Logam Yang Memiliki Sifat Tahan Terhadap Korosi Adalah

KlikBelajar.com – Logam Yang Memiliki Sifat Tahan Terhadap Korosi Adalah

KENAPA ALUMUNIUM LEBIH AWET DAN TAHAN  TERHADAP KOROSI (BERKARAT)

Lia Nadia Fithriyani     G1F009036


Dien Puspita C     G1F009038



Ning Uswiyatun     G1F009040


Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto,

Jawa Tengah

________________________________________________________________________________

ABSTRACT
Korosi dapat kita jumpai pada bangunan bangunan maupun peralatan yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya. Korosi juga dapat terjadi pada komponen komponen renik peralatan elektronik dan permesinan yang terbuat dari baja. Penanganan korosi juga merupakan usaha yang mahal dan berpotensi membuat polisi lingkungan. Korosi tidak dapat di cegah, yang dapat dilakukan hanya meminimalkannya.
Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan tidak langsung. Kerugian langsung berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau struktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung dapat berupa aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi. Bahkan kerugian tidak langsung dapat berupa terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Keyword: Korosi, Faktor penyebab korosi, Pengendalian


_______________________________________________________________________________________________

Korosi atau perkaratan adalah proses perusakan pada permukaan logam yang disebabkan oleh terjadinya reaksi kimia (reaksi elektrokimia) pada permukaan logam. Pada reaksi ini, terjadi oksidasi pada suatu logam akibat dari pengaruh lingkungan seperti air, oksigen, dan oksida asam yang terlarut dalam air.
Pada permukaan besi (Fe) bisa terbentuk bagian anoda dan katoda yang disebabkan oleh 2 hal, yaitu sebagai berikut.
1.    Perbedaan konsentrasi oksigen terlarut pada permukaan besi. Bagian yang mengandung konsentrasi oksigen terlarut lebih banyak bertindak sebagai katoda (reaksi reduksi), sedangkan bagian yang mengandung oksigen terlarut relative sedikit bertindak sebagai anoda (reaksi oksidasi).
Reaksi yang terjadi yaitu : Fe     –>  Fe2+ + 2e-
2.    Tercampur besi oleh karbon atau logam lain yang mempunyai potensial reduksi lebih besar dari besi. Karena potensial reduksi lebih kecil dari logam tersebut, maka besi akan mengalami oksidasi (anoda) dan menyebabkan korosi.
Faktor yang menyebabkan korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.    Faktor yang berasal dari bahan itu sendiri
Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Bahan-bahan yang bersifat korosif terdiri atas asam, basa, garam, baik dalam bentuk senyawa anorganik maupun organik.
2.    Faktor lingkungan.
Faktor lingkungan yang paling sering menyebabkan korosi di industri farmasi yaitu kelembaban yang tinggi. Selain itu, penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara  dapat mempercepat proses korosi. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat mempercepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut.

Baca :   Contoh Benda Yang Terbuat Dari Logam

Kerusakan komponen dan peralatan industri akibat fenomena korosi mengambil porsi sangat besar dari biaya industri. Penanganan kerusakan tersebut harus ditangani secara tuntas dengan pendekatan dua arah yaitu mengetahui penyebab utama fenomena korosi . Dengan demikian kerusakan sejenis tidak terjadi di masa akan datang. Tindakan pencegahan untuk penanganan korosi pada pabrik akan lebih terararh dan menghemat sumber daya perusahaan.

Cara untuk mengendalikan terjadinya korosi dapat dilakukan dengan beberapa hal, diantaranya :
1.    Cara Pelapisan (Coating)
Pelapisan merupakan cara umum dan paling banyak diterapkan untuk mengendalikan korosi, untuk melindungi logam dari lingkungan yang korosi. Macam-macam dari pelapisan sangat banyak, diantaranya :
•    Pengecatan
Cat yang mengandung timbal dan zink (seng) dapat menghindarkan kontak dengan udara dan air sehingga melindungi besi terhadap korosi.

Gambar 2. pengecatan pada alat (besi)

•    Pelapisan Seng (Zn) dan Timah
Seng (Zn) dan timah digunakan sebagai logam pelapis untuk melindungi besi dan korosi. Caranya yaitu dengan memperhatikan nilai potensial elektroda standar seng dan timah terhadap besi.
Fe2+ (aq) + 2e    –> Fe (s)    E0 = -0,44 volt
Zn2+ (aq) + 2e –> Zn (s)    E0 = 0,76 volt
Sn2+ (aq) + 2e    –> Sn (s)    E0 = 0,14 volt
2.    Cara proteksi katodik (katode pelindung)
Prinsip dari pengendalian korosi dengan cara proteksi katodik yaitu logam besi dihubungkan dengan logam lain yang bertindak sebagai anoda dan besi sebagai katoda. Jadi, logam yang digunakan untuk melindungi besi harus yang lebih mudah teroksidasi daripada logam besi yaitu memiliki potensial reduksi yang lebih negative daripada besi. Umumnya digunakan logam Magnesium (Mg). Korosi besi juga dapat dicegah dengan menghubungkan besi tersebut dengan kutub negative sumber listrik.
3.    Perancangan
Perancangan berhubungan dengan pemilihan material dan pemilihan cara pengendaliannya dalam batas perancangan keseluruhan.
4.    Anoda Karbon
Perlindungan logam dari korosi dengan menggunakan anoda karbon yaitu dengan membandingkan potensial reduksi standar besi dan magnesium.
Fe2+ + 2e    –> Fe (s)    E0 = -0,41 volt
Mg2+ + 2e    –> Mg (s)    E0 = -2,39 volt
Berdasarkan nilai tersebut, Mg2+ lebih sulit direduksi dibandingkan dengan Fe2+ atau sebaliknya, Mg (s) lebih mudah dioksidasi daripada Fe (s). Sepotong Mg yang terhubung dengan besi akan lebih mudah dioksidasi dibandingkan dengan besi.
5.    Pelumuran dengan Oli
Cara ini dilakukan untuk melindungi alat atau mesin dari korosi dengan menghindari kontak dengan air.

Baca :   Sinar Sinar Istimewa Pada Cermin Cekung

Kenapa Aluminium lebih awet dan tidak berkarat???

Aluminium diambil dari bahasa Latin: alumen, alum. Orang-orang Yunani dan Romawi kuno menggunakan alum sebagai cairan penutup pori-pori dan bahan penajam proses pewarnaan. Sumber unsur ini tidak terdapat bebas, bijih utamanya adalah bauksit. Aluminium murni adalah logam yang lunak, tahan lama, ringan, dan dapat ditempa dengan penampilan luar bervariasi antara keperakan hingga abu-abu, tergantung kekasaran permukaannya. Kekuatan tarik Aluminium murni adalah 90 MPa, sedangkan aluminium paduan memiliki kekuatan tarik berkisar hingga 600 MPa.

Jenis dan pengaruh unsur-unsur paduan terhadap perbaikan sifat aluminium antara lain:
1.    Silikon (Si)
Dengan atau tanpa paduan lainnya silikon mempunyai ketahanan terhadap korosi. Bila bersama aluminium ia akan mempunyai kekuatan yang tinggi setelah perlakuan panas, tetapi silikon mempunyai kualitas pengerjaan mesin yang jelek, selain itu juga mempunyai ketahanan koefisien panas yang rendah.
2.    Tembaga (Cu)
Dengan unsur tembaga pada aluminium akan meningkatkan kekerasannya dan kekuatannya karena tembaga bisa memperhalus struktur butir dan akan mempunyai kualitas pengerjaan mesin yang baik, mampu tempa, keuletan yang baik dan mudah dibentuk.
3.    Magnesium (Mg)
Dengan unsur magnesium pada aluminium akan mempunyai ketahanan korosi yang baik dan kualitas pengerjaan mesin yang baik, mampu las serta kekuatannya cukup.
4.    Nikel (Ni)
Dengan unsur nikel aluminium dapat bekerja pada temperature tinggi, misalnya piston dan silinder head untuk motor.
5.    Mangan (Mn)
Dengan unsur mangan aluminium sangat mudah dibentuk, tahan korosi baik, sifat dan mampu lasnya baik.
6.    Seng (Zn)
Umumnya seng ditambahkan bersama-sama dengan unsur tembaga dalam prosentase kecil. Dengan penambahan ini akan meningkatkan sifat-sifat mekanik pada perlakuan panas, juga kemampuan mesin.
7.    Ferro (Fe)
Penambahan ferro dimaksud untuk mengurangi penyusutan, tapi penambahan ferro (Fe) yang besar akan menyebabkan struktur perubahan butir yang kasar, namun hal ini dapat diperbaiki dengan Mg atau Cr.
8.    Titanium (Ti)
Penambahan titanium pada aluminium dimaksud untuk mendapat struktur butir yang halus. Biasanya penambahan bersama-sama dengan Cr dalam prosentase 0,1%, titanium juga dapat meningkatkan mampu mesin.

Baca :   Yang Merupakan Proses Respirasi Anaerob Adalah

Aluminium terkenal sebagai bahan yang tahan terhadap korosi. Sebenarnya, aluminium berkarat dengan cepat membentuk aluminium oksida (Al2O3). Hal ini disebabkan oleh fenomena pasivasi, yaitu proses pembentukan lapisan aluminium oksida (Al2O3) di permukaan logam aluminium segera setelah logam terpapar oleh udara bebas. Lapisan aluminium oksida ini mencegah terjadinya oksidasi lebih jauh. Namun, pasivasi dapat terjadi lebih lambat jika dipadukan dengan logam yang bersifat lebih katodik, karena dapat mencegah oksidasi aluminium.

Jadi, bahan yang digunakan untuk alat pada industri farmasi sebaiknya dari alumunium, mengingat keuntungannya yang lebih banyak dan lebih baik.

REFERENSI

Alwi,Ibrahim. 1994. Lingkungan Korosi Aqueous. Bandung : ITB
Chandler,K.A. 1985. Marine and Offshone Corrosion. Batter Work
Denny,A Jones. 1982. Principels and Prevention of Corrosion. Macmillan: Pablishing co
Oxtoby,David W. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Jakarta: Erlangga
Sudarmo, Unggul. 2006. KIMIA SMA. Jakarta: Erlangga

Logam Yang Memiliki Sifat Tahan Terhadap Korosi Adalah

Sumber: https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/25/kenapa-alumunium-lebih-awet-dan-lebih-tahan-lama-terhadap-korosi-berkarat/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …