Konfigurasi Elektron Yang Tidak Stabil Adalah

Konfigurasi Elektron Yang Tidak Stabil Adalah

Didalam artikel ini terdapat 9 buah contoh soal kimia SMA materi konfigurasi elektron diserta pembahasan dan kunci jawabannya.  Berikut adalah soal-soalnya.



Soal 1:
Menentukan Konfigurasi Atom yang Benar



Konfigurasi elektron yang tepat untuk atom Cu dengan nomor atom 29 adalah . . . .

A. [Ar] 3d⁹4s²

B. [Ar] 3d¹⁰4s¹

C. [Ar] 4d⁹5s¹

D. [Ar] 4d⁹5s²

E. [Ar] 4d¹⁰5s¹


Pembahasan :

Cu memiliki nomor atom 29, artinya Cu memiliki 29 elektron.

Konfigurasi elektron Cu

1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d⁹

Perhatikan kulit valensinya yaitu 4s² 3d⁹


Ingat!!

Konfigurasi elektron yang stabil adalah yang orbitalnya terisi penuh atau setengah penuh elektron.


Pada kulit valensi atom Cu diatas, subkulit 4s-nya penuh terisi oleh elektron sedangkan subkulit 3d-nya tidak penuh ataupun setengah penuh ( subkuit d itu maksimum diisi oleh 10 elektron, setengah penuhnya adalah 5 elektron). Jadi konfigurasi ini kurang stabil, sehingga atom akan mengeksitasi(mentransfer) satu buah elektron dari subkulit 4s ke subkulit 3d, sehingga konfigurasi elektronnya menjadi:

1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s¹ 3d¹⁰


Subkulit 4s-nya setengah penuh, sedangkan sub kulit 3d-nya penuh terisi oleh elektron. Hal ini lebih disukai oleh elektron karena bersifat lebih stabil.


Karena konfigurasi elektron diatas agak panjang, biasanya kita akan enyingkan dengan menggunakan konfigurasi atom golongan gas mulia. Untuk atom Cu, atom gas mulia yang mengdekati adalah Ar dengan nomor atom 18, sehingga konfigurasi elektronnya menjadi :

[Ar] 4s¹ 3d¹⁰  atau [Ar] 3d¹⁰ 4s¹




Jawaban : B


Soal 2:

Menentukan Jumlah Orbital dan jumlah Maksimum Elektron di Setiap Subkulit



Pernyataan yang benar tentang jumlah orbital dalam subkulit adalah . . . .

A. Jumlah orbital subkulit s = 2

B. Jumlah orbital subkulit d = 5

C. Jumlah orbital subkulit f = 8

D. Jumlah orbital subkulit g = 10

E. Jumlah orbital subkulit h = 14

Baca :   Jika Tegangan Maksimum Sumber Arus Bolak Balik 200v


Pembahasan :

Sub kulit s memiliki nilai bilangan kuantum azimuth (l) = 0, sehingga nilai bilangan kuantum magnetiknya hanya satu yaitu 0 ( karena nilai m adalah dari -l, 0 sampai +l).


Jika hanya punya satu nilai m, maka orbitalnya juga cuma satu ( dilambangkan dengan satu kotak). Kita ketahui bahwa jumlah maksimum elektron dalam satu orbital (satu kotak) hanya muat dua elektron, sehingga jumlah maksimum elektron di subkulit s adalah 2 buah elektron.


Dengan metode yang sama akan didapatkan ringkasan sebagai berikut :




Jawaban : B



Soal 3:
Menentukan Urutan Pengisian Elektron pada Subkulit



Urutan penempatan elektro dari tingkat energi terendah yang benar adalah . . . .

A. 1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p 4d

B. 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 4d

C. 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s

D. 1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p 5s

E. 1s 2s 2p 3s 3p 4s 4d 4p 5s


Pembahasan:

Untuk menentukan urutan pengisian elektron dalam atom, kita harus mematuhi aturan Hund yaitu pengisian elektron dimulai dari orbital dengan tingkat energi paling rendah ke tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan urutan berikut :

1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p dan seterusnya. Ikuti saja arah anak panah.



Soal 4:


Aturan Pengisian Elektron



Pernyatan bahwa elektron akan menempati subkulit yang energinya paling rendah kemudian bertahap ke tingkat energi yang lebih tinggi, merupakan prinsip dari kaidah . . . .
A. Aufbau
B. Heisenberg
C. Max Planck
D. Schrodinger
E. Wolfgang Pauli


Pembahasan:

Aufbau

Pengisian elektron dimulai dari subkulit berenergi rendah sampai penuh, baru kemudian mengisi subkulit yang energinya lebih tinggi.

Aturan Hund

Pada pengisian orbital orbital suatu subkulit, elektron akan mengisi orbital dengan spin yang paralel terlebih dahulu, baru kemudian mengisi orbital dengan spin yang berbeda.

Azas Larangan Pauli

Tidak boleh ada dua elektron dalam sebuah atom yang memiliki empat nilai bilangan kuantum yang sama. Hal ini juga sesuai dengan arah perputaran elektron yang tidak boleh sama, melainkan harus berlawanan sehingga bilangan kuantum spinnya berbeda walaupun ketiga bilangan kuantum lainnya sama.



Jawaban: A



Soal 5:
Menentukan konfigurasi elektron dari ion positif atau ion negatif



Jika diketahui Fe memiliki nomor atom 26 dan massa atomnya adalah 56, konfigurasi elektron dari ion Fe³+ adalah . . . .
A. [Ar] 4s² 3d⁸
B. [Ar] 4s² 3d³
C. [Ar] 4s¹ 3d⁹
D. [Ar] 3d⁸
E. [Ar] 3d⁵

Baca :   Soal Soal Logaritma Kelas 10


Pembahasan:

Fe nomor atomnya = 26 dan nomor massanya = 56. Berarti atom Fe mempunyai 26 elektron.
Konfigurasi elektron Fe
[Ar] 4s² 3d⁶

Jika mebentuk ion Fe³+ , artinya atom Fe melepas 3 buah elektronnya, sehingga jumlah elektron ion Fe³+ menjadi = 26 – 3 = 23

Elektron dari sub kulit mana yang akan dibuang terlebih dahulu?? Apakah 4s atau 3d??

Untuk menjawabnya kita harus ingat kembali konsep bahwa elektron yang mudah lepas adalah elektron yang berada pada kulit paling luar (lihat harga bilangan kuantum utamanya (n)) . Hal ini disebabkan gaya tarik inti terhadap elektron tersebut akan semakin kecil. Subkulit 4s harga n-nya adalah 4 sedangkan subkulit 3d harga n-nya adalah 3, sehingga elektron yang keluar terlebih dahulu adalah yang berada di subkulit 4s baru kemudian 3d.

Konfigurasi elektron ion Fe³+ menjadi : [Ar] 4s⁰ 3d⁵ atau [Ar] 3d⁵



Jawaban: E



Soal 6:
Menentukan Kulit dan jumlah elektron Valensi Suatu Atom



Kulit valensi dan jumlah elektron valensi yang terdapat pada atom 23V adalah . . . .
A. Kulit valensi 3d dan jumlah elektron valensi 3
B. Kulit valensi 3d dan jumlah elektron valensi 5
C. Kulit valensi 3d, 4s dan jumlah elektron valensi 3
D.  Kulit valensi 3d, 4s dan jumlah elektron valensi 5
E.  Kulit valensi 3d, 4s dan jumlah elektron valensi 7



Pembahasan

:

Atom V dengan nomor atom 23 memiliki konfigurasi elektron :

1s² 2s² 2p⁶ 2s² 3p⁶ 4s² 3d³

Formula Summary

Untuk menentukan Kulit valensi lihat saja ujung konfigurasi elektronnnya :\

    1. Jika berakhir di subkulit s, maka kulit valensinya adalah ns^× , dengan x adalah elektron valensinya.

    1. Jika berakhir di subkulit p, maka kulit valensinya adalah ns^× np^y , dengan x + y adalah elektron valensi. Harga n untuk subkukit s dan p nya sama, misalnya : 3s 3p, 4s 4p dan seterusnya.

    1. Jika berakhir di subkukit d, maka kulit valensinya adalah ns^× (n – 1)d^y dengan x + y adalah jumlah elektron valensi. Harga n untuk s lebih tinggi satu tingkat dibandingkan dengan d. Misalnya : 4s 3d, 5s 4d dan sebagainya.

      Nah untuk soal diatas, ujung konfigurasinya adalah 3d, maka pasangannnya adalah subkulit s yang harga n-nya satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengannya yaitu 4s

      Kulit valensi = 4s² 3d³

      Jumlah elektron valensi = 2 + 3 = 5



      Jawaban : D



      Soal 7:Menentukan Nomor Atom Suatu Unsur Jika Diketahui Konfigurasi Ionnnya



      Ion

      mempunyai konfigurasi elektron 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d¹⁰ 4p⁶ 5s² 4d¹⁰ 5p⁶. Nomor atom A adalah . . . .
      A. 52
      B. 54
      C. 56
      D. 58
      E. 60

      Baca :   Jika Air Panas Dicampur Dengan Air Dingin Akan Menimbulkan


      Pembahasan
      :

      Konfigurasi ion A²‐ adalah :
      1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d¹⁰ 4p⁶ 5s² 4d¹⁰ 5p⁶

      Jumlah elektron ion A²- = 54

      Ion A²- terbentuk ketika atom A menerima 2 buah elektron sehingga jumlah elektron atom A mula – mula adalah = 54 – 2 = 52

      Jumlah elektron = Nomor atom = 52





      Jawaban : A





      Soal 8



      Jika konfigurasi elektron ion B²+ adalah 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 3d¹⁰ 4s², nomor atom B adalah . . . .
      A. 28
      B. 30
      C. 32
      D. 34
      E. 36


      Pembahasan
      :

      Konfigurasi elektron ion

      adalah :
      1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 3d¹⁰ 4s²

      Jumlah elektron ion B²+ = 30

      ion B²+ terbentuk ketika atom B melepas 2 buah elektronnya, sehingga jumlah elektron atom B mula – mula adalah = 30 + 2 = 32



      Jawaban: C


      Soal 9:
      Menentukan jumlah orbital yang terisi penuh oleh elektron


      Unsur 35Br memiliki orbital yang terisi penuh sebanya . . . . .orbital
      A. 3
      B. 8
      C. 15
      D. 17
      E. 18


      Pembahasan
      :

      Konfigurasi elektron Br dengan nomor atom 35 :
      1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d¹⁰ 4p⁵

      Ingat !!

      Subkulit s penuh terisi 2 elektron dengan 1 orbital
      Subkulit p penuh terisi 6 elektron dengan 3 orbital
      Subkulit d penuh terisi 10 elektron dengan 5 orbital
      Subkulit f penuh terisi 15 elektron dengan 7 orbital

      Kita lihat ada 4 subkulit s yang terisi penuh oleh elektron yaitu 1s², 2s², 3s² dan 4s², sehingga jumlah orbitalnya ada 4

      Subkulit p yang terisi penuh ada 2 yaitu 2p⁶ (3 orbital) dan 3p⁶ (3 orbital), sedangkan untuk 4p⁵ tidak terisi penuh elektron. Untuk mengetahui jumlah orbital yang terisi penuh oleh elektron pada subkulit maka kita perlu menggambar diagram orbitalnya, yaitu :

      Dari diagram orbital diatas kita bisa melihat bahwa hanya 2 buah orbital daja dari subkulit 4p yang diisi penuh oleh elektron.


      Sehingga jumlah orbital sub kulit p ada = 3 + 3 + 2 = 8


      Sub kulit d yang terisi penuh oleh elektron hanya satu yaitu 3d¹⁰, sehingga banyaknya orbital ada 5 buah.


      Jadi, total orbital yang terisi penuh oleh elektron

      = 4 + 8 + 5 = 17 orbital



      Jawaban : D

      Nah, itulah 9 buah contoh soal kimia SMA tentang konfigurasi elektron yang dapat saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga bermanfaat.




      Artikel ini telah diupdate tanggal 3 September 2022.








      Bantu Orang Untuk Temukan Artikel Ini Lewat Tombol Share Di Bawah Ini


      Konfigurasi Elektron Yang Tidak Stabil Adalah

      Sumber: https://www.avkimia.com/2016/08/a-menjawab-soal-kimia-tentang-konfigurasi-elektron.html

      Check Also

      Contoh Soal Perkalian Vektor

      Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …