Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Pengukuran

KlikBelajar.com – Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Pengukuran

Skala pengukuran data dalam penelitian

– menjadi seorang mahasiswa disemeter akhir pastinya dipusingkan oleh masalah penelitian. Unsur penting dalam penelitian adalah menentukan skala pengukuran.

Berbicara tentang skala penelitian data dalam penelitian, ada beberapa jenis yang akan dipaparkan dalam artikel ini. Sebelum masuk ke macam-macam skala pengukuran, akan membahas tentang pengertian skala pengukuran, sebagai berikut.

Pengertian Skala Pengukuran

Secara umum, skala pengukuran merupakan sarana untuk menentukan panjang pendek interval yang telah ditentukan dalam satuan alat ukur. Salah satu cara agar bisa mengetahui panjang pendek interval dapat dilakukan dengan melakukan alat pengukuran.

Penggunaan alat ukur dapat diterapkan untuk memperoleh information kuantitatif atau memperoleh angka. Kurang efektif jika digunakan untuk jenis penelitian kualitatif. Berikut adalah pengertian skala pengukuran data dalam penelitian menurut para ahli atau para tokoh.

Pengertian Skala Pengukuran Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian skala pengukuran dari para ahli di bidangnya dan sering melakukan penelitian juga.

ane. Ramli

Menurut Ramli (2011), skala pengukuran merupakan kesepakatan untuk menentukan panjang pendek interval pada alat ukur. Baik digunakan untuk dijadikan sebagai acuan ataupun sebagai tolak ukur untuk memperoleh data.

ii. Sugiyono

Sedangkan menurut Sugiono (2012), skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif.

3. Imam Ghozali

Imam Ghozali (2005), Ia mengartikan pengukuran adalah meletakkan angka atau symbol pada karakteri yang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan diakui. Karakter yang dimaksud di sini adalah satuan ukuran tertentu.. Misalnya mengacu pada umur, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan jenis kelamin.

Baca :   Mencari Nilai N

4. Agus Irianto

Agus Irianto juga mengartikan skala pengukuran seperti pendapat-pendapat yang lain, yang menyatakan bahwa skala pengukuran sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan data kuantitatif.

5. Budi Hatoro

Skala pengukuran dapat diartikan pengukuran suatu proses maupun kegiatan yang bertujuan untuk menentukan hasil data berupa information agar dapat digunakan untuk melakukan pengukuran.

half-dozen. Lien

Berbeda dengan Lien yang memaparkan bahwa pengukuran sebagai sejumlah data yang dikumpulkan menggunakan alat ukur yang memiliki keakuratan yang objektif. Dimana pengukuran ini diperlukan untuk analisis dan interpretasi.

Daftar Reseller

7. Stanley Smith Stevens

Stanley Smith Stevens (1946) adalah pengukuran data dalam penelitian yang membuat klasifikasi skala pengukuran penelitian sosial. Dimana pengukuran penelitian inilah yang nantinya akan dibuat menjadi 4 jenis skala yang meliputi skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio.

8. Ahmad Sudrajat

Berbeda dengan Ahmad Sudrajat yang mendefinisikan skala pengukuran diambil dari pengukuran yang berarti proses pemberian angka maupun memperoleh data. Dari information dan angka yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperoleh deskripsi numerik dari tingkatan-tingkatan tertentu.

9. Suharsimi Arikunto

Suharsimi Arikunto pun juga berpendapat tentang skala pengukuran yang diambil dari upaya mengukur. Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran yang lain.

Itulah beberapa pendapa tentang skala pengukuran dari para ahli. Jika dijabarkan lebih, tentu saja masih banyak sekali pembahasan dan uraiannya. Pembahasan yang tidak kalah penting yang lain adalah mempelajari macam-macam skala pengukuran.

Baca juga: Validasi Data Penelitian : Pengertian, Manfaat dan Contoh

Macam-macam Skala Pengukuran Information Dalam Penelitian

Macam dan jenis skala pengukuran data dalam penelitian ada iv, yaitu skala nominal, skala ordinal, interval dan rasio.

i. Skala Nominal

Dikatakan sebagai skala nominal adalah skala pengukuran yang cukup sering digunakan. Karena skala pengukuran ini bentuknya paling sederhana. Skala nominal cocok digunakan untuk penelitian yang mencari pengkategorian saja.

Contoh kasus pengkategorian adalah menentukan katebori lambang, label atau symbol. Umumnya pengkategorisasian berperan untuk mengelompokkan data sesuai dengan kategorisasi. Pengkategorisasian di lapangan lebih sering menggunakan simbolisasi yang fungsinya untuk membedakan mana kelompok objek ataupun mana kelompok subjek.

Tanda skala nominal adalah mutually exclusive, dimana setiap objek hanya memiliki satu kategori saja. Selain itu, skala nominal tidak memiliki aturan yang terstruktur, dengan kata lain aturannya abstrak.

Berikut adalah ciri dari skala nominal yang perlu di garis bawahi.

  • Tidak dijumlah bilangan pecahan
  • Tidak memiliki ranking
  • Tidak memiliki nol mutlak
  • Angka hanya sebagai label saja
  • Tidak memiliki ukuran yang baru
  • Menggunakan statistik non parametric

Baca juga: Data Kualitatif dan Kuantitatif dalam Penelitian

2. Skala ordinal

Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang menunjukan jarak interval antar tingkatan tidak harus sama. Skala ordinal setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan skala nominal. Skala ordinal pengkategorisasian disusun berdasarkan urutan terendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Skala ordinal dari segi pengkategorisasiannya saling memisah. Dari segi kategorisasi information dibuat berdasarkan karakteristik khusus. Sedangkan untuk kategorisasi information disusun berdasarkan pada karakteristik.

Baca :   Bimetal Jika Dipanaskan Akan Membengkok Ke Arah

Ciri-ciri skala ordinal memiliki tiga ciri, sebagai berikut.

  • Information saling memisah
  • Data bersifat logis dan mengikuti aturan
  • Kategori data ditentukan oleh skala yang didasarkan pada jumlah karakteristik yang dimiliki

3. Skala Interval

Pengertian skala interval merupakan skala pengukuran yang sering digunakan untuk menyatakan peringkat untuk antar tingkatan. Pada skala interval tidak memiliki nilai nol. Nilai nol yang dimaksud hanya menggambarkan satu titik dalam skala saja.

Dari asal tingkatannya, skala interval berada di atas skala ordinal dan skala nominal. Skala interval memiliki nilai bobot yang sama dari satu data dengan yang lain. Skala interval bersifat saling memisah. Sedangkan untuk kategorisasi information diatur secara logis, untuk kategorisasi data memiliki karakteristik khusus saat menentukan skala.

Ciri-ciri skala pengukuran interval sebagai berikut.

  • Data bersifat saling memisah
  • Data bersifat logis
  • Data ditentukan skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya
  • Angka “0” hanya menggambarkan titik dalam skala, tetapi sebenarnya tidak memiliki nilai nol absolut

4. Skala Rasio

Definisi skala rasio merupakan skala pengukuran data dalam penelitian yang lebih sering digunakan untuk membedakan, mengurutkan dan membandingkan information. Skala rasio adalah skala paling tinggi dibandingkana tiga jenis skala yang sudah disebutkan sebelumnya.

Untuk lebih simpelnya, berikut ciri-ciri skala rasio yang bisa di garis bawahi.

  • Data bersifat saling memisah
  • Data bersifat logis dan mengikuti aturan
  • Kategori information ditentukan skala berdasarkan karakteristik khusus

Itulah empat macam skala pengukuran information dalam penelitian. Semoga sedikit ulasan ini bermanfaat. Jika masih binggung, berikut adalah contoh skala pengukuran data dalam penelitian.

Baca juga: Validasi Data Penelitian : Pengertian, Manfaat dan Contoh

Contoh Skala Pengukuran Data Dalam Penelitian

Setelah mempelajari beberapa tips tentang skala pengukuran, berikut adalah contoh skala pengukuran data dalam penelitian.

ane. Contoh Skala Nominal

Pada skala nominal dibagi menjadi skala nominal sebenarnya dan skala nominal tidak sebenarnya. Berikut contoh dari masing-masing skala nominal tersebut.

A. Skala nominal sebenarnya

Suku daerah : Suku Bugis, Suku Jawa, dan Suku Madura

Kepercayaan yang di anut : Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Katholik

Jenis kulit : Kulit Hitam, Kulit sawo matang, kulit putih dan kulit kuning.

Jenis kelamin : Jenis Laki-laki, Jenis perempuan

Jenis Pekerjaan : Wiraswasta, PNS, tenaga lepas, konten creator

Condition perkawinan : Kawin atau tidak kawin

Dsb.

B. Contoh Skala Nominal Tidak Sebenarnya

kelulusan : Lulus, tidak lulus, naik kelas, tinggal kelas

Tahun Produksi Kendaraan : 2010, 2011, 2012, 2013 dsb

Ijazah terakhir : SD, SMP, SMA, S1, S2 atau S3.

Dsb

2. Contoh Skala Ordinal

a. Contoh skala ordinal 1

Setiap kali memasang aplikasi di google play store, kita sering mendapatkan tawaran untuk memberikan penilaian. Ada yang bintang  5 sampai bintang 1. Bintang 5 artinya sangat puas, bintang 4 artinya puas, bintang 3 artinya kurang puas, bintang 2 tidak puas dan bintang 1 artinya sangat tidak puas.

Beberapa kasus, penilaian ini juga sering kita temukan dalam pemilihan angket penelitian, ataupun dalam bentuk aplikasi transportasi seperti grab, gojek dan masih banyak lagi. Jadi skala ordinal dimulai dari angka yang paling besar, baru diikuti angka yang lebih kecil.

Baca :   Contoh Soal Model Matematika

b. Contoh skala ordinal 2

Adapun contoh skala ordinal yang dikemas menggunakan tampilan lebih menarik, contohnya sebagai berikut.

Mengukur tingkat kreativitas karyawan

Nilai : I         I       Iii   Iv       v

Angka : 100  80     60     40    20

c. Contoh skala ordinal iii

Mengukur rangking kelas dari ranking 1, 2, 3, iv, five, 6, vii, viii, 9, dan 10

d. Contoh skala ordinal 4

Contoh skala ordinal yang lain juga dapat digunakan untuk menklasifikasikan condition ekonomi masyarakat. Misalnya, ada condition ekonomi miskin, ekonomi menengah ke atas, ekonomi menengah ke bawah dan orang kaya.

Tentu saja masih banyak lagi skala ordinal yang sebenarnya sering ditemui dalam kehidupan keseharian kita.

3. Contoh skala interval

Misalnya di kota Yogyakarta memiliki suhur 10C, kemudian di Semarang suhunya mencapai fifteenC, dan di Dki jakarta suhu udara di jam yang sama berada di angka 20C. Dari situ dapat dikatakan bahwa selisih suhu daerah Semarang 5C lebih panas dibandingkan kota Yogyakarta. Terjadi selisih suhu daerah Jakarta dengan daerah Semarang adalah vC.

Hal ini menunjukan bahwa pengukuran interval memiliki jarak tetap. Hanya saja, kita bisa mengatakan bahwa suhu di Jakarta lebih panas dua kali lipat dibandingkan koa Yogyakarta, itu artinya tidak bisa dijadikan kelipatan. Kenapa demikian? Karena dalam derajat celcius tidak memiliki no absolut.

4. Contoh skala pengukuran rasio

Rani memiliki berat badan 30 kg. Mila memiliki berat badang threescore kg. maka dapat dikatakan bahwa berat badan Mila lebih berat dua kali dibandingkan berat badan Rani.

Ternyata pengukuran skala ratio adalah pengukuran yang tidak hanya mengetahui berat badan, tetapi juga dapat digunakan untuk mengetahui usia, berat benda, tinggi pohon, ukuran timbangan, jarak, panjang barang hingga dapat pula digunakan untuk mengetahui nilai ujian.

Pertanyaan umum mengenai skala pengukuran data

Jenis skala pengukuran

Skala pengukuran data dalam penelitian ada 4, yaitu skala nominal, skala ordinal, interval dan rasio.

Contoh skala pengukuran nominal

Contoh skala nominal ada 2, yaitu skala nominal sebenarnya dan skala nominal tidak sebenarnya. Untuk contoh baca pada
Contoh skala nominal

Dari
contoh skala pengukuran data dalam penelitian

di atas, kamu semakin tahu penggunaan masing-masing skala itu bukan. Semoga dengan pembahasan yang singkat ini ada manfaatnya. (Novia Intan)

Baca juga artikel lain tentang
“Contoh Skala Pengukuran data dalam Penelitian”

berikut ini :

  • Pengertian Subjek Penelitian
  • Information Kualitatif dan Kuantitatif
  • Validasi Information Penelitian
  • Pengertian Roadmap Penelitian
  • Pengertian Objek Penelitian
  • Pengertian Etika Penelitian
  • Pengertian Manfaat Penelitian
  • Pengertian Instrumen Penelitian
  • Pengertian Paradigma Penelitian
  • Pengertian Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengambilan Sampel
  • Pengertian Metodologi Penelitian
  • Pengertian Variabel Penelitian

Rekomendasi Buku untuk Penelitian

  • Aplikasi SPSS

    Buku Aplikasi SPSS dan Eviews dalam Analisis Data Penelitian



    Rp 68.000

  • Analisis Data Penelitian

    Buku Analisis Data Penelitian



    Rp 51.000

  • Buku Ajar Kuliah

    Buku Ajar Kuliah Metode Penelitian Kualitatif



    Rp 98.000

Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Pengukuran

Sumber: https://pedidikanindonesia.com/jelaskan-apa-yang-dimaksud-dengan-skala/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …