Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu

Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Musik

Lukisan sebuah vas Yunani kuno yang menggambarkan pelajaran musik (ca.
510 SM)

Medium suara
Jenis genre-genre
Budaya awal bervariasi
Awal berkembang Paleolitikum


Musik

(bahasa Yunani:
μουσική) .[1]
[ii]
Musik terdiri dari beberapa unsur, yaitu melodi, harmoni, ritme, dan timbre.[3]
Musik termasuk sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki, dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Musik adalah sebuah fenomena unik yang dihasilkan oleh beberapa alat musik. Namun seni musik tidak hanya sebatas bunyi/suara yang dihasilkan dari alat musik, apa pun yang bisa menghasilkan bunyi/suara itu bisa dianggap sebagai musik istilahnya disebut dengan musik alam, bahkan suara langkah kaki manusia yang sedang berjalan, suara desiran angin, suara hantaman ombak itu sudah bisa dianggap musik walaupun tidak ada unsur kesengajaan dari perbuatan makhluk.
[butuh rujukan]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern
Homo sapiens
yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu kapan manusia mulai mengenal seni dan musik. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika, sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun lalu telah ada perubahan evolusi pada otak manusia. Dengan otak yang lebih pintar dari hewan, manusia merancang pemburuan yang lebih terarah sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak seperti ini, manusia bisa berpikir lebih jauh hingga di luar nalar dan menggunakan imajinasi dan spiritual. Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk di antara manusia. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan, perlahan-lahan beberapa kosakata muncul untuk menamakan benda dan memberikan nama panggilan untuk seseorang.

Dalam kehidupan yang berpindah-pindah, manusia purba mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanannya dan kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba.

Baca :   Senyawa Berikut Yang Berisomer Optis Adalah

Manusia menyatakan perasaan takut dan gembira dengan menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara menciptakan lagu, hymne, atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja manusia telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi yang keras. Kulit binatang yang digunakan sebagai pakaian diletakkan sebagai penutup rongga kayu yang besar sehingga terciptalah sebuah gendang.

Pra-Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Teori pra sejarah musik hanya didasarkan pada temuan situs arkeologi paleolitik. Seruling merupakan alat musik yang banyak diutamakan pada zaman pra sejarah, yang salah satunya berbentuk seperti shakuhachi yang berasal dari Jepang. Ada seruling Divje Babe yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah digunakan sekitar twoscore.000 tahun yang lalu. Berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dawai atau senar telah ada sejak zaman Peradaban Lembah Sungai Indus, India, yang memiliki salah satu tradisi musik tertua di dunia yang berasal dari kitab Weda. Penemuan terbesar dan tertua dari alat musik pra sejarah berlokasi di Cina, yang bisa dilacak balik ke antara 7000 dan 6600 SM. Lagu-lagu Hurri adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkirakan telah ada sekitar 1400 SM.

Terapi

[sunting
|
sunting sumber]

Terapi musik adalah proses interpersonal yang menggunakan musik untuk terapi aspek-fisik, emosional, mental, sosial, estetika, dan spiritual untuk membantu pasien dalam meningkatkan atau mempertahankan kesehatan mereka. Dalam beberapa kasus, kebutuhan pasien ditangani langsung melalui musik. Pada kesempatan lain, metode terapi tergantung hubungan yang berkembang di antara pasien dan terapis. Terapi musik ini digunakan untuk individu dari segala usia dan dengan berbagai kondisi, termasuk untuk gangguan kejiwaan, masalah medis, cacat fisik, gangguan sensorik, cacat perkembangan, penyalahgunaan zat, gangguan komunikasi, masalah interpersonal, dan untuk orang-orang yang berada dalam proses penuaan. Terapi juga digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, meningkatkan harga diri, mengurangi stres, mendukung latihan fisik, dan memfasilitasi sejumlah aktivitas lainnya yang berhubungan dengan kesehatan.

Salah satu catatan paling awal yang menyebutkan terapi musik berlokasi di (c. 872-950) Al-Farabi. Makna risalah dari Akal menggambarkan efek terapi musik di jiwa.[4]
Musik telah lama digunakan untuk membantu orang dalam mengatasi masalah emosi mereka. Pada abad ke-17, sarjana Robert Burton dalam
The Beefcake of Melancholy
berpendapat bahwa musik dan tari sangat penting dalam mengobati penyakit mental, terutama melankoli.[5]
Dalam catatannya disebutkan, musik memiliki “kekuatan yang sangat besar … untuk mengusir penyakit” dan menyebutnya sebagai “obat sangat ampuh dalam melawan keputusasaan dan melankolis.” Burton menunjukkan bahwa pada zaman purbakala, Canus, pemain biola Rhodian, menggunakan musik untuk “membuat seorang pria melankolis bergembira, … kekasih lebih terpikat, seorang yang religius lebih saleh.”[vi]
[seven]
[8]Pada bulan Nov 2006, Dr Michael J. Crawford[9]
dan koleganya juga menemukan bahwa terapi musik membantu pasien skizofrenia.[10]
Dalam Kekaisaran Utsmaniyah, penyakit mental diobati dengan musik.[11]

Baca :   Soal Jumlah Dan Selisih Dua Sudut

Catatan kaki

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Mousike, Henry George Liddell, Robert Scott,
    A Greek–English Lexicon, at Perseus”. perseus.tufts.edu. Diakses tanggal
    27 Oct
    2015
    .





  2. ^


    “Hasil Pencarian – KBBI Daring”.
    kbbi.kemdikbud.go.id
    . Diakses tanggal
    2021-10-xiv
    .





  3. ^


    Aru, Anggela Marsela Due west. (2018).
    E-MODUL SENI BUDAYA Kelas Eleven
    (PDF). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas. hlm. 10.





  4. ^


    (Inggris)
    Bister Haque (2004), “Psychology from Islamic Perspective: Contributions of Early Muslim Scholars and Challenges to Contemporary Muslim Psychologists,” Journal of Faith and Health 43 (4): 357–377 [363]

  5. ^


    (Inggris)
    cf. The Anatomy of Melancholy, Robert Burton, subsection 3, on and afterwards line 3,480, “Music a Remedy”

  6. ^

    Ismenias the Theban, Chiron the centaur, is said to have cured this and many other diseases past music alone: as now thy do those, saith Bodine, that are troubled with St. Vitus’s Bedlam dance. Projection Gutenberg’s The Anatomy of Melancholy, past Democritus Inferior

  7. ^


    (Inggris)
    “Humanities are the Hormones: A Tarantella Comes to Newfoundland. What should we practise about it?” Diarsipkan 2015-02-xv di Wayback Machine. by Dr. John Crellin, MUNMED, newsletter of the Faculty of Medicine, Memorial University of Newfoundland, 1996.

  8. ^

    Aung, Steven Grand.H., Lee, Mathew H.M., “Music, Sounds, Medicine, and Meditation: An Integrative Arroyo to the Healing Arts,” Culling & Complementary Therapies, Oct 2004, Vol. 10, No. 5: 266–270.

  9. ^


    Dr. Michael J. Crawford page at Imperial College London, Kinesthesia of Medicine, Department of Psychological Medicine.

  10. ^


    Crawford, Mike J. (2006). “Music therapy for in-patients with schizophrenia: Exploratory randomised controlled trial”.
    The British Periodical of Psychiatry (2006).
    189
    (5): 405–409. doi:10.1192/bjp.bp.105.015073. PMID 17077429.
    Music therapy may provide a means of improving mental health among people with schizophrenia, just its effects in astute psychoses accept not been explored





  11. ^


    “Treatment of Mental Illnesses With Music Therapy – A different approach from history”
    (PDF). Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 2013-12-01. Diakses tanggal
    2012-04-05
    .




Kepustakaan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Kennedy, Michal; Kennedy, Joyce Bourne (2013) [2012]. Tim Rutherford-Johnson, ed.
    The Oxford Lexicon of Music
    (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-half-dozen paperback). Oxford: Oxford University Printing. ISBN 978-0-19-957854-2.



  • Root, Deane L., ed. (2001).
    The New Grove Dictionary of Music and Musicians
    (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. Versi daring —
    Grove Music Online



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Sekolah Musik Yamaha
  • (Inggris)
    BBC Blast Music For thirteen–19-year-olds interested in learning almost, making, performing and talking about music.
  • (Inggris)
    The Virginia Tech Multimedia Music Dictionary Diarsipkan 2014-x-22 di Wayback Automobile., with definitions, pronunciations, examples, quizzes and simulations
  • (Inggris)
    The Music-Web Music Encyclopedia, for musicians, composers and music lovers
  • (Inggris)
    Dolmetsch gratuitous online music dictionary, complete, with references to a list of specialised music dictionaries (by continent, past musical instrument, by genre, etc.)
  • (Inggris)
    Musical Terms – Glossary of music terms from Naxos
  • (Inggris)
    “On Hermeneutical Ethics and Teaching: Bach als Erzieher”, a paper by Prof. Miguel Ángel Quintana Paz in which he explains the history of the different views concur about music in Western societies, since the Ancient Greece to our days.
  • (Inggris)
    Monthly Online Features From Bloomingdale School of Music Diarsipkan 2016-05-29 di Wayback Automobile., addressing a variety of musical topics for a wide audience
  • (Inggris)
    Arts and Music Uplifting Society towards Transformation and Tolerance Articles meant to stimulate people’s awareness about the peace enhancing, transforming, communicative, educational and healing powers of music.
  • (Inggris)
    Scientific American,
    Musical Chills Related to Brain Dopamine Release



Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Musik

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …