Nama Senyawa Yan Tepat Untuk Fe2o3 Adalah

KlikBelajar.com – Nama Senyawa Yan Tepat Untuk Fe2o3 Adalah

Dalam kimia organik,
gugus fungsi
adalah substituen atau bagian spesifik dalam molekul yang bertanggung jawab terhadap karakteristik reaksi kimia dari molekul-molekul tersebut. Gugus fungsi yang sama akan mengalami reaksi kimia yang sama atau serupa tanpa menghiraukan ukuran molekulnya.[1][2] Hal ini memungkinkan untuk memprediksi secara sistematis reaksi kimia dan perilaku senyawa kimia serta desain sintesis kimianya. Selanjutnya, reaktivitas gugus fungsi dapat dimodifikasi oleh gugus fungsi lain di sekitarnya. Dalam sintesis organik, interkonversi gugus fungsi adalah salah satu tipe dasar transformasi.

Benzil asetat memiliki sebuah gugus fungsi ester (merah), bagian asetil (dilingkari dengan hijau gelap) dan bagian benziloksi (dilingkari dengan jingga terang). Pembagian lain dapat dilakukan.

Gugus fungsi adalah kelompok dari satu atau lebih atom-atom dari sifat-sifat kimia yang khas, tidak peduli apa yang melekat pada mereka. Atom-atom gugus fungsi tersebut saling terkait satu sama lain dan dengan molekul lainnya melalui ikatan kovalen. Untuk satuan berulang polimer, gugus fungsi melekat pada inti atom karbon nonpolar mereka dan dengan demikian menambah karakter kimia pada rantai karbon. Gugus fungsi juga dapat bermuatan, misalnya dalam garam karboksilat (–COO−), yang mengubah molekul menjadi ion poliatomik atau ion kompleks. Gugus fungsi yang mengikat atom pusat dalam kompleks koordinasi disebut ligan. Pengompleksan dan solvasi juga disebabkan oleh interaksi spesifik dari gugus fungsi. Dalam aturan umum “like dissolve like”, adalah bersamanya atau saling berinteraksinya gugus fungsi yang menghasilkan kelarutan. Sebagai contoh, gula larut dalam air karena keduanya berbagi gugus fungsi hidroksil (–OH) dan hidroksil berinteraksi kuat satu sama lain. Ditambah lagi, ketika gugus fungsi lebih elektronegatif daripada atom yang mereka lekati, gugus fungsi akan menjadi polar, dan molekul-molekul nonpolar yang mengandung gugus-gugus fungsi ini menjadi polar dan menjadi larut dalam beberapa lingkungan berair.

Menggabungkan nama-nama gugus fungsi dengan nama-nama alkana induk menghasilkan apa yang disebut sebagai tata nama sistematis untuk penamaan senyawa organik. Dalam tata nama tradisional, atom karbon pertama setelah karbon yang menempel pada gugus fungsi disebut karbon alfa; yang kedua, karbon beta, ketiga, karbon gamma, dan seterusnya. Jika terdapat gugus fungsi lain pada karbon, ia dapat dinamai dengan huruf Yunani, misalnya, gamma-amina dalam asam gamma-aminobutirat berada pada karbon ketiga dari rantai karbon yang melekat pada gugus asam karboksilat. Konvensi IUPAC mengatur pelabelan numerik dari posisi ini, misalnya asam 4-aminobutanoat. Dalam berbagai nama tradisional, berbagai kualifikasi digunakan untuk memberi label isomer, misalnya, isopropanol (nama IUPAC: propan-2-ol) adalah suatu isomer dari n-propanol (propan-1-ol).

Baca :   Contoh Soal Fungsi Invers Kuadrat

Berikut adalah daftar gugus fungsi yang sering dijumpai.[3] Di dalam penulisan rumus, simbol R dan R’ selalu menyatakan hidrogen yang terikat atau suatu rantai samping hidrokarbon berapa pun panjangnya, tetapi terkadang bisa merujuk pada gugus atom.

Kelas kimiawi Gugus Rumus Rumus struktural Awalan Akhiran Contoh
Asil halida Haloformil RCOX haloformil- -oil halida

Asetil klorida
(Etanoil klorida)
Alkohol Hidroksil ROH hidroksi- -ol

Metanol
Aldehida Aldehida RCHO okso- -al

Asetaldehida
(Etanal)
Alkana Alkil RH alkil- -ana

Metana
Alkena Alkenil R2C=CR2 alkenil- -ena

Etilena
(Etena)
Alkuna Alkinil RC≡CR’ alkinil- -una

Asetilena
(Etuna)
Amida Karboksamida RCONR2 karboksamido- -amida

Asetamida
(Etanamida)
Amina Amina primer RNH2 amino- -amina

Metilamina
(Metanamina)
Amina sekunder R2NH amino- -amina

Dimetilamina
Amina tersier R3N amino- -amina

Trimetilamina
Ion amonium 4° R4N+ amonio- -amonium

Kolin
Senyawa azo Azo
(Diimida)
RN2R’ azo- -diazena

Metil jingga
(asam p-dimetilamino-azobenzenasulfonat)
Turunan toluena Benzil RCH2C6H5
RBn
benzil- 1-(substituen)toluena

Benzil bromida
(1-Bromotoluena)
Karbonat Ester karbonat ROCOOR alkil
karbonat
Karboksilat Karboksilat RCOO− karboksi- -oat

Natrium asetat
(Natrium etanoat)
Asam karboksilat Karboksil RCOOH karboksi- asam -oat

Asam asetat
(Asam etanoat atau asam cuka)
Sianat Sianat ROCN sianato- alkil
sianat
Tiosianat RSCN tiosianato- alkil
tiosianat
Eter Eter ROR’ alkoksi- alkil alkil
eter


Dietil eter
(Etoksi etana)
Ester Ester RCOOR’ alkil alkanoat

Etil butirat
(Etil butanoat)
Haloalkana Halo RX halo- alkil
halida


Kloroetana
(Etil klorida)
Hidroperoksida Hidroperoksi ROOH hidroperoksi- alkil
hidroperoksida


Metil etil keton peroksida
Imina Ketimina primer RC(=NH)R’ imino- -imina
Ketimina sekunder RC(=NR)R’ imino- -imina
Aldimina primer RC(=NH)H imino- -imina
Aldimina sekunder RC(=NR’)H imino- -imina
Isosianida Isosianida RNC isosiano- alkil
isosianida
Isosianat Isosianat RNCO isosianato- alkil
isosianat


Metil isosianat
Isotiosianat RNCS isotiosianato- alkil
isotiosianat


Alil isotiosianat
Keton Keton RCOR’ keto-, okso- -on

Metil etil keton
(Butanon)
Nitrat Nitrat RONO2 nitrooksi-, nitroksi-

alkil
nitrat



Amil nitrat
(1-nitrooksipentana)
Nitril Nitril RCN siano-

alkananitril

alkil
sianida



Benzonitril
(Fenil sianida)
Nitrit Nitrit RONO

nitrosooksi-

alkil
nitrit



Amil nitrit
(3-metil-1-nitrosooksibutana)
Senyawa nitro Nitro RNO2 nitro-

Nitrometana
Senyawa nitroso Nitroso RNO nitroso-

Nitrosobenzena
Peroksida Peroksi ROOR peroksi- alkil
peroksida


Di-tert-butil peroksida
Turunan benzena Fenil RC6H5 fenil- -benzena

Kumena
(2-fenilpropana)
Fosfina Fosfino R3P fosfino- -fosfana

Metilpropilfosfana
Fosfodiester Fosfat HOPO(OR)2 asam fosforat di(substituen) ester di(substituen) hidrogenfosfat DNA
Asam fosfonat Fosfono RP(=O)(OH)2 fosfono- asam substituen fosfonat

Asam benzilfosfonat
Fosfat Fosfat ROP(=O)(OH)2 fosfo-

Gliseraldehida 3-fosfat
Turunan piridina Piridil RC5H4N

4-piridil
(piridin-4-il)

3-piridil
(piridin-3-il)

2-piridil
(piridin-2-il)

-piridin

Nikotina
Sulfida Sulfida RSR’ di(substituen) sulfida

Dimetil sulfida
Sulfona Sulfonil RSO2R’ sulfonil- di(substituent) sulfona

Dimetil sulfona
(Metilsulfonilmetana)
Asam sulfonat Sulfo RSO3H sulfo- asam substituen sulfonat

Asam benzenasulfonat
Sulfoksida Sulfinil RSOR’ sulfinil- di(substituen)
sulfoksida


Difenil sulfoksida
Tiol Sulfhidril RSH merkapto-, sulfanil- -tiol

Etanatiol
(Etil merkaptan)
Baca :   Di Antara Gugus Berikut Yang Tergolong Ester Adalah

Penamaan radikal atau bagian

Nama-nama ini digunakan untuk merujuk pada bagian itu sendiri atau spesi radikal, serta untuk membentuk penamaan bagi halida dan substituen dalam molekul yang lebih besar.

Ketika hidrokarbon induk tidak jenuh, akhiran (“-il”, “-ilidena”, atau “-iliduna”) menggantikan “-ana” (seperti pada “etana” menjadi “etil”); jika tidak, akhiran hanya menggantikan huruf terakhir “-a” (seperti “etuna” menjadi “etunil”).[4]

Perhatikan bahwa ketika digunakan untuk merujuk ke bagian, beberapa ikatan tunggal berbeda dari ikatan rangkap tunggal. Sebagai contoh, jembatan metilena (metanadiil) memiliki dua ikatan tunggal, sedangkan gugus metilena (metilidena) memiliki satu ikatan rangkap. Akhiran dapat digabungkan, seperti pada metiliduna (ikatan rangkap tiga) vs. metililidena (ikatan tunggal dan rangkap dua) vs. metanatriil (tiga ikatan rangkap dua).

Ada beberapa nama yang dipertahankan, seperti metilena bagi metanadiil, 1,x-fenilena bagi fenil-1,x-diil (di mana x adalah 2, 3, atau 4),[5] karbuna bagi metiliduna, dan tritil bagi trifenilmetil.

Kelas kimiawi Gugus Rumus Rumus struktural Awalan Akhiran Contoh
Ikatan tunggal R• Ilo-[6] -il Gugus metil
Radikal metil
Ikatan rangkap dua R: ? -ilidena Metilidena
Ikatan rangkap tiga R⫶ ? -iliduna Metiliduna
Radikal asil karboksilat Asil R−C(=O)• ? -oil Asetil
  • Kategori:Gugus fungsi
  • Metode kontribusi gugus
  • Gugus samping
  • Rantai samping

  1. ^

    Compendium of Chemical Terminology (IUPAC “Gold Book”) functional group

  2. ^

    March, Jerry (1985). Advanced Organic Chemistry, Reactions, Mechanisms and Structure (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). John Wiley & Sons. ISBN 0-471-85472-7.



  3. ^

    Brown, Theodore (2002). Chemistry : the central science (dalam bahasa Inggris). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall. hlm. 1001. ISBN 0130669970.



  4. ^

    Moss, G. P.; W.H. Powell. “RC-81.1.1. Monovalent radical centers in saturated acyclic and monocyclic hydrocarbons, and the mononuclear EH4 parent hydrides of the carbon family”. IUPAC Recommendations 1993 (dalam bahasa Inggris). Department of Chemistry, Queen Mary University of London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Februari 2015. Diakses tanggal
    25 Februari
    2015
    .



  5. ^

    “R-2. 5 Substituent Prefix Names Derived from Parent Hydrides” (dalam bahasa Inggris). IUPAC. 1993.


    bagian P-56.2.1

  6. ^

    “Revised Nomenclature for Radicals, Ions, Radical Ions and Related Species (IUPAC Recommendations 1993: RC-81.3. Multiple radical centers)” (dalam bahasa Inggris).


Baca :   Beda Sepatu Vans Asli Dan Kw
  • (Inggris)
    IUPAC Blue Book (tata nama organik) Diarsipkan 2011-06-08 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    “Singkatan ligan IUPAC”
    (PDF). IUPAC. 2 April 2004. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal
    25 Februari
    2015
    .

  • (Inggris)
    Sintesis gugus fungsi Diarsipkan 2012-09-07 di Wayback Machine. dari organic-reaction.com

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gugus_fungsi&oldid=21140451”

Nama Senyawa Yan Tepat Untuk Fe2o3 Adalah

Sumber: https://apacode.com/perhatikan-tabel-di-samping-pasangan-senyawa-karbon-dan-kegunaannya-yang-paling-tepat-adalah

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …