Pernyataan Yang Benar Mengenai Reaksi Redoks Adalah

Pernyataan Yang Benar Mengenai Reaksi Redoks Adalah

Mempelajari Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi) | Kimia Kelas 10



Yuk, pelajari konsep dasar reaksi redoks (reduksi-oksidasi) berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks) dengan membaca artikel berikut!

Di kehidupan sehari-hari, kita banyak menemukan fenomena-fenomena yang melibatkan reaksi kimia. Misalnya, proses fotosintesis pada tumbuhan, pengkaratan besi, pembakaran kertas dan logam, proses respirasi yang terjadi pada tubuh kita, dan masih banyak lagi. Itu semua
nggak
terlepas dari yang namanya reaksi kimia.

Nah, kali ini, kita akan membahas tentang salah satu jenis reaksi kimia, yaitu reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Mulai dari konsep reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks).

Apa Itu Reaksi Redoks?

Sesuai dengan namanya ya,
reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen,
reaksi reduksi
adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan
reaksi oksidasi
adalah reaksi pengikatan oksigen.

Konsep Reaksi Redoks yang Melibatkan Oksigen

reaksi redoks yang melibatkan oksigen

Coba

deh

kamu perhatikan persamaan reaksi penguraian oksida raksa pada gambar di atas. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat senyawa oksida raksa, yaitu HgO. Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat unsur Hg dan gas oksigen (O

2
). Itu berarti, terjadi perubahan dari HgO menjadi Hg.

Nah
, gas oksigen (O
2
) di ruas sebelah kanan menandakan terjadinya pelepasan oksigen. Karena ada pelepasan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi reduksi.

Sekarang, coba perhatikan persamaan reaksi pembentukan tembaga oksida. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat unsur Cu dan gas oksigen (O2). Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat senyawa tembaga oksida (CuO). Artinya, unsur Cu akan mengikat oksigen dan berubah menjadi tembaga oksida (CuO).
Nah, karena ada pengikatan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi oksidasi.

Baca :   Tentukan Faktor Prima Dari Bilangan 50

Gampangnya
sih, kalau dilihat dari persamaan reaksi kimianya, pada reaksi reduksi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kanan, sebagai produk. Sedangkan, pada reaksi oksidasi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kiri, sebagai reaktan.

Gimana, paham, ya? Sekarang kita lanjut ke konsep reaksi redoks berikutnya.

Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perpindahan Elektron

Berdasarkan perpindahan (transfer) elektron,
reaksi reduksi
adalah reaksi penangkapan elektron, sedangkan
reaksi oksidasi
adalah reaksi pelepasan elektron.

reaksi redoks yang melibatkan elektron

Bisa kamu perhatikan gambar di atas ya, pada reaksi reduksi, elektronnya berada di ruas sebelah kiri reaksi, sebagai reaktan. Sementara itu, pada reaksi oksidasi, elektronnya berada di ruas sebelah kanan reaksi, sebagai produk.

Konsep reaksi redoks yang melibatkan perpindahan elektron ini hanya bisa terjadi pada senyawa ionik
aja, sedangkan senyawa kovalen tidak. Oleh karena itu, muncul konsep redoks yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan bilangan oksidasi (biloks).

Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Hayoo, masih ingat
nggak nih
dengan bilangan oksidasi (biloks).
Bilangan oksidasi
adalah muatan positif dan negatif pada suatu atom. Unsur yang biloksnya positif, biasanya merupakan atom-atom unsur logam, seperti Na, Fe, Mg, Ca, dan unsur logam lainnya. Sementara itu, unsur yang biloksnya negatif, biasanya atom-atom unsur nonlogam, seperti O, Cl, F, dan unsur nonlogam lainnya.

Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi,
reaksi reduksi
adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan
reaksi oksidasi
adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi.

reaksi redoks yang melibatkan bilangan oksidasi

Untuk menentukan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi, kamu harus tahu terlebih dulu bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi. Materi itu sebenarnya sudah dibahas di artikel Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya,
nih. Jadi, bisa kamu baca dan pahami kembali supaya kamu jadi lebih mudah memahami konsep yang satu ini.

Baca :   Alat Alat Yang Bekerja Berdasarkan Hukum Pascal

Nah, setelah tahu konsep biloks, coba kita tentukan apakah reaksi di bawah ini reaksi redoks atau bukan. Tapi, kita hitung biloks masing-masing unsur yang ada pada reaksinya dulu, ya!

Reaksi: CuO(s) + H2(g) ——> Cu(s) + H2O(g)

  • CuO ——> Cu

Ingat aturan penentuan nilai bilangan oksidasi (biloks), ya. Dalam senyawa, biloks oksigen (O) itu umumnya bernilai -2, kecuali jika oksigen berada dalam senyawa peroksida (H2O2), maka nilainya -1. Kemudian, karena CuO ini senyawa netral, maka biloks total C dan O dalam senyawa ini adalah nol.
Nah, karena biloks O = -2, maka agar total biloks CuO = 0, biloks Cu harus bernilai +2. Sementara itu, Cu merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Jadi, Cu mengalami penurunan biloks dari +2 ke 0, maka Cu mengalami reaksi reduksi.

reaksi reduksi

CuO ——> Cu
(reaksi reduksi).

  • H2
    ——> H2O

H2
merupakan unsur bebas, jadi biloks H2
= 0. Sementara itu, biloks H pada senyawa H2O bernilai +1. Jadi, unsur H mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +1, sehingga mengalami reaksi oksidasi.

reaksi oksidasi

H2 ——> H2O
(reaksi oksidasi)

Paham ya dengan penentuan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi. Dalam hal ini, kamu memang perlu paham betul dengan aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi.
Nah, karena aturannya cukup banyak, kamu bisa mengatasinya dengan banyak berlatih soal-soal. Supaya kamu bisa benar-benar paham dan
nggak
hanya sebatas menghafal
aja.

Wait, istirahat dulu sebentar yuk. Masih ada yang bikin kamu nggak paham? Tenang, ada fitur
Adapto di ruangbelajar
yang akan membantu kamu. Video belajar adaptif di Adapto bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajar dan pemahaman kamu,
lho!





New call-to-action


Oke, kita lanjut ya bahasannya!

Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut
reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut
oksidator.

Baca :   Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Sifat Kimia Adalah

Coba perhatikan contoh berikut ini, ya!

Reaksi: Mg(s) + 2HCl ——> MgCl2(aq) + H2(g)

Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +1, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0.

Di ruas sebelah kanan, biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks 2, maka biloks Cl = -1, agar total biloks MgCl2
= 0. Kemudian, karena H2
merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi. Jadi, unsur Mg disebut sebagai reduktor. Sementara itu, unsur H mengalami penurunan biloks dari +1 ke 0, sehingga mengalami reaksi reduksi. Jadi, HCl disebut sebagai oksidator.

reduktor dan oksidator

Gimana, paham dengan penyelesaian contoh soal di atas? Di bawah ini ada beberapa latihan soal yang bisa kamu kerjakan,
nih. Dicoba, ya! Itung-itung buat nambah kemampuan kamu.
Hihihi

latihan soal reaksi redoks

Oke, itu tadi pembahasan mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi.
Nah, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsep reaksi redoks ini ada yang melibatkan pelepasan dan pengikatan oksigen, pelepasan dan pengikatan elektron, serta kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi, ya. Tentunya, kamu bisa pahami materi ini lebih lengkap dan dalam lagi di aplikasi ruangbelajar. Memahami pelajaran lebih mudah bersama kakak-kakak Master Teacher yang asik dan berpengalaman!





New call-to-action


Referensi:

Sudarmo, U. (2007).
Kimia untuk Kelas X. Jakarta: Phibeta.

Chang, R. (2013).
Kimia Dasar. Edisi ke-3. Jakarta: Erlangga.

Artikel ini telah diperbarui pada 25 Maret 2022.

Profile

Hani Ammariah

Anaknya seneng ngitung, tapi nggak perhitungan. Dulu pernah kuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Matematika. Sekarang jadi tukang nulis a.k.a Content Writer di Ruangguru.

Pernyataan Yang Benar Mengenai Reaksi Redoks Adalah

Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/konsep-reaksi-reduksi-oksidasi-kimia-kelas-10

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …