Contoh Suasana Dalam Puisi

Contoh Suasana Dalam Puisi.

searchpengertian.com
| Selamat datang di situs pengertian. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pengertian suasana dalam teks puisi pembelajaran bahasa Indonesia kelas 8 revisi. Semoga apa yang admin bagikan kali ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi tentang pengertian suasana dalam teks puisi pembelajaran bahasa Republic of indonesia. Dan harapannya apa yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami pengertian suasana dalam teks puisi pembelajaran bahasa Indonesia.

www.searchpengertian.com

A. Pengertian Suasana

Suasana adalah unsur pemikiran dan perasaan penyair yang mampu membuat suasana terhadap pembaca atau pendengar setelah membaca atau mendengar suatu puisi. Suasana merupakan akibat yang ditimbulkan kepada pembaca atau pendengar. Suasana yang ditimbulkan bisa gembira, sedih, terharu, dll. Semakin tersampaikan suasana tersebut kepada pembaca atau pendengar, maka semakin bagus puisi tersebut.

B. Kumpulan Contoh Teks Puisi

Berikut ini adalah beberapa kumpulan contoh teks puisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 8. Adapun beberapa contoh teks puisi tersebut adalah sebagai berikut.

Senja di Pelabuhan Kecil

Karya: Chairil Anwar

Buat Sri Ayati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

di antara gudang, rumah tua, pada cerita

tiang serta temali.

Kapal, perahu tiada berlaut

menghembus diri dalam

mempercaya maut berpaut

Gerimis mempercepat kelam.

Ada juga kelepak elang

Menyinggung muram, desir hari lari berenang

menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak

dan kini tanah dan air tidur hilang

ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

menyisir memenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba di ujung dan sekalian

selamat jalan

dari pantai keempat, sedu

Baca :   Prisma Segi Lima Mempunyai Berapa Sisi

penghabisan bisa terdekap

Karawang-Bekasi

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini berbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami

terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malan sepi

jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa kerja belum selesai, belum bisa

memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kamu cuma tulang-tulang berserakan

tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskanlah jiwa kami

Menjaga bung Karno

Menjaga bung Hatta

Menjaga bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Kawang-Bekasi

Aku

Karya: Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku

Tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari hingga pedih dan perih

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Diponegoro

Karya: Chairil Anwar

Baca :   Soal Invers

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.

Maju

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti

sudah itu mati

Maju

bagimu negeri

Menyediakan api.

Punah di atas ditinda

Sungguh pun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju

Serbu

serang Terjang

Kita Berjuang

Karya: Usmar Ismail

Terbangun aku, terloncat duduk

Kulayangkan pandang jauh keliling

Kulihat harilah terang jernilah falak

Kuisap

Legalah dada

Kupijak tanah

Kudengar bisikan

Hatiku rawan

Kita berjuang!

Kita berjuang!

Sebagai dendang menyanyi kalbu

Bangkitlah hasrat damba dan larang

Ingin meda ridlah menyerbu

“Beserta saudara turut berjuang”

Derita Negeriku

Karya: IC- Surabaya

Suara hatiku membisikkan kata

Menyapa puing-puing berserakan

di negeri tercinta

Saudara-saudaraku yang menderita

Di tenda-tenda pengungsian

Banyak yang sakit dan meninggal

Diserang sakit dan kurang pangan

Karena kerusuhan tiada henti

Perang antara saudara sendiri

Ingin kuulurkan tangan

Membantu dengan tulus ikhlas

Teratai

Karya: Sanusi Pane

Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun bersemi laksmi mengenang

Biarpun ia diabagaikan orang

Semoga kembang gemilang mulia

Teruslah oh teratai bahagia

Berseri di kebun Republic of indonesia

Biar sedikit penjaga taman

Biarpun engkau tidak dilihat

Biarpun engkau tidak diminat

Engkau pun turut menjaga zaman

Pahlawan Tak Dikenal

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Baca :   Permukaan Bumi Yang Beragam Dibentuk Oleh Dua Kekuatan Yaitu Tenaga

Sebuah peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilaman ia datang

Kedua tangannya memeluk senapan

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Wajah sunyi setengah tengadah

Menangkap sepi padang senja

Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu

Dia masih sangat muda

Hari itu x November, hujan pun mulai turun

Orang-orang ingin kembali memandangnya

Sambil merangkai karangan bunga

Tapi yang tampak wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

Contoh Suasana Dalam Puisi

Source: https://www.searchpengertian.com/2019/11/pengertian-suasana-dalam-teks-puisi.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …