Reaksi Yang Terjadi Pada Katode Dari Elektrolisis Larutan Na2so4 Adalah

KlikBelajar.com – Reaksi Yang Terjadi Pada Katode Dari Elektrolisis Larutan Na2so4 Adalah

Langkah-langkah Kegiatan

Pengamatan

1. Letakkan kertas saring di atas cawan petri.

2. basahi kertas saring tersebut dengan larutan yang akan di elektrolisis yaitu larutan Kalium Iodida.

Warna Larutan KI :

… Warna disekitar elektroda sebelum ditetesi indikator :

Di Katoda ( – ) :

… Di Anoda (+) :

3. Kemudian rangkai elektroda dan batere dengan kabel capit buaya.

Warna disekitar elektroda setelah ditetesi indikator :

4. Tempelkan kedua batang karbon diatas kertas saring, tunggu beberapa saat.

5. Teteskan larutan indikator phenolptalein (pp) di sekitar kedua elektroda karbon. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

6. Kemudian teteskan amilum di sekitar kedua elektroda karbon. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

Larutan

indikator

dari

katoda

dari

anoda

Fenolftalein … … . Amilum … …
B. Elektrolisis Larutan Na2SO4

Langkah-langkah Kegiatan

Pengamatan

1. Letakkan kertas saring di atas cawat petri.

2. basahi kertas saring tersebut dengan larutan yang akan di elektrolisis yaitu larutan Na2SO4.

Warna larutan Na2SO4 :

………… Warna disekitar elektroda sebelum ditetesi indikator :

Di Katoda ( – ) :

… Di Anoda (+) :

PPPPTK IPA

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan – Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: ELEKTROLISIS

KELOMPOK KOMPETENSI C

54

Langkah-langkah Kegiatan

Pengamatan

3. Kemudian rangkai elektroda dan batere dengan kabel capit buaya.

4. Tempelkan kedua batang karbon diatas kertas saring, tunggu beberapa saat.

5. Teteskan larutan indikator universal di sekitar kedua elektroda karbon. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

Warna disekitar elektroda setelah ditetesi indikator :

Indikator di katoda di anoda Indikator

universal

… … .

IV. Pertanyaan

1. Untuk elektrolisis larutan KI :

a. Berdasarkan gejala yang terjadi dan perubahan warna indikator apa yang dapat disimpulkan dari pengamatan di katoda dan di anoda ? b. Tuliskan persamaan setengah reaksi redoks yang terjadi pada

kedua elektroda tersebut! 2. Untuk elektrolisis larutan Na2SO4 :

a. Berdasarkan gejala yang terjadi dan perubahan warna indikator apa yang dapat disimpulkan dari hasil elektrolisis di katoda dan anoda ? b. Tuliskan persamaan setengah reaksi redoks yang terjadi pada kedua

E. Latihan/Kasus/Tugas

1. Pada sel elektrolisis berlaku …. A. anode bermuatan negatif

B. migrasi kation menuju elektrode positif

C. elektrode yang dihubungkan dengan terminal positif baterai dinamakan katode

D. reduksi berlangsung di katode

2. Pada elektrolisis seperti gambar di bawah ini persamaan yang menunjukkan reaksi pada elektroda X adalah ….

A. H2O(l) 2H+(ag) + ½O2 + 2e-

B. Cu2+(ag) + 2e- Cu(s) C. Cu(s) Cu2+(ag) + 2e-

D. 2H2O(l) + 2e- H2(g) + 2OH-(ag)

3. Reaksi yang terjadi pada katoda dari elektrolisis larutan Na2SO4adalah ….

A. Na+ (aq) + e Na (s) B. 2H+ (aq) + 2e H2 (g)

C. 2H2O (aq) + 2e 2OH- (aq) + H2 (g)

D. SO42- (aq) + 2e SO4 (aq)

4. Perhatikan gambar elektrolisis berikut ini :

PPPPTK IPA

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan – Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: ELEKTROLISIS

KELOMPOK KOMPETENSI C

56

A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 3 dan 4 D. 2 dan 4

5. Jika larutan MgCl2 dielektrolisis, zat yang akan terbentuk di anode

adalah…. A. Mg(s) B. Cl2(g)

C. H2(g)

D. O2(g)

6. Pada proses elektrolisis larutan NaOH dengan elektrode Pt, reaksi kimia yang terjadi pada katode adalah ….

Baca :   Alat Musik Yang Terbuat Dari Kayu

A. Na+(aq) + e–Na(s)

B. 4OH–(aq) 2H2O(l) + O2(g) + 4e–

C. 2H2O(l) + 2e–H2(g) + 2OH–(aq)

D. 2H2O(l) 4H+(aq) + O2(g) + 4e–

7. Elektrolisis zat manakah yang menghasilkan gas hidrogen di anoda? A. NH3(l)

B. NaH(aq) C. HCl(aq) D. KHSO4(aq)

8. Pada proses melapisi suatu logam dengan perak secara elektrolisis, jumlah perak yang melapisinya bergantung pada …

A. Jumlah coulomb listrik yang dialirkan B. Potensial pada kedua elektroda C. Massa elektroda

D. Daya hantar ion dalam larutan

9. Logam yang tidak diperoleh dengan cara elektrolisis adalah …. A. Aluminium

C. Kalsium D. Merkuri

10. Proses yang digunakan untuk memperoleh tembaga murni dalam jumlah komersial menggunakan elektrolisis larutan tembaga sulfat dengan menggunakan elektroda tembaga. Selama proses berlangsung ….

A. Logam tembaga diendapkan pada elektroda positif B. Ion tembaga bermigrasi ke arah anoda

C. gas hidrogen dilepaskan pada elektrode negatif D. berkurangnya massa anoda

Soal Uraian

1. Jawablah pertanyaan berikut ini.

A. Apa yang dimaksud dengan sel elektrolisis?

B. Jelaskan definisi anoda dan katoda dalam sel elektrolisis?

2. Zat-zat di bawah ini dielektrolisis dengan elektroda tertentu. Tuliskan reaksi pada elektrodanya.

A. Lelehan MgCl2 dengan elektroda Pt

B. Larutan MgCl2 dengan elektroda Pt

C. Larutan Cd(NO3)2 dengan elektroda Pt

D. Larutan K2SO4 dengan elektroda grafit

E. Larutan MgCl2 encer dengan elektroda grafit

F. Larutan H2SO4 dengan elektroda Pt

G. Larutan AgNO3 dengan elektroda perak

H. Larutan NiSO4dengan elektroda platina

I. Larutan KNO3 dengan elektroda Pt

J. Larutan CuSO4 dengan elektroda Cu

K. Larutan CuSO4 dengan elektroda Pt

3. Elektrolisis larutan KI menghasilkan warna coklat yang khas di sekitar anoda karena timbulnya iodin. Terangkan hasil pengamatan tersebut dengan reaksinya!

4. Pada elektrolisis air sering ditambahkan sedikit asam sulfat ke dalam air. Apa peran dari asam sulfat?

PPPPTK IPA

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan – Kemdikbud

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: ELEKTROLISIS

KELOMPOK KOMPETENSI C

58

A. Apa bahan yang digunakan dalam proses ini?

B. Sebutkan tiga produk yang dihasilkan dalam proses ini dan contoh kegunaannya.

C. Apakah yang terbentuk pada anodanya?

D. Tuliskan persamaan reaksinya lengkap dengan lambang fasa nya! Apa yang dimaksud dengan lambang fasa (aq)?

F. Rangkuman

Suatu elektrolisis, merupakan penguraian zat-zat kimia oleh arus listrik searah. Terminal negatif dari sumber eksternal terhubung ke katoda dari sel, danterminal positif ke anoda. Pada elektrda positif (anoda) terjadi penarikan elektron dari ion bermuatan negatif sehingga terjadi reaksi oksidasi. Sumber arus searah (DC) memompa elektron-elektron tersebut ke elektroda negatif (katoda). Di katoda, elektron ditarik oleh ion bermuatan positif sehingga terjadi reaksi reduksi. Media pembawa arus dalam suatu sel elektrolitik dapat berupa lelehan garam atau larutan elektrolit. Elektrolisis mempunyai peranan penting dalam penyepuhan, yaitu pelapisan suatu logam dengan logam lain agar diperoleh sifat yang lebih baik (tahan karat, mengkilap, dan menarik); memperoleh logam murni dari bijihnya, misalnya aluminium dan magnesium; serta dalam pemurnian logam, misalnya pemurnian tembaga.

G. Umpan Balik Dan Tindak Lanjut

Setelah menyelesaikan tes formatif 1 ini, Anda dapat memperkirakan tingkat keberhasilan Anda dengan melihat kunci/rambu-rambu jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini. Jika Anda memperkirakan bahwa pencapaian Anda sudah melebihi 80%, silakan Anda terus mempelajari Kegiatan Belajar 2, namun jika Anda menganggap pencapaian Anda masih kurang dari 80%, sebaiknya Anda ulangi kembali kegiatan belajar 2 ini.

Baca :   Diagonal Persegi Panjang Berpotongan Tegak Lurus

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM

59

Elektrolisis memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi redoks yang tidak spontan. Disini akan dibahas mengenai pengertian elektrolisis, Simak selengkapnya di bawah ini


ELEKTROLISIS

A. Pengertian elektrolisis

Berlawanan dengan pembahasan sebelumnya elektrokimia/ sel volta, yang memanfaatkan reaksi redoks spontan untuk menghasilkan energi listrik, sekarang kita akan membahas elektrolisis, yang memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi redoks yang tidak spontan. Sel elektrolisis merupakan perangkat yang digunakan dalam proses elektrolisis, yang terdiri atas sumber arus searah serta elektrode positif dan negatif. Zat yang dielektrolisis merupakan elektrolit berupa larutan atau cairan (lelehan) zat murni.ika suatu cairan atau larutan elektrolit dialiri arus listrik searah melalui batang elektrode, ion-ion yang berada dalam cairan atau larutan tersebut akan bergerak menuju elekrode yang muatannya berlawanan. Jadi,

Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan energi listrik untuk menghasilkan reaksi kimia yang tidak spontan.

Elektrolisis pada lelehan NaCl

Gambar di atas menunjukan lelehan NaCl yang dielektrolisis dengan elektrode karbon (grafit). Di dalam larutan terdapat beberapa spesi, antara lain ion Na+ dan ion Cl– dari ionisasi NaCl. Akibat pengaruh arus listrik searah yang dialirkan melalui batang elektrode, ion-ion Na+ bergerak ke kutub negatif dan ion-ion Cl–bergerak ke kutub positif. Kemudian, ion Cl– akan melepaskan elektronnya atau mengalami oksidasi.

2Cl–(l) → Cl2(g) + 2e– ……… (oksidasi)

Selanjutnya, elektron yang dilepas oleh Cl– tersebut akan mengalir melalui penghantar menuju ke elektrode negatif, yang disekitarnya terdapat ion Na+. Elektron tersebut ditangkap oleh ion Na+, sehingga terjadi reduksi.

2Na+(l) + 2e– → 2Na(l) ……. (reduksi)

Jadi, pada elektrolisis larutan NaCl terjadi reaksi:

Elektrode positif : 2Cl–(l) → Cl2(g) + 2e–

Elektrode negatif : Na+(l) + e– → Na(l)

Reaksi elektrolisis : 2Cl–(l) + 2Na+(l) → Cl2(g) + 2Na(l)

Berdasarkan contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa pada elektrolisis:

  1. Kutub positif merupakan anode dan kutub positif terjadi reaksi oksidasi.
  2. Kutub Negatif merupakan katode dan kutub negatif terjadi reaksi reduksi.

Jadi,pada elektrolisis lelehan NaCl tersebut, di anode dihasilkan gas Cl2 serta di katode dihasilkan lelehan Na.

Sebenarnya telah disinggung sebelumnya pada sel volta, sama seperti sel volta dimana anode selalu mengalami oksidasi, sedangkan katode selalu mengalami reduksi. Untuk mempermudah bisa pakai singkatan, Katode (K) mengalami Reduksi (R), disini sama-sama konsonan. Sedangkan Anode (A) mengalami Oksidasi (O), disini sama-sama huruf vokal.

KRAO

Katode
Reduksi
A
node
Oksidasi

Nah,perbedaan dengan sel Volta adalah tanda elektrodenya. Kalau di elektrolisis Katode muatannya negatif dan Anode muatannya positif.

KNAP

Katode
N
egatif
Anode
P
ositif

B. Reaksi-reaksi yang terjadi pada sel elektrolisis ditentukan oleh:

1. Ion-ion di sekitar elektrode

Pada anode, ion-ion di sekitar anode yang memiliki Eolebih negatif yang akan mengalami oksidasi. Pada katode, ion-ion di sekitar katode yaang memiliki Eo lebih positif yang akan mengalami reduksi.

Contoh:

Pada elektrolisis larutan KI digunakan elektrode grafit. Spesi yang ada di dalamnya adalah ion K+ dan I– dari hasil ionisaisi KI dan juga ada H2O sebagai pelarut (karena larutan). Oleh karena elektrodenya grafit yang inert, elektrodenya tidak mengalami reaksi apapun. Di sekitar anode terdapat H2O(l) dan ion I– yang akan teroksidasi.

2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e– Eo= +1,23 V

2I–(aq) → I2(g) + 2e– Eo= -0,54 V

Baca :   Beda Adenium Dan Kamboja

Di sekitar katode terdapat ion K+ dan H2O sehingga lebih mudah mengalami reduksi adalah atom H pada H2O.

2H2O(l) + 2e— → H2(g) + 2OH–(aq) Eo = -0,83 V

K+(aq) + e– → K(s) Eo= -2,93 V

Jadi,pada elektrolisis larutan KI dengan elektrode grafit, reaksi yang terjadi adalah:

2KI(aq) → 2K+(aq) + 2I–(aq)

Anode (+) : 2I–(aq) → Cl2(g) + 2e–

Katode (-) : 2H2O(l) + 2e– → H2(g) + 2OH–(aq)

———————————————————————————– +

Reaksi total : 2KI(aq) + 2H2O(l) → I2(g) + 2K+(aq) + 2OH–(aq)

Hasil elektrolisis larutan KI adalah gas I2 di anode serta larutan KOH dan gas H2 di katode.

Jika di sekitar elektrode tidak reaktif (inert) hanya terdapat jenis zat atau ion, maka zat atau ion tersebut yang mengalami oksidasi atau reduksi.

Contoh:

Elektrolisis lelehan KI dengan elektrode grafit.

2KI(l) → 2K+(l) + 2I–(l)

Anode (+) : 2I–(l) → I2(g) + 2e–

Katode (-) : 2K+(l) + 2e– → 2K(l)

———————————————– +

Reaksi total: 2KI(l) → 2K(l) + I2(g)

Hasil elektrolsis lelehan KI dengan elektrode grafit adalah gas I2 di anode dan logam kalium cair di katode.


Baca Juga :



Cara Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Cara Setengah Reaksi atau Ion Elektron



Cara Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Cara Bilangan Oksidasi (Biloks)

2. Bahan elektrode

  • Jika bahan elektrode terbuat dari grafit (C) atau logam inert (misalnya Pt atau Au),elektrode tidak mengalami oksidasi atau reduksi. Jadi yang mengalami oksidasi dan reduksi adalah spesi-spesi yang ada di sekitar elektrode.
  • Jika elektrode (terutama anode) berasal darilogam aktif, anode tersebut yang akan mengalami oksidasi.

Contoh:

Kita bandingkan hasil elektrolisis larutan Na2SO4 dengan elektrode inert (misalnya grafit, C) dan dengan elektroda reaktif (misalnya Cu).

1. Reaksi elektrolisis larutan Na2SO4 encer dengan elektrode grafit

Na2SO4(aq) → 2Na+(aq) + SO42-(aq)

Anode (+) : 2H2O(l) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e–

Katode (-) : 4H­2O(l) + 4e– → 2H2(g) + 4OH–(aq)

———————————————————————— +

Reaksi total: 2H2O(l) → 2H2(g) + O2(g)

Hasil elektrolisisnya adalah gas oksigen di anode dan gas hidrogen di katode.

2. Reaksi elektrolisis larutan Na2SO4 dengan elektrode tembaga.

Na2SO4(aq) → 2Na+(aq) + SO42-(aq)

Anode (+) : 2Cu(s) → Cu2+(aq) + 4e–

Katode (-) : 4H2O(l) + 4e–→ 2H2(g) + 4OH–(aq)

Oleh karena anodenya dari Cu (anode reaktif), maka anode tersebut mengalami oksidasi dan hasilnya adalah ion Cu2+ di anode dan gas hidrogen di katode.

OK itu konsep intinya, jika ingin lebih ringkas bisa gunakan bagan berikut ini untuk memprediksi reaksi yang akan terjadi pada sel elektrolisis.

OK deh kita coba pada contoh soal elektrolisis :

Contoh soal Elektrolisis

Tuliskan reaksi elektrolisis berikut!

  1. Lelehan NaCl dengan elektrode Pt
  2. Larutan BaSO4 dengan elektrode C
  3. Larutan CuCl2 dengan elektrode Au

Penyelesaian;

1. NaCl(l) → Na+(l) + Cl–(l)

Katode (-) : Na+(l) + e–→ Na(l) x2

Anode (+) ; 2Cl–(l) → Cl2(g) + 2e– x1

——————————————————- +

2Na+(l) + 2Cl–(l) → 2Na(l) + Cl2(g)

2NaCl(l) → 2Na(l) + Cl2(g)

2. BaSO4(aq) → Ba2+(aq) + SO42-(aq), jangan lupa ada air sebagai pelarutnya

Katode (-) : 2H2O(l) + 2e– → 2OH–(aq) + H2(g) x2

Anode (+): 2H2O(l) → O2(g) + 4H+(aq) + 4e– x1

——————————————————————— +

4H2O(l) + 2H2O(l) → 4OH–(aq) + 2H2(g) + O2(g) + 4H+(aq)

2H2O(l) → 2H2(g) + O2(g)

3. CuCl2(aq) → Cu2+(aq) + 2Cl–(aq)

Katode (-) : Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s)

Anode (+): 2Cl–(aq) → Cl2(g) + 2e–

———————————————————– +

Cu2+(aq) + 2Cl–(aq) → Cu(s) + Cl2(g)

CuCl2(aq) → Cu(s) + Cl2(g)

Demikian pembahasan mengenai elektrolisis. Jika ada masukan, saran, ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat….

Reaksi Yang Terjadi Pada Katode Dari Elektrolisis Larutan Na2so4 Adalah

Sumber: https://belajardenganbaik.com/reaksi-yang-terjadi-pada-katoda-dari-elektrolisis-larutan-na2so4-dengan-elektroda-karbon-adalah

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …