Tidak terbentuk endapan BaSO4

    Jawaban : b

    Persamaan reaksi

    8-18

    1) Na2SO4
    sebagai reaksi pembatas (benar)

    2) Sisa [Ba2+] = 0,5 mmol/100ml = 5 x 10-5
    M (salah)

    3) Ksp BaSO4
    = 1,0 x 10-10, maka kelarutannya dalam air

    BaSO4
    → Ba2+  +  SO4
    2-

    Ksp  =    s            s

    Ksp  = s2

    S   =
    11-125
    M (benar)

    4)12-15

    Maka Q = [Ba2+] [SO4
    2-]

                  = 2 x 10-2  x 2,5 x 10-2  = 5 x 10-4

    Nilai Q > Ksp, maka terbentuk endapan BaSO4
    ( salah)

Baca :   Sebuah Transformator Daya Primernya 200 Watt

Senyawa Asam Butanoat Mempunyai Isomer Struktur Sebanyak

Sumber: https://belajarbro.id/sbmptn/soal-dan-pembahasan-detail.php?jenis=Kimia&bagian=1

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …