Poster Keselamatan Kerja Di Laboratorium Fisika

KlikBelajar.com – Poster Keselamatan Kerja Di Laboratorium Fisika

KEAMANAN LABORATORIUM

Saat melakukan penelitian atau pekerjaan laboratorium dalam fisika, waktu yang diperlukan untuk bekerja di laboratorium.
Laboratorium adalah ruangan yang cukup berisiko. Keselamatan semua bagian adalah tanggung jawab semua pengguna laboratorium. Namun, banyak pekerja meremehkan risiko pekerjaan dan oleh karena itu tidak menggunakan perangkat keselamatan meskipun tersedia. Ada banyak bahan kimia di lab yang mudah meledak, mudah terbakar, beracun, dll. Selain itu, ada juga barang yang mudah pecah dan memakan listrik. Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati saat menggunakan laboratorium.
Ada banyak hal yang perlu kita ketahui dan pertimbangkan untuk memastikan keselamatan pribadi saat bekerja di laboratorium, termasuk:

A. Laboratorium yang baik

Laboratorium yang memenuhi standar merupakan salah satu faktor dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Persyaratan tersebut antara lain kondisi ruangan, tata letak ruangan, kelengkapan peralatan keselamatan, nomor telepon penting (pemadam kebakaran, paramedis), dll. Ruangan laboratorium dilengkapi dengan sistem ventilasi yang baik. Proses inlet dan outlet udara yang stabil. Sirkulasi udara segar di dalam ruangan. Keduanya harus ditimbang dengan hati-hati. Semakin baik sirkulasi udara, semakin baik kondisi laboratorium. Seperti halnya rumah, sirkulasi udara berada pada posisi yang istimewa dan tidak bisa dikesampingkan.

Ruangan di laboratorium harus diatur dengan baik. Bahan kimia dan peralatan percobaan harus disimpan secara teratur agar lebih mudah ditemukan kembali. Jika diperlukan, berikan rencana dan panduan penempatan rak bahan kimia untuk memudahkan menemukan bahan kimia tertentu. Alat pengaman harus selalu tersedia dan dalam kondisi baik. Terutama kotak P3K dan alat pemadam kebakaran. Sertakan juga nomor telepon penting, seperti petugas pemadam kebakaran dan tenaga medis, sehingga jika terjadi kecelakaan serius, dapat segera diberikan tanggapan. Siapkan juga brosur tentang cara menggunakan alat pemadam api dan peraturan laboratorium.

Laboratorium harus memiliki jalur evakuasi yang baik. Laboratorium memiliki setidaknya dua pintu keluar yang jaraknya cukup jauh. Bahan kimia berbahaya harus ditempatkan di rak khusus dan memisahkan dua bahan kimia yang dapat menyebabkan ledakan ketika bereaksi.

B. Kode Etik untuk Keselamatan Kerja

Aturan umum Kode Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah sebagai berikut:

1. Dilarang membawa atau mengambil instrumen dan bahan ke dalam laboratorium tanpa izin dari petugas laboratorium.

2. Orang yang tidak berwenang tidak diperbolehkan memasuki laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Gunakan alat dan bahan sesuai petunjuk praktikum yang diberikan.

4. Jangan melakukan eksperimen apapun sebelum mempelajari tentang bahaya bahan kimia, alat dan cara menggunakannya.

5. Ajukan pertanyaan jika Anda memiliki keraguan atau tidak memahami sesuatu saat bereksperimen.

6. Mengenali semua jenis alat keselamatan kerja dan lokasinya untuk memudahkan bantuan jika terjadi kecelakaan industri.

7. Memakai jas lab saat bekerja di lab.

Baca :   Banyaknya Rusuk Pada Prisma Segi Enam Adalah

8. Harus tahu cara menggunakan peralatan darurat seperti alat pemadam kebakaran, pencuci mata, respirator dan alat keselamatan lainnya.

9. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, hal ini harus segera dilaporkan kepada staf laboratorium.

10. Berhati-hatilah saat bekerja dengan reagen yang sangat asam, korosif, mudah menguap, dan mudah terbakar.

11. Setiap pekerja laboratorium harus mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

12. Buanglah sampah pada tempatnya.

13. Cobalah untuk tidak sendirian di ruang lab. Sehingga ia dapat segera ditolong jika terjadi kecelakaan.

14. Jangan bermain di ruang lab.

15. Lakukan pelatihan keselamatan secara teratur.

16. Merokok, makan dan minum dilarang di laboratorium.

C. Perlengkapan keselamatan kerja

Semua peralatan keselamatan harus tersedia di ruang laboratorium sehingga tindakan cepat dapat diambil jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat. Berikut ini adalah perangkat keselamatan laboratorium. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu di mana letaknya.

1. Alat pemadam kebakaran (hydrant)

2. Pencuci mata

3. Pancuran air

4. First -Aid kit (pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan)

5. Jas lab

6. Peralatan kebersihan

7. Obat-obatan

8 .Cotton

9. Pengecoran Plester

D. Aturan Keselamatan

Dalam pelajaran sains, sangat penting untuk melakukan penelitian atau observasi di laboratorium. Pekerjaan laboratorium membutuhkan keterampilan dan ketelitian. Ketelitian sangat diperlukan untuk mengurangi resiko kecelakaan saat bekerja di laboratorium.

Laboratorium sebagai tempat untuk melakukan eksperimen dalam karya ilmiah merupakan salah satu tempat dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Eksperimen dan pengalaman dapat berjalan lancar jika memperhatikan keselamatan di tempat kerja, baik keselamatan individu maupun bahan dan alat yang digunakan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan laboratorium perlu diketahui terlebih dahulu alat-alat laboratorium dan fungsinya.

Keselamatan di laboratorium ilmiah menyangkut keselamatan pengguna dan keamanan alat dan bahan yang digunakan. Dalam hal keselamatan pengguna, aturan atau peraturan dan peringatan tentang zat berbahaya harus ditetapkan di laboratorium, sedangkan keamanan instrumen harus diperkenalkan dalam bentuk dan nama instrumen, serta cara menggunakannya dan cara menggunakannya. Selamatkan dia

E. Jenis-jenis bahaya di laboratorium

Jenis bahaya di laboratorium antara lain sebagai berikut.
Kebakaran yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia yang mudah terbakar seperti pelarut organik, asesen, etil alkohol, etil eter dan lain-lain.
Ledakan, mengikuti reaksi eksplosif zat reaktif seperti oksidator
Keracunan dari bahan kimia berbahaya seperti arsenik, timbal, dan lain-lain.
Iritasi, yaitu peradangan pada kulit atau saluran pernapasan dan juga mata setelah kontak langsung dengan zat korosif.
Cedera kulit atau mata akibat pecahan kaca, logam, kayu, dll.
Kejutan listrik.

F. Upaya Pencegahan Cedera di Laboratorium

Cara terbaik untuk menghindari kecelakaan di laboratorium adalah bertindak dan bertindak dengan hati-hati, bekerja dengan tekun dan tidak sembrono, serta mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan. urutan yang berlaku. Upaya atau tindakan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan antara lain sebagai berikut.

Penyediaan berbagai alat atau bahan ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau. Alat dan bahan, misalnya: e
ember berisi pasir untuk menangani kebakaran kecil untuk mencegah kebakaran besar, alat pemadam kebakaran dan selimut yang terbuat dari bahan tahan api dan kotak P3K untuk diberikan pertolongan pertama.

Baca :   Bagaimana Terjadinya Peningkatan Gas Karbon Dioksida Di Atmosfer

Jangan mengunci pintu saat lab sedang digunakan dan mengunci pintu saat lab tidak digunakan.

Jika tidak ada guru atau asisten laboratorium di laboratorium, siswa tidak dapat masuk.


Simpan bahan yang mudah terbakar di tempat khusus, jauh dari api atau tempat lain di mana percikan listrik, misalnya, pada instrumen yang menggunakan relay atau motor listrik.

Penyimpanan bahan beracun atau berbahaya (seperti merkuri dan bahan kimia lainnya) dalam kondisi tertutup dan aman.

Penyediaan latihan kebakaran reguler.

Penggunaan tegangan rendah dalam melakukan percobaan kelistrikan, misalnya 12 volt atau 15 volt.

Penyediaan saklar sentral untuk listrik agar dapat mematikan seluruh aliran listrik di laboratorium jika diperlukan.

Kabel sekering harus diganti dengan sekering yang setara.

Penyediaan jaringan listrik tambahan tidak diperbolehkan kecuali dilakukan oleh pihak yang berwenang dari PLN yang dilakukan oleh seorang tukang listrik.

G. Aturan di laboratorium

Untuk menghindari kecelakaan, pengguna laboratorium wajib mematuhi peraturan yang berlaku. Berikut beberapa aturan yang berlaku di lab sains.

1. Peraturan Laboratorium



Siswa dilarang masuk tanpa izin guru

wajib memakai jas dokter saat bekerja di laboratorium.

Baca semua petunjuk untuk melakukan eksperimen. Ikuti petunjuknya, jika masih bingung tanyakan pada gurumu.


Dilarang makan dan minum selama kegiatan latihan.

Dilarang menyalakan api.

Gunakan alat seperti yang diinstruksikan dan dengan izin guru Anda.

Setelah pekerjaan selesai, kembalikan alat ke tempat semula dengan bersih dan rapi.

Cuci tangan setelah beraktivitas.

Bersihkan meja kerja dan ruang laboratorium setelah kegiatan selesai.

Periksa kembali semua peralatan untuk memastikan semuanya aman.

2. Aturan kerja untuk Listrik

Bahaya listrik dapat disebabkan oleh tegangan listrik dari PLN atau perangkat yang menghasilkan tegangan listrik, seperti B. Generator. Cara-cara untuk menghindari kecelakaan yang melibatkan penggunaan listrik antara lain sebagai berikut.

Pastikan tangan dan meja kerja Anda kering untuk menghindari sengatan listrik.

Pastikan catu daya terputus dari sumber daya saat menyetel dan mengganti sirkuit.

Jangan menggunakan colokan di stopkontak karena dapat membebani catu daya dan menyebabkan kebakaran.

H. Kemungkinan jenis kecelakaan dan penanganannya

Kecelakaan yang dapat terjadi di lab fisika adalah kebakaran dan sengatan listrik. Kedua jenis kecelakaan tidak akan terjadi jika tindakan pencegahan dan penanggulangan yang tepat dilakukan.

1. Pencegahan dan penanggulangan sengatan listrik.

Kecelakaan sengatan listrik dapat dicegah dengan metode berikut.



Menyediakan pemutus sirkuit jarak pendek.

Mengetahui lokasi kabel yang terhubung ke sumber listrik utama saat dioperasikan.

Mengetahui kesesuaian tegangan yang akan digunakan dengan kapasitas alat yang akan digunakan.

Menyediakan sakelar penghubung atau sakelar keluar.

Pastikan semua kabel terhubung dengan benar.

Memberikan petunjuk kepada pengguna laboratorium sebelum melakukan pekerjaan kelistrikan.

Jika terjadi sengatan listrik, putuskan catu daya sebagai berikut.

Hubungan pendek.

Cabut steker dari stopkontak.

Menginterupsi arus melalui sakelar yang tersedia

Tarik keluar bagian tubuh pasien yang sakit dengan isolator.

2. Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran. Pemicu api sering disebut sebagai segitiga api, yang mengandung unsur oksigen, panas, dan bahan bakar. Proteksi kebakaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas.

Pastikan bahwa sumber air, selimut api, dan alat pemadam kebakaran selalu tersedia.


Segera matikan Bunsen jika tidak digunakan.

Baca :   Perbedaan Antara Bioteknologi Konvensional Dan Bioteknologi Modern Terletak Pada


Nyala api pembakar Bunsen mungkin tidak terlihat dalam cahaya terang. Jika alat ini tidak digunakan, maka harus dikurangi dan saluran udara ditutup.

Botol berisi bahan yang mudah terbakar tidak boleh disimpan atau dibuka di dekat api terbuka.

Nyala api pembakar Spirtus mungkin tidak terlihat dalam cahaya terang. Jika alat ini tidak digunakan, maka api perlu dipadamkan dan sumbu ditutup dengan penutup khusus.

Sisa fosfor harus dibakar habis sebelum membersihkan instrumen yang digunakan.

Pastikan Anda meninggalkan lab setelah mematikan api, lampu, dan hal lain yang dapat menyebabkan kebakaran.

Jangan membuang sisa bahan panas.

Periksa sebelum membuang sisa bahan ke tempat sampah.

Sebelum meninggalkan lab, pastikan semua api/pembakar dan listrik mati.

Manajemen kebakaran meliputi hal-hal berikut.

Saat api membesar, api harus segera dipadamkan.

Api baru segera dipadamkan dengan kain lembab, tas atau selimut api.

Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran

I. Simbol keselamatan kerja

Simbol ini harus diperhatikan dan dipahami untuk mengetahui bahaya suatu benda atau produk kimia

Simbol peringatan

Simbol dijelaskan di bawah ini:

1 . Bahaya terhadap hewan adalah bahaya yang ditimbulkan oleh hewan. Ada kemungkinan hewan itu beracun karena telah disuntik dengan berbagai zat percobaan, atau bisa menggigit dan mencakar Anda.

2. Bahaya alat tajam adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda tajam. Jika tidak digunakan dengan benar, itu bisa menyakiti Anda.

3. Bahaya panas adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda panas. Tangan Anda akan menjadi panas jika Anda menyentuh objek saat dihidupkan atau dihidupkan.

4. Bahaya barang pecah belah adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda yang mudah pecah. Biasanya berbentuk gelas.

5. Risiko kimia adalah bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia. Bisa jadi bahan kimia tersebut bisa membuat kulit kita gatal dan iritasi.

6. Bahaya listrik adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda yang memancarkan listrik. Hati-hati saat menggunakannya untuk menghindari sengatan listrik.

7. Bahaya mata dan wajah adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda yang dapat mengiritasi mata dan wajah. Gunakan masker atau visor sebelum menggunakan bahan-bahan tersebut.

8. Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah minyak tanah (kerosene) dan alkohol.

9. Biohazard adalah bahaya yang ditimbulkan oleh bahan biologis. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa seperti AIDS. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik.

10. Bahaya Radiasi Laser adalah bahaya yang ditimbulkan oleh sinar laser.

11. Bahaya radioaktif adalah bahaya yang ditimbulkan oleh benda radioaktif. Benda ini dapat memancarkan radiasi dan menyebabkan kanker jika terpapar terlalu lama.

12. Bahaya ledakan adalah bahaya yang ditimbulkan oleh suatu benda yang mudah meledak. Jauhkan objek dari api.

Poster Keselamatan Kerja Di Laboratorium Fisika

Sumber: https://agapetanpabatas.com/eliora/alat-keselamatan-kerja-di-laboratorium/keselamatan-kerja-di-laboratorium-fisika.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …