Kemampuan Untuk Melakukan Suatu Usaha Disebut

Kemampuan Untuk Melakukan Suatu Usaha Disebut

“Ukuran mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu.”

Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan dapat dinilai melalui berbagai cara tergantung pada laba dan aktiva atau modal yang akan diperbandingkan satu dengan lainya.

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri.

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

Rasio keuntungan atau profitability ratios adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan atau merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu (biasanya semesteran, triwulanan dan lain-lain) untuk melihat kemampuan perusahaan dalam beroperasi secara efisien.

Margin laba kotor merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba kotor terhadap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan. Laba kotor yang dipengaruhi oleh laporan arus kas memaparkan besaran laba yang didapatkan oleh perusahaan dengan pertimbangan biaya yang terpakai untuk memproduksi produk atau jasa.Rumus Gross Profit Margin = (laba kotor : laba pendapatan) x 100%

Net profit margin atau margin laba bersih merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Margin laba bersih ini disebut juga profit margin ratio. Rasio ini mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan. Semakin tinggi Net profit margin semakin baik operasi suatu perusahaan.

Tingkat pengembalian aset merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase keuntungan (laba) yang diperoleh perusahaan terkait sumber daya atau total asset sehingga efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola asetnya bisa terlihat dari persentase rasio ini.

Return on Equity Ratio (ROE) merupakan rasio profitabilitas untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham perusahaan tersebut yang dinyatakan dalam persentase. ROE dihitung dari penghasilan (income) perusahaan terhadap modal yang diinvestasikan oleh para pemilik perusahaan (pemegang saham biasa dan pemegang saham preferen). Return on equity menunjukkan seberapa berhasil perusahaan mengelola modalnya (net worth), sehingga tingkat keuntungan diukur dari investasi pemilik modal atau pemegang saham perusahaan.Rumus Return on Equity = laba bersih sesudah pajak : ekuitas pemegang saham

Return on Sales merupakan rasio profitabilitas yang menampilkan tingkat keuntungan perusahaan setelah pembayaran biaya-biaya variabel produksi seperti upah pekerja, bahan baku, dan lain-lain sebelum dikurangi pajak dan bunga. Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan yang juga disebut margin operasional (operating margin) atau Margin pendapatan operasional (operating income margin).Rumus Return on Sales = (laba sebelum pajak dan bunga : penjualan) x 100%

Return on Capital Employed (ROCE) merupakan rasio profitabilitas yang mengukur keuntungan perusahaan dari modal yang dipakai dalam bentuk persentase (%).  Modal yang dimaksud adalah rkuitas suatu perusahaan ditambah kewajiban tidak lancar atau total aset dikurangi kewajiban lancar. ROCE mencerminkan efisiensi dan profitabilitas modal atau investasi perusahaan.

Return on investment merupakan rasio profitabilitas yang dihitung dari laba bersih setelah dikurangi pajak terhadap total aktiva. Return on investment berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah aktiva secara keseluruhan yang tersedia pada perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin baik kondisi suatu perusahaan.Rumus ROI = ((laba atas investasi – investasi awal) : investasi) x 100%

Earning per share merupakan rasio profitabilitas yang menilai tingkat kemampuan per lembar saham dalam menghasilkan laba untuk perusahaan. Manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat memperhatikan earning per share karena menjadi indikator keberhasilan perusahaan.Rumus EPS = (laba bersih sesudah pajak – dividen saham preferen) : jumlah saham yang telah beredar

Profitabilitas berfungsi atau dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal di bawah ini, yaitu:

Proses meningkatkan nilai guna dari suatu produk baik berbentuk barang ataupun jasa merupakan salah satu dari kegiatan produksi. Lalu apa itu pengertian, contoh kegiatan proses produksi adalah? Blog Mekari Jurnal akan mengulasnya disini.

Setiap barang yang dijual pasti telah melewati berbagai proses di perjalanannya.

Misalnya saja ketika Anda memiliki bisnis baju, sebelum Anda menjualnya, pasti ada beberapa proses yang harus dilalui, mulai dari membeli bahan, mengukurnya, menjahit, hingga menjadi satu model baju terbaik.

Lalu membaca tulisan ini sampai selesai Anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti:

  • Proses meningkatkan nilai guna dari suatu produk baik berbentuk barang ataupun jasa merupakan salah satu dari apa?
  • Cara atau teknik menciptakan atau menambah nilai guna barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi disebut apa?
  • Kegiatan mencipta atau menambah nilai barang disebut apa?
  • Kegiatan menambah nilai guna benda adalah disebut apa?
Baca :   Cara Cek Barcode New Balance

Coba Fitur Aplikasi Laporan Keuangan Perusahaan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan Akurat

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di bawah ini, kita akan membahas mengenai bagaimana cara meningkatkan kualitas dan kuantitas barang yang akan diproduksi.

Namun, sebelum Anda mengetahui terkait topik ini lebih lanjut, cobalah Anda memahami proses yang terjadi selanjutnya, yakni mengenai distribusi dan konsumsi.

Kenapa begitu? Karena produksi, distribusi, dan konsumsi tidak bisa dipisahkan, di mana ketiganya memiliki keterikatan satu sama lain. Sebuah aplikasi inventaris yang baik sebenarnya dapat melengkapi ketiga proses tersebut agar lebih efisien.

Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari proses produksi disebut

Baca Juga : Tips Cara Meningkatkan Cash Flow Bisnis Secara Maksimal

Apa itu Pengertian Produksi?

Pasti Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah produksi? Namun, apakah Anda sudah memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan kegiatan produksi adalah seperti apa?

Kegiatan Produksi adalah merupakan kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan.

D imana, kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.

Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa produksi mengandung dua hal penting yaitu menciptakan nilai guna seperti membangun rumah, membuat pakaian, membuat tas, membuat sepeda, dan sebagainya.

Juga menambah nilai guna seperti memperbaiki televisi, memperbaiki sepatu, memperbaiki atau memodifikasi mobil atau motor, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen.

Berdasarkan pengertian tersebut maka produksi mengandung dua hal pokok, yaitu menciptakan nilai guna seperti membangun rumah, membuat pakaian, membuat tas dan membuat sepeda serta menambah nilai guna seperti memperbaiki televisi, memperbaiki sepatu dan memperbaiki atau memodifikasi mobil/motor.

Baca Juga : Proses dan Siklus Akuntansi yang Penting Dipahami Pebisnis

Faktor-Faktor Produksi

Untuk menambah nilai guna dalam sebuah barang dan/atau jasa, tentu harus ada faktor-faktor pendukungnya.

Hal ini bertujuan untuk mencapainya nilai guna yang diinginkan. Lalu, faktor apa saja yang mendukung proses produksi ini?

Setidaknya terdapat 4 (empat) faktor yang memengaruhi seperti Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Modal, dan Keahlian.

Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari proses produksi disebut

Untuk lebih jelasnya, cek penjelasannya lebih lanjut seperti yang ada di bawah ini.

  • Sumber Daya Alam (SDA)

Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, faktor SDA ini merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam dan dapat dimanfaatkan manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran misalnya lingkungan alam, lahan, maupun kekayaan yang terkandung di dalam tanah.

Sumber daya alam seperti :

  • Udara, tanah, air dan sinar matahari.
  • Hewan dan tumbuhan.
  • Mineral dan bahan tambang lainnya.
  • Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM atau Sumber Daya Manusia juga menjadi salah satu faktor yang mendorong tercapainya proses produksi.

Di mana, SDM merupakan kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang.

Menurut kualitasnya, SDM dibedakan menjadi tiga yaitu:

  • Tenaga kerja terdidik, tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal untuk dapat melaksanakan pekerjaannya. Contohnya dokter, arsitek serta dosen.
  • Tenaga kerja terampil, tenaga kerja yang memerlukan keterampilan khusus agar bisa melaksanakan pekerjaannya. Contohnya penjahit, tukang, supir dan kapster salon.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, tenaga kerja yang tidak membutuhkan pendidikan atau pelatihan tertentu agar bisa melakukan pekerjaannya. Contohnya asisten rumah tangga, kuli bangunan dan petugas kebersihan.
Baca :   Contoh Perubahan Energi Panas Menjadi Energi Listrik

Sementara itu, menurut sifat pekerjaannya, dapat dibedakan menjadi :

  • Tenaga kerja jasmani, tenaga kerja yang mengandalkan tenaga untuk melaksanakan pekerjaannya. Contohnya petugas kebersihan, tukang becak dan kuli angkut.
  • Tenaga kerja rohani, tenaga kerja yang mengandalkan pikiran dan perasaan dalam melaksanakan pekerjaannya. Contohnya dosen, guru, seniman dan psikolog.

Baca Juga : Manajemen SDM: Kenali Fungsi dan Tujuannya

  • Sumber Daya Modal

Faktor selanjutnya adalah sumber daya modal yang menjadi alat atau barang jadi.

Sumber daya ini akan digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan barang.

Dimana, modal ini harus dimiliki produsen atau Anda sebagai pemilik perusahaan, dan tidak harus berbentuk uang.

Modal yang dihasilkan bisa berupa alat-alat produksi seperti gedung, mesin, dan bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.

Modal adalah salah satu faktor penting untuk pengelolaan biaya produksi dalam sebuah perusahaan.

Berdasarkan Sifatnya:

  • Modal tetap, modal yang dapat dipakai secara berulang-ulang. Contohnya bangunan, mesin dan peralatan.
  • Modal lancar, modal yang akan habis digunakan dalam setiap proses produksi. Contohnya bahan baku untuk produksi.

Berdasarkan Sumbernya:

  • Modal sendiri,modal yang sumbernya berasal dari perusahaan sendiri.
  • Modal asing, modal yang sumbernya berasal dari luar perusahaan.

Berdasarkan Kepemilikannya:

  • Modal individu, modal yang berasal dari perorangan dimana hasilnya akan menjadi sumber penghasilan bagi pemiliknya.
  • Modal publik, modal yang berasal dari pemerintah dimana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum.

Berdasarkan Bentuknya:

  • Modal konkret, modal yang dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan produksi. Contohnya bangunan, mesin, peralatan dan kendaraan.
  • Modal abstrak, modal yang tidak terlihat secara nyata tapi bernilai bagi perusahaan. Contohnya hak merek, hak paten dan nama baik perusahaan.

  • Keahlian

Keahlian menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjalankan proses kegiatan produksi.

Di mana, keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengoordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa.

Keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa.

Beberapa keahlian yang diperlukan seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating) dan pengawasan (controling).

Baca Juga : Biaya (Cost of Production) dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan

  • Sumber Daya Informasi

Kemajuan teknologi informasi berperan besar dalam kegiatan produksi. Ini meliputi keseluruhan informasi dan data yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengoperasikan bisnis.

Beberapa informasi seperti prediksi kondisi pasar di masa depan, data, informasi ekonomi, pengetahuan karyawan dan lain-lain.

Mengetahui informasi jumlah persediaan stok barang juga sangat penting dalam proses produksi, maka akan lebih baik jika Anda memiliki aplikasi stok barang online maupun aplikasi stock opname yang dapat membantu hal ini.

Apa itu Pengertian Proses Produksi?

Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah bagaimana proses produksi terjadi.

Kegiatan proses produksi adalah tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa.

Dalam prosesnya, terdapat proses kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan yang membutuhkan waktu lama dan waktu singkat.

Waktu lama dalam proses produksi misalnya ketika Anda memiliki proyek pembuatan gedung atau perumahan.

Sedangkan, proses produksi yang membutuhkan waktu singkat seperti pembuatan baju, pembuatan televisi, dan lain-lain.

Selain waktu yang lama dan singkat, ternyata ada juga proses yang dapat langsung dinikmati hasilnya oleh konsumen, misalnya pentas seni, dan sebagainya.

Kendali Penuh Ketersediaan Stok Barang Ada di Tangan Anda! Kelola dengan software inventory dari Jurnal

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari proses produksi disebut

Untuk mengenal proses produksi lebih jelas lagi, dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai 4 (empat) macam proses ini berdasarkan jangka waktu yang dibutuhkan.

Apa saja yang termasuk ke dalam proses kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan tersebut?

  • Pengertian Kegiatan Proses Produksi Pendek

Kegiatan Proses produksi pertama adalah produksi yang memiliki jangka waktu pendek dan bisa terjadi dengan cepat, serta bisa menghasilkan barang atau jasa yang langsung dikonsumsi oleh konsumen, misalnya proses pembuatan makanan ringan, seperti pisang goreng, bakwan, singkong goreng, dan lain-lain.

  • Pengertian Kegiatan Proses Produksi Panjang

Sama dengan namanya, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, misalnya adalah proses untuk membuat gedung atau rumah, bisa juga terjadi dalam proses dalam bercocok tanam seperti menanam padi dan sebagainya.

  • Pengertian Kegiatan Proses Produksi Terus Menerus/Kontinyu

Kegiatan Proses produksi ini adalah biasanya terjadi untuk mengolah bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahap pengerjaan hingga menjadi barang jadi.

Baca :   Nilai Dari 2 Sin 97 5 Sin 52 5

Dimana, bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menghasilkan barang jadi yang siap dikonsumsi.

Misalnya adalah pembuatan kertas, karet, kopi, gula, dan masih banyak lagi.

  • Pengertian Kegiatan Proses Produksi Berselingan/Intermitten

Proses produksi ini biasanya dilakukan untuk mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi.

Seperti, proses pembuatan sebuah pesawat. Di mana, bagian-bagian pesawat dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain.

Setelah semua bagian pesawat selesai, maka proses selanjutnya adalah menggabungkan semua bagian menjadi sebuah pesawat utuh.

Baca Juga : Contoh Laporan Harga Pokok Produksi Perusahaan

Cara Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Barang Produksi

Tidak ada proses yang berhenti. Seiring dengan perkembangan zaman, pasti banyak konsumen yang akan terus menuntut peningkatan kuantitas dan kualitas barang yang akan digunakan.

Karena itulah, proses produksi yang baik, tidak hanya harus memenuhi kuantitas, tapi juga kualitas barang tersebut.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara bersamaan.

  • Intensifikasi

Intensifikasi merupakan upaya meningkatkan hasil produksi dengan cara memperbaiki metode kerja dan meningkatkan produktivitas faktor produksi.

Misalnya, Anda melakukan kegiatan produksi di bidang pertanian, untuk meningkatkan hasil, Anda bisa melakukan pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk yang tepat, pemberantasan hama, pengairan yang cukup, menggunakan mesin-mesin pertanian, serta penggunaan teknologi.

Jika ini dilakukan dengan benar, bukan hanya kuantitas yang Anda dapatkan, tapi kualitas hasil panen pun bisa Anda dapatkan dengan mudah.

  • Ekstensifikasi

Ini menjadi cara kedua untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Dimana, hal ini bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasilnya dengan cara menambah faktor-faktor produksinya, misalnya dalam bidang industri tekstil, dilakukan penambahan tenaga kerja, penambahan bahan baku, atau penggantian mesin-mesin lama ke mesin yang lebih mutakhir.

  • Diversifikasi

Ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan cara mengembangkan atau menambah keanekaragaman jenis hasil produksi.

Misalnya, Anda menjalankan bisnis kopi kekinian, Anda bisa menambahkan varian rasa yang awalnya hanyalah lima rasa, menjadi sepuluh rasa yang bisa menjadi alternatif ketika konsumen sudah mulai bosan.

Baca Juga : Laporan Arus Kas: Pengertian, Cara Pembuatan Dan Contohnya

  • Rasionalisasi

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas adalah rasionalisasi.

Dimana, cara ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan menerapkan sistem manajemen yang lebih efektif dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Misalnya menghemat tenaga manusia dan digunakanlah mesin-mesin baru.

Dengan mengetahui proses kegiatan produksi dengan benar, Anda sebagai seorang pemimpin perusahaan dapat menjalankan fungsi dengan maksimal.

Sebagai HR Manager, Anda bisa membantu proses produksi perusahaan dengan menjamin kuantitas dan kuantitas sumber daya manusia dan keahlian, serta keterampilan masing-masing karyawan.

Memahami masalah ini juga bisa menjadi salah satu cara Anda untuk mulai berpikir strategis dan bisa membantu bisnis berkembang lebih cepat.

Nah, sekarang anda paham kalau proses meningkatkan nilai guna dari suatu produk baik berbentuk barang ataupun jasa merupakan salah satu dari kegiatan produksi.

Lalu Anda juga tahu apa itu pengertian, contoh kegiatan proses produksi adalah sebagaimana telah diulas Blog Mekari Jurnal diatas.

Sekarang Anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti:

  • Proses meningkatkan nilai guna dari suatu produk baik berbentuk barang ataupun jasa merupakan salah satu dari apa?
  • Cara atau teknik menciptakan atau menambah nilai guna barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi disebut apa?
  • Kegiatan mencipta atau menambah nilai barang disebut apa?
  • Kegiatan menambah nilai guna benda adalah disebut apa?

Semoga informasi ini berguna, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media ya!

Jika Anda membutuhkan sebuah aplikasi komputer akuntansi atau aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan, stok barang, membuat laporan keuangan perusahaan, membuat invoice online, Anda dapat mencoba aplikasi Jurnal secara gratis selama 14 hari.

Kemampuan Untuk Melakukan Suatu Usaha Disebut

Sumber: https://berikutyang.com/kemampuan-perusahaan-untuk-memperoleh-laba-dari-proses-produksi-disebut

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …