Jelaskan Perbedaan Sifat Asam Dan Basa

Jelaskan Perbedaan Sifat Asam Dan Basa

Apakah kamu suka makan buah-buahan yang masih muda? Bagaimana rasa buah tersebut? Buah muda bisanya berasa masam dan sering digunakan untuk bahan membuat lotis atau rujak, misalnya kedondong, mangga dan jambu. Sebenarnya, kamu sering menemui atau menggunakan benda/bahan yang bersifat asam atau basa. Hanya saja, kamu tidak mengenalinya secara keilmuan. Kedua zat kimia tersebut sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai perbedaan karakteristik atau ciri antara zat yang bersifat asam dengan zat yang bersifat basa. Namun sebelum itu, kita ulas sedikit materi tentang asam dan basa serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat membaca dan belajar semoga bisa paham.

Pengertian Asam dan Contohnya

Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam. Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (H
+
). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Beberapa asam yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Tabel Beberapa Asam yang Telah Dikenal

No.

Nama Asam

Terdapat dalam

1.

Asam asetat

Larutan cuka

2.

Asam askorbat

Jeruk, tomat, sayuran

3.

Asam sitrat

Jeruk

4.

Asam borat

Larutan pencuci mata

5.

Asan karbonat

Minuman berkarbonasi

6.

Asam klorida

Asam lambung, obat tetes mata

7.

Asam nitrat

Pupuk, peledak ( TNT)

8.

Asam fosfat

Deterjen, pupuk

9.

Asam sulfat

Baterai mobil, pupuk

10

Asam tatrat

Anggur

11.

Asam malat

Apel

12

Asam formiat

Sengatan lebah

13.

Asam laktat

Keju

14.

Asam benzoat

Bahan pengawet makanan

Pengertian Basa dan Contohnya

Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH

). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H
+
) sehingga dihasilkan air (H
2
O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa. Perhatikan tabel berikut ini.

Tabel Beberapa Basa yang Telah Dikenal

Perbedaan Sifat Asam dan Basa

Sifat asam tentunya berbeda dengan sifat basa suatu zat. Perbedaan sifat asam dan basa dapat kamu lihat pada tabel berikut ini.

Tabel Perbedaan Sifat Asam dan Sifat Basa

No.

Nama Asam

Terdapat dalam

1.

Senyawa asam bersifat korosif

Senyawa basa bersifat merusak kulit (kaustik).

2.

Sebagian besar reaksi dengan logam menghasilkan H
2
.

Terasa licin di tangan, seperti sabun.

3.

Senyawa asam memiliki rasa asam.

Senyawa basa terasa pahit.

4.

Dapat mengubah warna zat yang dimiliki oleh zat lain (dapat dijadikan indikator asam atau basa).

Dapat mengubah warna zat lain. (warna yang dihasilkan berbeda dengan asam).

5.

Menghasilkan ion H
+
 dalam air.

Menghasilkan ion OH

 dalam air.

6.

Derajat keasaman (pH) < 7

Derajat keasaman (pH) > 7

7.

Dapat memerahkan kertas lakmus biru

Dapat membirukan kertas lakmus merah

8.

Tidak merubah warna kertas lakmus merah

Tidak merubah warna kertas lakmus biru

Penjelasan Sifat Asam dan Basa

1. Asam Berasa Masam, Basa Berasa Pahit

Rasa masam buah-buahan muda adalah karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang disebut asam. Sifat asam dapat dikenali dan rasanya yang masam. Sebaliknya basa berasa pahit. Akan tetapi rasa bukan cara yang tepat untuk mengenali sesuatu apakah zat itu asam atau basa. Hal ini penting agar tidak membiasakan mengenali bahan dengan mencicipi atau membau suatu yang tidak dikenal. Beberapa asam dan basa bersifat racun, sehingga dapat membahayakan kesehatan.

Beberapa buah dan bahan makanan yang berasa masam dapat dipastikan mengandung larutan asam, seperti jeruk, lemon, apel, tomat, larutan cuka, acar, dan yoghurt. Sebaliknya hanya sedikit makanan yang mengandung basa. Beberapa basa digunakan sebagai obat sakit perut, pelawas atau obat urus-usus, misalnya antasid, bahan pembersih, seperti sabun, shampo, deterjen, dan pembersih pipa.

2. Asam Bersifat Korosif, Sedangkan Basa Bersifat Kaustik

Pernahkah kamu melihat orang membersihkan bahan dari logam, misalnya kuningan atau perunggu dengan menggunakan jeruk nipis atau belimbing wuluh? Atau pemahkah kamu melihat orang mencetak nama di atas lempengan logam dengan menggunakan suatu larutan? Jeruk nipis dan belimbing wuluh mengandung asam. Demikian pula cairan yang digunakan untuk mencetak nama adalah larutan asam.

Baca :   Teori Yang Menjadi Dasar Munculnya Teori Atom Modern

Asam bereaksi dengan sebagian besar logam, seperti besi, seng tembaga, alumunium. Jika suatu larutan asam, misalnya asam clorida (HCl) mengenai bahan dari besi, maka akan terjadi reaksi yang membentuk besi II (FeCl) dan gas hidrogen (H
2
). Hal ini dapat menjelaskan mengapa di daerah dengan keasaman tinggi cenderung membuat perabotan dan bahan dasar logam, seperti mobil, motor, dan mesin cepat keropos.

Asam juga bereaksi dengan zat lain yang berbahan dasar kalsium dan kaca seperti kalsit, marmer, dan sebagainya. Itulah sebabnya ibu rumah tangga sering menambahkan asam cuka ketika memasak tulang karena terjadi reaksi dengan kalsium karbonat membentuk kalsium asetat, karbon dioksida, dan air.

Basa umumnya tidak bereaksi dengan logam, akan tetapi bereaksi dengan protein dan lemak. Bagaimana rasa tubuhmu ketika mandi dengan sabun? Itulah salah satu dan sifat basa, yaitu terasa licin. Beberapa basa digunakan untuk bahan pembersih karena sifatnya yang alkalis, seperti kalsium hidroksida (KOH) untuk pembuatan sabun mandi dan Natrium hidroksida (NaOH) untuk pembuatan deterjen.

3. Asam dan Basa Bersifat Elektrolit

Tahukan kamu cairan apakah yang digunakan untuk mengisi aki (accu) mobil/motor? Umumnya baterai mobil menggunakan asam sulfat (H
2
SO
4
) atau disebut accu zuur. Mengapa? Karena larutan asam bersifat elektrolit. Larutan elektrolit adalah zat-zat yang larut dalam air yang menghasilkan ion-ion sehingga dapat menghantarkan arus listrik.

Menurut Arrhenius, asam merupakan senyawa yang larutannya dalam air melepaskan ion hidrogen (H
+
). Jika kamu memasukkan asam klorida ke dalam air, maka akan berdisasosiasi membentuk ion-ion H
+
 dan ion Cl

. Ion-ion itu dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan listrik.

Makin besar senyawa dalam larutan melepaskan ion, makin besar derajat ionisasinya. Makin besar konsentrasi ion dalam larutan, makin kuat elektrolitnya. Demikian pula sebaliknya, makin kecil senyawa asam dalam larutan melepaskan ion, makin kecil derajat ionisasinya dan makin kecil sifat elektrolitnya. Basa juga bersifat elektrolit. Basa melepaskan ion hidroksida (OH

) yang bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik.

4. Asam Memerahkan Kertas Lakmus dan Basa Membirukannya

Secara umum, larutan dapat berupa asam, basa atau netral. Keasaman atau kebasaan suatu larutan dapat diuji dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus adalah indikator keasaman atau kebasaan, yang jika dimasukkan ke dalam larutan asam atau basa akan berubah warna. Perubahan warna itulah yang dijadikan dasar untuk menentukan apakah larutan itu asam atau basa.

Baca :   Sebuah Transformator Memiliki Daya Primer Sebesar 4800 Watt

Kertas lakmus ada yang bersifat asam, ada yang bersifat basa dan ada pula yang bersifat netral. Tabel di bawah mi menunjukkan perubahan warna kertas lakmus pada larutan asam, basa, dan netral.

Tabel Kertas Lakmus dalam Larutan Asam, Basa, dan Netral

Warna Kertas Lakmus dalam Larutan Asam, Basa, dan Netral

Indikator

Asam

Netral

Basa

Lakmus Merah

Merah

Merah

Biru

Lakmus Biru

Merah

Biru

Biru

Lakmus Kuning

Merah

Kuning

Biru

5. Asam Bereaksi dengan Basa

Bila larutan asam ditambahkan dengan larutan basa atau sebaliknya, maka akan terajadi rekasi saling menetralkan. Oleh karena itu, reaksi asam basa disebut pula reaksi penetralan atau reaksi netralisasi. Ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam, maka reaksi asam basa juga disebut penggaraman, karena menghasilkan garam.

Jika garam hasil rekasi asam basa larut dalam air, maka garam tersebut akan tetap di dalam air, misalnya asam kiorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dan air. Karena natrium klorida (garam dapur) mudah larut dalam air, senyawa itu tetap berada dalam larutan. Jika garam hasil reaksi asam basa sukar larut dalam air, maka garam tersebut akan membentuk endapan dan air. Secara sederhana, reaksi asam dan basa dapat dituliskan sebagai berikut.

Asam + Basa

 Garam + Air

Garam hasil reaksi asam basa tidak semuanya bersifat netral. Hal itu tergantung pada jenis asam dan basa yang direaksikan. Garam hasil reaksi asam kuat dengan basa lemah akan menghasilkan garam yang bersifat asam, contohnya sal amoniak (NH
4
CI). Sebaliknya garam hasil reaksi asam lemah dengan basa kuat akan mengahsilkan garam yang bersifat basa, misalnya natrium fospat (Na
3
PO
4
). Garam dapur (NaCl) merupakan garam yang bersifat netral adalah hasil reaksi dan asam kuat (HCl) dan basa kuat (NaOH).

Jelaskan Perbedaan Sifat Asam Dan Basa

Sumber: https://juniorsciences.blogspot.com/2018/01/perbedaan-sifat-asam-basa.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …