Grafik Vt

Grafik Vt.

Kinematika adalah cabang dari ilmu mekanika yang membahas tentang gerak benda tanpa memperdulikan penyebab benda tersebut dapat bergerak. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang berbagai macam grafik tentang kinematika gerak, baik gerak lurus maupun gerak melingkar. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini.

Grafik Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Dalam gerak lurus beraturan (GLB) terdapat iii jenis grafik, yaitu grafik hubungan jarak terhadap waktu, grafik hubungan kecepatan terhadap waktu dan grafik hubungan percepatan terhadap waktu. Ketiga jenis grafik tersebut berbentuk kurva linear (lurus). Berikut ini adalah gambar grafik gerak benda pada GLB

1. Grafik Hubungan Jarak Terhadap Waktu (Grafik s-t)

Dari gambar grafik di atas, kita dapat menentukan besar atau nilai
kecepatan
 yang dialami benda yaitu:

2. Grafik Hubungan Kecepatan Terhadap Waktu (Grafik 5-t)

Grafik Hubungan Kecepatan Terhadap Waktu (Grafik v-t) GLB

Dari grafik five-t di atas, kita dapat menentukan panjang lintasan atau jarak yang ditempuh benda. Panjang lintasan akan sama dengan luas daerah yang dibentuk kurva dengan sumbu t.

3. Grafik Hubungan Percepatan Terhadap Waktu (Grafik a-t)

Karena dalam gerak lurus beraturan (GLB) nilai percepatan benda adalah nol, maka bentuk grafik hubungan percepatan terhadap waktu pada GLB adalah sebagai berikut:

Grafik Hubungan Percepatan Terhadap Waktu (Grafik a-t) GLB

Grafik Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Sama halnya dengan grafik pada GLB, dalam gerak lurus berubah beraturan juga terdapat tiga jenis grafik. ketiga jenis grafik tersebut yakni:

1. Grafik Hubungan Jarak Terhadap Waktu (Grafik s-t)

Grafik Hubungan Jarak Terhadap Waktu (Grafik s-t) GLBB

Perhatikan gambar grafik s-t pada GLBB di atas. Jika gerak  benda mengalami percepatan (
a
 bernilai positif) maka kurvanya adalah berbentuk parabola terbuka ke atas sedangkan jika benda mengalami perlambatan (
a
 bernilai negatif) maka kurvanya berbentuk parabola terbuka ke bawah.

2. Grafik Hubungan Kecepatan Terhadap Waktu (Grafik five-t)

Grafik Hubungan Kecepatan Terhadap Waktu (Grafik v-t) GLBB

Berdasarkan gambar kedua grafik v-t pada GLBB diatas, kemiringan kurva merupakan besar percepatan benda, sehingga nilai percepatan dirumuskan:

Dan luas daerah di bawah kurva (daerah yang di arsir) merupakan besar jarak yang ditempuh benda.

3. Grafik Hubungan Percepatan Terhadap Waktu (Grafik a-t)

Grafik Hubungan Percepatan Terhadap Waktu (Grafik a-t) GLBB

Luas daerah yang di arsir pada grafik a-t di atas merupakan besar kecepatan benda.

Grafik Gerak Jatuh Bebas (GJB)

Grafik pada gerak jatuh bebas (GJB) sama seperti grafik pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB)

hanya saja pada GJB terdapat dua jenis grafik kedudukan yaitu grafik perpindahan dan ketinggian.

Jadi pada GJB terdapat four jenis grafik yaitu grafik hubungan perpindahan terhadap waktu (grafik s

 t), grafik hubungan ketinggian terhadap waktu (grafik h

 t), grafik hubungan kecepatan terhadap waktu (grafik v

 t) dan grafik hubungan percepatan terhadap waktu (a

 t).

Baca :   Ciri Ciri Lagu Keroncong

Daftar Isi:

Baca :   Kegiatan Yang Sesuai Dengan Hukum Newton 3 Ditunjukkan Oleh Nomor


1. Grafik Hubungan Perpindahan terhadap Waktu (Grafik s





 t)

Grafik Hubungan Perpindahan terhadap Waktu (Grafik s – t) GJB


Perpindahan merupakan besaran vektor jadi memiliki arah. Dalam gerak jatuh bebas, perpindahan diukur dari atas ke bawah, yaitu dari posisi awal ketinggian benda sampai ke tanah jadi arah perpindahan adalah ke bawah sehingga nilai perpindahan berharga negatif seperti pada grafik.


Dari grafik s





 t di atas terlihat jelas bahwa mula-mula perpindahan benda adalah nol. Kemudian seiring bertambahnya waktu perpindahan benda semakin besar sampai pada titik akhir yaitu di tanah perpindahan benda tetap.


two. Grafik Hubungan Ketinggian terhadap Waktu (Grafik h





 t)

Grafik Hubungan Ketinggian terhadap Waktu (Grafik h – t) GJB


Dalam gerak jatuh bebas, ketinggian merupakan kebalikan dari perpindahan. Ketinggian benda diukur dari bawah ke atas yaitu dari permukaan tanah menuju posisi ketinggian benda.


Ketinggian merupakan besaran skalar sehingga nilainya selalu positif.


Dari grafik h





 t di atas terlihat bahwa semakin bertambahnya waktu ketinggian benda semakin berkurang karena benda bergerak ke bawah. Dan pada titik akhir (di tanah) ketinggian benda adalah nol.


3. Grafik Hubungan Kecepatan terhadap Waktu (Grafik five





 t)

Grafik Hubungan Kecepatan terhadap Waktu (Grafik v – t) GJB

Kecepatan merupakan besaran vektor jadi selain nilai, kecepatan juga memiliki arah. Dalam fisika, besaran-besaran yang arahnya ke bawah (searah dengan percepatan atau gaya gravitasi bumi) bernilai negatif. Karena pada gerak jatuh bebas, arah kecepatan searah dengan percepatan gravitasi, maka kecepatan benda berharga negatif. Dari grafik di atas terlihat mula-mula kecepatan benda nol (v

 = 0) kemudian bertambah secara teratur seiring bertambahnya waktu.





4. Grafik Hubungan Percepatan terhadap Waktu (Grafik a





 t)

Grafik Hubungan Percepatan terhadap Waktu (Grafik a – t) GJB


Untuk semua jenis gerak vertikal seperti gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah dan gerak vertikal ke atas, semua percepatan gravitasi berharga negatif karena arahnya ke bawah. Tidak hanya pada gerak vertikal saja, pada gerak parabola juga berlaku percepatan gravitasi tersebut. Pada grafik a





 t di atas terlihat jelas bahwa besar percepatan gravitasi konstan -9,8 m/s


2


.

Grafik Gerak Vertikal ke Bawah (GVB)

Secara umum grafik GVB sama saja dengan grafik GJB, akan tetapi karena pada gerak vertikal ke bawah terdapat kecepatan awal yang berarti kecepatan benda (v
t
) menjadi lebih besar dan waktu mencapai tanah lebih cepat maka posisi kurva pada sumbu
XY
 dan kemiringan kurva agak sedikit berbeda dengan grafik GJB.

Baca :   Turunan Dy Dx


1. Grafik Hubungan Perpindahan terhadap Waktu (Grafik s





 t)

Grafik Hubungan Perpindahan terhadap Waktu (Grafik s – t) GVB


Dalam gerak vertikal ke bawah, perpindahan diukur dari atas ke bawah, yaitu dari posisi awal ketinggian benda sampai ke tanah. Dari grafik due south





 t di atas terlihat jelas bahwa mula-mula perpindahan benda adalah nol. Kemudian seiring bertambahnya waktu perpindahan benda semakin besar sampai pada titik akhir yaitu di tanah perpindahan benda tetap.


Bentuk kemiringan kurva pada grafik s





 t GVB tentunya lebih besar dari grafik s





t GJB karena GVB memiliki percepatan awal sehingga waktu untuk mencapai perpindahan terbesar menjadi lebih cepat.


2. Grafik Hubungan Ketinggian terhadap Waktu (Grafik h





 t)

Grafik Hubungan Ketinggian terhadap Waktu (Grafik h – t) GVB


Ketinggian merupakan kebalikan dari perpindahan. Ketinggian benda diukur dari bawah ke atas yaitu dari permukaan tanah menuju posisi ketinggian benda. Dari grafik h





 t di atas terlihat bahwa semakin bertambahnya waktu ketinggian benda semakin berkurang karena benda bergerak ke bawah. Dan pada titik akhir (di tanah) ketinggian benda adalah nol.


3. Grafik Hubungan Kecepatan terhadap Waktu (Grafik five





 t)

Grafik Hubungan Kecepatan terhadap Waktu (Grafik v – t) GVB

Grafik five-t pada GVB tentunya agak sedikit berbeda dengan grafik v-t GJB, karena gerak vertikal ke bawah memiliki percepatan awal maka kurva tidak dimulai dari titik pusat (0,0) sumbu
XY
. Dari grafik di atas terlihat mula-mula kecepatan benda sebesar v

 kemudian bertambah secara teratur seiring bertambahnya waktu.


four. Grafik Hubungan Percepatan terhadap Waktu (Grafik a





 t)

Grafik Hubungan Percepatan terhadap Waktu (Grafik a – t) GVB


Semua jenis gerak vertikal seperti gerak jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah dan gerak vertikal ke atas, percepatan gravitasi yang dialami benda berharga negatif karena arahnya ke bawah. Tidak hanya pada gerak vertikal saja, pada gerak parabola juga berlaku percepatan gravitasi tersebut. Pada grafik a





 t di atas terlihat jelas bahwa besar percepatan gravitasi konstan -9,8 k/south


2


.


Lanjut ke Bagian 2

Grafik Vt

Source: https://www.fisikabc.com/2018/05/kumpulan-grafik-kinematika-gerak-1.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …