Jelaskan Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Jelaskan Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern menjadi pembahasan yang menarik dan
out of the box
apalagi dalam dunia industri pertanian dan ilmu pangan. Salah satunya bioteknologi modern yang mampu membuat kita tercengang, dan terkadang tidak pernah berfikir sejauh itu. Ternyata apa yang kita anggap tidak mungkin, lewat bioteknologi modern sangat mungkin terjadi.

Contoh, seseorang yang tidak memiliki keturunan. Sekarang dapat dilakukan dengan teknologi bayi tabung. Ketika kita flashback ke belakang, kita pun juga akan kagum dengan nenek moyang kita. Meskipun hidup dalam keterbatasan dan tidak mengenal teknologi, hidup serba tradisional mereka tetap bisa menciptakan bioteknologi konvensional.

Jadi sudah sejak dulu nenek moyang kita sudah menerapkan ilmu bioteknologi. Salah satunya adalah kebiasaan nenek moyang kita yang sudah bisa memproduksi makanan dari teknologi bioteknologi konvensional. Yaitu dengan cara memfermentasikan jamur dan kedelai menjadi tempe. sebagai sumber makanan, dengan cara alat sederhana.

Dari sini kita bisa melihat bahwasanya peradaban manusia pada masa lampau tetap memiliki teknologi yang didasarkan ilmu pengetahuan. Hanya saja pengemasannya yang masih sederhana. Sekarang, teknologi sudah mutakhir, maka hasil penemuan pun juga ikut berkembang dan update.

Jangkauannya pun juga lebih WOW. Nah sampai di sini saja kita tahu bahwasanya ilmu pengetahuan bersifat dinamis. Mungkin juga, ada diantara kamu yang masih bingung, apa sih itu bioteknologi konvensional dan modern? Kamu bisa temukan jawabannya di artikel ini, baca sampai selesai ya.

Sebelum lanjut, lebih pahami mengenai seluk beluk pengertian bioteknologi dan jenisnya disini: Pengertian dan Jenis Bioteknologi

Apa Itu Bioteknologi?

Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern memang dua hal yang berbeda. Jadi yang dimaksud dengan bioteknologi adalah gabungan dari ilmu dan teknologi terapan yang memanfaatkan makhluk hidup bertujuan untuk memproduksi barang maupun jasa. Dimana hasil produksi tersebut diperuntukan dan dapat digunakan manusia untuk kepentingan yang bermanfaat.

Kata kunci dari bioteknologi adalah memanfaatkan makhluk hidup yang mampu memberikan manfaat untuk kepentingan manusia. Jadi ilmuwan yang berkecimpung di dunia bioteknologi akan melakukan penelitian terhadap banyak jenis mikroorganisme hingga makroorganisme menjadi penemuan yang memberikan manfaat lain.

Bioteknologi itu pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi dan modern. Nah, untuk mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern, langsung kita bahas satu-satu di bawah.

Definisi Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional adalah teknik memanfaatkan makhluk hidup sesuai dengan ilmu dan elaborasi dengan teknologi terapan yang dilakukan secara konvensional atau tradisional. Karena masih konvensional, maka cara ini diproduksi secara terbatas atau dalam skala kecil. Alasannya sederhana, karena masih menggunakan alat-alat sederhana. Dari proses kerjanya pun dilakukan secara alami, tanpa proses rekayasa.

Contoh bioteknologi konvensional yang masih akrab kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu teknik fermentasi pembuatan tempe. Dimana hasil fermentasi pembuatan tempe pun bisa kita temukan di pasar terdekat.

Daftar Reseller

Dari proses bioteknologi konvensional ini pun, kita bisa makan makanan yang kaya gizi dari olahan kedelai yang sudah difermentasikan. Ada juga yang termasuk bioteknologi konvensional lain, misalnya proses pembuatan tape, proses pembuatan yogurt, keju  dan proses pembuatan kecap.

Meskipun cara yang digunakan masih konvensional dan tradisional, tetap memiliki karakteristik pembeda. Salah satu karakteristik bioteknologi konvensional masih menggunakan mikroorganisme secara langsung dan utuh. Dari segi pemanfaatannya masih menggunakan prinsip fermentasi.

Baca :   Peristiwa Serah Terima Elektron Berlangsung Pada Pembentukan Senyawa

Sesuai namanya, alat yang digunakan pun masih menggunakan alat yang sederhana. Sementara untuk melakukan proses bioteknologi konvensional tetap butuh keahlian dan ilmu khusus. Maksud keahlian khusus di sini, setidaknya tahu cara dan dapat dipelajari dengan cara otodidak dan jika ingin mempelajari lewat lembaga atau semacamnya, harganya pun masih relatif terjangkau.

Definisi Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern adalah teknik memanfaatkan makhluk hidup sesuai dengan ilmu dan elaborasi dengan teknologi terapan yang dilakukan secara modern atau sudah melibatkan teknologi canggih. Bioteknologi modern dapat pula diartikan sebagai rekayasa genetik yang dapat menghasilkan DNA rekombinan dan organisasi transgenik, guna mendapatkan hasil produk yang diinginkan.

Salah satu contoh bioteknologi modern tentang bayi tabung yang mempertemukan sperma dan sel telur dilakukan secara teknologi, vaksin, hormon dan antibiotik.

Karakteristik penggunaan bioteknologi modern dapat dilihat dari pemanfaatan mikroorganisme secara tidak langsung, dan hanya menggunakan beberapa bagian saja. Dari segi teknologi yang digunakan lebih canggih dan modern.

Sementara untuk proses pengolahannya sendiri, dibutuhkan ilmuwan yang memiliki keahlian khusus dibidang pembuatannya dan memiliki basis pengetahuan yang tidak umumnya manusia. Karena terbuat dari teknologi canggih dan butuh penelitian yang lama, ketika sudah teruji dan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, maka harga yang ditawarkan pun relatif lebih mahal.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Setelah mengetahui perbedaan bioteknologi konvensional dan modern di atas, belum afdol rasanya jika tidak buat dalam bentuk lebih ringkas. Berikut perbedaan diantara keduanya dalam bentuk tabel.

Aspek Bioteknologi Modern Bioteknologi Konvensional
Dapat dimanfaatkan untuk makhluk hidup Tidak langsung, hanya sebagian saja yang digunakan. langsung dan utuh
Prinsip Perlu dilakukan rekayasa genetika dan menggunakan teknologi reproduksi fermentasi
Pelaku DIbutuhkan keahlian khusus oleh ahli yang memang berkompeten tidak perlu keahlian khusus
Alat dan proses alat sudah canggih dan mutakhir sederhana
Skala produksi dan biaya dapat diproduksi dalam jumlah banyak, dan dibandrol dengan harga lebih mahal sedikit dan relatif murah
Contoh vaksi, bayi tabung, transplantasi stem cell, tanaman transgenik, hormon insulin sintetik dll tae, tempe, roti, yogurt, kecap, alkohol, soju

Itulah perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Dari tabel perbedaan di atas, semoga sedikit membantu memberikan pemahaman tentang perbedaan diantara keduanya. (Irukawa Elisa)

Baca :   Macam Macam Kue Dari Tepung Terigu

Rekomendasi Buku

  • Bioteknologi Umum untuk Mahasiswa

    Buku Bioteknologi Umum untuk Mahasiswa Pemula (Teori dan Aplikasi Bioteknologi di Segala Bidang)

  • Buku Bioteknologi

    Buku Bioteknologi In Vitro Lili

  • Buku Pengantar Bioteknologi

    Buku Pengantar Bioteknologi (Teori Dan Aplikasi)

Jelaskan Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern

Sumber: https://penerbitbukudeepublish.com/materi/perbedaan-bioteknologi-konvensional-dan-modern/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …