Jika Atom Natrium Melepaskan 1 Elektron Atom Natrium Bermuatan

KlikBelajar.com – Jika Atom Natrium Melepaskan 1 Elektron Atom Natrium Bermuatan

Dear sobat hitung pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang atom, atom terdiri dari Proton yang bermuatan positif dan Elektron yang bermuatan negatif.

Elektron dapat meninggalkan atom dan juga dapat menerima Elektron, hal ini bisa terjadi karena ada pengaruh dari beberapa faktor seperti; pemanasan , adanya medan listrik, dan medan magnet.

  • Suatu atom bisa dikatakan netral apabila jumlah jumlah dari proton dan elektronnya adalah sama.
  • Apabila atom netral menangkap elektron, maka jumlah elektronnya menjadi lebih banyak dari jumlah protonnya, atom yang menangkap inilah yang dinamakan atom bermuatan negatif.
  • Sebaliknya, atom netral yang melepaskan elektron , maka jumlah protonnya menjadi lebih banyak dari jumlah elktronnya. Dan atom yang melepaskan inilah yang dinamakan atom bermuatan positif.

Atom atom yang bermuatan itulah yang dinamakan dengan ion. Atom akan berubah menjadi ion apabila jumlah elektron dan protonnya tidak sama.

Ion merupakan
atom atau gugus atom yang bermuatan listrik. Ion pertama kali ditemukan oleh ahli fisika dari jerman, yang bernama
Julius Elster
dan
Hans Friedrich Geitel, pada tahun 1899. Beberapa molekul bisa terbentuk melalui ikatan ion. Sebelum berikatan, mula mula atom-atom membentuk ion-ion terlebih dahulu. Contohnya; NaCl yang terbentuk dari atom Na dan Cl.

Atom Na mempunyai 11 elektron, ion Na kekurangan satu elektron sehingga muatannya positif (+1).

 Atom Na akan membentuk ion Na+ sebagai kation sedangkan atom Cl akan membentuk ion Cl¯ sebagai anion. Bagaimanakah pembentukan ion natrium dan ion klorida?

Atom natrium (Na) mempunyai 11 proton dan 11 elektron. Kemudian Atom natrium melepaskan 1 elektron sehingga atom natrium kekurangan elektron atau kelebihan proton. Oleh sebab itu atom natrium berubah menjadi ion natrium (Na+).

Baca :   Sebuah Muatan Listrik Dengan Massa 1 0 Miligram

Atom klor (Cl) mempunyai 17 proton serta 17 elektron. Atom Cl menerima 1 elektron sehingga atom Cl kelebihan elektron atau membentuk ion klorida (Cl¯). Ion Na+ dan ion Cl¯ ini berikatan dan membentuk senyawa NaCl dengan reaksi berikut ini;

Atom Cl mempunyai 17 elektron, agar menjadi stabil harus menerima satu elektron sehingga muatannya negatif (-1)

Na+ + Cl¯ → NaCl

Senyawa yang terbentuk dari ion positif dan ion negatif disebut
senyawa ionik.

Dapatkah kamu memberikan contoh lain dari senyawa ionik?

Berikut ini contoh dari beberapa senyawa ionik;

a. Amonium sulfat ((NH4)2SO4) terbentuk dari ion NH4
+ dan ion SO4
2-.

  1. Tembaga sulfat (CuSO4) terbentuk dari ion Cu2+dan SO4
    2-.
  2. Kalsium karbonat (CaCO3) terbentuk dari ion Ca2+dan ion CO3
    2-.

Lalu Apakah semua zat bisa menghasilkan ion? Ternyata tidak. misalnya gula; Bila gula dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul gula tidak dapat terurai menjadi ion tetapi hanya melarut saja . Senyawa seperti ini disebut senyawa molekul.

Baca Juga : Teori Atom

Berdasarkan muatannya ion bisa dibagi menjadi;

Ion Positif (kation)

Ion ion positif, dikenal dengan nama lain kation, sebagian besar dari ion ini adalah unsur logam yang mengambil nama dari unsur itu sendiri.

Kalium = K +

Kalsium = Ca2+

Kadmium = Cd2 +

Magnesium = Mg2 +

Natrium = Na+

beberapa kation non-logam yang penting untuk diketahui diantaranya;

amonium = NH4+

Hidrogen = H +

hidronium = H3O +

Kation multivalen

Beberapa dari ion logam yang multivalen, yang artinya mereka dapat menunjukkan lebih dari satu muatan listrik. Untuk hal ini ada penamaan sistematis yang menggunakan angka Romawi sebagai berikut;

Cu+
= tembaga (I)

Baca :   Jumlah Dan Hasil Kali Akar Akar Persamaan Kuadrat

Cu2 +
= tembaga (II)

Fe2 +
= besi (II)

Fe3 +
= besi (III)

Hg+
= merkuri (I)

Hg2 +
 = merkuri (II)

Sn2 +
= timah (II)

Sn4 +
= timah (IV)

Ion Negatif (Anion)

Unsur-unsur non-logam umumnya membentuk ion negatif (anion). Nama-nama anion monoatomik semua memiliki akhiran –ida;

Cl
= khlorida

S2-
= sulfida

O2-
= oksida

I
= iodida

H
= hidrida

Ada sejumlah anion poliatomik penting yang bertujuan untuk penamaan, yang dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Beberapa mengikuti pola untuk anion monoatomik;

OH
= hidrosida
CN
= sianida

Oksianion

Yang paling umum yang mengandung oksigen anion (oksianion) mempunyai nama yang berakhiran -at, tetapi jika yang mengandung sejumlah kecil atom oksigen berakhiran -it.

fosfat = PO4
3-

fosfit = PO3
3-

Karbonat = CO3
2-

Nitrat = NO3

nitrit = NO2

sulfat = SO4
2-

sulfit = SO3
2-

Ion-ion di atas (dengan pengecualian nitrat) juga bisa digabungkan dengan H+ untuk menghasilkan “asam” bentuk yang mempunyai muatan negatif yang lebih kecil.

Untuk alasan historis yang agak tidak jelas, beberapa dari mereka mempunyai nama-nama umum dengan awaln -bi ;

ion 1

Klorin, dan untuk tingkat brom serta yodium yang lebih kecil, membentuk seri yang lebih luas oksianion yang memerlukan konvensi penamaan agak lebih rumit;

ion 2


Jika Atom Natrium Melepaskan 1 Elektron Atom Natrium Bermuatan

Sumber: https://rumushitung.com/2017/03/17/apa-sih-itu-ion-kimia/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …