Mungkinkah Suatu Bahan Bakar Mempunyai Angka Oktan 110 Jelaskan

KlikBelajar.com – Mungkinkah Suatu Bahan Bakar Mempunyai Angka Oktan 110 Jelaskan



Komponen utama bensin adalah n-heptana dan isooktana. Angka yang digunakan untuk menunjukan mutu bensin ini disebut bilangan oktan.



Hasil pengolahan minyak bumi umumya dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Selain itu, digunakan juga sebagai bahan baku industri petrokimia, misalnya plastik dan serat.
Bensin

merupakan salah satu bahan bakar hasil pengolahan minyak bumi yang penting. Saat ini, ada beberapa jenis bensin yang beredar di pasaran, seperti premium, pertamax, dan pertamax plus. Harga masing-masing jenis bensin tersebut tidak sama karena mutunya berbeda.




Mutu bensin ditentukan oleh efektifitas pembakarannya di dalam mesin. Bensin yang baik tidak menimbulkan ketukan (knocking) pada mesin. Ketukan pada mesin terjadi bila bensin terbakar tidak pada saat yang tepat sehingga akan mengganggu gerakan piston pada mesin.

Komponen Bensin



Berdasarkan penelitian, bensin merupakan campuran dari berbagai macam senyawa hidrokarbon. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menentukan senyawa manakah yang paling efektif digunakan sebagai standar dalam menentukan mutu bensin. Penelitian umumnya dilakukan dengan membuat bensin standar, yaitu bensin yang dibuat dari senyawa
northward-heptana

dan
isooktana (2,2,four-trimetil pentana). Angka yang digunakan untuk menunjukan mutu bensin ini disebut bilangan oktan ataau bilangan oktana. Semakin tinggi bilangan oktan bensin, semakin baik mutu bensin tersebut.




Bensin standar yang mengandung 100% isooktana diberi bilangan oktan 100, sedangkan yang mengandung 100% n-heptana diberi bilangan oktan 0. Jadi, bensin standar yang mengandung 60% isooktana dan 40% north-heptana diberi bilangan oktan 60.

Bilangan Oktan



Penentuan angka oktan suatu bahan bakar dilakukan dengan pengujian di laboratorium, yaitu dengan membandingkan efisiensi pembakarannya dengan bensin standar. Alkohol yang mempunyai angka oktan 112, bukan berarti bahwa alkohol tersebut mengandung 112% isooktana. Tetapi, alkohol tersebut mempunyai efisiensi pembakaran 12% di atas bensin standar yang berkadara 100% isooktana. Jadi, jika suatu bahan bakar mempunyai bilangan oktan 80,mutu (kualitas) pembakarannya setara dengan bensin standar yang mengandung 80% isooktana dan xx% n-heptana. Tabel berikut memuat bilangan oktan dari beberapa bahan bakar.

Baca :   Contoh Korosi Dalam Kehidupan Sehari Hari



Tabel bilangan oktan beberapa bahan bakar



Senyawa



Bilangan oktan



Senyawa



Bilangan oktan



north-heptana







Metilsikloheksana



104



two-metilheksana



41



Benzena



108



3-metilheksana



56



Metilbenzena



124



2,2-dimetilpentana



89



i-heptena



68



2,3-dimetilpentana



87



five-metil-1-heksena



96



2,4-dimetilpentana



77



2-metil-two-heksena



129



iii,three-dimetilpentana



95



2,iv-dimetil-1-pentena



142



3-etilpentana



64



4,4-dimetil-1-pentena



144



2,2,three-trimetilbutana



113



2,iii-dimetil-2-pentena



165



n-heksana



26



2,4-dimetil-2-pentena



135



sikloheksana



77



two,2,iii-trimetil-1-butena



145



Pada umumnya, bensin yang dihasilkan dari proses penyulingan tahap pertama mempunyai angka oktan antara seventy-80. Untuk itu, perlu dinaikan bilangan oktan -nya agar tidak menyebabkan mesin mudah aus. Peningkatan bilangan oktan dapat dilakukan dengan menambahkan zat aditif anti ketukan seperti Tetra Ethyl Lead (TEL), Methyl Tertier Buthyl Ether  (MTBE) dan etanol.





1. TEL (Tetra Ethyl Lead)





TEL (Tetra Ethyl Pb) dengan rumus kimia Atomic number 82(C2H5)iv. Cara ini efektif, tetapi timbal hasilpembakarannya dapat mengendap di mesin. Oleh karena itu, perlu ditambahkan senyawa 1,2-dibromoetana (C2H4Br2), yanga kan mengikat timbal menjadi PbBr2 yang mudah menguap.



Adanya PbBr2 yang berasal dari bensin menimbulkan masalah baru, yaitu dapat menimbulkan pencemaran. Selain itu, timbal yang terlepas ke udara juga berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, saat ini penggunaan timbal untuk meningkatkan bilangan oktan sudah ditinggalkan.





2. MTBE (Methyl Tertier Buthyl Ether)





Dengan bilangan oktan 118, senyawa MTBE mempunyai rumus kimia:



Meskipun tidak mengandung timbal seperti TEL, sehingga relatif lebih aman dibandingkan TEL, namun tetap saja MTBE ini memiliki potensi mencemari lingkungan karena mikroorganisme sulit menguraikannya.





iii. Etanol





Zat Aditif lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran bensin, dengan bilangan oktan 112 adalah Etanol. Etanol ini memiliki keunggulan dibanding saudaranya TEL dan MTBE, tidak mengandung timbal dan bisa diuraikan oleh mikroorganisme sehingga tidakmencemari udara/lingkungnan. Disamping itu, etanol bisa didapat dari hasil fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga di alam ketersediannya cukup melimpah dan juga dapat dibudidayakan.

Baca :   Asam Asetat Termasuk Asam Kuat Atau Lemah



Semoga bermanfaat …

Rumusrumus.com

kali ini akan membahas tentang rumus struktur oktana serta pengertian dari oktana. dan juga di lengkapi dengan gambar untuk memudahkan pemahaman. dan juga menjelaskan tentang cara menaikan nilai oktan pada bensin

Pengertian Oktana

Oktana ialah senyawa hidrokarbon jenis alkana yang memiliki rumus kimia
C8H18.

Oktana mempunyai beberapa jenis isomer struktur yang perbedaannya terletak pada jumlah dan lokasi percabangan dari rantai karbon nya. Salah satu isomernya, ii,2,iv-trimetilpentana atau disebut isooktana ialah komponen utama pada bensin dan digunakan pada penghitungan bilangan oktan.

Sama seperti hidrokarbon suku rendah lainnya, oktana dan isomernya begitu mudah terbakar. Sebutan “Oktan” seringkali digunakan untuk menyebut “bilangan oktan” (nama yang diberikan kepada salah satu isomer oktana, isooktana, karena mempunyai kemampuan untuk mengurangi ketukan mesin). Bensin yang memiliki angka oktan yang tinggi memiliki kualitas yang lebih baik. walaupun begitu, n-oktana sendiri mempunyai nilai oktan negatif

oktana

Isomer

Oktana memiliki delapan belas ( 18 ) isomer struktur (24 jika termasuk dengan stereoisomer):

Oktana ( n-oktana ) 2- Metilheptana three- Metilheptana ( 2enantiomer ) 4- Metilheptana 3- Etilheksana two,ii- Dimetilheksana 2,3- Dimetilheksana (two enantiomer) 2,four- Dimetilheksana (2 enantiomer) 2,5- Dimetilheksana 3,3- Dimetilheksana 3,four- Dimetilheksana (2 enantiomers+ one senyawa meso) 3-Etil-2- metilpentana three-Etil-3- metilpentana two,2,3- Trimetilpentana (2 enantiomer) 2,ii,4- Trimetilpentana (isooktana) ii,3,3- Trimetilpentana 2,3,4- Trimetilpentana

2,2,3, three-Tetrametilbutana

Rumus Struktur Oktana

rumus oktana

Bilangan Oktan

bilangan oktan

atau disebut juga octane number merupakan ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam bensin. Nilai bilangan 0 ditetapkan sebagai untuk n-heptana yang sngat mudah terbakar, dan nilai 100 untuk isooktana yang tidak mudah terbakar. Suatu campuran 30 north-heptana dan 70 isooktana akan mempunyai bilangan oktan :

Baca :   Yang Merupakan Isomer Dari 2 3 Dimetil 1 Butena Adalah

=(30/100×0) + (lxx/100×10) = seventy

Bilangan oktan bensin bisa ditentukan melalui uji pembakaran sampel bensin untuk mendapatkan karakteristik pembakarannya. Karakteristik tersebut lalu dibandingkan dengan karakteristik pembakaran dari berbagai campuran n-heptana dan isooktana. andai ada karakteristik yang sesuai, maka kadar isooktana dalam campuran northward-heptana dan isooktana itu juga digunakan untuk menyatakan nilai bilangan oktan dari bensin yang diuji.

Nama

oktan


itu sendiri berasal dari oktana
(C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang mempunyai sifat kompresi paling bagus;karena oktana bisa dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami pembakaran spontan, tak seperti yang terjadi pada heptana, contohnya, yang dapat terbakar spontan walaupun baru ditekan sedikit.

Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin itu terdiri dari campuran setara dengan campuran 87% oktana dan 13% heptana. Bensin tersebut akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi tertentu yang diberikan, hingga hanya di khususkan untuk mesin kendaraan yang mempunyai ratio kompresi yang tidak melebihi angka tersebut

Cara Menaikan Kadar Oktan Bensin

menaikan kadar oktan

pada bensin ialah dengan mencampurkan nhya pada kapur barus, karna kapur barus mengandung napthalena, salah satu unsur kimia yang bisa menambah angka oktan pada bensin . naftalena ialah salah satu komponen yang termasuk benzena aromatikhidrokarbon. naftalena mempunyai kemiripan sifat yang memungkinkan naptalena menjadi bahan adiktif bensin untuk menaikan angka oktan pada bensin. yaitu sifat pembakaran yang baik dan mudah menguap sehingga tidak meninggalkan getah padat pada bagian bensin.

penggunaan naftalena pada bahan adiktif memang belum terkenal. cara penggunaanya yaitu kapur barus dimasukan langsun ke dalam tanki bensin dan bisa juga dihaluskan agar mudah larut kedalam bensin, namun belum ada penelitian lanjut untuk hal ini mengenai efek buruk nya

Artikel Terkait :

  • Contoh Senyawa Ion
  • Contoh Molekul Unsur

Mungkinkah Suatu Bahan Bakar Mempunyai Angka Oktan 110 Jelaskan

Sumber: https://pedidikanindonesia.com/mungkinkah-suatu-bahan-bakar-mempunyai-angka-oktan-110-jelaskan/

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …