Satuan Untuk Menyatakan Kuat Arus Listrik Disebut

Satuan Untuk Menyatakan Kuat Arus Listrik Disebut

Pengertian Arus Listrik– Sebuah listrik bisa mengalir karena adanya arus yang berisi muatan yang lainnya. Ini merupakan konsep dasar dari pembentukan listrik yakni adanya perpindahan muatan.

Umumnya kuat arus listrik yang mengalir disesuaikan dengan sistem yang dipakai, sumber dan pola listrik itu sendiri.

Nah pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian arus listrik secara lengkap. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Arus Listrik

Arus listrik (Electric Current) adalah muatan listrik yang mengalir melalui media konduktor dalam tiap satuan waktu.

Pada dasarnya muatan listrik dibawa oleh elektron dan proton di dalam sebuah atom. Proton mempunyai muatan positif, sedangkan elektron mempunyai muatan negatif.

Tetapi, proton sebagian besar hanya bergerak di dalam inti atom. Jadi, tugas untuk membawa muatan dari satu tempat ke tempat lainnya ini ditangani oleh elektron.

Hal ini dikarenakan elektron dalam bahan konduktor seperti logam sebagian besar bebas bergerak dari satu atom ke atom lainnya.

Atom dalam bahan konduktor mempunyai banyak elektron bebas yang bergerak dari satu atom ke atom lainnya dengan arah yang acak sehingga tidak mengalir ke satu arah tertentu.

Tetapi ketika diberikan tegangan pada konduktor tersebut, semua elektron bebas akan bergerak ke arah yang sama sehingga menciptakan aliran arus listrik.

Arus listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “I” yang artinya “intesity (intensitas)”. Sedangkan satuan arus listrik adalah ampere yang biasa disingkat dengan huruf “A” atau “Amp”.

Baca :   Soal Majas

1 ampere arus listrik bisa didefinisikan sebagai jumlah elektron atau muatan (Q atau Coulombs) yang melewati titik tertentu dalam 1 detik (I = Q/t).

Sedangkan dalam Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau konduktor yaitu berbanding lurus dengan beda potensial atau Tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R). Rumus Hukum Ohm adalah I = V/R.

Arus listrik bisa dianalogikan sebagai aliran air pada sebuah tangki air. Makin besar tekanan airnya dan makin kecil hambatan pada pipa (ukuran pipa yang besar) maka jumlah aliran air juga akan banyak.

Begitu juga dengan aliran arus listrik, makin tinggi tegangan yang diberikan dan makin kecil hambatan listrik pada suatu rangkaian, maka semakin besar pula arus listriknya.

Tekanan air bisa mewakili tegangan listrik (V) sedangkan hambatan yang kecil (ukuran pipa yang besar) bisa mewakili hambatan listrik (R).

Pengertian Arus Listrik DC dan Arus Listrik AC

Ada dua jenis arus listrik berdasarkan arah aliran listriknya. Arus listrik yang mengalir satu arah atau pada arah yang sama disebut dengan arus searah (Direct Current) atau yang disingkat dengan DC.

Contoh sumber arus searah yaitu seperti aki, baterai, sel surya dan pencatu Daya (Power Supply).

Sedangkan arus listrik yang mengalir dengan arah arus yang selalu berubah-ubah disebut dengan arus bolak-balik (Alternating Current) atau disingkat dengan AC.

Umumnya bentuk gelombang AC adalah gelombang sinus. Tetapi pada aplikasi tertentu juga terdapat bentuk gelombang segitiga dan bentuk gelombang persegi.

Contoh sumber arus bolak balik yaitu listrik PLN dan listrik yang dibangkitkan oleh generator listrik. Selain itu, gelombang audio dan gelombang radio juga merupakan bentuk gelombang AC.

Baca :   Keliling Suatu Persegi Panjang Adalah 54

Aliran Arus Listrik

pengertian arus listrik

Pada teori aliran arus listrik, ada dua teori tentang aliran arus listrik yakni aliran arus listrik konvensional (conventional current flow) dan aliran elektron (electron flow).

1. Aliran Arus Listrik Konvensional (Conventional Current Flow)

Secara konvensional kita sering menyebutkan bahwa aliran listrik dalam suatu rangkaian elektronika yaitu mengalir dari arah positif (+) ke arah negatif (-).

Arah aliran arus konvensional ini adalah aliran arus yang menggunakan prinsip muatan, dimana arus listrik atau current sering didefinisikan sebagai aliran muatan listrik positif pada suatu penghantar dari potensial tinggi ke potensial rendah.

Tetapi arah aliran arus listrik ini berlawanan dengan prinsip aliran elektron pada suatu penghantar.

Konsep rangkaian dengan aliran arus listrik konvensional ini digunakan untuk mempermudah pemahaman terhadap arah aliran muatan listrik yaitu dari positif ke negatif.

2. Aliran Elektron (Electron Flow)

Arah aliran elektron ini berlawanan dengan arah aliran arus listrik konvensional. Karena pada dasarnya elektron merupakan partikel yang bermuatan negatif dan bergerak bebas yang ditarik ke terminal positif.

Maka dengan demikian, arah aliran listrik pada suatu rangkaian adalah aliran elektron dari kutub negatif baterai (katoda) dan kembali lagi ke kutub positif baterai (anoda). Jadi arah aliran elektrok adalah dari arah negatif (-) ke arah positif (+).

Simbol dan Satuan Arus Listrik

pengertian arus listrik

Simbol arus listrik adalah A yang merupakan singkatan dari satuannya yakni ampere. Dibawah ini merupakan tabel daftar simbol arus listrik dan besaran listrik lainnya yang dilengkapi dengan satuan SI.

Besaran Listrik Satuan Simbol
Arus Listrik Ampere A
Hambatan/Resistansi Ohm
Tegangan Volt V
Muatan Listrik Coulomb C
Daya Listrik Watt W
Frekuensi Hertz Hz
Induktansi Henry H
Energi Joule J
Impedansi Ohm
Konduktansi Siemens G
Kapasitansi Farad F
Baca :   Jarak Titik K 1 Dan L 1 7 Adalah

Rumus Arus Listrik

I = q/t

Rumus Huruf Kirchoff

Imasuk= Ikeluar

Dimana :

I : Arus listrik (A)
q : Muatan listrik yang mengalir (C)
t : waktu yang diperlukan (t)

Contoh Soal Arus Listrik

Contoh 1 :

Muatan sebesar 180 coulomb mengalir dalam 30 detik. Hitunglah kuat arus listriknya!

Diketahi :

Q = 180 C
t = 30 sekon

Ditanya I :….?

Jawab :

I = Q/t
= 180 C/30s = 6 C/s

Jadi besarrnya arus listrik adalah6A.

Contoh 2 :

Jika dalam 3 menit mengalir 360 Coulomb muatan listrik melalui sepotong kawat penghantar. Berapa kuat arus yang mengalir pada penghantar?

Diketahui :

t = 3 menit = 180s
q = 360c

Jawab :

I = q/t
I = 360/180
I = 2A

Jadi arus yang mengalir pada penghantar sebesar2A.


Demikianlah pembahasan mengenai pengertian arus listrik, simbol, rumus, dan contoh soalnya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃

Satuan Untuk Menyatakan Kuat Arus Listrik Disebut

Sumber: https://kamuharustahu.com/pengertian-arus-listrik/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …