Contoh Pantun Suka Cita

Contoh Pantun Suka Cita.

Pantun anak-anak adalah pantun yang berisikan dunia anak-anak. Pantun anak-anak terbagi menjadi beberapa.

Yaitu:
Pantun suka cita
Pantun duka cita
Pantun jenaka
Pantun teka-teki

Pantun anak-anak, pantun muda, dan pantun tua merupakan pembagian jenis pantun berdasarkan usia.

Di bawah ini beberapa pantun anak-anak yang cukup lengkap.


1. Pantun anak-anak bersuka cita

Pantun anak-anak suka cita adalah pantun yang berisikan ungkapan gembira ria.

Anak-anak sangat dekat dengan dunia bermain yang menggembirakan.

1.
Beras putih jadi bubur,
Tanah liat tanah lempung.

Main ke nenek saat libur,
Rumahnya jauh di ujung kampung.

2.

Kicau indah burung kenari,



Sambil memakan biji padi.




Alam desa amatlah asri,



Banyak sawah di sana sini.

iii.
Laut luas tempat berenang,
Hutan hijau tempat si rusa.

Bermain layangan hatiku senang
Bersama tiupan angin desa.

4.
Potong bebek angsa di kuali,
Cuci bersih memakai sabun.

Mencari ikan di pinggir kali,
Memetik buah di dalam kebun.

v.
Daun jatuh terasa ringan,
Tempat sembunyi binatang lembing.

Paling gembira main layangan,
Berlari-lari di sawah yang kering.

2. Gembira jalan-jalan saat liburan.

tempat liburan
Salah satu tempat liburan yang mengedukasi anak-anak di kota Bandung.

6.
Tanduk indah kepala rusa,
Sangat indah di hutan rimba.

Hari libur mari bertamasya,
Jalan-jalan ke tempat wisata.

7.

Petani menyadap air nira,



Naik atap ambil tangga.




Bagaimana hati tak gembira,



Bertamasya bersama keluarga.

8.
Sungguh indah Pekanbaru,
Bermain dayung dari hulu.

Berpetualang ke tempat baru,
Semuanya sungguh terasa seru.

nine.

Kebun tebu di surabaya,



Baju sepeti untuk jualan.




Bersama ibu dan ayah,



Puas hati jalan-jalan.

10.
Mendaki bukit pelan-pelan,

Usah peduli dengan ilalang.

kalau sudah jalan-jalan,
rasanya tak ingin pulang.

3. Pantun permainan kata, lucu, dan jenaka.

Dunia anak-anak adalah dunia kegembiraan. Terlihat anak-anak sekolah memancarkan keceriaan dari setiap sudut matanya.

xi.
Ikan blanak
Satu rombong.

Jadi anak
Jangan berbohong.

12.
Kepompong

Sebesar jempol.

Sudah ompong
Suka mengompol.

13.
Perkutut

Di pinggir kali.


Itu kentut

Bau sekali.

14.
Kue enak
Warnanya merah.

Jadi anak

Jangan pemarah.

15.
Batujajar
Daun lontar.

Rajin belajar
Menjadi pintar.

4. Pantun karmina berisikan nasehat untuk anak-anak

Kasih sayang ibu akan menjadi ikatan tak terlupakan oleh anak.

Di bawah ini merupakan pantun anak-anak yang berbentuk pantun karmina. Disebut juga pantun kilat atau pantun singkat.

Walaupun demikian, isi dari pantun di bawah ini merupakan pantun nasehat. Cobalah baca dan hafalkan.

16.
Daun lebar
Daun pepaya.

Kalau bersabar
Akan berjaya.

17.
Jatijajar

Tempat talas.


Ayo belajar

Jangan malas.

18.
Kera sakti,
Naik naga.

Anak berbakti
Hidupnya bahagia.

19.
Makan pepesan
Di waktu hujan.
Jaga lisan
Selamat badan.

20.

Ingin minum

Hujan rintik-rintik.


Murah senyum

Wajahnya cantik.

5. Pantun singkat anak-anak sekolah untuk memotivasi

Anak-anak juara yang diberi beasiswa melalui lembaga zakat.
Baca :   Ruang Sampel 1 Dadu 1 Koin

Jenis pantun berikut ini sebenarnya pantun karmina yang terdiri dari ii baris. Tetapi kami tulis menjadi empat baris.

Bercerita tentang motivasi dan segala hal yang berkaitan dengan dunia sekolah.

21.
Batu jajar
Tersiram tajin.

Ayo belajar
Dengan rajin.

22.
Mawar merah

Terikat benang.


Pergi ke sekolah

Hatiku senang.

23.
Baju cindai
Wangi melati.

Sudah pandai
Rendah hati.

24.
Batu belah
Di sungai hulu.

Jangan lelah
Mencari ilmu.

25.
Makan ketupat

Makan ketumbar.


Ilmu di dapat

dengan belajar.

26.
Berakit-rakit kehulu, berenang ke tepian.

Belajar dahulu, senang-senang kemudian.

27.

Gatot kaca, masuk kelambu.

Banyak membaca, membuka ilmu.

28.
Hari kamis, membeli talas.
Anak manis, jangan malas.

29.
Angin berputar di atas dipan.

Rajin belajar, untuk masa depan.

30.
Anak kera main di tangga.

Kamu juara, ibupun bangga.

six. Pantun bahagia bersama ibu dan ayah

Ibu, ayah, dan anak dalam keluarga bahagia merupakan impian bagi setiap orang.

Dunia anak sangat lekat dengan suka cita, yakni gembira hati. Apalagi bersama dengan ayah dan ibunya.

Ayah yang selalu menyayangi dan ibu yang mendidiknya merupakan kebahagiaan yang tak ada bandingannya.

31.
Pulau Pinang,
Kota Bangkinang.

Hati senang
Ayah pulang.

32.
Kue kentang
Coklat meleleh.

Ayah datang

membawa oleh-oleh.

33.
Sandiwara,

Putra mahkota.


Hati gembira,

ibu suka bercerita.

34.
Buah sirsak,
Buah pepaya.

Ibu memasak,

Makan bersama.

35.
Para dayang,

Di titian.


Ibu penyayang,

Ayah perhatian.

36.
Sholat jamaah di hari raya,
Pakai baju yang serba indah.

Bagaimana hati tak bahagia,
Ayah datang membawa hadiah.

37.

Anak kecil suka berenang,
Makan ikan dengan pete.

Bagaimana hati tak senang,
Melihat ibu membuat kue.

38.
Burung hantu burung dara,
Beli kelambu aneka rupa.

Kalau aku jadi juara,
Ayah ibu merasa bangga.

39.
Angin dingin dari utara,
Pendekar sakti mandraguna.

Aku ingin ayah bahagia,
Dengan berbakti sepanjang masa.

40.

Uang seribu membeli ikan,
Rasa lezat satu kerat.

Moga ibu disayang Tuhan,
Bahagia di dunia akhirat.

7. Pantun duka cita atau cerita kesedihan

Pantun duka cita termasuk jenis pantun anak-anak.

Biasanya menceritakan seorang anak yang berkenaan dengan nasib dirinya.

41.
Surya tinggi terlihat silau,
Bayang-bayang burung kutilang.

Sungguh hati terasa risau,
Ibu tersayang telah berpulang.

42.
Bunga melati tumbuh di taman,
Air perigi warna kehijauan.

Rindu hati tak tertahankan,
Ayah pergi di perantauan.

43.
Pinggir kali datang belut,
Hujan gerimis tak jua reda.

Hati ini terasa kalut,
Adik menangis tak sudah-sudah.

44.
Naik perahu melempar sauh,
Pagi hari masih bermimpi.

Kalau ibu pergi jauh,
Rumah ini terasa sepi.

45.
Waktu maghrib bertemu mualim,
Wajahnya bersih dari debu.

Begini nasib menjadi yatim,
Tak dapat kasih sayang ayah ibu.

46.
Hari senja turun gerimis,
Bintang berkelip bersama bulan.

Untuk apa mata menangis,
Sudah nasib dikandung badan.

47.
Pohon roboh rumah tertimpa,
Pisau belati tajam ujungnya.

Kepada Allah jua meminta,
Bersimpuh hati untuk berdoa.

48.
Laut biru ubur-ubur,
Batu digosok bercampur lumpur.

Siapa tahu nasib kan mujur,
Hari esok hidupku makmur.

49.
Tanjung Pinang Tanjung Balam,
Anak Belanda matanya terang.

Jauh terkenang masa silam,
Mengenang bunda yang tersayang.

l.
Lebar batu rumah pusaka,
Parang berkarat putih terasah.

Bersabar itu lebih utama,
Tiada guna berkeluh kesah.

eight. Pantun muda berisikan nasib berdatang dan merantau.

Sebagian anak-anak berada dalam kesedihan.

Pantun dagang termasuk ke dalam jenis pantun muda. Pada masa muda biasanya seseorang mulai bekerja.

Ada kebiasaan merantau pada sebagian suku di nusantara. Mereka merantau untuk berdagang.

51.
Buah labuh di atas arang,
Mawar berduri bunga melati.

Pergi jauh ke negeri orang,
Demi mencari sesuap nasi.

Baca :   Soal Pilihan Ganda Tentang Sel

52.
Anak raja jumlah delapan,
Baju merah duduk di papan.

Pergi bekerja penuh harapan,
Moga cerah di masa depan.

53.
Pagi berseri tak ada mendung,
Siang hari turun hujan.

Duduk sendiri sambil merenung,
Mengenang nasib dikandung badan.

54.
Buah pepaya buah naga,
Kacang buncis satu jengkal.

Berusaha sekuat tenaga,
Kepada Allah hati tawakal.

55.
Bulan berkedip bintang datang,
Beli sarung di pasar pagi.

Begini nasib jadi pedagang,
Kadang untung kadang rugi.

9. Merindu kampung halaman nan jauh di mata

56.
Pohon randu di halaman.

Hati rindu kampung halaman.

57.
Beli gelang tujuh ribu.

Ingin pulang bertemu ibu.

58.
Kota Malang Surabaya.

Ingin pulang duit tak ada.

59.
Perut lapar makan di lepau.

Hati bersabar di negeri rantau.

60.
Masak rebung bambu petung.

Uang ditabung, tuk pulang kampung.

61.
Ada hadiah dibungkus koran
Air mengalir dalam selang.

Tiga kali puasa tiga kali lebaran,
Diri ini tak pulang-pulang.

62.
Makan roti makan bolu,
Rengginang ambil satu.

Lelah hati bekerja selalu,
Ingin mengenang masa lalu.

63.
Pagi pagi membaca koran,
Burung bersayap di kota Lampung.

Sebentar lagi hari lebaran,
Siap-siap pulang kampung.

64.
Daun bawang daun suji,
Tanah lempung di pinggir kali.

Bawa uang satu peti,
Sampai kampung dibagi-bagi.

65.
Minum jamu air kelapa,
Bangkinang kota sumatera.

Kalau bertemu dengan saudara
Selalu senang hatipun gembira.

10. Permainan teka-teki anak dalam pantun

Dalam dunia pantun, ada pula pantun teka-teki. Pantun ini masuk ke dalam jenis pantun anak-anak.

Permainan teka-teki memang sangat menyenangkan. Anak-anak diajak untuk berpikir yang merangsang kemampuan berbahasa.

66.
Jika kamu anak pintar,
Hewan apa tanduk di kaki?

67.
Inilah jawaban dari teka-teki,
Jawabannya adalah ayam jantan.

68.
Kutu darat dalam gelas,
Membuat sarang di batu bata.

Jika gelap melihat jelas,
Kalau terang gelap gulita.

69.
Emas putih menjadi gelang,
Bawa nasi dalam rantang.

Kalau terang dia hilang,
Kalau gelap kadang datang.

70.
Pisang emas di tepi sawah,
Benih baik hendak ditabur.

Kaki di atas kepala di bawah,
Siang hari matanya tidur.

xi. Pantun tentang cita-cita

Memberikan mainan atau pakaian dinas, memberikan mereka rangsangan untuk mengejar cita-citanya.

Setiap anak-anak biasanya memiliki cita-cita. Yaitu keinginan besar dalam hatinya.

Ada yang ingin menjadi guru, dokter, tentara, polisi, pengusaha, ulama, dan lain-lain.

Di bawah ini merupakan kumpulan pantun untuk memotivasi anak-anak agar mereka memiliki cita-cita yang mulia.

xi.1 Cita-cita menjadi Guru

71.
Pohon pepaya pohon waru,
Buah kokosan untuk jamu.

Alangkah mulia menjadi guru,
Mendidik insan menebar ilmu.

72.
Air dingin angin menderu,
Kali berbatu jembatan baru.

Jika ingin menjadi guru,
Perbaiki selalu akhlakmu.

73.
Batu nisan batu karang,
Jalan sempit rumahnya lapang.

Jadilah insan yang penyayang
Agar murid selalu sayang.

74.
Baju batik kainnya mulus,
Taruh satu di dalam peti.

Guru yang baik hatinya tulus,
Sayangi murid sepenuh hati.

75.
Daun jambu campur ketupat,
Burung gelatik ditimbang berat.

Menebar ilmu yang bermanfaat,
Pahala baik sampai akhirat.

76.

Air memancar terkena kaca,
Datang tamu tadi malam.

Rajin belajar rajin membaca,
Supaya ilmu semakin dalam.

77.
Pohon enau pohon kemumu,
Tanam lima semua berjajar.

Jika engkau tak punya ilmu,
Bagaimana bisa untuk mengajar?

78.
Beli ketupat dari pasar,
Beli ayam dapat paha.

Ilmu di dapat dengan belajar,
Bukan dengan berleha-leha.

79.
Rumput tanah makanan rusa,
Tebas benalu sehingga rata.

Jangan pernah putus asa,
Semangat selalu mengejar cita-cita.

Baca :   Laju Energi Listrik Yang Digunakan Dinyatakan Dalam Satuan

eighty.
Pergi berburu memakai batik,
Sampai ke kebun tanahnya subur.

Seorang guru akhlaknya baik,
Sopan santun berbudi luhur.

11.two Cita-Cita Menjadi Dokter

81.
Hari panas sangat dahaga,
Ingin membeli es puter.

Jika ditanya cita-cita,
Aku ingin menjadi dokter.

82.
Kue lemper jatuh ke paku,
Mainan anak yang suka usil.

Jadi dokter cita-citaku,
Akan kukejar hingga berhasil.

83.
Ambil arang di Jepara,
Arang dari pohon kina.

Menolong orang sifat mulia,
Moga cita-citaku terlaksana.

84.
Si kancil lari mengejar,
Menabrak kain robek semua.

Dari kecil tekun belajar,
Kurang main tak berguna.

85.
Pergi ke pasar menjual sukun,
Sukun mentah dari Jawa.

Selalu belajar dengan tekun,
jangan lupa untuk berdoa.

86.
Barang habis sudah laku,
Dijual kepasar harga seribu.

Jadi dokter cita-citaku,
Agar bangga ayah dan ibu.

87.
Batu karang batu arca,
Buah kelapa dimakan tupai.

Mulai sekarang rajin membaca,
Agar jadi dokter yang pandai.

88.
Masak kerang di batu bata,
Sudah matang amat lezatnya.

Semua orang bercita-cita,
Semoga berhasil dan terlaksana.

89.
Insan gembira di hari raya,
Minum madu dari lebah.

Cita-cita harus mulia,
Agar hidup mendapat berkah.

90.
Gadis manis pakai kebaya,
Warna biru motif serupa.

Jika kelak sudah berjaya,
Bapak guru jangan dilupa.

xi.3 Cita-cita Menjadi Tentara

91.
Daun beringin daun bidara,
Naik ke atas seekor lintah.

Aku ingin jadi tentara,
Menjaga negeri yang tercinta.

92.
Kayu papan sarang lebah,
Taruh di pucuk pohon cemara.
Menyandang senapan dengan gagah,
Cita-citaku jadi seorang tentara.

93.
Kain mahal dari sutra,
Kainnya lebar tertusuk kawat.

Kan kujaga negeri tercinta,

Tenaga besar badanku kuat.

94.
Baju lusuh gambarnya kembang,
Memotong kayu dengan parang.

Kalau ada musuh menyerang,
Tentara maju ke medan perang.

95.
Mangga kueni seharum melati,
Panjat ke atas badanpun letih.

Gagah berani tak takut mati,
Itulah tentara yang sejati.

12. Pantun anak-anak Islami

Namanya Musa. Berasal dari Pulau Bangka. Hafal Quran di usia 5 tahun. Dan kini telah banyak hafal kitab-kitab ulama.

Nilai-nilai Islami mesti diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hati.

Untuk itu perlu pengajaran semenjak dini. Anak-anak harus dikenalkan kepada ilmu Islam.

Sehingga mereka hidup bahagia di dunia maupun di akhirat.

12. 1 Pantun Tentang Akhlak

96.

Satu karung isi padi,
Untuk diberi ke tetangga.

Kalau sombong ada dalam hati,
Tidak akan masuk ke surga.

97.
Lauk makan dengan cuka,
Jalan-jalan ke Pulau Bangka.

Sedikit sombong tidak disuka,
Kan dimasukan ke neraka.

98.
Ke pasar baru beli peniti,
Pulang jauh ke kota Kendari.

Jadilah insan yang rendah hati,
Tidak suka berbangga diri.

99.
Lihat awan dari taman,
Langkah terhenti di bawah dahan.

Hargai kawan sayangi teman,
Rendah hati dicintai Tuhan.

100.
Minyak tanah dalam tangki,
Tangki berkarat berbahan besi.

Jangan suka saling mendengki,
Hanya membuat sempit di hati.

12.ii Pantun Belajar Mengaji

101.

Kayu patah digergaji,
kayu keras namanya meranti.
Jangan lupa untuk mengaji,
Sebagai bekal di akhirat nanti.

102.
Padi di ladang dimakan hama,
hama datang apa obatnya.
Belajar al Quran sangat utama,
Pedoman hidup selama di dunia.

103.
Sungai pasang kini surut,
Airnya jernih segar rasanya.
Perintah Allah mesti diturut,
Jika ingin hidup bahagia.

104.
Sungai Musi banyak ikan,
perahu merapat di pangkalan.
Sunnah Nabi mari tegakan,
Jangan pernah ditinggalkan.

105.
Hanya setapak jalan ke hutan,
Petik bunga untuk di taman.
Bila jauh dari Quran,
Sengsara hidup sepanjang zaman.

Baca juga beberapa pantun lainnya: pantun pernikahan  pantun kiasan maupun pantun pendidikan.

Contoh Pantun Suka Cita

Source: https://microgist.blogspot.com/2020/01/pantun-anak.html

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …