Kenaikan Produksi Ikan Terbesar Terjadi Pada Tahun

Kenaikan Produksi Ikan Terbesar Terjadi Pada Tahun

Ilustrasi nelayan. TEMPO/Lazyra Amadea Hidaya


TEMPO.CO,
Jakarta
– Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Jembrana, Bali, turun hingga 50 persen pada 2016 setelah perairan Selat Bali mengalami paceklik ikan sekitar 8 bulan terakhir.

“Dibandingkan hasil tangkapan tahun 2015, pada tahun 2016 tangkapan ikan nelayan turun sekitar 50% lebih,” kata Kepala Seksi Tata Kelola Dan Pelayanan Usaha, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Bagus Sudananjaya, Rabu (18 Januari 2017).

Baca :   Berikut Yang Tidak Mempengaruhi Besarnya Usaha Adalah

Ia mengatakan, pada 2015 hasil tangkapan ikan nelayan mencapai 17.000 ton, sementara sepanjang 2016 hanya 7.000 ton dengan nilai jual Rp34,6 miliar.

Menurut dia, tangkapan ikan di Selat Bali didominasi ikan jenis lemuru, yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan sarden oleh pabrik-pabrik yang banyak terdapat di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.

Menyinggung penyebab turunnya hasil tangkapan tersebut, ia mengaku, pihaknya tidak tahu pasti, hanya menduga disebabkan cuaca ekstrem yang terjadi sejak pertengahan 2016.

Ia mengatakan, antara bulan Maret hingga Juli 2016 hasil tangkapan ikan sempat naik, namun langsung turun drastis saat memasuki bulan Agustus hingga saat ini.

“Karena tidak mendapatkan ikan, banyak nelayan yang libur, atau kerja hanya beberapa hari dalam satu bulan. Biasanya nelayan sini bekerja sekitar 20 hari, yaitu saat gelap bulan, dan libur saat purnama,” katanya.

Madek, anak buah perahu selerek, jenis perahu yang paling banyak digunakan nelayan di Desa Pengambengan dan sekitarnya mengatakan, mereka hanya bisa menunggu hingga ada ikan lagi di Selat Bali.

Menurut dia, saat gelap bulan, dari ratusan perahu selerek yang berlabuh di PPN Pengambengan dan muara Desa Perancak, biasanya ada dua atau tiga unit yang mencoba untuk melaut.

“Kalau mereka mendapatkan ikan, biasanya perahu-perahu yang lain menyusul untuk melaut. Tapi sekitar delapan bulan terakhir, saat melaut, perahu kami lebih banyak kosongnya daripada isi,” kata Madek.

Perahu selerek yang berjalan berpasangan, mampu menampung 30 hingga 40 nelayan, yang bekerja sepanjang malam mencari ikan lemuru dan tongkol hingga ke perairan di Kabupaten Tabanan dan Badung.

Dalam kondisi paceklik ikan di Selat Bali, beberapa diantaranya nekat berangkat ke perairan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Tiimur saat mendengar di wilayah itu nelayan setempat mendapatkan ikan.

Baca :   Pada Gambar Berikut Panjang Ab Adalah

BISNIS.COM






Rekomendasi Berita

Pemerintah Biak Minta Garuda Tambah Penerbangan untuk Dukung Ekspor

18 hari lalu


Pemerintah Biak Minta Garuda Tambah Penerbangan untuk Dukung Ekspor

Jika frekuensi penerbangan Garuda Indonesia bertambah, volume ekspor perikanan dari investor ke negara tujuan ekspor bisa lebih meningkat.

BUMN Perikanan Ungkap Penyebab Belum Bisa Masuk Pasar Ekspor Eropa

27 hari lalu


BUMN Perikanan Ungkap Penyebab Belum Bisa Masuk Pasar Ekspor Eropa

PT Perusahaan Perikanan Indonesia (Perindo) mematok target ekspor sebesar 25 persen pada tahun ini.

Kepala BMKG: Perubahan Iklim Ancam Produktivitas Hasil Panen dan Tangkap Ikan

38 hari lalu


Kepala BMKG: Perubahan Iklim Ancam Produktivitas Hasil Panen dan Tangkap Ikan

BMKG akan terus berupaya meningkatkan layanan informasi cuaca dan iklim baik untuk kepentingan publik serta untuk kepentingan pengguna khusus.

KKP Beri Pelatihan 200 Calon Wirausaha Sektor Perikanan yang Lolos Seleksi

40 hari lalu


KKP Beri Pelatihan 200 Calon Wirausaha Sektor Perikanan yang Lolos Seleksi

KKP menjaring 200 calon wirausaha baru yang diharapkan dapat menjadi penggerak usaha perikanan di berbagai wilayah.

Kejar Target Ekspor Perikanan US$ 8,2 Miliar, Pemerintah Perbaiki Kualitas Petugas Mutu

41 hari lalu


Kejar Target Ekspor Perikanan US$ 8,2 Miliar, Pemerintah Perbaiki Kualitas Petugas Mutu

Kemenko Marves bakal memperkuat kualitas petugas mutu, untuk mewujudkan target RPJMN 2020-2024 dalam bidang pengelolaan kemaritiman dan kelautan.

Menteri KKP Sebut Smart Fisheries Village di Banyumas Selesai Akhir 2022

44 hari lalu


Menteri KKP Sebut Smart Fisheries Village di Banyumas Selesai Akhir 2022

Baca :   Pecahan Yang Senilai Dengan 2 Per 3 Adalah

Smart fisheries village merupakan program yang dikembangkan KKP untuk memperkuat kemandirian desa yang berbasis usaha perikanan.

8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

46 hari lalu


8 Investor Domestik Garap Sektor Perikanan Indonesia Timur, KKP: Dari Sumbawa hingga Mimika

KKP menyatakan ada sebanyak delapan investor domestik yang menyampaikan minatnya untuk berinvestasi senilai Rp156 miliar.

KKP Siap Implementasikan Penangkapan Ikan Terukur Mulai Agustus

49 hari lalu


KKP Siap Implementasikan Penangkapan Ikan Terukur Mulai Agustus

KKP mengatakan sudah siap mengimplementasikan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

PNBP Perikanan Tangkap Tumbuh 111,8 Persen Jadi Rp 731,18 Triliun

49 hari lalu


PNBP Perikanan Tangkap Tumbuh 111,8 Persen Jadi Rp 731,18 Triliun

KKP mencatatkan rekor penerimaan negara bukan pajak atau PNBP perikanan tangkap tumbuh yang 111,8 persen pada semester I 2022.

KKP Perkirakan Realisasi Investasi Semester I 2022 Tembus Rp 4,04 T

49 hari lalu


KKP Perkirakan Realisasi Investasi Semester I 2022 Tembus Rp 4,04 T

KKP memperkirakan realisasi investasi semester 1-2022 diperkirakan mencapai Rp4,04 triliun atau meningkat 36,29 persen

Kenaikan Produksi Ikan Terbesar Terjadi Pada Tahun

Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/837456/produksi-ikan-tangkap-turun-hingga-50-persen

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …