Probabilitas Seorang Bayi Belum Diimunisasi Rubela Adalah 0 2

KlikBelajar.com – Probabilitas Seorang Bayi Belum Diimunisasi Rubela Adalah 0 2

sistem setengah kompetisi adalah setiap peserta akan bertemu dengan semua peserta lainnya satu kali. sistem sengah kompetisi biasanya dipakai dalam suatu babak penyisihan suatu turnamen, dan seringkali di lanjukan dengan sistem gugur

r


SISTEM KOMPETISI


Kompetisi
merupakan suatu sistem pertandingan yang dilaksanakan dengan menghadapakan atau mempertandingkan para peserta untuk dapat bertemu satu sama lainnya. Setiap peserta berpeluang untuk menguji kekuatan semua lawan yang dihadapinya. Dengan demikian setiap peserta yang ikut akan  setiap peserta yang ikut merasa puas, karena tidak langsung gugur bila kalah. Tetapi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan nilai dan mendapatkan ranking hasil pertandingan berikutnya.

Sistem kompetisi disebut juga Round Robin Tournament dan dapat dikatakan sehingga sistem yang lebih adil.

Sistem pertandingan olahraga yang kita kenal adalah sistem kompetisi yang

dapat dibagi menjadi :

F
sistem setengah kompetisi

F
sistem kompetisi penuh

F
Sistem setengah kompetisi adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama hanya satu

kali kecuali jika peserta tersebut bertemu kembali dibabak selanjutnya, sedangkan sistem

F
kompetisi penuh adalah peserta bertanding dengan lawan yang sama sebanyak dua kali yaitu dikandang dan tandang (home and away).

Keuntungan dari sistem kompetisi yaitu
:

1. setiap peserta mempunyai kesempatan akan saling berhadapan dengan peserta yang

lainya

2. peserta yang kualitasnya baik atau kemampuannya kuat akan benar-benar teruji untuk

memungkinkan menjadi juara

3. sistem pertandingan ini dapat digunakan sebagai ajang atau patokan untuk mengukur

kemampuan pemain secara baik

Kelemahan-kelemahan dari sistem pertandingan kompetisi

1. waktu pertandingan untuk pelaksanaan dibutuhka relative panjang

2. memerlukan peralatan, biaya, lapangan, dan tenaga serta sarana prasarana lainya yang

dibutuhkan harus banyak

3. peserta yang lemah yang semula diramalkan tidak akan juara mempunyai kesempatan

untuk menjadi juara dan tentunya hal ini akan menjadi beban panitia

4. bagi peserta yang telah aman kedudukan dalam klasemennya dan jumlah nilainya bisa

terjadi kasus main sabun/ suap atau tidak bersunguh-sungguh

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sistem kompetisi;

1. jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak

2. apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata

3. apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional

4. apabila ingin mengetahui rengking secara keseluruhan

5. kondisi alam, biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi

Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan dengan

menggunakan sistem kompetisi.

1.) jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1

2.) jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n – 1

3.) jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )

4.) untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan :

rumusnya = ½ x n ( n – 1 )

Untuk menetukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi dapat

dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu :

Baca :   Perhatikan Tabel Besaran Dari 2 Buah Transformator Berikut

– cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang

– cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya

– cabang olahraga yang ada hasilnya draw

Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari:

– nilai terbanyak

– selisih gol antara memasukan dan kemasukan

– gol terbanyak

– adu finalty, diundi, dan play off

Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh peserta, maka langkah

selanjutnya adalah:

– membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta

– mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta

– menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara


Membuat Jadual Pertandingan

Dalam menyusun jadwal pertandingan untuk sistem ½ kompetisi ini dapat dilakukan dengan

dua cara yaitu: cara satu (1) menetap dan cara dua (2) berkelana

Contoh menyusun jadwal pertandingan dengan mempergunakan cara satu (1) menetap untuk

cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang, seperti: bola basket, hoki, dll

Diketahui peserta Kejuaraan bola basket antar Fakultas se-Unima sebagai berikut:

1.Fik, 2.Fatek, 3.FBS, 4.FMIPA, 5.FIP, 6.Fis

Jumlah pertandingan dengan enam (6) regu maka dapat diketahui:

– jumlah pertandingan setiap regu adalah N-1 = 6 – 1 = 5

– jumlah seluruhn pertandingan adalah ½ n x (n-1) = ½ 6 (5) = 3 x 5 = 15

Untuk menentukan jadwal pertandingan, terlebih dahulu panitia mengundi peserta untuk

dapat menempati posisi no 1 sampai dengan no 6, selanjutnya baru dibuat jadwal pertandingan

dengan cara satu ( 1 ) menetap adalah sebagai berikut:

1 – 2 1 – 4 1 – 6 1 – 5 1 – 3

3 – 4 2 – 6 4 – 5 6 – 3 5 – 2

5 – 6 3 – 5 2 – 3 4 – 2 6 – 4

Contoh jadwal ½ kompetisi dengan

satu (1) menetap untuk peserta ganjil ( 5 )

1-2

1-4

1-x

1-5

1-3

3-4

2-x

4-5

x-3

5-2

5x

3-5

2-3

4-2

x-4

Kuncinya untuk satu (1) berkelana adalah no 1 selalu berada pada sisi sebelah kiri atas dan

angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam.

Selanjutnya menentukan jadwal dengan system ½ kompetisi dengan cara 2 berkelana adalah

sebagai berikut ( dengan jumlah peserta 6 regu )

Contoh ½ kompetisi dengan 2 berkelana

1 –
2
1 – 4 4 –
2
4 – 6 6 –
2

3 – 4 3 – 6 1 – 6 1 – 5 4 – 5

5 – 6
2
– 5 3 – 5
2
– 3 1 – 3

Kuncinya adalah angka dua (2) pertama berada pada sudut kanan atas, kedua berada pada

sudut kiri bawah (diagonal), ketiga berada pada sudut kanan atas, keempat berada pada sudut

kiri bawah, kelima berada pada sudut kanan atas dan angka-angka diputar berlawanan

dengan arah jarum jam.

º



Sistem Gugur


Sistemgugur
digunakan bilamana seseorang atau regu yang telah bertanding yang telah kalah dinyatakan gugur atau tidak boleh ikut dalam babak pertandingan berikutnya.Sistem gugur ini merupakan sistem pertandingan yang efisien, karena menghemat waktu.


Sistem setengah kompetisi

Pada pertandingan cara setengah kompetisi setiap regu peserta bertanding 1 kali melawan regu-regu peserta pertandingan. Istilah setengah kompetisi sebenarnya disebut Kompetisi Tunggal.

Baca :   Jika Sejumlah Gas Melakukan Usaha Dengan Proses Adiabatik Maka

Contoh:        Setengah kompetisi dari 5 regu A, B, C, D, dan E

                        Pertandingan disusun seperti di bawah ini:

                                        A – B                     B – C                      C – D

                                        A – C                      B – D                     C – E

                                        A – D                     B – E                     D – E

                                        A – E

Setengah Kompetisi untuk regu genap

Kalau jumlah peserta genap, misalnya 4 regu, A, B, C, dan D

Maka dapat disusun acara pertandingan sebagai berikut:

Ronde I               A – B                     Ronde II              A – D                     Ronde III             A – C

                               C – D                                                     B – C                                                      D – B

Setengah Kompetisi untuk regu gasal

Untuk regu yang berjumlah gasal akan didapat rumus-rumus yang agak berlainan dengan rumus-rumus yang regu berjumlah genap.

Misalnya peserta ada 5 (A, B, C, D, dan E)

Susunan pertandingan dapat dibuat sebagai berikut:

Ronde I               A – B                     Ronde   II             A – D                     Ronde III             A – X

                               C – D                                                     B – X                                                     D – E

                               E – X                                                     C – E                                                      B – C

Ronde IV            A – E                     Ronde V               A – D                     X :tidak bertanding

                               X – C                                                      E – B

                               D – B                                                     X – D

Rumus-rumus  menghitung  peserta  genap

Jumlah ronde = N – 1

Banyaknya pertandingan tiap ronde =

Jumlah pertandingan

Tiap-tiap regu bertanding = N – 1

Contoh : 8 peserta

Jumlah ronde 8  – 1 = 7

Banyaknya pertandingan tiap ronde =

Jumlah pertandingan =

Rumus-rumus  menghitung  peserta  ganjil

Banyaknya pertandingan tiap ronde =

Jumlah ronde = N

Jumlah seluruh pertandingan =

Contoh : 7 peserta

Jumlah ronde  = 7

Banyaknya pertandingan tiap ronde =

Jumlah seluruh pertandingan =


Tiap regu bertanding = 7 – 1 = 6

Penyusunan pertandingan dengan Sistem Kompetisi, digunakan beberapa cara antara lain :

º


Rotasi (berputar)

Cara ini dilakukan dengan memindahkan nomor peserta secara berputar berlawanan dengan arah jarum jam, sementara peserta nomor 1 tetap pada tempatnya

º


Cara (2) mengembara:

Cara ini berputar juga, tetapi putarannya sesuai denga posisi dan regu peserta nomor 2, karena peserta nomor 2 tersebut selalu berpindah tempat (disebut mengembara) secara menyilang dan mendesak regupeesrta yang posisinya diganti oleh peserta nomor 2

º



Pengadministrasian hasil pertandingan

Pencatatan hasil sistem kompetisi dengan menggunakan table, yang digunakan sebagai penentuan pemenang. Pada umumnya setiap cabang olahraga untuk mengisi table yang akan digunakan sebagai alat ketentuan pemenang, memuat hal-hal berikut ini:

Kolom Peserta:

Selain kolom ke bawah juga kolom mendatar yang diisi dengan hasil pertandingan yang diperolehnya pada saat melawan peserta lainnya.

Kolom Menang:

Diisi dengan jumlah kemengangan yang telah diperoleh selama kompetisi (beberapa kali menang)

Kolom Kalah:

Diisi dengan beberapa kali mengalami kekalahan selama berjalannya kompetisi berlangsung

Kolom Seri:

Diisi dengan seri (ties) didapatkan selama kompetisi (diisi hanya yang cabang olahraga yang menggunakan penyelesaian pertandingan terjadi seri = ties saja)

Baca :   Zat Yang Merupakan Asam Kuat Adalah

Kolom Nilai:

Diisi dengan nilai yang didapatkan dengan menjumlahkan kemenangan beberapa kali dan seri beberapa kali.Hasil ini baik yang menentukan kemenangan peserta kompetisi.

Kolom Jumlah Memasukkan/Mendapatkan Angka:

Kolom ini diisi dengan hasil semua angka yang diperoleh selama kompetisi berlangsung.

Kolom Jumlah Kemasukan/Angka yang Diperoleh oleh Lawan:

Kolom ini diisi dengan angka kemasukan atau jumlah angka yang diperoleh oleh semua regu yang dilawannya

Kolom Perbedaan Goal/Hasil Rata-rata:

Kolom ini diisi dengan selisih angka memasukkan dengan angka kemasukan.Disamping itu ada cabang olahraga yang mengisinya dengan angka rata-rata yaitu angka perolehan/memasukkan dibagi dengan angka kemasukan/angka yang diperoleh oleh lawan-lawannya.

Kolom Urutan Juara:

Dari hasil perhitungan tersebut, dari tiap peserta ditentukan juaranya dengan memeperhatikan:




Jumlah nilai tertinggi yang didapat dari nilai menang ditambah nilai seri (bila ada)




Baru dilihat angka perbedaan antara memasukkan dan kemasukan.




Jika masih sama beberapa kemungkinan dilakukan oleh Panitia Penyelenggara sesuai peraturan yang berlaku bagi cabang olahraga, antara lain:

·


Ditandingkan ulang (barrage – untuk anggar)

·


Diundi

Dari table tersebut Panitia Penyelenggara dapat menyajikan kepada khalayak pencinta cabang olahraga yang diselenggarakan akan dapat dengan mudah untuk mengetahui hasil pertandingan tersebut.

Pada kegiatan belajar ini akan disajikan pertandingan kompetisi beberapa cabang olahraga yang ada perbedaannya dalam menentukan pemenangnya. Sebagai contoh untuk hasil pertandingan Sepak bola pencatatan berikut ini :


Pencatatan hasil akhir setengah kompetisi


A


B


C


D


M


Mn


S


K


N


Mm


Km


PG


UJ


A

5

3

3

1

1

1

3

8

6

+2

II


B

2

3

3

1

1

1

3

5

7

-2

III


C

3

2

5

3

1

1

1

3

10

7

+3

I


D

1

3

3

1

1

1

3

2

5

-3

IV

Keterangan:

ABCD                              = menunjukkan regu                                     Mm        = memasukan

Kolom pada ABCD    = pencatatan hasil pertandingan              Km         = kemasukan

M                                      = main beberapa kali tiap regu PG          = perbedaan gol

Mn                                   = menang                                                            UJ           = urutan juara

S                                        = seri

K                                       = kalah

N                                       = nilai

Cara membaca tabel ini yaitu: mendatar merupakan angka kemenangan atau angka memasukkan, sedangkan menurun/vertikal, merupakan angka kekalahan atau kemasukkan, sebagai contoh A lawan B hasilnya A memasukkan 5 dan kemasukan2, sedangkan B memasukkan 2 dan kemasukan 5, dan seterusnya.

Disamping itu pula diisi dengan cara sebagai berikut:


A


B


C


D


A

5 – 2

3 – 3

0 – 1


B

2 – 5

3 – 2

0 – 0


C

3 – 3

2 – 3

5 – 3


D

1 – 0

0 – 0

3 – 5

Cara mengisi atau membaca yaitu: mendatar sesuai skor yang didapat saat melawan regu pada posisi vertikal, untuk skor pada menurun skor tersebut dibalik, seperti A – B hasilnya 5 – 2 jadi kalau B lawan A 2 – 5.

Cara pencatatan ini dapat digunakan untuk pencatatan kompetisi penuh, yakni separo bagian digunakan untuk mencatat hasil-hasil pertandingan setengah kompetisi pertama dan separo bagian yang lain untuk pencatatan setengah kompetisi kedua.

Untuk menyusun lawan dalam pertandingan sistem kompetisi penuh, seperti ½ kompetisi harus diulang lagi.

Probabilitas Seorang Bayi Belum Diimunisasi Rubela Adalah 0 2

Sumber: https://toptenid.com/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-setengah-kompetisi

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …