Diantara Reaksi Berikut Yang Terjadi Paling Cepat Adalah

Diantara Reaksi Berikut Yang Terjadi Paling Cepat Adalah

Reaksi kimia

adalah suatu proses tunggul yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia.[1]

Fusi maupun paduan-senyawa tadinya yang terbabit dalam reaksi disebut umpama reaktan. Reaksi ilmu pisah biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk nan biasanya mempunyai ciri-ciri yang farik dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron n domestik pembentukan dan pemutusan pernah kimia, kendatipun pada dasarnya konsep awam reaksi kimia pula dapat diterapkan lega transformasi partikel-partikel elementer sebagai halnya pada reaksi nuklir.

Reaksi-reaksi ilmu pisah yang farik digunakan bersama dalam sintesis kimia kerjakan menghasilkan produk campuran yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia nan dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak kali terjadi di dalam rumah tahanan dilakukan.

Rekaman



[sunting

|
sunting sumber]



Reaksi kimia seperti pembakaran, fermentasi, dan korting dari bijih menjadi besi sudah diketahui sejak dahulu kala. Teori-teori awal konversi berasal material-material ini dikembangkan oleh ahli pikir Yunani Kuno, sebagai halnya Teori empat atom dari Empedocles yang menyatakan bahwa substansi apapun itu tersusun bermula 4 zarah radiks: api, air, peledak, dan bumi. Plong abad pertengahan, alterasi kimia dipelajari oleh para alkemis. Mereka mencoba, misalnya, menafsirkan timbal menjadi emas, dengan mereaksikan timbal dengan campuran tembaga-timbal dengan sulfur.[2]

Produksi dari paduan-senyawa kimia yang tidak terdapat secara alami di marcapada mutakadim lama dicoba oleh para ilmuwan, sebagaimana sintesis dari asam sulfat dan bersut nitrat oleh alkemis Jābir ibn Hayyān. Proses ini dilakukan dengan cara memanaskan mineral-mineral sulfat dan nitrat, seperti mana tembaga sulfat, alum dan kalium nitrat. Pada abad ke-17, Johann Rudolph Glauber memproduksi cemberut klorida dan natrium sulfat dengan mereaksikan cemberut sulfat dengan natrium klorida. Dengan adanya peluasan
lead chamber process

lega tahun 1746 dan proses Leblanc, sehingga memungkinkan adanya produksi cemberut sulfat dan natrium karbonat internal kuantitas raksasa, maka reaksi kimia dapat diaplikasikan dalam industri. Teknologi asam sulfat yang semakin beradab kesannya menghasilkan proses kontak pada waktu 1880-an,[3]

dan proses Haber dikembangkan pada perian 1909–1910 kerjakan sintesis amonia.[4]

Dari abad ke-16, bilang peneliti seperti Jan Baptist van Helmont, Robert Boyle dan Isaac Newton mencoba untuk menemukan teori-teori pecah transformasi-konversi ilmu pisah nan telah dieksperimenkan. Teori plogiston dicetuskan plong tahun 1667 maka dari itu Johann Joachim Becher. Teori itu mempostulatkan adanya unsur seperti api yang disebut “plogiston”, yang terletak internal benda-benda yang dapat terbakar dan dilepaskan selama pembakaran. Teori ini dibuktikan riuk pada musim 1785 maka dari itu Antoine Lavoisier, yang jadinya memberikan penjelasan nan benar tentang pembakaran.[5]

Pada musim 1808, Joseph Louis Gay-Lussac balasannya mengetahui bahwa karakteristik tabun majuh sama. Beralaskan keadaan ini dan teori atom dari John Dalton, Joseph Proust akhrinya mengembangkan syariat perbandingan setia yang nantinya menjadi konsep awal berpangkal stoikiometri dan persamaan reaksi.[6]

Pada bagian kimia organik, telah lama dipercaya bahwa senyawa yang terdapat sreg organisme yang hidup itu terlalu kompleks kerjakan bisa didapatkan melalui sintesis kimia. Menurut konsep vitalisme, paduan organik dilengkapi dengan “kemampuan vital” sehingga “berbeda” dari material-material inorganik. Tapi sreg akhirnya, konsep ini pun berbuntut dipatahkan pasca- Friedrich Wöhler berhasil mensintesis urea pada musim 1828. Kimiawan lainnya yang memiliki kontribusi terhadap ilmu kimia organik di antaranya Alexander William Williamson dengan sintesis eter yang dilakukannya dan Christopher Kelk Ingold yang menemukan mekanisme dari reaksi substitusi.

Paralelisme



[sunting

|
sunting sumber]



Persamaan reaksi digunakan kerjakan memvisualkan reaksi kimia. Kemiripan reaksi terdiri terbit rumus kimia maupun rumus struktur berbunga reaktan di sisi kidal dan komoditas di sisi kanan. Antara produk dan reaktan dipisahkan dengan cap panah (→) nan menunjukkan arah dan tipe reaksi. Ujung berasal tanda panah tersebut menunjukkan reaksinya mengalir ke sebelah mana. Tanda panah ganda (is in equilibrium with), yang mempunyai dua ujung keunggulan cahaya yang berbeda jihat, digunakan puas reaksi kesetimbangan. Kemiripan kimia haruslah seimbang, sesuai dengan stoikiometri, jumlah anasir tiap unsur di sebelah kiri harus sama dengan jumlah elemen tiap molekul di sebelah kanan. Penyeimbangan ini dilakukan dengan menambahkan kredit di depan tiap molekul senyawa (dilambangkan dengan
A, B, C

dan
D

di tabulasi skema di bawah) dengan nilai kecil (a, b, c

dan
d) di depannya.[1]










a



A

+

b



B





c



C

+

d



D







{\displaystyle \mathrm {a\ A+b\ B\longrightarrow c\ C+d\ D} }




Reaksi yang lebih rumit digambarkan dengan skema reaksi, tujuannya adalah bakal mengetahui fusi awal atau akhir, alias juga bagi menunjukkan fase perlintasan. Sejumlah reaksi kimia juga dapat ditambahkan catatan di atas logo panahnya; contohnya penyisipan air, panas, iluminasi, katalisasi, dsb. Juga, beberapa barang minor bisa ditempatkan di bawah tera pendar.

Kajian retrosintetik dapat dipakai lakukan mendesain reaksi senyawa kompleks. Analisis dimulai bermula produk, contohnya dengan memecah ikatan kimia nan dipilih menjadi reagen baru. Nama cahaya khusus (⇒) digunakan n domestik reaksi retro.[7]

Reaksi elementer



[sunting

|
sunting mata air]



Reaksi elementer yaitu reaksi separasi paling keteter dan hasil dari reaksi ini tak n kepunyaan produk sertaan.[8]

Umumnya reaksi yang berakibat ditemukan detik ini ialah pengembangan berasal reaksi elementer yang munculnya secara secara paralel atau berantai. Sebuah reaksi elementer biasanya hanya terdiri dari beberapa unsur, lazimnya hanya satu atau dua, karena kemungkinannya mungil untuk banyak partikel menyatu bersama.[9]

Isomerisasi azobenzena yang diinduksi makanya kurat (hν) atau panas (Δ)

Reaksi minimum terdahulu n domestik reaksi elementer adalah reaksi unimolekuler dan bimolekuler. Reaksi unimolekuler hanya terdiri dari satu molekul yang terpelajar dari transformasi maupun diasosiasi satu atau beberapa molekul lain. Sejumlah reaksi ini membutuhkan energi berbunga cahaya alias memberahikan. Sebuah hipotetis berpunca reaksi unimolekuler adalah isomerisasi cis–trans, di mana sebuah senyawa bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.[10]

Dalam reaksi disosiasi, asosiasi di dalam sebuah anasir akan terpecah menjadi 2 bagian unsur. Pemecahan ini bisa berupa homolitik alias heterolitik. Privat pemecahan homolitik, hubungan akan terpecah sehingga setiap produknya tetap punya satu elektron sehingga menjadi radikal independen. Dalam pemecahan heterolitik, kedua elektron berbunga ikatan kimia akan tercecer puas salah satu produknya, sehingga akan menghasilkan ion yang bermuatan. Reaksi disosiasi memegang peranan utama privat reaksi berturutan, seperti contohnya hidrogen-oksigen atau reaksi polimerisasi.










A

B





A

+

B







{\displaystyle \mathrm {AB\longrightarrow A+B} }






Disoasi terbit elemen AB menjadi fragmen A dan B .

Puas reaksi bimolekular, 2 zarah akan bertabreakan dan tukar bereaksi. Hasil reaksinya dinamakan sintesis kimia maupun reaksi adisi.










A

+

B





A

B







{\displaystyle \mathrm {A+B\longrightarrow AB} }




Kemungkinan reaksi yang bukan adalah sebagian bermula sebuah molekul berpindah ke partikel lainnya. Reaksi varietas sebagai halnya ini, contohnya yakni reaksi redoks dan reaksi asam-basa. Pada reaksi redoks partikel yang berpindah merupakan elektron, padahal lega reaksi asam-basa yang berpindah adalah proton. Reaksi seperti ini juga disebut dengan reaksi metatesis.










H

A

+

B





A

+

H

B







{\displaystyle \mathrm {HA+B\longrightarrow A+HB} }




contohnya

NaCl(aq)

+ AgNO3

(aq)

→ NaNO3

(aq)

+ AgCl(s)

Termodinamika



[sunting

|
sunting sumber]



Reaksi ilmu pisah boleh ditentukan maka itu hukum-syariat termodinamika. Reaksi bisa terjadi dengan sendirinya apabila paduan tersebut eksergonik atau melepaskan energi. Energi bebas yang dihasilkan reaksi ini terdiri semenjak 2 besaran termodinamika ialah entalpi dan entropi:[11]










Δ





G

=

Δ





H





T





Δ





S







{\displaystyle \mathrm {\Delta G=\Delta H-Tepi langit\cdot \Delta S} }






G: energi bebas, H: entalpi, T: suhu, S: entropi, Δ: perbedaan

Reaksi eksotermik terjadi apabila ΔH bernilai negatif dan energi dilepaskan. Contoh reaksi eksotermik adalah presipitasi dan kristalisasi, di mana sebuah padatan terdidik dari asap atau cair. Kebalikannya, dalam reaksi endotermik, panas diambil semenjak lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan entropi sistem. Karena kenaikan entropi berbanding lurus dengan suhunya, maka biasanya reaksi endotermik dilakukan pada suhu tangga. Kebalikannya, kebanyakan reaksi eksotermik dilakukan sreg suhu yang rendah. Perubahan temperatur adakalanya boleh mengubah arah reaksi, sebagai halnya contohnya pada reaksi Boudouard:










C



O



2





+

C





2



C

Ozon



;



Δ





H

=

+

172.45



k

J





m

o



l







1











{\displaystyle \mathrm {CO_{2}+C\rightleftharpoons 2\ CO\ ;\quad \Muara sungai H=+172.45\ kJ\cdot mol^{-1}} }




Reaksi antara karbon dioksida dan karbonium untuk mewujudkan karbon monoksida ini ialah reaksi endotermik dengan suhu di atas 800 °C dan menjadi reaksi eksotermik jika suhunya dibawah suhu ini[12]

Reaksi pula boleh diketahui dengan energi dalam yang menyebabkan perubahan pada entropi, volume, dan potensial kimia.[13]










d



U

=

T





d



S





p





d



V

+

μ









d



t







{\displaystyle \mathrm {d} U=Kaki langit\,{d}S-p\,{d}V+\mu \,{d}n\!}






U: energi intern, S: entropi, p: tekanan, μ: potensial kimia, cakrawala: total molekul, d: cap yang artinya perlintasan kecil

Pengelompokan reaksi kimia



[sunting

|
sunting sumber]



Beragamnya reaksi-reaksi kimia dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan dalam mempelajarinya mengakibatkan banyaknya pendirian untuk mengklasifikasikan reaksi-reaksi tersebut, yang acap kali bertindihan. Di bawah ini yakni sempurna-kamil klasifikasi reaksi kimia nan rata-rata digunakan.

Empat reaksi pangkal



[sunting

|
sunting sumber]



Sintesis



[sunting

|
sunting sendang]



Dalam reaksi jalinan langsung atau sintesis, dua alias lebih senyawa tertinggal bergabung membentuk senyawa baru yang lebih kompleks. Dua reaktan atau lebih yang bereaksi menghasilkan satu produk juga ialah salah suatu cara lakukan mengetahui kalau itu reaksi sintesis. Contoh dari reaksi ini adalah gas hidrogen bergabung dengan gas oksigen nan hasilnya yaitu air.[14]

Contoh lainnya adalah gas nitrogen menyatu dengan tabun hidrogen akan membentuk amoniak, dengan persamaan reaksi:

N2

+ 3 H2

→ 2 NH3

Dekomposisisi



[sunting

|
sunting sumber]



Reaksi dekomposisi alias
analisis

adalah tara dari reaksi sintesis. Sebuah senyawa yang lebih obsesi akan dipecah menjadi senyawa yang lebih tersisa.[14]

[15]

Contohnya adalah molekul air nan dipecah menjadi gas oksigen dan gas hidrogen, dengan persamaan reaksi:

2 H2O → 2 H2

+ O2

Penggantian khusus



[sunting

|
sunting sumber]



Internal reaksi penggantian tunggal atau substitusi, sebuah elemen idiosinkratis menggantikan molekul spesifik lainnya di satu senyawa. Contohnya merupakan logam natrium nan bereaksi dengan asam klorida akan menghasilkan natrium klorida alias garam dapur, dengan persamaaan reaksi:

2 Na(s) + 2 HCl(aq) → 2 NaCl(aq) + H2(g)

Penggantian ganda



[sunting

|
sunting sumber]



N domestik reaksi penggantian ganda, dua fusi saling berganti ion atau persaudaraan buat menciptakan menjadikan senyawa yunior yang berbeda.[14]

Hal ini terjadi ketika kation dan anion dari 2 senyawa yang berbeda saling berpindah medan, dan membuat 2 senyawa baru.[15]

Rumus publik dari reaksi ini adalah:

AB + CD → AD + CB

Transendental dari reaksi penggantian ganda ialah timbal(II) nitrat bereaksi dengan kalium iodida lakukan menciptakan menjadikan imbang(II) iodida dan kalium nitrat, dengan kemiripan reaksi:

Pb(NO3)2

+ 2 KI → PbI2

+ 2 KNO3

Model lainnya adalah natrium klorida (garam dapur) bereaksi dengan perak nitrat mewujudkan natrium nitrat dan perak klorida, dengan pertepatan reaksi:

NaCl(aq) + AgNO3(aq) → NaNO3(aq) + AgCl(s)

Oksidasi dan reduksi



[sunting

|
sunting sumber]



Ilustrasi berpangkal reaksi redoks (reduksi oksidasi)

Reduction
Oxidant + e

⟶ Product
(Electrons
gained; oxidation number
decreases)

Oxidation
Reductant ⟶ Product + e

(Electrons
lost; oxidation number
increases)

Dua bagian reaksi redoks

Reaksi redoks dapat dipahami misal transfer elektron dari salah suatu senyawa (disebut reduktor) ke campuran lainnya (disebut oksidator). Privat proses ini, sintesis yang satu akan teroksidasi dan paduan lainnya akan tereduksi, maka itu karena itu disebut
redoks. Oksidasi koteng dimengerti sebagai kenaikan bilangan oksidasi, dan diskon adalah penerjunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer dari elektron ini akan selalu menyangkal kodrat oksidasinya, tetapi banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai reaksi redoks walaupun sebenarnya tidak ada elektron nan berpindah (seperti nan melibatkan ikatan kovalen).[16]

[17]

Konseptual reaksi redoks adalah:

2
S2Ozon

2−

3



(aq) +
I2

(aq) →
S4O

2−

6



(aq) + 2
I

(aq)
Nan mana
I2



direduksi menjadi
I



dan
S2O

2−

3





(anion tiosulfat) dioksidasi menjadi
S4O

2−

6



.

Kerjakan mengerti reaktan mana yang akan menjadi agen pereduksi dan mana yang akan menjadi agen teroksidasi dapat diketahui berpokok keelektronegatifan elemen tersebut. Elemen yang mempunyai nilai keelektronegatifan yang rendah, seperti mana kebanyakan zarah besi, maka akan dengan mudah memberikan elektron mereka dan teroksidasi – elemen ini menjadi reduktor. Kebalikannya, banyak ion mempunyai kodrat oksidasi pangkat, seperti
H2O2

,
MnO



4



,
CrO3

,
Cr2Udara murni

2−

7



,
OsO4

) dapat memperoleh satu alias lebih tambahan elektron, sehingga disebut oksidator.

Jumlah elektron yang diberikan maupun dituruti pada reaksi redoks dapat diketahui dari konfigurasi elektronn elemen reaktannya. Setiap atom akan berusaha untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sejajar sama dengan konfigurasi anasir asap mulia. Logam alkali dan halogen akan memberikan dan menyepakati suatu elektron. Elemen asap liwa seorang senyatanya tidak aktif secara kimiawi.[18]

Riuk satu babak utama dalam reaksi redoks adalah reaksi elektrokimia, di mana elektron semenjak sumber listrik digunakan sebagai reduktor. Reaksi ini bermanfaat cak bagi pembuatan elemen-unsur kimia, seperti klorin[19]

atau aluminium. Proses lawan di mana reaksi redoks digunakan cak bagi menghasilkan listrik lagi ada dan prinsip ini digunakan pada baterai.

Reaksi asam-basa



[sunting

|
sunting sumber]



Reaksi asam-basa adalah reaksi yang mendonorkan proton berusul sebuah zarah senderut ke zarah basa. Disini, asam dolan umpama kontributor proton dan basa berperan misal akseptor proton.










H

A

+

B







A











+

H



B



+











{\displaystyle \mathrm {HA+B\rightleftharpoons A^{-}+HB^{+}} }






Reaksi asam basa, HA: asam, B: Basa, A: basa konjugasi, HB+: asam konjugasi

Hasil berpunca transfer proton ini adalah bersut konjugasi dan basa konjugasi.[20]

Reaksi kesetimbangan (wara wiri) juga ada, dan karena itu cemberut/basa dan cemberut/basa konjugasinya selalu dalam kesetimbangan. Reaksi kesetimbangan ini ditandai dengan adanya konstanta diasosiasi asam dan basa (K

a

dan
K

b) dari setiap substansinya. Sebuah reaksi yang khusus mulai sejak reaksi bersut-basa adalah netralisasi di mana asam dan basa dalam jumlah yang setimbang akan takhlik garam yang sifatnya nonblok.

Reaksi asam basa n kepunyaan berbagai ragam definisi tergantung plong konsep asam basa yang digunakan. Sejumlah definisi nan paling umum ialah:

    • Definisi Arrhenius: asam berdisosiasi intern air membebaskan ion H3O+; basa berdisosiasi intern air mengecualikan ion OH.
    • Definisi Brønsted-Lowry: Asam adalah pendonor proton (H+) donors; basa adalah penerima (akseptor) proton. Melingkupi definisi Arrhenius
    • Definisi Lewis: Asam yaitu akseptor pasangan elektron; basa adalah pendonor pasangan elektron. Definisi ini melingkupi definisi Brønsted-Lowry.

Presipitasi



[sunting

|
sunting sendang]



Presipitasi adalah proses reaksi terbentuknya padatan (endapan) di dalam sebuah larutan sebagai hasil dari reaksi kimia. Presipitasi ini lazimnya terdidik ketika konsentrasi ion yang larut telah sampai ke senggat kelarutan[21]

dan karenanya adalah menciptakan menjadikan garam. Reaksi ini dapat dipercepat dengan menambahkan kantor cabang presipitasi maupun mengurangi pelarutnya. Reaksi presipitasi yang cepat akan menghasilkan residu mikrokristalin dan proses yang lambat akan menghasilkan intan buatan spesial. Kristal istimewa pun dapat diperoleh bermula rekristalisasi dari garam mikrokristalin.[22]

Reaksi puas zat padat



[sunting

|
sunting sumber]



Reaksi bisa terjadi di antara dua benda padat. Biar begitu, karena tingkat pelarutan puas zat padat tinggal rendah, maka reaksi kimia yang berlangsung terjadi terlampau lambat. Reaksi boleh dipercepat dengan cara meningkatkan suhu sehingga akan memecah reaktan, sehingga luas rataan kontak menjadi lebih raksasa.[23]

Reaksi fotokimia



[sunting

|
sunting mata air]



Privat reaksi fotokimia, unsur dan atom akan menyerap energi (foton) dari cahaya dan mengubahnya ke eksitasi. Molekul dan molekul ini adv amat boleh melepaskan energi dengan memecahkan ikatan kimia, maka menghasilkan radikal. Reaksi ang termasuk ke dalam reaksi fotokimia di antaranya reaksi hidrogen-oksigen, polimerisasi drastis, reaksi beruntun dan reaksi penataan ulang.[24]

Banyak proses-proses utama memperalat fotokimia. Lengkap yang paling awam adalah fotosintesis, di mana tanaman menggunakan energi surya untuk menyangkal karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen ibarat hasil samping. Manusia mengandalkan fotokimia dalam pembentukan vitamin D, dan persepsi visual dihasilkan dari reaksi fotokimia di rhodopsin.[10]

Pada kunang-kunang, sebuah enzim pada abdomen mengkatalisasi reaksi yang menghasilkan bioluminesensi.[25]

Banyak reaksi fotokimia, seperti pembentukan ozon, terjadi di ruang angkasa dunia nan ialah adegan dari kimia ruang angkasa.

Katalisis



[sunting

|
sunting sumber]



Grafik skema energi yang menunjukkan efek berpangkal pemberian katalis pada sebuah reaksi kimia endotermik. Adanya katalis akan menggesakan reaksi dengan pendirian menaruh energi aktivasi. Hasil akhirnya akan sepadan dengan reaksi tanpa katalis.

Pada katalisis, reaksinya tak berlangsung secara spontan, tetapi melangkahi substansi ketiga yang disebut dengan katalis. Tidak sebagai halnya reagen lainnya yang masuk kerumahtanggaan reaksi kimia, katalis tidak masuk serta dalam reaksi itu sendiri, belaka bisa membendung, mematikan, atau menghancurkan melewati proses sekunder. Katalis dapat digunakan lega fase yang berlainan (katalis bermacam rupa) maupun plong fase yang sama (katalis homogen) sebagai reaktan. Fungsi katalis hanyalah mendahulukan reaksi – zat ilmu pisah nan memperlambat reaksi disebut dengan inhibitor.[26]

[27]

Substansi yang meningkatkan aktivitas katalis disebut promoter, dan gana yang mematikan katalis disebut venom katalis. Sebuah reaksi kimia yang semestinya tidak dapat berlangsung karena energi aktivasinya terlalu pangkat, bisa menjadi berlantas karena kehadiran katalis ini.

Katalis heterogen rata-rata padat dan berbentuk bubuk seharusnya boleh memaksimalkan luas permukaan yang bereaksi. Zat-zat yang penting sreg katalisis heterogen di antaranya logam-logam grup platinum dan ferum perlintasan lainnya. Zat-zat ini biasanya digunakan sreg hidrogenasi, pembentukan katalitik dan senyawa dari senyawa-campuran kimia seperti bersut nitrat dan amonia. Asam adalah contoh dari katalis homogen, mereka meningkatkan nukleofilitas dari fosgen. Kemujaraban dari katalis homogen adalah mudah untuk dicampurkan dengan reaktannya, hanya kekurangannya adalah musykil dipisahkan dari produk akhirnya. Maka itu karena itu, katalis beragam lebih dipilih di banyak proses industri.[28]

Reaksi dalam kimia organik



[sunting

|
sunting sumber]



Dalam ilmu pisah organik, banyak reaksi yang dapat terjadi yang melibatkan kekeluargaan kovalen di antara atom karbon dan heteroatom lainnya seperti oksigen, nitrogen, atau elemen-atom halogen lainnya. Beberapa reaksi yang lebih individual akan dijelaskan di pangkal ini.

Substitusi



[sunting

|
sunting mata air]



Dalam reaksi substitusi, sebuah gugus fungsi di dalam suatu senyawa ilmu pisah digantikan oleh gugus fungsi lainnya.[29]

Reaksi ini bisa dibedakan pun menjadi bilang subtipe ialah nukleofilik, substitusi elektrofilik, atau substitusi radikal.

SN1 mechanism

SN2 mechanism

Pada jenis yang pertama, nukleofil, atom atau molekul yang memiliki kelebihan elektron sehingga bermuatan negatif, akan menggantikan atom lainnya alias bagian lainnya dari molekul “substrat”. Pasangan elektron nukleofil akan bercampur dengan substrat membentuk ikatan baru, sementara itu gugus lepas akan lepas bersamaan dengan sebuah antiwirawan elektron. Nukleofil sendiri bisa bermuatan netral atau positif, sedangkan substrat rata-rata bermuatan riil atau independen. Contoh nukleofil adalah ion hidroksida, alkoksida, amina, dan halida. Reaksi semacam ini lazimnya ditemukan pada hidrokarbon alifatik dan jarang ditemukan pada hidrokarbon aromatik. Hidrokarbon aromatik memiliki rapatan elektron yang tingi dan hanya boleh melangsungkan substitusi aromatik nukleofilik hanya dengan gugus penarik elektron nan sangat lestari. Substitusi nukleofilik boleh berlangsung menerobos 2 mekanisme, Reaksi SN1 dan SN2. Menurut namanya, S singkatan bersumber substitusi, N singkatan dai nukleofilik, dan, dan angka menunjukkan ordo kinetik reaksi, unimolekuler atau bimolekuler.[30]

3 tahap dalam Reaksi STepi langit2. Nukleofil berwarna plonco dan gugus lepas berwarna merah

Reaksi SLengkung langit2 menyebabkan p versus stereo (inversi Walden)

Reaksi SHorizon1 berlangsung kerumahtanggaan 2 tahap. Tahap purwa, gugus belas kasihan akan lepas dan membentuk karbokation. Tahap ini akan diikuti reaksi yang sangat cepat dengan nukleofil.[31]

Dalam mekanisme SLengkung langit2, nukleofil akan membentuk tahap peralihan dengan unsur yang lepas saja yang terlekang. Kedua mekanisme ini berbeda pada hasil stereokimianya. Reaksi STepi langit1 menghasilkan adisi non-stereospesifik dan tidak menghasilkan pusat
chiral, melainkan internal bentuk isomer ilmu ukur (cis/trans). Kebalikannya, inversi Warden-lah yang diamati pada mekanisme SN2.[32]

Substitusi elektrofilik merupakan kebalikan dari substitusi nukleofilik di mana atom ataupun molekul yang melepas, atau elektrofilnya, mempunyai kerapatan elektron yang rendah sehingga bermuatan positif. Lazimnya elektrofil ini merupakan molekul karbon dari gugus karbonil, karbokation atau sulfur atau kation nitronium. Reaksi ini berlangsung pada hidrokarbon aromatik sahaja, sehingga disebut substitusi aromatik elektrofilik. Serangan elektrofil akan menciptakan kompleks yang disebut sebagai σ-compleks, sebuah fase transisi di mana sistem aromatiknya hilang. Habis, gugus magfirah (lazimnya proton), akan terpisah dan rasam kearomatikannya sekali lagi. Alternatif lain bagi substitusi aromatik ialah substitusi alifatik elektrofilik. Substitusi ini mirip dengan substitusi aromatik elektrofilik dan pula punya 2 macam terdahulu merupakan SE1 dan SE2[33]

Mekanisme bersumber substitusi aromatik elektrofilik

Adisi dan peminggiran



[sunting

|
sunting sendang]



Adisi dan pasangannya eliminasi merupakan reaksi yang menafsirkan kuantitas substituen privat atom zat arang, dan menciptakan menjadikan pertalian kovalen. Ikatan ganda dan tiga dapat dihasilkan dengan mengeliminasi gugus lepas yang sejadi. Seperti mana substitusi nukleofilik, ada sejumlah mekanisme reaksi yang bisa jadi terjadi. Dalam mekanisme E1, gugus pembebasan terlebih dahulu melepas dan membentuk karbokation. Lebih jauh, pembentukan ikatan ganda terjadi menerobos eliminasi proton (deprotonasi). Dalam mekanisme E1cb, usap pemenuhan terbalik: proton dieliminasi terlebih terlampau. N domestik mekanisme ini keterlibatan suatu basa harus cak semau.[34]

Reaksi dalam penyisihan E1 ataupun E1cb selalu bersilaju dengan substitusi SN1 karena memiliki kondisi reaksi kondisi yang setinggi.[35]

Eliminasi E1 Eliminasi E1

Eliminasi E1

penyisihan E1cb

Mekanisme E2 juga memerlukan basa. Akan hanya, peralihan posisi basa dan eliminasi gugus lepas berlangsung secara serentak dan enggak menghasilkan zat antara ionik. Berbeda dengan penyisihan E1, konfigurasi stereokimia yang berbeda dapat dihasilkan dalam reaksi yang memiliki mekanisme E2 karena basa akan makin memfavoritkan eleminasi proton yang berada lega posisi-anti terhadap gugus maaf. Oleh karena kondisi dan reagen reaksi nan mirip, eliminasi E2 selalu bersaing dengan substitusi SN2.[36]

Adisi elektrofilik hidrogen bromida

Antitesis berpangkal reaksi eliminasi adalah reaksi adisi. Pada reaksi adisi, perkariban dobel atau rangkap tiga diubah menjadi sangkutan rangkap distingtif. Mirip dengan reaksi substitusi, cak semau beberapa diversifikasi berpunca adisi yang dibedakan bermula anasir yang mengadisi. Contohnya, sreg adisi elektrofilik hidrogen bromida, sebuah elektrofil (proton) akan menggilir ikatan rangkap ganda dan menciptakan menjadikan karbokation, dulu kemudian bereaksi dengan nukleofil (bromin). Karbokation bisa terbentuk di keseleo suatu ikatan rangkap terampai dari gugus yang tertuju di akhir. Konfigurasi yang lebih tepat bisa diprediksikan dengan aturan Markovnikov.[37]

Aturan Markovnikov mengatakan: “Pada adisi heterolitik bersumber sebuuah atom polar pada alkena ataupun alkuna, atom yang memiliki keelektronegatifan yang besar, maka akan terikat pada anasir karbon yang mengikat molekul hidrogen yang lebih invalid.”[38]

Reaksi kimia organik lainnya



[sunting

|
sunting sendang]



Penataan ulang dari 3-metil-1,5-heksadiena

Mekanisme dari reaksi Diels-Alder

Orbital overlap in a Diels-Alder reaction

Lega reaksi penataan ulang, kerangka karbonium dari sebuah zarah disusun ulang sehingga mewujudkan isomer struktur berpangkal unsur aslinya. Reaksi ini terdaftar dengan reaksi sigmatropik seperti penataan ulang Wagner-Meerwein, di mana gugus hidrogen, alkil, maupun aril berpindah-pindah tempat berpokok satu zarah karbon ke atom karbon lainnya. Kebanyakan reaksi penataan ulang yaitu penutupan dan pembentukan ikatan zat arang-karbon plonco. Contoh enggak dari reaksi ini yakni penataan ulang cope.[39]

Reaksi lainnya



[sunting

|
sunting sumber]



  • Isomerisasi, yang mana senyawa kimia menjalani penataan ulang struktur sonder pergantian pada komposisi atomnya
  • Pembakaran, adalah sejenis reaksi redoks yang mana bahan-bahan nan dapat gosong menyatu dengan anasir-zarah oksidator, biasanya oksigen, untuk menghasilkan panas dan membentuk barang nan teroksidasi. Istilah pembakaran biasanya digunakan buat merujuk cuma pada oksidasi skala raksasa sreg keseluruhan molekul. Oksidasi terkontrol belaka pada satu gugus fungsi tunggal enggak termasuk privat proses pembakaran.
C10H8+ 12 O2

→ 10 CO2

+ 4 H2O
CH2S + 6 F2

→ CF4

+ 2 HF + SF6
  • Disproporsionasi, dengan satu reaktan mewujudkan dua jenis produk yang berbeda hanya lega keadaan oksidasinya.
2 Sn2+

→ Sn + Sn4+

Kinetika kimia



[sunting

|
sunting sumber]



Laju reaksi satu reaksi kimia merupakan pengukuran bagaimana sentralisasi maupun impitan zat-zat yang terlibat internal reaksi berubah seiring dengan berjalannya masa. Analisis lancar reaksi sangatlah penting dan n kepunyaan banyak kegunaan, misalnya intern teknik kimia dan kajian kesetimbangan ilmu pisah. Laju reaksi secara mendasar tersidai pada:

  • Konsentrasi reaktan, yang rata-rata membuat reaksi berjalan dengan lebih cepat apabila konsentrasinya dinaikkan. Kejadian ini diakibatkan karena peningkatan pertumbukan atom per rincih waktu,
  • Luas meres yang tersedia untuk reaktan bakal saling berinteraksi, terutama reaktan padat privat sistem berjenis-jenis. Luas permukaan nan osean akan meningkatkan laju reaksi.
  • Tekanan, dengan meningkatkan tekanan, kita menurunkan tagihan antar unsur sehingga akan meningkatkan frekuensi cak bertubrukan atom.
  • Energi aktivasi, yang didefinisikan sebagai kuantitas energi yang diperlukan bakal menciptakan menjadikan reaksi bermulai dan bepergian secara spontan. Energi pengorganisasian nan lebih tinggi mengimplikasikan bahwa reaktan memerlukan lebih banyak energi lakukan memulai reaksi daripada reaksi yang berenergi aktivasi lebih rendah.
  • Temperatur, yang meningkatkan laju reaksi apabila dinaikkan, hal ini dikarenakan temperatur yang tahapan meningkatkan energi molekul, sehingga meningkatkan tubrukan antar molekul per rincih waktu.
  • Kesediaan atau ketiadaan katalis. Katalis yaitu zat yang mengubah lintasan (mekanisme) suatu reaksi dan akan meningkatkan laju reaksi dengan menurunkan energi pengerahan nan diperlukan agar reaksi dapat bepergian. Katalis tak dikonsumsi maupun berubah sejauh reaksi, sehingga sira dapat digunakan kembali.
  • Untuk sejumlah reaksi, eksistensi radiasi elektromagnetik, utamanya ultraungu, diperlukan untuk memutuskan ikatan yang diperlukan mudahmudahan reaksi dapat bermulai. Hal ini utamanya terjadi puas reaksi yang menyertakan mencolok.

Laju reaksi berhubungan dengan konsentrasi zat-zat yang terlibat intern reaksi. Perkariban ini ditentukan makanya persamaan laju tiap-tiap reaksi. Perlu diperhatikan bahwa beberapa reaksi memiliki kelancaran yang
bukan tergantung

pada konsentrasi reaksi. Situasi ini disebut misal reaksi orde nol.

Reaksi biokimia



[sunting

|
sunting sumber]



Ilustrasi terbit aktivitas enzim pada reaksi biokimia

Reaksi biokimia puas umumnya dikendalikan makanya enzim. Protein-zat putih telur ini hanya dapat mengkatalis satu macam reaksi yang spesifik, sehingga reaksinya bermartabat-benar bisa dikontrol. Reaksi ini berlangsung pada arah aktif berpangkal substrat. Reaksi katalisasi enzim ini bergantung pada banyak hal, di antaranya yakni bentuk enzimnya, jenis ikatannya, interaksi elektrostatik, kasih dan penerimaan proton (pada reaksi asam/basa), dan lainnya.[40]

Reaksi ilmu pisah yang berlangsung di kerumahtanggaan fisik makhluk hidup umumnya juga dikenal dengan sebutan metabolisme. Di antarasemua reaksi-reaksi ini, reaksi yang minimal utama adalah reaksi anabolisme, di mana DNA dan enzim-terkontrol memproses pembentukan protein dan fruktosa bermula senyawa-senyawa nan lebih kerdil.[41]

Bioenergitika mempelajari sumber energi untuk reaksi biokimia. Sumber energi yang paling berarti intern reaksi ini adalah glukosa, yang diproduksi tanaman melampaui proses respirasi. Semua organisme membutuhkan glukosa untuk memproduksi adenosin trifosfat (ATP), yang digunakan makhluk hidup bagi menjalankan aktivitasnya.

Pemanfaatan reaksi kimia



[sunting

|
sunting mata air]



Reaksi termit digunakan intern proses pengelasan.

Reaksi ilmu pisah sangat sering digunakan oleh para ahli teknik kimia bikin mensintesis sintesis hijau dari sumur daya standard hijau di standard, seperti gasolin dan bijih-bijih mineral. Yakni suatu peristiwa yang penting untuk menciptakan menjadikan reaksi nan seefisien kelihatannya, memaksimalkan hasil nan bisa diperoleh dan meminimalkan reagen yang dipakai, energi masuk dan energi keluar. Katalis biasanya digunakan untuk mengurangi energi aktivasi sehingga meningkatkan laju reaksinya.[42]

[43]

Bilang reaksi yang khas n kepunyaan eksploitasi yang khusus. Misalnya, reaksi termit dipakai untuk menghasilkan cahaya dan erotis lega piroteknik dan pengelasan. Lamun reaksi ini lebih agak jarang dikontrol daripada reaksi-reaksi sebelumnya, sahaja perkakas-alat nan dibutuhkan jauh lebih sedikit dan sampai waktu ini masih digunakan buat merevisi jalur-jalur sepur di tempat-tempat terpelosok.[44]

Lihat pula



[sunting

|
sunting sumber]



  • Reaksi organik
  • Reaksi kimia anorganik
  • Stoikiometri
  • Teori keadaan transisi
  • Stoikiometri gas
  • Reaksi autokatalitik
  • Coefficients
  • Q values
  • Reaksi endoterm
  • Reaksi eksoterm

Teks lanjutan



[sunting

|
sunting sumber]



  • Is This Reaction a Substitution, Oxidation-Reduction, or Transfer? / Cakrawala.S.Imyanitov. J. Chem. Educ.
    1993, 70(1), 14 – 16.

Referensi



[sunting

|
sunting perigi]



  1. ^




    a









    b







    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “chemical reaction”.


  2. ^





    Weyer, Jost (1973). “Neuere Interpretationsmglichkeiten der Alchemie”.
    Chemie in unserer Zeit

    (n domestik bahasa German).
    7

    (6): 177. doi:10.1002/ciuz.19730070604.










  3. ^





    Leonard J. Friedman; Samantha J. Friedman (2008),
    The History of the Contact Sulfuric Acid Process

    (PDF), Boca Raton, Florida: Acid Engineering & Consulting, Inc










  4. ^





    John E. Lesch (2000),
    The German chemical industry in the twentieth century, Springer, hlm. 170, ISBN 0-7923-6487-2










  5. ^



    Brock, pp. 34–55


  6. ^



    Brock, pp. 104–107


  7. ^





    Corey, E. J. (1988). “Robert Robinson Lecture. Retrosynthetic thinking?essentials and examples”.
    Chemical Society Reviews.
    17: 111. doi:10.1039/CS9881700111.










  8. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “elementary reaction”.


  9. ^



    Gernot Frenking:
    Elementarreaktionen.

    In: Römpp Chemie-Lexikon, Thieme, 2006
  10. ^




    a









    b







    Christophe Dugave Cis-trans isomerization in biochemistry, Wiley-VCH, 2006 ISBN 3-527-31304-4 p. 56


  11. ^



    Atkins, pp. 106–108


  12. ^



    Wiberg, pp. 810–811


  13. ^



    Atkins, p. 150
  14. ^




    a









    b









    c







    To react or not to react? Diarsipkan 2010-08-25 di Wayback Machine.. Utah State Office of Education. Retrieved 4 June 2011.
  15. ^




    a









    b







    Six Types of Chemical Reactions – MrGuch ChemFiesta.


  16. ^





    Christian B. Anfinsen (1991),
    Advances in zat putih telur chemistry, Academic Press, hlm. 7, ISBN 0-12-034242-1










  17. ^





    A.G. Sykes (1991),
    Advances in Inorganic Chemistry, Volume 36, Academic Press, hlm. 359, ISBN 0-12-023636-2










  18. ^



    Wiberg, pp. 289–290


  19. ^



    Wiberg, p. 409


  20. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “conjugate acid–base pair”.


  21. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “precipitation”.


  22. ^



    Jörg Wingender, Stefanie Ortanderl
    Ausfällung.

    In:
    Römpp Chemie-Lexikon., Thieme, July 2009


  23. ^



    Ralf Alsfasser, Erwin Riedel, C Janiak, HJ Meyer
    Berbudaya Inorganic Chemistry.

    3. Edition. de Gruyter, 2007, ISBN 978-3-11-019060-1, p. 171


  24. ^



    Atkins, pp. 937–950


  25. ^



    David Stanley Saunders Insect clocks, Elsevier, 2002, ISBN 0-444-50407-9 p. 179


  26. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “catalyst”.


  27. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “inhibitor”.


  28. ^



    Christoph Elschenbroich:
    Organometallchemie.

    6th edition, Wiesbaden, 2008, ISBN 978-3-8351-0167-8, p. 263


  29. ^





    March, Jerry (1985).
    Advanced Organic Chemistry, Reactions, Mechanisms and Structure

    (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). John Wiley & Sons. ISBN 0-471-85472-7.










  30. ^



    S. R. Hartshorn,
    Aliphatic Nucleophilic Substitution, Cambridge University Press, London, 1973. ISBN 0-521-09801-7 pp. 1 ff


  31. ^





    Leslie C. Bateman, Mervyn G. Church, Edward D. Hughes, Christopher K. Ingold and Nazeer Ahmed Taher (1940). “188. Mechanism of substitution at a saturated carbon atom. Part XXIII. A kinetic demonstration of the unimolecular solvolysis of alkyl halides. (Section E) a general discussion”.
    Journal of the Chemical Society: 979. doi:10.1039/JR9400000979.










  32. ^



    Brückner, pp. 63–77


  33. ^



    Brückner, pp. 203–206


  34. ^



    Brückner, hal. 192


  35. ^



    Brückner, hal. 183


  36. ^



    Brückner, hal. 172


  37. ^



    Wiberg, pp. 950, 1602


  38. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “Markownikoff rule”.


  39. ^



    Marye Anne Fox, James K. Whitesell Organic chemistry, 2004, ISBN 0-7637-2197-2 p. 699


  40. ^



    Peter Karlson, Detlef Doenecke, Jan Koolman, Georg Fuchs, Wolfgang Gerok.
    Karlson Biochemistry and Pathobiochemistry,

    16th edition, Georg Thieme, 2005, ISBN 978-3-13-357815-8, pp. 55–56


  41. ^



    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “anabolism”.


  42. ^



    Gerhard Emig, Elias Klemm. Technical Chemistry. 5th edition, Springer, 2005, ISBN 978-3-540-23452-4, pp. 33–34


  43. ^





    Trost, B. (1991). “The atom economy—a search for synthetic efficiency”.
    Science.
    254

    (5037): 1471. doi:10.1126/science.1962206. PMID 1962206.










  44. ^



    John J. McKetta, Guy E Weismantel Encyclopedia of Chemical Processing and Design: Tagihan 67 – Water and Wastewater Treatment: Protective Coating Systems to Zeolite, Volume 67, CRC Press, 1999 ISBN 0-8247-2618-9, p. 109

Daftar wacana



[sunting

|
sunting sendang]



  • Atkins, Peter W.; Julio de Paula (2006),
    Physical Chemistry

    (edisi ke-4th), Weinheim: Wiley-VCH, ISBN 978-3-527-31546-8






    .
  • Brock, William H. (1997),
    Viewegs Geschichte der Chemie, Braunschweig: Vieweg, ISBN 3-540-67033-5






    .
  • Brückner, Reinhard (2004),
    Reaktionsmechanismen

    (edisi ke-3rd), München: Radius Akademischer Verlag, ISBN 3-8274-1579-9






    .
  • Wiberg, Egon; Wiberg, Nils; Holleman, Arnold Frederick (2001),
    Inorganic chemistry, Academic Press, ISBN 0-12-352651-5






    .

Diantara Reaksi Berikut Yang Terjadi Paling Cepat Adalah

Sumber: https://asriportal.com/diantara-reaksi-berikut-yang-terjadi-paling-cepat-adalah/

Baca :   Jarak Dua Kota Di Bumi Adalah 800 Km

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …