Dalam Botol Termos Terdapat 230 Gram Kopi

Dalam Botol Termos Terdapat 230 Gram Kopi.


DESKRIPSI

            Makalah ini membahas mengenai perpindahan kalor dan asas Black. Perpindahan kalor terbagi atas tiga yaitu secara konduksi, konveksi dan secara radiasi. Asas Black adalah suatu prinsip termodinamika yang dikemukakan oleh Joseph Black. Asas Blackness berbunyi :
“Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah”.

1.

Menganalisis cara perpindahan kalor.

two.

Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah.

1.

Siswa dapat menganalisis dan menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

2.

Siswa dapat menganalisis dan merumuskan asas Black.

3.

Siswa dapat menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah tentang kalor.

1.

Menganalisis dan menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

two.

Menganalisis dan merumuskan asas Black.

iii.

Menerapkan asas Black secara kuantitatif.

4.

Mengamati dan menyelidiki asas Black dengan eksperimen.


MATERI

Perpindahan kalor dapat terjadi dengan 3 cara, yaitu secara konduksi, konveksi, dan radiasi.


Perpindahan kalor secara konduksi (hantaran) adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dimana partikel-partikel zat perantara tersebut tidak berpindah. Perhatikan gambar di samping.

Dari gambar tersebut jika ujung batang logam dipanaskan dengan api, ternyata ujung logam yang kita pegang akhirnya menjadi panas. Hal tersebut membuktikan adanya perpindahan kalor dari ujung batang logam yang dipanaskan ke ujung batang yang kita pegang. Ada zat yang daya hantar panasnya baik, ada pula zat yang daya hantar panasnya buruk. Berdasarkan daya hantar panasnya maka zat dikelompokkan menjadi dua yaitu konduktor dan isolator.

a.

Konduktor (zat yang dapat menghantarkan panas dengan baik) antara lain: tembaga, aluminium, besi, dan baja.

b.

Isolator (zat yang kurang baik menghantarkan panas), antara lain: kaca, karet, kayu, dan plastik.

Kemampuan menghantarkan kalor logam dapat dijelaskan dengan menganggap adanya elektron-elektron bebas pada logam. Elektron bebas ialah elektron yang dengan mudah dapat pindah dari satu cantlet ke cantlet lain. Di tempat yang dipanaskan energi elektron-elektron bertambah besar. Karena elektron bebas mudah pindah, pertambahan energi ini dengan cepat dapat dibawa ke tempat lain di dalam zat dan dapat diberikan ke elektron lain yang letaknya lebih jauh melalui tumbukan.


Dengan cara ini energi berpindah lebih cepat. Dari percobaan dan penalaran ditemukan bahwa kecepatan mengalirnya kalor dengan cara konduksi dari satu tempat ke tempat lain dalam satu potong zat bergantung pada lima faktor, yaitu selisih suhu T, luas penampang A, tebal zat 50, lamanya kalor mengalir t, dan jenis zat (lihat Gambar). Dari percobaan ditemukan bahwa kalor yang mengalir:

·

sebanding dengan selisih suhu (
D
T) antara kedua ujung potongan zat yang ditinjau

·

sebanding dengan luas penampang potongan (A)

·

berbanding terbalik dengan tebal atau panjang potongan (L)

·

sebanding dengan selang waktu lamanya kalor mengalir.

Atas dasar itu, secara matematik banyaknya kalor H yang mengalir dari ujung bersuhu T1
ke ujung bersuhu Tii
dapat dinyatakan dengan persamaan:









H = perambatan kalor tiap satuan waktu (Kal/det)

K = koefisien konduksi termal (Kal/moC)

D
T = perbedaan suhu (oC)

A = luas penampang (m2)

L = panjang (1000)



Tabel Konduktivitas termal beberapa zat











Perpindahan kalor secara konveksi (aliran) adalah perpindahan kalor karena aliran zat yang dipanaskan. Konveksi hanya terjadi pada zat yang dapat mengalir, yaitu zat cair dan zat gas.


a.



Konveksi dalam zat cair

Bila air dipanaskan, air akan memuai sehingga massa jenisnya berkurang. Karena massa jenisnya berkurang maka air ini menjadi lebih ringan dan naik ke atas. Tempatnya kemudian digantikan oleh air yang lebih dingin dari atas, yang turun karena massa jenisnya lebih besar. Gerakan atau sirkulasi air tersebut dinamakan arus konveksi.









Penerapan konveksi kalor dalam air pada kehidupan sehari-hari.


i)



Pemanasan air dalam ketel



Pada saat kita memanaskan air dalam ketel, maka terjadi pemindahan kalor secara konduksi dan konveksi.










2)



Sistem aliran panas


Di hotel-hotel besar, tiap-tiap kamar mandi biasanya disediakan kran air dingin dan kran air hangat. Air panas dialirkan dari tempat pemanasan dan penyimpanan air panas ke seluruh bangunan secara konveksi.

Keterangan gambar :

Pada saat air dalam ketel dipanasi, maka air panas dalam ketel naik mengisi tangki penyimpanan dan air dingin dalam tangki penyimpanan turun ke ketel pemanasan sehingga keseluruhan air dalam sistem menjadi panas. Jika kran A dibuka, air panas di bagian atas tangki penyimpanan keluar dan air dingin dari pusat persediaan air masuk ke tangki B melalui pipa dengan katub yang diatur oleh gerakan naik turunnya bola pelampung, sehingga jumlah air dalam sistem tetap. Demikian seterusnya sehingga air panas terus tersedia. Pipa C berfungsi untuk mengalirkan uap panas atau limpahan air yang terjadi karena pemanasan.


b.



Konveksi dalam udara


Arus konveksi pada udara atau gas terjadi ketika udara panas naik dan udara yang lebih dingin turun. Konveksi udara dapat dilihat pada gambar di bawah. Jika lilin dinyalakan akan terjadi aliran udara panas dalam alat. Dengan menggunakan asap dari obat nyamuk yang dibakar, aliran udara terlihat. Udara panas akan naik dan udara dingin akan turun. Penerapan konsep konveksi kalor dalam udara pada kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada terjadinya angin laut, angin darat dan pembuatan cerobong asap pada tangki pabrik.


1)



Angin laut (terjadi siang hari)

Baca :   Hasil Dari 8 2 3 Adalah

Pada siang hari daratan lebih cepat panas dari pada lautan. Akibatnya udara di atas daratan naik, dan kekosongan tersebut akan digantikan oleh udara yang lebih dingin dari atas laut yang bertiup ke darat. Maka terjadilah angin laut.










2)



Angin darat (terjadi malam hari)

Pada malam hari daratan lebih cepat dingin dari pada lautan, karena daratan lebih cepat melepaskan kalor. Akibatnya udara panas di lautan naik dan kekosongan tersebut digantikan oleh udara yang lebih dingin dari atas daratan yang bertiup ke laut. Maka terjadilah angin darat










3)



Pembuatan cerobong asap pada tungku pabrik


Pada tungku pabrik biasanya dipasang cerobong asap agar selalu ada tarikan oleh udara ke atas. Sebelum ada pemanasan di dalam tungku, massa jenis udara dalam cerobong sama dengan massa jenis udara di luar cerobong. Setelah ada pemanasan, udara di dalam tungku memuai sehingga udara dari luar cerobong yang lebih dingin dan massa jenisnya lebih besar akan mendesak udara panas dalam cerobong ke atas. Semakin tinggi cerobong semakin besar tarikannya, sebab perbedaan massa jenis gas dalam cerobong dan massa jenis udara dari luar makin besar. Banyaknya kalor yang merambat tiap satuan waktu secara konveksi dapat dinyatakan dengan persamaan:









H = perambatan kalor tiap satuan waktu (Kal/det)

h = koefisien konveksi (Kal/g detoC)

A = luas penampang (m2)

D
T = perbedaan suhu (oC)


Catatan:


Persoalan perpindahan kalor secara konveksi sangat sulit.


Antara bumi dengan matahari terdapat ruang hampa yang tidak memungkinkan terjadinya konduksi dan konveksi. Akan tetapi panas matahari dapat kita rasakan. Dalam hal ini kalor tidak mungkin berpindah dengan cara konduksi ataupun konveksi. Perpindahan kalor dari matahari ke bumi terjadi lewat radiasi (pancaran). Jadi radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara. Alat yang digunakan untuk mengetahui adanya radiasi (pancaran) kalor dinamakan termoskop. Dua buah bola lampu dihubungkan dengan pipa U berisi alkohol yang diberi warna. Bola lampu A dihitamkan, sedangkan bola lampu B tidak. Bila pancaran kalor jatuh pada bola A, tekanan gas di dalam bola A, bertambah besar dan permukaan alkohol di bawah B akan naik. Bila A dan B bersama-sama diberi pancaran kalor, permukaan alkohol di bawah A tetap turun dan permukaan alkohol di bawah B naik. Hal ini menunjukkan bahwa bola hitam menyerap kalor lebih banyak daripada bola lampu yang tidak dihitamkan.









Banyaknya kalor yang dipancarkan tiap satuan luas, tiap satuan waktu dapat dinyatakan dengan :









W = energi kalor tiap satuan luas tiap satuan waktu (Watt/m2
Chiliad)

e = emisivitas, besarnya tergantung sifat permukaan benda.

t
= konstanta stefan – Boltzman = five,672.ten-8
watt m-2
Yard-4

T = suhu mutlak (K)


Catatan:


Untuk benda hitam due east = 1. Untuk benda bukan hitam 0 < e < 1

Kalor adalah energi yang dipindahkan dari benda yang memiliki temperatur tinggi ke benda yang memiliki temperatur lebih rendah sehingga pengukuran kalor selalu berhubungan dengan perpindahan energi. Energi adalah kekal sehingga benda yang memiliki temperatur lebih tinggi akan melepaskan energi sebesar
QL dan benda yang memiliki temperatur lebih rendah akan menerima energi sebesar
QT dengan besar yang sama. Secara matematis, pernyataan tersebut dapat ditulis sebagai berikut :

Text Box: Qlepas = Qterima

Persamaan diatas


menyatakan hukum kekekalan energi pada pertukaran kalor yang disebut sebagai Asas Black. Nama hukum ini diambil dari nama seorang ilmuwan Inggris sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, yakni
Joseph
Black
(1728–1799). Ia menjabarkan bahwa :

·

Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama

·

Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang dilepas benda panas

·

Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor yang diserap bila dipanaskan



Pengukuran kalor sering dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Jika kalor jenis suatu zat diketahui, kalor yang diserap atau dilepaskan dapat ditentukan dengan mengukur perubahan temperatur zat tersebut. Kemudian, dengan menggunakan persamaan :


besarnya kalor dapat dihitung. Ketika menggunakan persamaan ini, perlu diingat bahwa temperatur naik berarti zat menerima kalor, dan temperatur turun berarti zat melepaskan kalor. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kalor. Salah satu mbentuk kalorimeter, tampak pada gambar di samping. Kalorimeter ini terdiri atas sebuah bejana logam dengan kalor jenisnya telah diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan di dalam bejana lain yang agak lebih besar. Kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat, misalnya gabus atau wol. Kegunaan bejana luar adalah sebagai pelindung agar pertukaran kalor dengan lingkungan di sekitar kalorimeter dapat dikurangi. Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan di dalam kalorimeter, air di dalam kalorimeter perlu diaduk agar diperoleh temperatur merata dari percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dan bahan yang sama seperti bahan bejana kalorimeter. Zat yang diketahui kalor jenisnya dipanaskan sampai temperatur tertentu. Kemudian, zat tersebut dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air dengan temperatur dan massanya yang telah diketahui. Selanjutnya, kalorimeter diaduk sampai suhunya tetap.

Rumus berikut adalah penjabaran dari rumus diatas :




(M1
Ci) (Ti-Ta) = (Mtwo
Ctwo) (Ta-Tii)


Keterangan :



Mi
= Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi

C1
= Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi

Ti
= Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi

Ta
= Temperatur akhir pencampuran kedua benda

Yard2
= Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah

C2
= Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah

Tii
= Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah


LATIHAN SOAL


Penyelesaian :






AT


=
t
2
— t
one




=thirty°C-20°C= ten°C


A


=1,5mtwo






h


=7,5×10-1kal/sm2°C


H =h.A.ΔT

=
(7,five x 10-1kal/sm2°C) (1,5 mtwo) (10°C)
= xi,25kal

Jadi, laju kalor yang diterima oleh jendela kaca 11,25 kal

2.

Sebuah benda memiliki permukaan hitam sempurna bersuhu 127°C. Luas permukaan

300 cm2
memancarkan energi ke lingkungan yang bersuhu 27°C. Tentukan energi per

satuan waktu yang dipancarkan benda tersebut.

Penyelesaian :


eastward

   = 1 (benda hitam)

T1
= (273 + 127) = 400 K

T2
= (273 + 27) = 300 K

A = 300 cm2
= 3 x 10-ii
m2

s

= v,672 10 10-viii
watt/m2K4







 = (i) (five,672 ten 10-8)[(400)4
– (300)iv](3 x 10-2) = 29,78 W

            Jadi, besar energi persatuan waktu yang dipancarkan oleh benda tersebut

adalah 29,78 W.

3.

Pada Suhu 2.000 K, Sebuah benda memancarkan energi SebeSar 480 J/southward. Berapa energi

yang dipancarkan benda tersebut pada Suhu 3.000 K?


Penyelesaian :



W1 : W2 = (T1 : T2)iv

480 : W2 = (2000 : 3000)4

480 : W2 = 16 : 81

         W2 = 2430 J/s

Jadi, energi yang dipancarkan benda pada suhu 3000 1000 adalah 2430 J/s

four.

Batang logam dengan panjang two meter, memiliki luas penampang xx cm2
dan perbedaan temperatur kedua ujungnya 50 °C. Jika koefisien konduksi termalnya 0,2 kal/ms °C, tentukanlah jumlah kalor yang dirambatkan per satuan luas per satuan waktu.

Penyelesaian :


Thou


= 0,2 kal/ms°C,


50


= 2 meter,

D

T


= 50°C, dan


A


= 20 cm2 = 2
×
x–3
mii.







0,two kal/ms°C
×
(2×
x-3
one thousand2) x







Jadi, jumlah kalor yang dirambatkan per satuan luas per satuan waktu adalah 0,1 kal/south

5.

Suatu fluida dengan koefisien konveksi termal 0,01 kal/ms°C memiliki luas penampang aliran 20 cm2. Jika fluida tersebut mengalir dari dinding yang bersuhu 100°C ke dinding lainnya yang bersuhu xx°C, kedua dinding sejajar. Berapakah besarnya kalor yang dirambatkan?


Penyelesaian :

h
= 0,01 kal/ms°C,


Ta


= 100°C,


Tb


= 20°C, dan


A


= 20 cm2 = 2
×
ten-3
m2


H = hA


D

T=


0,01 kal/ms°C
×
(2
×
10-3
thou2)
×
(100°C – 20°C)
=
16 × 10-iv

kal/s


Jadi, besarnya kalor yang merambat dalam fluida per satuan waktu adalah 16 × 10-4
kal/s

half-dozen.

Suatu kalorimeter berisi es (kalor jenis es = 0,v kal/gK, kalor lebur es = 80 kal/g) sebanyak 36 m pada temperatur – 6°C. Kapasitas kalorimeter adalah 27 kal/Chiliad. Kemudian, ke dalam kalorimeter tersebut dituangkan alkohol (kalor jenis 0,58 kal/gK) pada temperatur fifty° yang menyebabkan temperatur akhir menjadi 8°C. berapakah massa alkohol yang dituangkan (dalam gram) ?


image


Penyelesaian:


T

es = –6°C,

C = 27 kal/Thou,


chiliad

es = 36 one thousand,


c

es = 0,five kal/gK,


L

es = 80 kal/g,


c

air = i kal/gK,





T

alkohol = 50°C,


c

al = 0,58 kal/gK, dan

temperatur akhir
T =
eight°C.

Berlaku Asas Black yang menyatakan kalor yang diserap sama dengan kalor yang dilepaskan. Es menyerap kalor, suhunya naik menjadi 0°C, kemudian melebur menjadi air, lalu naik suhunya menjadi viii°C. Kalor yang diserap es adalah


Q

es =
1000es
ces


D

T


+
mesLes +
chiliades
ces

D

T

      = 36 × 0,v × (0 – (–6)) + 36 × lxxx + 36 × 1 × 8

      = iii.276 kalori

Pada kalorimeter, temperatur naik dari –6°C menjadi viii°C sehingga kalorimeter menyerap panas sebesar


Q

kal =
C


D

T

      = 27 × (eight – (–vi))

      = 378 kalori

Kalor yang dilepas alkohol diserap oleh es dan kalori meter sehingga


Q

kal =
Qes +
Qkal


k

alkohol
calkohol

D

T


= 3.276 + 378


one thousand

alkohol × 0,58 × 42 = 3.654


m

alkohol = 150 gram

Jadi, massa alkohol yang harus dituangkan supaya temperatur akhir menjadi 8°C adalah sebesar 150 gram.

7.

Dalam botol termos terdapat 230 gram kopi pada suhu 90oC. Ke dalam botol tersebut ditambahkan suhu sebanyak twenty gram bersuhu 5oC. Berapakah suhu campuran? (jika tidak ada kalor kalor pencampuran maupun kalor yang terserap botol termos. cair
= ckopi
= csusu
= i kal/goC)



Penyelesaian :

Soal tersebut adalah tentang penerapan azas Blackness.

S

Qserap
=

South
Qlepas





Dalam kasus di atas yang menyerap kalor adalah susu, sedang yang melepas adalah kopi. Jadi untuk menghitung suhu campuran, adalah:




gsusu.csusu(Tc
– 5) = kkopi.ckopi(90-Tc)
20 (Tc
– v) = 230 (ninety-Tc)
25 Tc
= 2080
Tc
= 83,2oC




Jadi suhu campuran kopi dan susu (Tc) adalah 83,twooC atau dibulatkan 83oC



SOAL SOAL

1.

Sebatang spatula yang terbuat dari kaca digunakan untuk


mengaduk larutan yang bersuhu 50C. Panjang spatula itu 0,25 1000 dan luas permukaannya two,0 ten 10-3
gii. Jika ujung spatula lainnya berada di ruangan yang bersuhu 20C.

J
umlah kalor yang mengalir sepanjang batang dalam 5 menit

adalah…….(


Konduktivitas termal kaca       0,8 W/mK

)

ii.

Suhu kulit seseorang tanpa pakaian kira-kira 32C. Jika orang tersebut berada dalam ruangan yang bersuhu 22C dan luas permukaan tubuhnya one,6 m2.

Banyaknya

kalor yang dilepaskan tubuh orang melalui konduksi selama 5 menit

yaitu……(

h = vii,one Js-1yard-twoM-1

)

iii.

Sebuah pelat baja tipis berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 cm dipanaskan dalam sebuah tungku sampai suhunya  mencapai 727C. Jika pelat baja itu memiliki emisivitas 0,9, laju kalor radiasinya

adalah….

iv.

Sebuah lempeng baja mempunyai luas penampang 20 cm2
panjang l cm. Jika perubahan


suhu

yang terjadi antara ii titik yang jaraknya 1 m pada lempeng baja tersebut adalah 50o
C dan Konduktivitas kalor dari lempeng baja tersebut adalah 0,sixteen West/mK.

L
aju perpindahan kalor
nya adalah….

6.

Benda hitam sempurna luas permukaannya 1 mii
dan suhunya 27 ºC. Jika suhu sekelilingnya 77 ºC, kalor yang diserap persatuan waktu persatuan luas


adalah…………

7.

Dari soal nomor enam,

energi total yang dipancarkan selama one jam

adalah…..

viii.

Udara dingin pada temperatur x°C dipaksakan melalui plat tipis yang memiliki temperatur 40°C. Koefisien perpindahan kalor (h) = thirty West/(thousandtwo. °C). Laju aliran dari plat ke udara melalui plat jika luas permukaan A = 2 grandii
adalah…..

9.

200 gr air pada suhu 20`C dicampur dengan 300 gr air yang memiliki suhu 80`C.

Southward
uhu akhir campuran

adalah…..



ten.

Sepotong aluminium bermassa 500 gram dan memiliki suhu xxx
oC dimasukkan ke dalam bejana berisi air bermassa 200 gram dan memiliki suhu 90
oC. Jika diketahui kalor jenis alumunium 0,22 kal/g Co
dan kalor jenis air 1 kal/thousand Co, maka suhu akhir air dan aluminium adalah…

eleven.

Sepotong logam bermassa 300 gram bersuhu fourscore
oC dicelupkan ke dalam 200 gram air bersuhu twoscore
oC. Kalor jenis air = 1 kal/g Co. Jika suhu akhir campuran logam dan air adalah fiftyo
C dan wadahnya tidak menyerap kalor, maka kalor jenis logam adalah…



12.

Dua buah bola sejenis bersuhu sama 40
oC, kedua bola massanya masing-masing 10 gram dan forty gram. Kedua bola dimasukan ke dalam suatu fluida, sehingga suhu kedua bola naik menjadi 60oC. Apabila kalor jenis bola 2 kal/gr Co
dan 1 kalori = 4,2 Joule maka selisih kalor yang diserap oleh masing-masing bola adalah…



a.

5,04 10 103
Joule



c.

x,6 x 10iii
Joule



13.

Sebuah gelas berisi air dingin dengan massa 200 gram pada suhu 20 derajat celcius dicampurkan dengan air panas bermassa
x0 gram pada lxxx derajat celcius. Jika gelas dianggap tidak menerima kalor suhu campuran dari air panas dan air dingin tersebut


adalah ……….



14.

Sebongkah es 100 gram pada suhu 0 derajat celcius dicampurkan dengan air 200 gram pada suhu 70 derajat celicus. Jika es melebur seluruhnya suhu akhir campuran es dan air tersebut adalah………

15.

Dua buah batang logam P dan Q dengan luas dan panjang yang sama disambungkan ujung-ujungnya. Suhu batang P adalah 80 derajat celcius, sedang suhu batang Q adalah 20 derajat celcius. Jika konduktivitas termal batang logam P dua (two) kali batang logam Q, suhu sambungan dua batang logam tersebut

yaitu………oC




RANGKUMAN

·

Perpindahan kalor secara konduksi (hantaran) adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dimana partikel-partikel zat perantara tersebut tidak berpindah.



·

Konduktor (zat yang dapat menghantarkan panas dengan baik) antara lain: tembaga, aluminium, besi, dan baja.


·

Isolator (zat yang kurang baik menghantarkan panas), antara lain: kaca, karet, kayu, dan plastik.


·

banyaknya kalor H yang mengalir dari ujung bersuhu T1
ke ujung bersuhu T2
dapat dinyatakan dengan persamaan:




·

Perpindahan kalor secara konveksi (aliran) adalah perpindahan kalor karena aliran zat yang dipanaskan. Konveksi hanya terjadi pada zat yang dapat mengalir, yaitu zat cair dan zat gas.


·

Banyaknya kalor yang merambat tiap satuan waktu secara konveksi dapat dinyatakan dengan persamaan:



·

radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara.



·

Banyaknya kalor yang dipancarkan tiap satuan luas, tiap satuan waktu dapat dinyatakan dengan :



·




Text Box: Qlepas = Qterima

Asas Black dapat dirumuskan sebagai berikut :

·

Besarnya kalor dapat dihitung menggunakan persamaan :


DAFTAR PUSTAKA





22 Februari 2015

Anonim. 2013.


Asas Black, Pokok Bahasan Kalor Fisika Kelas 10 Semester 2

. Dari :



http://www.gomuda.com/2013/04/asas-black-fisika-kelas-10-semester-2.html

.


Diakses Pada 22 Februari 2015



Anonim. 2013.


Asas Black, Contoh Soal Un

.


Dari :
http://gurumuda.net/asas-blackness-contoh-soal-united nations.htm.





Diakses Pada 22



Februari 2015

Anonim. 2013.
Contoh Soal Konduksi Konveksi Dan Radiasi. Dari :



http://terunggah.blogspot.com/2013/09/contoh-soal-konduksi-konveksi-dan.html

. Diakses Pada : 22 Februari 2015

Indrajit, Dudi. 2009. Mudah Dan Aktif Belajar Fisika Untuk Kelas 10 Sekolah




Menengah Atas / Madrasah Aliyah

. Jakarta : Pusat Perbukuan

Kurniawan, Agus. 2011. Contoh Soal Konveksi. Dari :



http://akurblog76.blogspot.com/2011/09/contoh-soal-konveksi.html

. Diakses


Pada 22 Februari 2015

Milka. 2013.
Contoh Soal Asas Black. Dari :

22 Februari 2015



Nugroho. 2012.
Cara Menyelesaikan Soal Fisika, Tentang Asas Black. Dari :



http://ketapang42.blogspot.com/2012/03/cara-menyelesaikan-soal-fisika-tentang.html

. Diakses Pada 22 Februari 2015

Widodo, Tri. 2009. Fisika Untuk SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan.

Saripudin, Aip, dkk. 2009.
Praktis Belajar Fisika Untuk Kelas X Sekolah Menengah




Atas / Madrasah Aliyah

. Jakarta : Pusat Perbukuan.




KUNCI JAWABAN SOAL SOAL

Dalam Botol Termos Terdapat 230 Gram Kopi

Source: https://ikhabone.blogspot.com/2015/03/kalor-asas-black.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …