Gasohol Adalah Merupakan Fermentasi Molase Oleh Bakteri

Gasohol Adalah Merupakan Fermentasi Molase Oleh Bakteri.

Daftar Isi:

Pengaruh Variasi Kadar Molase dan Limbah Jamu (Beras Kencur dan Daun Pepaya) terhadap Penghasilan Biogas oleh Bakteri Metanogen.

Terlihat pada Tabel 1 bahwa antara perlakuan
kadar
molase
10, 20 30, dan 40% dengan kontrol positif dan negatif memiliki beda nyata. Hal ini berarti bahwa dengan ditambahkannya
molase
dengan
kadar
ten, 20, xxx, dan xl% memberikan
pengaruh
yang signifikan pada produksi gas metan. Mencermati hasil pada Tabel 1, produksi gas metan pada kontrol positif lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan molase.Hal ini disebabkan karena banyaknya kandungan karbohidrat (sumber C) dapat diurai oleh
bakteri
metanogen
untuk dapat menghasilkan gas metana (Lewicki dkk., 2013).

Baca lebih lanjut


12 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE.

I. PENDAHULUAN  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE.

V. SIMPULAN DAN SARAN  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE.

II.  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE.

2. PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE.

Sampai saat ini pemanfaatan
molase
masih terbatas pada industri alkohol dan MSG (Mono Sodium Glutamat), meskipun beberapa peneliti memanfaatkan
molase
pada pembuatan gasohol, perlu dilakukan usaha pemanfaatan
molase
untuk dijadikan produk lain (Rahman, 1992). Menurut Padang dkk. (2011), keuntungan dalam menambahkan
molase
di dalam proses fermentasi adalah dapat meningkatkan pertumbuhan
bakteri
sehingga proses pemecahan senyawa organik menjadi senyawa sederhana terjadi dengan sempurna dan kualitas
biogas
meningkat. Selain itu,
molase
biasa digunakan karena harganya yang murah.

Baca lebih lanjut


19 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI  CEMARAN BACILLUS DAN KHAMIR PADA JAMU GENDONG ”BERAS KENCUR DAN KUNIR ASAM ”   Identifikasi Cemaran Bacillus Dan Khamir Pada Jamu Gendong Beras Kencur Dan Kunir Asam Di Pasar Gede Kota Solo.

IDENTIFIKASI CEMARAN BACILLUS DAN KHAMIR PADA JAMU GENDONG ”BERAS KENCUR DAN KUNIR ASAM ” Identifikasi Cemaran Bacillus Dan Khamir Pada Jamu Gendong Beras Kencur Dan Kunir Asam Di Pasar Gede Kota Solo.

Pengolahan
jamu
tradisional sangat sederhana. Menurut Pratiwi (2005) ada dua cara dalam pembuatan
jamu
yang lazimnya digunakan di masyarakat, yaitu pertama dengan merebus semua bahan, kedua dengan memeras sari yang ada kemudian mencampurkan dengan air matang. Menurut Suriawiria (2007) keterlibatan manusia dalam pengolahan produk industri akan membawa dampak yang tidak diinginkan misalnya adanya mikroba
bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Lebih lanjut Suriawiria (2007) menjelaskan bahwa mikroba yang hinggap pada suatu produk pangan akan merubah warna, bau maupun rasanya. Tidak terkecuali
jamu, produk ini apalagi telah terkontaminasi oleh mikroba akan memperlihatkan bercak-bercak pada permukaan serta akan mengeluarkan lendir. Keadaan yang demikian ini merupakan hasil dari dekomposisi mikroba dengan bahan yang di buat untuk minuman
jamu
(Suriawiria, 2007).

Baca :   Contoh Soal Fungsi Eksponen Dan Logaritma

Baca lebih lanjut


xi Baca lebih lajut

492813272.doc 1.23MB 2015-10-12 00:17:54

492813272.doc i.23MB 2015-10-12 00:17:54

Pemanfaatan
limbah
daun
bawang merah untuk dijadikan sumber energi alternatif belum banyak dilakukan, namun beberapa waktu terakhir ada beberapa mahasiswa yang melakukan penelitian tentang pemanfaatan
limbah
daun
bawang merah sebagai sumber energi biomassa, antara lain dengan membuat bioetanol dari
limbah
daun
bawang merah. Namun proses membuat bioetanol dari
limbah
daun
bawang sulit untuk diimplementasikan di masyarakat, karena membutuhkan keahlian dan peralatan khusus, selain itu biaya produksinya juga tergolong mahal. Selain itu menjadikan
limbah
daun
bawang merah menjadi bioetanol juga tidak terlalu menguntungkan, karena bahan baku yang akan dijadikan bioetanol harus mengandung glukosa dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan
daun
bawang merah hanya mengandung sedikit kandungan glukosa (gula) yaitu hanya sekitar 52%, maka produk bioetanol yang dihasilkan dari
limbah
daun
bawang merah kurang maksimal.

Baca lebih lanjut


19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Peranan Strategi Pemasaran Dalam Upaya Peningkatan Penjualan Produk Minuman Beras Kencur Pada Perusahaan Jamu “Rasa Echo” Di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

PENGARUH VARIASI WATERGLASS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR LEMPUNG PADA PASIR CETAK

PENGARUH VARIASI WATERGLASS TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR LEMPUNG PADA PASIR CETAK

Salah satu bagian terpenting dalam proses kegiatan penelitian adalah melakukan kegiatan analisis terhadap data-data yang telah terkumpul. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan data deskriptif yang dilakukan dengan cara melukiskan dan merangkum pengamatan dari penelitian yang dilakukan. Information yang dihasilkan digambarkan secara grafis dalam bentuk grafik sehingga lebih mudah dibaca. Analisis information hasil pengujian
variasi
campuran pasir dengan
kadar
berat waterglass 0%, 15%, 25%, dan 40% dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut:

Baca lebih lanjut


59 Baca lebih lajut

PROSES PELAKSANAAN PROGRAM ACARA “DUPEN” ATAU DUNIA PENDIDIKAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK SAJIAN ACARA FEATURE

PROSES PELAKSANAAN PROGRAM ACARA “DUPEN” ATAU DUNIA PENDIDIKAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK SAJIAN ACARA FEATURE

Tidak terlepas dari terpaan perkembangan teknologi komunikasi global, perkembangan sosial politik di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari
pengaruh
televisi. Informasi, hiburan, pendidikan dan pengetahuan, karya seni, pic, olah raga, dan sebagainya merupakan hal-hal yang sudah menjadi kebutuhan manusia yang tidak bisa disepelekan. Media televisi merupakan salah satu media optikal yang sangat penting, sangat diminati serta sangat bermanfaat dan sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat modernistic sekarang ini. Kehadiran banyak stasiun televisi merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pemakai atau pengguna televisi yaitu pemirsa televisi yang senantiasa duduk di depan televisi untuk menonton semua acara yang disajikan oleh stasiun-stasiun televisi tersebut. Berbagai perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat Republic of indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran sosial televisi. Televisi pada titik tertentu menyumbangkan diseminasi dan edukasi nilai sosial baru bagi masyarakat Indonesia.

Baca lebih lanjut


82 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN - Analisis Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Biogas - UNS Institutional Repository

BAB 1 PENDAHULUAN – Analisis Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Biogas – UNS Institutional Repository

Sisa dari
limbah
hasil proses cara membuat
biogas
dari
limbah
tahu, yang disebut lumpur maupun slurry, mempunyai banyak kandungan hara yang sama halnya dengan pupuk organik yang telah matang seperti kompos sehingga bisa digunakan langsung untuk memupuk tanaman atau diperjualbelikan, sebelum dimasukkan ke dalam karung terlebih dahulu dikeringkan di bawah sinar matahari (Sri Wahyuni, 2011). Sebagai permulaan memang membutuhkan biaya yang cukup untuk membangun sebuah pembangkit atau digester
biogas
yang relatif besar bagi penduduk yang berada di pedesaan. Namun sekali pembangkit
biogas
tersebut telah terbangun, pembangkit
biogas
tersebut akan dapat dipergunakan dan akan menghasilkan
biogas
selama bertahun-tahun (Sri Wahyuni, 2011).

Baca :   Matriks 2x1

Baca lebih lanjut


43 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI  CEMARAN BACILLUS DAN KHAMIR PADA JAMU GENDONG ”BERAS KENCUR DAN KUNIR ASAM ”   Identifikasi Cemaran Bacillus Dan Khamir Pada Jamu Gendong Beras Kencur Dan Kunir Asam Di Pasar Gede Kota Solo.

Uji angka kapang – khamir dan identifikasi Salmonella spp pada jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.

Uji angka kapang – khamir dan identifikasi Salmonella spp pada jamu beras kencur yang dijual di Pasar Sambilegi Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta.

sekali yaitu hanya di celupkan ke dalam air. Kurangnya sanitasi memungkinkan
bakteri
patogen yang biasa terdapat pada
jamu
dapat berkembangbiak dalam
jamu
beras
kencur. Salmonella spp merupakan
bakteri
patogen yang dapat berbahaya terhadap manusia. Angka kesakitan akibat infeksi Salmonella spp sangat tinggi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi Salmonella spp adalah salmonellosis. Penyakit ini tidak hanya berkembang di negara berkembang, tetapi berkembang juga di negara maju. Angka kejadian infeksi Salmonella spp di seluruh dunia mencapai lebih dari 12,5 juta per tahun dan di Amerika Serikat diperkirakan sekitar two juta per tahun. Salmonella spp dapat mengkontaminasi
jamu
melalui botol – botol plastik yang kurang hiegenis. Faktor yang menyebabkan kurangnya sanitasi yaitu pencucian wadah yang kurang bersih atau air yang digunakan pada saat pencucian wadah sudah terkontaminasi Salmonella spp dikarenakan Salmonella spp dapat bertahan hidup didalam air selama iv minggu. Adanya kesuaian pH dan suhu antara
jamu
dengan habitat Salmonella spp memungkinkan Salmonella spp dapat tumbuh di dalam
jamu. Salmonella spp tumbuh pada suasana aerob atau anaerob fakultatif, pada suhu 15 0 C – 41 0 C. Suhu pertumbuhan optimum 37,5 0 C dengan pH 6-8 (Radji, 2010).

Baca lebih lanjut


136 Baca lebih lajut

PENGARUH MACAM LIMBAH ORGANIK DAN PENGENCERAN TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI BAHAN BIOMASSA LIMBAH PETERNAKAN AYAM

PENGARUH MACAM LIMBAH ORGANIK DAN PENGENCERAN TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI BAHAN BIOMASSA LIMBAH PETERNAKAN AYAM

Untuk proses pertama kali dibutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sampai satu bulan sebelum dihasilkan gas awal. Campuran tersebut selalu ditambah setiap hari dan sesekali diaduk, sedangkan yang sudah diolah dikeluarkan melalui saluran pengeluaran. Sisa dari
limbah
yang telah dicerna oleh
bakteri
methan atau
bakteri
biogas, yang disebut slurry atau lumpur, mempunyai kandungan hara yang sama dengan pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan ke dalam karung.

Baca lebih lanjut


86 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH MAKAN DAN INDUSTRI GULA (MOLASE) UNTUK PRODUKSI BIOGAS

PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH MAKAN DAN INDUSTRI GULA (MOLASE) UNTUK PRODUKSI BIOGAS

Fulford (1988) menyatakan bahwa diawal reaksi pembentukan
biogas,
bakteri
penghasil asam akan aktif lebih dulu sehingga pH pada digester menjadi rendah, kemudian
bakteri
metanogen
menggunakan asam tersebut sebagai substrat sehingga menaikkan nilai pH. Ini menandakan bahwa dalam proses produksi
biogas
ter jadi pengaturan pH secara alami. Tingkat keasaman diatur oleh proses itu dengan sendirinya. Kresnawaty dkk., (2008) dalam penelitiannya juga mengatakan bahwa nilai pH pada awal proses menunjukkan penurunan karena terjadi hidrolisis yang umumnya terjadi dalam suasana asam, tetapi nilai ini cenderung stabil pada tahap selanjunya, yaitu pada kisaran pH vi,7-7,7. Rentang pH ini mendekati kondisi platonic pertumbuhan
metanogen, yaitu 6,8-7,2. Hal demikian terjadi karena asam-asam organik diuraikan menjadi metana dan karbondioksida dan kemungkinan terbentuknya NH 3 yang meningkatkan pH

Baca lebih lanjut


124 Baca lebih lajut

(B. MIPA Sains) Karakteristik Metanogen Selama Proses Fermentasi Anaerob Biomassa Limbah Makanan.

(B. MIPA Sains) Karakteristik Metanogen Selama Proses Fermentasi Anaerob Biomassa Limbah Makanan.

Dinamika komunitas
metanogen
selama proses tersebut diamati dengan teknik Last Restriction Fragment Length Polymorphism (T-RFLP) untuk melihat dinamika populasi
metanogen
selama proses fermentasi dan teknik Analysis of Ribosomal Dna Restriction Analysis (ARDRA) untuk mendapatkan hasil yang lebih detil tentang identitas
metanogen. Sampel dari lumpur digester anaerob diambil pada waktu hari ke 0, five, x, 15, dan 20 selama fermentasi berlangsung untuk ekstraksi Dna dan analisis molekuler. Gas yang dihasilkan dianalisis di hari ke-20. Komunitas
metanogen
pada digester anaerob yang menggunakan
limbah
cair tahu sebagai substrat selama 20 hari fermentasi relatif stabil.

Baca :   Apa Bahan Yang Digunakan Untuk Membuat Ban

Baca lebih lanjut


1 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Serta Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat

Uji Aktivitas Antibakteri Serta Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun dan Biji Pepaya (Carica papaya 50.) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat

Telah diuji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol
daun
dan biji
pepaya
(Carica papaya Fifty.) terhadap Propionibacterium acnes
bakteri
patogen penyebab jerawat. Aktivitas antibakteri ditentukan dengan metode difusi cakram kertas (Kyrbi- Bauer) melalui zona hambat yang terbentuk. Zona hambat yang dihasilkan untuk ekstrak etanol
daun
pepaya
dengan
variasi
konsentrasi 5%, 25%, 50%, 75% dan 100% adalah 0mm; 0mm; viii,30mm; eight,35mm dan 12,28mm. Sedangkan untuk ekstrak etanol biji
pepaya
zona hambat yang dihasilkan adalah 0mm; viii,18mm; 8,20mm; 12,18mm dan 12,30mm. Analisa lebih lanjut dilakukan untuk melihat
pengaruh
pemberian ekstrak etanol
daun
dan biji
pepaya
terhadap sel
bakteri
Propionibacterium acnes. Analisa dilakukan dengan menambahkan ekstrak etanol biji
pepaya
25% terhadap suspensi Propionibacterium acnes sebagai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terendah. Dari hasil analisa, dapat diduga bahwa pemberian ekstrak etanol biji
pepaya
25% mempengaruhi permeabilitas membran sel terlihat dengan terdeteksinya asam nukleat (absorbansi 2,601 – two,777), poly peptide (absorbansi 2,733 – ii,809), ion K + (1416,0349 – 8964,1591 ppm) serta ion Ca 2+ (iii,1882 – 47,3885 ppm) dari sel Propionibacterium acnes melalui analisa menggunakan spektrofotometer uv-vis dan spektrofotometer serapan atom (SSA). Kata kunci : Antibakteri, Carica papaya L., Propionibacterium acnes,

Baca lebih lanjut


14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Toni Rohiman BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA – Toni Rohiman BAB II

ETEC menghasilkan dua jenis toksin yang bersifat stabil dan agak labil terhadap panas dan menyebabkan diare pada anak serta bayi, yaitu penyakit yang mirip dengan kolera. Penyakit ini ditandai dengan tinja berair, keram perut, mual, subfebris.
Bakteri
jenis ini biasanya menginfeksi di usus kecil dengan periode inkubasi ETEC berkisar 1-2 hari, kemudian berlanjut dengan timbulnya diare yang berair tanpa disertai darah ataupun lendir. Penyakit ini bersifat cocky-express, biasanya gejala ini akan lenyap sendiri dalam kurun waktu kurang dari 5 hari (Arisman, 2008).

Baca lebih lanjut


xi Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR) TERHADAP BIOETANOL YANG DIHASILKAN OLEH Saccharomyces cerevisiae.

I. PENDAHULUAN PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR) TERHADAP BIOETANOL YANG DIHASILKAN OLEH Saccharomyces cerevisiae.

Merina dan Trihadiningrum (2011) meneliti produksi bioetanol dari enceng gondok dengan Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae. Pembuatan bioetanol dilakukan melalui tahap pretreatment , likuifikasi, sakarifikasi serta fermentasi.Dilakukan
variasi
pretreatment dengan (1) asam sulfat 2 % (5/v) dan pemanasan 121 o C selama xxx menit, (2) seeding ratio jamur Aspergillus niger dengan perbandingan 4/40 (v/v) dan eight/40 (v/v) pada proses likuifikasi, (3) penggunaan Saccharomyces cerevisiae pada tahap sakarifikasi dan (4) penggunaan Zymomonas mobilis dan Saccharomyces cerevisiae pada proses fermentasi.
Kadar
glukosa tertinggi didapat dari pretreatment dengan asam sulfat 2 % dengan 8414,7287 mg/Fifty sedangkan
kadar
etanol tertinggi dihasilkan dari pretreatment pemanasan kemudian likuifikasi dengan A.niger iv/twoscore (v/v) dan fermentasi tiga hari dengan hasil 0,27 %.

Baca lebih lanjut


5 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR) TERHADAP BIOETANOL YANG DIHASILKAN OLEH Saccharomyces cerevisiae.

Gasohol Adalah Merupakan Fermentasi Molase Oleh Bakteri

Source: https://id.123dok.com/title/pengaruh-variasi-molase-limbah-kencur-penghasilan-bakteri-metanogen

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …