Satuan Besaran Pokok Di Dalam Sistem Internasional Adalah

KlikBelajar.com – Satuan Besaran Pokok Di Dalam Sistem Internasional Adalah

Perlu diingat bahwa,


besaran pokokdan turunan


selalu disertai dengan satuan. Tiap-tiap besaran mempunyai satuan tertentu yang berbeda dengan satuan untuk besaran lain. Satuan-satuan besaran pokok seperti meter, kilogram, sekon dll merupakan salah satu contoh satuan yang digunakan secara internasional yang disebut juga


Sistem SatuanInternasional

, disingkat SI.

Lalu mengapa diperlukan sistem satuan internasional?

Sistem satuan internasional diperlukan untuk mengatasi kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah dan pengukuran karena adanya perbedaan satuan yang digunakan.

Kemudian bagaimana awal mulanya penetapan standar satuan besaran yang digunakan dalam SI? Berikut ini akan dibahas secara kronologis tentang sejarah penetapan satuan standar pada tujuh besaran pokok.



Pengertian Satuan Standar

Satuan standar adalah satuan dari besaran-besaran yang telah disepakati secara umum ataupun secara internasional



Penetapan Satuan Standar Besaran Pokok



1.





Standar Satuan Panjang

Satuan panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya, standar satuan panjang internasional adalah sebuah batang yang terbuat dari campuran platina dan iridium yang disebut dengan
meter standar.

Batang Platina Iridium

Ada beberapa kelemahan dalam penggunaan meter standar tersebut, yaitu:






Batang platina iridium mudah dipengaruhi temperatur terutama di negara yang memiliki iklim berubah-ubah sehingga akan mengalami pemuaian ataupun penyusutan.






Sebagai standar primer, jika mengalami kerusakan akan susah untuk dibuat ulang






Ketelitian pengukuran tidak sesuai dengan kemajuan teknologi

Dari beberapa kelemahan tersebut, dibutuhkan meter standar baru yang menggunakan panjang gelombang cahaya dari zat yang mudah diketahui dengan cepat dan teliti.

Pada tahun 1960, ditetapkan bahwa meter standar sama dengan
1.650.763,73
kali panjang gelombang

sinar jingga

yang dipancarkan oleh atom-atom

Krypton-86

(Kr-86) di dalam ruang hampa.

Kemudian pada tahun 1983, berdasarkan
Conference General des Poids et Measures ke-17, diputuskan bahwa

Satu meter
adalah panjang jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa dalam selang waktu
1/299.792.458
sekon dengan prediksi bahwa kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah tetap sebesar
299.792.458 m/s.

Meter standar ini terus digunakan hingga sekarang.



2.





Standar Satuan Massa

Satuan untuk massa adalah
gram. Standar satuan massa adalah sebuah silinder platina iridium yang disimpan di
International Bureau of Weights and Measures, Sevres, Prancis.

Silinder Platina Iridium sebagai standar satuan massa
Silinder Platina Iridium

Satu kilogram standar
adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari platina iridium memiliki diameter 3,9 cm dan tinggi 3,9 cm. Massa 1 kilogram standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4o
Celcius.



3.





Satuan Standar Waktu

Satuan waktu dalam SI adalah sekon atau detik dan dilambangkan dengan s. Pada mulanya, penetapan satuan waktu adalah perputaran Bumi terhadap porosnya. Namu ternyata, perputaran bumi pada porosnya selalu berubah. Kemudian satuan waktu ditetapkan berdasarkan hari matahari rata-rata. Berdasarkan ketentuan ini,

1 sekon =
1/86.400
hari matahari rata-rata.

Setelah dilakukan pengamatan yang lebih teliti, diketahui bahwa satu hari rata-rata matahari dari tahun ke tahun tidak sama. Standar ini mengalami perubahan pada tahun 1956 dan kemudian dilakukan penetapan ulang dari definisi sekon standar yaitu:

1 sekon =
1/31.556.925,9747 x lamanya tahun 1900

Kemudian tahun 1967, untuk pengukuran waktu yang lebih teliti, standar waktu dirubah. Satu sekon didefinisikan sebagai

1 sekon = selang waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk melakukan getaran radiasi sebanyak
9.192.631.770
kali.

Standar satuan waktu ini memiliki ketelitian yang sangat tinggi, yaitu kemungkinan kesalahan waktu hanya 1 detik dalam kurun waktu 500 tahun.



4.





Satuan Standar Suhu

Standar suhu memiliki dua titik tetap, yaitu titik tetap atas dan titik tetap bawah.

Titik tetap atas
adalah suhu air yang sedang mendidih pada suhu 100oC dengan tekanan udara luar sebesar 1 atmosfer atau
76 cmHg.
Titik tetap bawah
adalah titik lebur es murni pada suhu 0oC.

Jadi, standar satuan suhu ditetapkan berdasarkan titik lebur es dan titik didih air yang disebut dengan standar suhu

Celcius

oleh seorang ahli Astronomi Swedia, Andreas Celcius (1701-1744).

Tahun 1954, diselenggarakan kongres oleh perhimpunan fisikawan internasional yang menghasilkan standar untuk satuan suhu adalah dalam

Kelvin

(K). Dalam kongres ini standar satuan suhu ditetapkan sebagai berikut:

Pada tekanan udara luar 1 atm, suhu titik lebur es adalah
273, 15 K
dan suhu titik didih air adalah
373,15 K.

Satuan kelvin digunakan untuk menghormati seorang ahli Fisika Inggris,
William Thomson Kelvin
(1824-1907).



5.





Satuan Standar Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik menyatakan jumlah muatan listrik yang melewati suatu penghantar (konduktor) setiap satuan waktu. Satuan kuat arus listrik adalah ampere.

Kuat arus listrik dikatakan 1 ampere jika muatan sebesar 1 coloumb mengalir dalam kawat konduktor setiap sekon.

Berdasarkan
Hukum Ohm,

1 ampere adalah besar kuat arus listrik yang mengalir pada kawat konduktor dengan hambatan 1 ohm dan beda potensial 1 volt.

Sementara itu, berdasarkan terjadinya
gaya Lorentz,

1 ampere adalah kuat arus listrik pada dua kawat sejajar yang berjarak 1 m dan menyebabkan gaya Lorentz sebesar 2 × 10-7 N, dan kedua arus searah.



6.





Satuan Standar Banyak Mol Zat

Molekul zat merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Satuan untuk banyak molekul zat adalah mol (mole).

Baca :   Cermin Pada Kaca Spion Menggunakan Cermin

1 mol menyatakan jumlah partikel dalam suatu zat yang sama jumlahnya dengan banyaknya partikel dalam
12 gram
atom
C-12
(karbon-12).

Jumlah partikel/atom dalam
12 gram
atom
C-12
adalah
6,02 × 1023
partikel. Jumlah partikel atau atom ini disebut
tetapan Avogadro
dan dinyatakan dengan huruf L.



7.





Satuan Standar Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya adalah banyaknya fluks cahaya yang menembus bidang setiap satuan sudut ruang. Satuan intensitas cahaya adalah kandela. Jika benda hitam seluas
1 m2

pada suhu titik lebur platina (1.773o
C
) memancarkan cahaya tegak lurus bidang, intensitas cahaya yang terjadi sebesar
6 × 105 kandela.

Kandela menyatakan energi cahaya per waktu (daya) setiap satu satuan sudut ruang.

Demikianlah artikel tentang pengertian satuan standar dan sejarah penetapan satuan standar untuk besaran panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, jumlah mol zat dan intensitas cahaya. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Satuan Besaran Pokok Di Dalam Sistem Internasional Adalah

Sumber: https://www.fisikabc.com/2017/04/penetapan-satuan-standar.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …