Rumus Kimia Dari Aluminium Sulfat Adalah

Rumus Kimia Dari Aluminium Sulfat Adalah

Privat kehidupan sehari-hari, banyak fusi nan dikenal baik karena kegunaannya maupun karena dampaknya terhadap mileu, misalnya garam dapur yang memiliki rumus kimia NaCl dengan merek garam dapur dan gas hasil pembakaran incaran bakar nan punya rumus CO

2

 dengan nama karbonium dioksida. Belas kasih nama dari rumus-rumus tersebut mengikuti aturan-aturan. Salah suatu aturan hadiah label senyawa yaitu sifat IUPAC (

International Union Pure and Applied Chemistry

).

Senyawa kimia dibedakan privat dua kelompok raksasa yaitu sintesis anorganik dan senyawa organik. Kemudian senyawa anorganik dapat berupa senyawa ion atau sintesis kovalen. Sintesis ion dan senyawa kovalen memiliki sistem tata nama yang sedikit berlainan. Nah pada kesempatan boleh jadi ini, kita akan membahas tentang tata segel paduan ion. Namun sebelum masuk ke pembahasan tata nama, tahukan kalian barang apa itu senyawa ion?

Segala apa itu Senyawa Ion?

Fusi ion yakni paduan kimia yang terbentuk semenjak ikatan ion. Ikatan ion ini koteng merupakan pertautan yang terjadi antara dua atom (monoatomik atau poliatomik) yang berikatan dengan cara beri terima elektron. Unsur yang menyerahkan elektron akan menjadi ion bermuatan maujud (kation) sedangkan molekul yang menerima elektron akan menjadi ion bermuatan negatif (anion) sehingga paduan ion akan bersifat objektif.

Kation pada senyawa ion umumnya ialah ion metal monoatomik sebagaimana Na

+

, K

+

, Mg

2+

 dan sebagainya kecuali amonium yang merupakan kation poliatomik dengan rumus kimia NH

4

+

. Sedangkan anionnya merupakan ion nonlogam monoatomik maupun poliatomik seperti F



, Cl



, CN



, OH



, NO

2



, SO

3

2-

 dan sebagainya. Contoh senyawa ion adalah sebagai berikut.



Kalsium oksida (CaO) yang tersusun atas kation monoatom Ca

2+

 dan anion monoatom O

2-

.



Barium bikarbonat (BaCO

3

) nan tersusun atas kation monoatomik Ba

2+

 dan anion poliatomik CO

3

2-

.

Rumus Kimia Senyawa Ion

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, campuran ion dibentuk melangkahi serah-terima elektron menghasilkan kation dan anion. Dalam campuran ion, total barang bawaan kation harus seperti mana anion mudah-mudahan dihasilkan senyawa nonblok secara listrik. Tinjau campuran NaCl. Ion Na

+

 n kepunyaan pikulan 1+ dan ion Cl



 memiliki barang bawaan



1 sehingga rumus kimianya NaCl.

Tinjau senyawa Na

2

SO

4

. Dalam fusi ini, ion Na

+

 bermuatan 1+ sementara itu ion SO

4

2-

 bermuatan 2



. Sepatutnya fusi nan dibentuk netral, maka diperlukan dua ion natrium untuk suatu ion sulfat. Jadi rumus kimia dari natrium sulfat ialah Na

2

SO

4

. Dalam Al

2

(SO

4

)

3

, ion aluminium bermuatan 3+ (Al

3+

) dan ion sulfat bermuatan 2





(SO


4

2-

). Agar senyawa yang terpelajar nonblok, maka ion aluminium dikalikan muatan ion sulfat dan sebaliknya sehingga rumus kimianya adalah Al

2

(SO

4

)

3

.

Baca :   Contoh Soal Persamaan Garis Lurus Kelas 8

Bagi menentukan rumus ilmu pisah fusi ion dari ion-ion penyusunnya, perhatikan beberapa langkah berikut ini.

1.

Tuliskan merek campuran ionnya.

2.

Tuliskan ion-ion yang terbabit.

3.

Setarakan beban positif dan merusak

4.

Tuliskan rumus ilmu pisah tanpa muatan.

Tabel Bagasi Total Ion dalam Senyawa

Ion dan Senyawa

Na

+

Na

+

CO

3

2-

Na

2

CO

3

Muatan Kuantitas

2+

2



Ion dan Fusi

Al

3+

Al

3+

SO

4

2-

SO

4

2-

SO

4

2-

Al

2

(SO

4

)

3

Muatan Total

6+

6

Tabel Rumus Kimia Sintesis Ion

Nama Senyawa

Ion

Rumus Kimia

Positif

Merusak

Sodium Hidroksida

Na

+

OH

NaOH

Kalium nitrat

K

+

NO

3

KNO

3

Amonium sulfat

NH

4

+

SO

4

2

(NH

4

)

2

SO

4

Kalsium karbonat

Ca

2+

CO

3

2

CaCO

3

Kalsium bikarbonat

Ca

2+

HCO

3

Ca(HCO

3

)

2

Magnesium klorida

Mg

2+

Cl

MgCl

2

Aturan Penulisan Segel Senyawa Ion

Manajemen nama sintesis ion bukan terlepas berpokok label-nama kation dan anion pembentuk senyawa ion tersebut. Maka berusul itu, kalian harus mengenal terlebih dahulu nama-etiket katio dan anion yang disajikan privat bentuk grafik berikut ini.

Grafik Nama-Nama Kation

Kation +1

+2

+3

+4

Label

Lambang

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Litium

Li

+

Magnesium

Mg

2+

Aluminium

Al

3+

Timah(IV)

Sn

4+

Natrium

Na

+

Kalsium

Ca

2+

Kromium

Cr

3+

Timbal(IV)

Pb

4+

Kalium

K

+

Barium

Ba

2+

Besi(III)

Fe

3+

Sesium

Cs

+

Seng

Zn

2+

Argentum

Ag

+

Nikel

Ni

2+

Amonium

NH4

+

Ferum(I)

Fe

2+

Tembaga(I)

Cu

+

Tembaga(II)

Cu

2+

Tabel Nama-Segel Anion

Anion



1



2



3



4

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Nama

Lambang

Fluorida

F

Oksida

Udara murni

2-

Nitrida

N

3-

Karbida

C

4-

Klorida

Cl

Sulfida

S

2-

Fosfida

P

3-

Bromida

Br

Sulfat

SO

4

2-

Fosfat

PO

4

3-

Iodida

I

Sulfit

SO

3

2-

Fosfit

PO

3

3-

Nitrit

NO

2

Karbonat

CO

3

2-

Nitrat

NO

3

Dikromat

Cr

2

O

7

2-

Sianida

CN

Kromat

CrO

4

2-

Pemberian cap senyawa yang berikatan ion diawali dengan menuliskan nama ion positif kemudian nama ion negatifnya, misalkan Gapura memiliki nama potasium iodida karena berasal berpunca ion K

+

 dan ion I



. Senyawa ion dapat tersusun atas kation dan anion monoatomik nan disebut

senyawa ion biner

. Sedangkan campuran ion yang tersusun atas kation monoatomik dan anion poliatomik disebut

sintesis ion poliatomik

. Hadiah jenama senyawa ion

biner

 dan

poliatom

 berbeda.  Berikut ini akan dijelaskan cara karunia cap sreg sintesis-senyawa tersebut.

Baca :   Contoh Soal Fungsi Komposisi Dan Fungsi Invers

Tata Tera Senyawa Ion Biner

Pada senyawa ion nan tersurat biner, senyawa dibentuk dari ion logam (kation) dan nonlogam (anion). Hidayah cap dimulai berbunga tera logam kemudian nama nonlogam dengan diberi sufiks



ida

. Perhatikan contoh berikut ini.

Jenama senyawa CaBr

2

 menjadi kalsium bromida.

Berikut ini model pemberian jenama beberapa senyawa biner.

NaCl

=

Natrium klorida

CaS

=

Zat kapur sulfida

NaBr

=

Sodium bromida

CaO

=

Kalsium oksida

KI

=

Potasium iodida

MgBr

2

=

Magnesium bromida

KF

=

Kalium fluorida

BaCl

2

=

Barium klorida

Beberapa logam seperti unsur transisi memiliki lebih berbunga satu macam ion, misalnya Fe

2+

 dan Fe

3+

. Senyawanya dengan Cl



 membentuk FeCl

2

 dan FeCl

3

. Hadiah nama senyawa biner tersebut mengikuti aturan sebagai berikut.



Ion logam nan bermuatan lebih strata diberi sufiks



i

 dibelakang nama besi itu dalam bahasa latin, padahal yang muatannya bertambah terbatas diberik akhiran



o

.



Di belakang nama logam (dalam bahasa indonesia) dituliskan muatan ion privat kurung dengan tulisan Romawi dilanjutkan dengan etiket nonlogam diberi akhiran



ida

.

Contoh:

FeCl

2

 dan FeCl

3

 diberi logo bak berikut.

FeCl

2

 diberi merek Ferr

o

 klor

ida

 maupun metal(II) klorida

FeCl

3

diberi nama Ferr

i

 klor

ida

 atau logam(III) klorida

Penyelenggaraan Nama Senyawa Ion Poliatomik

Pada paduan ion salah suatu ion maupun kedua ion dapat merupakan ion poliatom. Ion poliatomik kebanyakan terdiri dari dua unsur yang bergabung dan memiliki barang bawaan, seperti CO

3

2-

 dan SO

4

2-

. Buat anion sejenis sahaja jumlah oksigennya berbeda, aturan tata namanya yaitu.



Jika mengandung oksigen makin banyak namanya diberi akhiran



at

.



Takdirnya mengandung oksigen lebih sedikit namanya diberi sufiks



it.

Sempurna:

NO

3

=

Nitrat

NO

2

=

Nitrit

SO

4

2-

=

Sulfat

SO

3

2-

=

Sulfit

PO

4

2-

=

Fosfat

PO

3

2-

=

Fosfit

Pemberian nama senyawa poliatomik diawali dengan menyebutkan stempel kation kemudian stempel anionnya.

Contoh:

NaNO

2

=

Natrium nitrit

CaSO

4

=

Zat kapur sulfat

NaNO

3

=

Natrium nitrat

MgCO

3

=

Magnesium karbonat

K

2

SO

3

=

Potasium sulfit

Ba(NO

3

)

2

=

Barium nitrat

K

2

SO

4

=

Kalium sulfat

Al

2

(SO

4

)

3

=

Aluminium sulfat

Unsur halogen, misalnya klor dapat membentuk ion yang mengandung oksigen dengan total setakat 4. Cara pemberian namanya yaitu, untuk ion yang menghubungkan oksigen minimal sedikit diberi awalah

hipo

dan akhiran



it

. Sedangkan ion nan mengikat oksigen paling banyak diberi awalah

saban

 dan sufiks



at

.

Baca :   Suhu Di Dalam Kulkas Sebelum Dihidupkan 25 Derajat Celcius

Contoh:

NaClO

=

Natrium hipoklorit

NaClO

2

=

Natrium klorit

NaClO

3

=

Natrium klorat

NaClO

4

=

Sodium perklorat

Contoh Cak bertanya dan Pembahasan Pengelolaan Logo Fusi Ion

Agar kalian lebih memahami tentang pendirian menuliskan rumus kimia dan pemberian logo fusi ion, perhatikan dua cermin soal dan penyelesaiannya berikut ini.

Kamil Soal #1

Tulislah rumus kimia senyawa di bawah  ini

a)

Kalsium sulfida

b)

Natrium oksida

c)

Zink oksida

d)

Alumunium klorida

e)

Besi(II) sulfida

f)

Raksa(II) klorida

g)

Timah(IV) sulfida

h)

Timbal(II) bromida

Jawab

a)

Zat kapur sulfida

Kation = zat kapur (Ca

2+

)

Anion = sulfida (S

2-

)

Reaksi : Ca

2+

 + S

2-





 Menyegarkan

Rumus = Cas

b)

Natrium oksida

Kation = natrium (Na

+

)

Anion = oksida (Ozon

2-

)

Reaksi : Na

+

+ Ozon

2-





 Na

2

O

Rumus = Na

2

O

c)

Zink oksida

Kation = zink (Zn

2+

)

Anion = oksida (Ozon

2-

)

Reaksi : Zn

2+

+ Udara murni

2-





 ZnO

Rumus = ZnO

d)

Alumunium klorida

Kation = alumunium (Al

3+

)

Anion = klorida (Cl



)

Reaksi : Al

3+

 + Cl







 AlCl

3

Rumus = AlCl

3

e)

Besi(II) sulfida

Kation = besi(II) (Fe

2+

)

Anion = sulfida (S

2-

)

Reaksi : Fe

2+

 + S

2-





 FeS

Rumus = FeS

f)

Raksa(II) klorida

Kation = raksa(II) (Hg

2+

)

Anion = klorida (Cl



)

Reaksi : Hg

2+

 + Cl





 HgCl

2

Rumus = HgCl

2

g)

Timah(IV) sulfida

Kation = timah(IV) (Sn

4+

)

Anion = sulfida (S

2-

)

Reaksi : Sn

4+

 + S

2-





 SnS

2

Rumus = SnS

2

h)

Timbal(II) bromida

Kation = timbang(II) (Pb

2+)

Anion = bromida (Br



)

Reaksi : Pb

2+

+ Br







 PbBr

2

Rumus = PbBr

2

Transendental Soal #2

Tuliskan rumus ilmu pisah senyawa yang terbentuk dari kation dan anion berikut ini

Kation/Anion

Cl

O

2-

NO

3-

SO

4-

PO

4-

Na

+

Cu

2+

Hg

2+

Fe

3+

Al

3+

Jawab

Kation/Anion

Cl

Ozon

2-

NO

3-

SO

4-

PO

4-

Na

+

NaCl

Na

2

O

NaNO

3

Na

2

SO

4

Na

3

PO

4

Cu

2+

CuCl

2

CuO

Cu(NO

3

)

2

CuSO

4

Cu

3

(PO

4

)

2

Hg

2+

HgCl

2

HgO

Hg(NO

3

)

2

HgSO

4

Hg

3

(PO

4

)

2

Fe

3+

FeCl

3

Fe

2

O

3

Fe(NO

3

)

3

Fe

2

(SO

4

)

3

FePO

4

Al

3+

AlCl

3

Al

2

O

3

Al(NO

3

)

3

Al

2

(SO

4

)

3

AlPO

4

Demikianlah kata sandang tentang cara menentukan rumus ilmu pisah senyawa ion, aturan penulisan nomenklatur fusi ion (biner dan poliatomik) dan contoh soal beserta pembahasannya lengkap. Mudah-mudahan dapat berharga buat Dia.  Terimakasih atas kunjungannya dan hingga berjumpa di artikel berikutnya.

Rumus Kimia Dari Aluminium Sulfat Adalah

Sumber: https://pedidikanindonesia.com/nama-senyawa-dengan-rumus-kimia-li2o-adalah/

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …