Pengertian Determinan Matriks

Determinan Matriks ialah suatu bilangan real yang diperoleh dari suatu proses dengan aturan tertentu terhadap matriks bujur sangkar.

Determinan dinyatakan sebagai jumlah semua hasil kali dasar bertanda dari matriks bujur sangkar A. Determinan dari sebuah matriks bujur sangkar A’ dinotasikan dengan det(A), atau |A|.


Jenis-jenis Determinan Matriks


a. Determinan Matriks Ordo 2 × two

Misalkan A = adalah matriks yang berordo 2 × ii dengan elemen a dan d terletak pada diagonal utama pertama, sedangkan b dan c terletak pada diagonal kedua. Determinan matriks A dinotasikan ”det A” atau |A| adalah suatu bilangan yang diperoleh dengan mengurangi hasil kali elemen-elemen pada diagonal utama dengan hasil kali elemen-elemen diagonal kedua.

Dengan demikian, dapat diperoleh rumus det A sebagai berikut.

det A =  = ad – bc

Contoh Soal 1 :

Tentukan determinan matriks-matriks berikut:

a. A =

b.B =

Penyelesaian :

  • det A =  = (v × 3) – (2 × 4) = 7
  • det B =  = ((–4) × 2) – (iii × (–1)) = – five


b. Determinan Matriks Ordo 3 × three (Pengayaan)

Jika A =  adalah matriks persegi berordo 3 × 3,

determinan A dinyatakan dengan det A =

Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan determinan matriks       berordo iii × three, yaitu aturan Sarrus dan metode minor-kofaktor.


  • Aturan Sarrus

Untuk menentukan determinan dengan aturan Sarrus, perhatikan alur berikut. Misalnya, kita akan menghitung determinan matriks Athree × iii. Gambaran perhitungannya adalah sebagai berikut.

Baca :   Pembuatan Magnet Pada Gambar Diatas Dilakukan Dengan Cara


  • Metode Minor-Kofaktor

Misalkan matriks A dituliskan dengan [aij]. Small elemen aij yang dinotasikan dengan Kij adalah determinan setelah elemen-elemen baris ke-i dan kolom ke-j dihilangkan. Misalnya, dari matriks Athree × 3 kita hilangkan baris ke-2 kolom ke-1 sehingga :

Akan diperoleh G21 =  . One thousand21 adalah minor dari elemen matriks A baris ke-2 kolom ke-1 atau Chiliad21 = minor a21. Sejalan dengan itu, kita dapat memperoleh minor yang lain, misalnya :

Mxiii =

Kofaktor elemen aij, dinotasikan Kij adalah hasil kali (–1)i+j dengan minor elemen tersebut. Dengan demikian, kofaktor suatu matriks dirumuskan dengan :

Grandij = (–1)i+j Thouij

Dari matriks A di atas, kita peroleh misalnya kofaktor a21 dan athirteenberturut-turut adalah

K21 = (–1)2+1 M21 = –M21 =

Grandxiii = (–1)i+3 Chiliad13 = M13 =

Kofaktor dari matriks A3 × 3 adalah kof(A) =

Nilai dari suatu determinan merupakan hasil penjumlahan dari perkalian elemen-elemen suatu baris (atau kolom) dengan kofaktornya. Untuk menghitung determinan, kita dapat memilih dahulu sebuah baris (atau kolom) kemudian kita gunakan aturan di atas.


Sifat-Sifat Determinan Matriks

Berikut sifat-sifat determinan yang terdapat pada matriks.


  1. Jika A adalah sebarang matriks kuadrat yang mengandung sebaris bilangan nol, maka det(A) = 0.

Contoh :

misal matriks A =

dengan menggunakanAturan Kofaktor, maka

det(A) =

= a31K31 – a32K32 + a33M33

=

= 0(two.one – 3.0) – 0(1.one – ane.3) + 0(1.0 – 1.ii)

= 0


ii. Jika A adalah matriks segitiga northward x n, maka det(A) adalah hasil kali entri-entri pada diagonal utama, yakni det(A) = a11a22… ann

Contoh :

det(A) =

= a31M31 – a32M32 + a33M33

Baca :   Zat Pembentuk Serat Dalam Nilon Adalah

=

= 0(1.i – three.3) – 0(2.1 – 0.3) + three(2.three – 0.ane)

= 0 – 0 + 3.2.3

= 18

Hasil ini sama dengan perkalian entri pada diagonal utama yaitu two 10 3 x iii = xviii


iii. Misalkan A’ adalah matriks yang dihasilkan bila baris tunggal A dikalikan oleh konstanta k, maka det(A’) = k det(A)

Contoh :

misal k = 2 dan A =  maka kA =

det(A) =

berdasarkanSifat 3
maka det(kA) = det(A’) = 4.three.3 = 36

karena det(A) = 18 dan k = ii maka g.det(A) = 2.xviii = 36

jadi, det(A’) = m.det(A)


4. Misalkan A, A’ dan A” adalah matriks north 10 n yang hanya berbeda dalam baris tunggal, katakanlah baris ke-r, dan anggap bahwa baris ke r dari A” dapat diperoleh dengan menambahkan entri-entri yang bersesuaian dalam baris ke-r dari A dan dalam baris ke-r dari A’, maka det(A”) = det(A) + det(A’) [hasil yang serupa juga berlaku untuk kolom]

Contoh :


misal

A =  maka det(A) = (1.iii – 4.2) = -5

A’ =  maka det(A) = (4.ii – one.3) = 5

dan A” = A + A’ =  maka det(A”) = (5.five – 5.v) = 0

jadi det(A”) = det(A) + det(A’) = -five + five = 0


Kesimpulan

Pada dasarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhadapan dengan persoalan yang apabila kita telusuri ternyata merupakan masalah matematika. Dengan kata lain kita selalu bersentuhan dengan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan matematika entah itu kita sadari ataupun tidak. Agar mudah difahami maka persoalan tersebut diubah kedalam bahasa atau persamaan matematika supaya persoalan tersebut lebih mudah diselesaikan. Tetapi terkadang suatu persoalan sering kali memuat lebih dari dua persamaan dan beberapa variabel, sehingga kita mengalami kesulitan untuk mencari hubungan antara variabel-variabelnya.

Adapun matriks sendiri merupakan susunan elemen-elemen yang berbentuk persegi panjang yang di atur dalam baris dan kolom dan di batasi sebuah tanda kurung di sebut matriks.

Baca :   Himpunan Penyelesaian Dari 2x 3 5 Adalah