Ilmu Kimia Mempelajari Mengenai Apa Dari Zat Kimia

KlikBelajar.com – Ilmu Kimia Mempelajari Mengenai Apa Dari Zat Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari benda, ciri-cirinya, strukturnya, komposisinya, dan perubahannya yang diakibatkan karena interaksi dengan benda lain atau reaksi kimia.

Level pembesaran:
1. Level makroskopik – Benda
2. Level molekuler
3. Level atom – Proton, neutron, dan elektron
4. Level subatomik – Elektron
5. Level subatomik – Quark
6. Level
string

Dalam reaksi kimia, ikatan selang atom-atom akan dipecah dan akan membentuk substansi baru dengan ciri-ciri yang berbeda. Dalam tanur tinggi, besi oksida yang direaksikan dengan karbon monoksida akan membentuk besi dan karbon dioksida.

Kimia
(dari bahasa Arab:
كيمياء, transliterasi:
kimiya
= perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom sampai molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka bagi membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan bagi melaksanakan ilmu tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya diputuskan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya diputuskan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.

Daftar inti

  • 1
    Pengantar
  • 2
    Sejarah
  • 3
    Cabang ilmu kimia
  • 4
    Konsep dasar

    • 4.1
      Tatanama
    • 4.2
      Atom
    • 4.3
      Unsur
    • 4.4
      Ion
    • 4.5
      Senyawa
    • 4.6
      Molekul
    • 4.7
      Zat kimia
    • 4.8
      Ikatan kimia
    • 4.9
      Bentuk zat
    • 4.10
      Reaksi kimia
    • 4.11
      Kimia kuantum
    • 4.12
      Hukum kimia
  • 5
    Industri Kimia
  • 6
    Referensi
  • 7
    Lihat pula
  • 8
    Daftar Pustaka
  • 9
    Tautan luar

Pengantar

Kimia sering dinamakan sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan beragam ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi
[1]. Koneksi ini timbul melalui beragam subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari beragam disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.

Kimia mengadakan komunikasi dengan interaksi materi yang mampu melibatkan dua zat atau selang materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi selang zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau semakin zat menjadi satu atau semakin zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk cairan, zat dengan entalpi semakin rendah. Reaksi kimia mampu difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, adun di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.

Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom mampu dikombinasikan bagi menghasilkan bentuk materi yang semakin kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita diputuskan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja semakin keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang semakin kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia mampu bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.

Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi mampu digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi sangat rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya mampu ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat akbar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang mampu melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan memerankan sebagai partikel lepas sama sekali. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang melakukan usaha bebas; pasokan energi yang terlampau banyak mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu metode bagi membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki adun volume ataupun bentuk yang tetap.

Cairan yang dipanaskan akan berubah fase menjadi uap cairan.

Cairan (H2O) bermodel cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang dinamakan ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) bermodel gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang semakin lemah. Ikatan hidrogen pada cairan memiliki cukup energi bagi mempertahankan molekul cairan bagi tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak bagi mengalir, yang menjadikannya bermodel cairan dalam suhu selang 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi semakin lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang semakin akrab, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu cairan pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi bagi mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul bagi melakukan usaha menjauhi satu sama lain.

Baca :   Faktor Persekutuan Dari 16 Dan 30 Adalah

Ilmuwan yang mempelajari kimia sering dinamakan kimiawan. Sebagian akbar kimiawan melaksanakan spesialisasi dalam satu atau semakin subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering dinamakan “kimia umum” dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan bagi memberikan pelajar alat bagi melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler memakai alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.

Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.

Sejarah

Robert Boyle, perintis kimia modern dengan memakai eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.

Akar ilmu kimia mampu dilacak sampai fenomena pembakaran. Api merupakan daya mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan maka merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam bernilai, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang mampu mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang dinamakan Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak norma budaya istiadat sepanjang sejarah dan sering berisi campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.

Alkimiawan menemukan banyak ronde kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berlangsungnya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Sisa dari pembakaran Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang semakin sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap melaksanakan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.

Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan bayangan bagus mengenai penemuan kimia selama ratus tahun terakhir. Pada anggota awal ratus tahun ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan ratus tahun ke-20, kimia telah berkembang sampai mampu memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke aspek biokimia.

Industri kimia mewakili suatu perkara ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan
[2].

Cabang ilmu kimia

Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa aspek utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang semakin khusus dalam kimia.

Lima Cabang Utama:

  • Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan bagi memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini mampu digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali bagi kimia teori murni.
  • Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik mengadakan komunikasi sangat akrab, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga mengadakan komunikasi dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
  • Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan selang aspek organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam aspek kimia organologam.
  • Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik diberikan definisi sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
  • Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan ronde kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan ronde tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di selangnya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular. Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus bagi menurunkan persamaan, dan kebanyakan mengadakan komunikasi dengan kimia kuantum serta kimia teori.
Baca :   Sudut Yang Besarnya 90 Disebut Sudut

Cabang – cabang Ilmu Kimia yang merupakan tumpang-tindih satu atau semakin lima cabang utama:

  • Kimia Materiil menyangkut bagaimana menyiapkan, mengkarakterisasi, dan memahami metode kerja suatu bahan dengan kebaikan praktis.
  • Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia dinamakan kimia kuantum. Sejak kesudahan Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer bagi menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
  • Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah anggota terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat bagi aspek ini.
  • Kimia Organik Bahan Alam mempelajari senyawa organik yang disintesis secara alami oleh alam, khususnya makhluk hidup.

Aspek lain selang lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi, fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia arus, kimia atmosfer, kimia benda padat, kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal, kimia komputasi, kimia sekitar yang terkait, kimia organologam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia, sonokimia, teknik kimia, serta termokimia.

Konsep dasar

Tatanama

Tatanama kimia
merujuk pada sistem penamaan senyawa kimia. Telah dihasilkan bentuk sistem penamaan spesies kimia yang terdefinisi dengan adun. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik. Senyawa anorganik dinamai menurut sistem tatanama anorganik.

Atom

Model atom Rutherford

Atom
adalah suatu kelompok materi yang terdiri atas inti yang bermuatan positif, yang kebanyakan berisi proton dan neutron, dan beberapa elektron di sekitarnya yang mengimbangi muatan positif inti. Atom juga merupakan satuan terkecil yang mampu diuraikan dari suatu unsur dan sedang mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti yang rapat dan bermuatan positif dikelilingi oleh suatu sistem elektron.

Unsur

Unsur
adalah sekelompok atom yang memiliki banyak proton yang sama pada intinya. Banyak ini dinamakan sebagai nomor atom unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia karbon, dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur uranium.

Ion

Ion
atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau semakin elektron. Kation bermuatan positif (misalnya kation natrium Na+) dan anion bermuatan negatif (misalnya klorida Cl) mampu membentuk garam netral (misalnya natrium klorida, NaCl). Contoh ion poliatom yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah hidroksida (OH) dan fosfat (PO4
3−).

Senyawa

Senyawa
merupakan suatu zat yang dihasilkan bentuk oleh dua atau semakin unsur dengan
perbandingan tetap
yang menentukan susunannya. sebagai contoh, cairan merupakan senyawa yang berisi hidrogen dan oksigen dengan perbandingan dua terhadap satu. Senyawa dihasilkan bentuk dan diuraikan oleh reaksi kimia.

Molekul

Molekul
adalah anggota terkecil dan tidak terpecah dari suatu senyawa kimia murni yang sedang mempertahankan sifat kimia dan fisik yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau semakin atom yang terikat satu sama lain.

Zat kimia

Suatu ‘zat kimia’ mampu berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian akbar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya cairan, aloy, biomassa, dan lain-lainnya.

Ikatan kimia

Orbital atom dan orbital molekul elektron

Ikatan kimia
merupakan gaya yang menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal. Pada banyak senyawa sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi mampu digunakan bagi menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari fisika klasik mampu digunakan bagi menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa yang semakin kompleks/rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak mampu digunakan karena membutuhken pemahaman yang semakin dalam dengan basis mekanika kuantum.

Bentuk zat

Fase
adalah kelompok keadaan suatu sistem fisik makroskopis yang relatif serbasama adun itu komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh keadaan fase yang kita tahu adalah padatan, cair, dan gas. Keadaan fase yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein, dan kondensasi Fermion. Keadaan fase dari materiil magnetik adalah paramagnetik, feromagnetik dan diamagnetik.

Reaksi kimia

Reaksi kimia
adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini mampu menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang semakin akbar, pembelahan molekul menjadi dua atau semakin molekul yang semakin kecil, atau penataulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.

Baca :   Tentukan Tiga Bilangan Ganjil Berurutan Yang Jumlahnya Sama Dengan 315

Kimia kuantum

Kimia kuantum
secara matematis menjelaskan budi pekerti dasar materi pada tingkat molekul. Secara prinsip, dimungkinkan bagi menjelaskan semua sistem kimia dengan memakai teori ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia sangat sederhana yang mampu secara realistis diinvestigasi dengan mekanika kuantum murni dan wajib diperagakan hampiran bagi sebagian akbar tujuan praktis (misalnya, Hartree-Fock, pasca-Hartree-Fock, atau teori fungsi kerapatan, lihat kimia komputasi bagi detilnya). Karenanya, pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak dibutuhkan bagi sebagian akbar aspek kimia karena implikasi penting dari teori (terutama hampiran orbital) mampu dipahami dan diterapkan dengan semakin sederhana.

Dalam mekanika kuantum (beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), Hamiltonan, atau keadaan fisik, dari partikel mampu diberitahukan sebagai penjumlahan dua operator, satu mengadakan komunikasi dengan energi kinetik dan satunya dengan energi potensial. Hamiltonan dalam persamaan gelombang Schrödinger yang digunakan dalam kimia kuantum tidak memiliki terminologi bagi putaran elektron.

Penyelesaian persamaan Schrödinger bagi atom hidrogen memberikan bentuk persamaan gelombang bagi orbital atom, dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p, dan 3p. Hampiran orbital mampu digunakan bagi memahami atom lainnya seperti helium, litium, dan karbon.

Hukum kimia

Hukum-hukum kimia
sebenarnya merupakan hukum fisika yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang sangat mendasar dalam kimia adalah Hukum kekekalan massa yang menyatakan bahwa tidak mempunyai perubahan banyak zat yang terukur pada masa reaksi kimia biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya energilah yang abadi, dan bahwa energi dan massa saling bersesuaian. Kekekalan energi ini mengarahkan kepada pentingnya konsep kesetimbangan, termodinamika, dan kinetika.

Industri Kimia

Industri kimia adalah salah satu perkara ekonomi yang penting. Top 50 produser kimia dunia pada tahun 2004 mempunyai penjualan sebesar USD $587 milyar dengan profit margin sebesar 8.1% dan penegluaran rekayasa (research and development) sebesar 2.1% dari total penjualan kimia.
[3]

Referensi

  1. ^

    “Chemistry – The Central Science”.
    The Chemistry Hall of Fame. York University. http://www.chem.yorku.ca/hall_of_fame/whychem.htm
    . Diakses pada 2006-09-12.

  2. ^

    “Top 50 Chemical Producers”.
    Chemical & Engineering News
    83
    (29): 20–23. 18 Juli, 2005.




  3. ^

    “Top 50 Chemical Producers”.
    Chemical & Engineering News
    83
    (29): 20–23. July 18, 2005.




Lihat pula

  • Daftar topik kimia
  • Daftar senyawa
  • Daftar kimiawan
  • International Union of Pure and Applied Chemistry
  • Tabel periodik
  • Teknik kimia
  • Kelompok Kimia Indonesia

Daftar Pustaka

  • Atkins, P.W.
    Galileo’s Finger
    (Oxford University Press)
  • Atkins, P.W.
    Physical Chemistry
    (Oxford University Press) ISBN 0-19-879285-9
  • Atkins, P.W. et al.
    Molecular Quantum Mechanics
    (Oxford University Press)
  • Atkins, P.W., Overton,T., Rourke,J., Weller,M. and Armstrong,F.
    Shriver and Atkins inorganic chemistry(4th edition) 2006(Oxford University Press) ISBN 0-19-926463-5
  • Chang, Raymond.
    Chemistry
    6th ed. Boston: James M. Smith, 1998. ISBN 0-07-115221-0.
  • Clayden,J., Greeves,N., Warren,S., Wothers,P.
    Organic Chemistry
    2000 (Oxford University Press) ISBN 0-19-850346-6
  • McWeeny, R.
    Coulson’s Valence
    (Oxford Science Publications) ISBN 0-19-855144-4
  • Pauling, L.
    General Chemistry
    (Dover Publications) ISBN 0-486-65622-5
  • Pauling, L.
    The Nature of the chemical bond
    (Cornell University Press) ISBN 0-8014-0333-2
  • Pauling, L., and Wilson, E. B.
    Introduction to Quantum Mechanics with Applications to Chemistry
    (Dover Publications) ISBN 0-486-64871-0
  • Smart and Moore
    Solid State Chemistry: An Introduction
    (Chapman and Hall) ISBN 0-412-40040-5
  • Stephenson, G.
    Mathematical Methods for Science Students
    (Longman)ISBN 0-582-44416-0
  • Voet and Voet
    Biochemistry
    (Wiley) ISBN 0-471-58651-X

Tautan luar

  • (Indonesia)
    chem-is-try.org – Situs Web Kimia Indonesia
  • (Indonesia)
    Kelompok Kimia Indonesia
  • (Indonesia)
    Portal kimianet LIPI]
  • (Inggris)
    Buku teks kimia umum di Wikibooks
  • (Inggris)
    Atur nama IUPAC, lihat terutama anggota “Gold Book” yang memuat arti istilah-istilah kimia
  • (Inggris)
    Data keamanan beragam bahan kimia (MSDS)
  • (Inggris)
    Web Kimia – Situs Kimia Indonesia

Kimia

Astrokimia • Biokimia • Biologi molekular • Elektrokimia • Farmasi • Farmakologi • Fitokimia • Fotokimia • Genetika molekular • Geokimia • Ilmu bahan • Kimia arus • Kimia analitik • Kimia anorganik • Kimia atmosfer • Kimia benda padat • Kimia fisik • Kimia hijau • Kimia komputasi • Kimia sekitar yang terkait • Kimia medisinal • Kimia organologam • Kimia nuklir • Kimia organik • Kimia permukaan • Kimia polimer • Kimia supramolekular • Nanoteknologi • Petrokimia • Sejarah kimia • Sonokimia • Teknik kimia • Termokimia

Tabel periodik ·
Daftar senyawa

Nuvola apps kalzium.png



Portal Kimia

Cabang utama dalam Ilmu alam

Astronomi ·
Biologi ·
Ilmu bumi ·
Fisika ·
Kimia



edunitas.com

Ilmu Kimia Mempelajari Mengenai Apa Dari Zat Kimia

Sumber: http://p2k.unkris.ac.id/id1/1-3065-2962/Kimia_28635_p2k-unkris.html

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …