Contoh Koloid Dalam Kehidupan Sehari Hari

Contoh Koloid Dalam Kehidupan Sehari Hari

gurune.net – Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari . Halo sobat guru, tahukah kamu bahwa koloid sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari? Koloid bukanlah hal yang asing bagi kehidupan manusia karena banyak koloid yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini gurune akan membahas apa saja contoh koloid yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Yuk kita simak pembahasan berikut ini.

Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari

a. Sabun dan Detergen

Sabun dan detergen tersusun atas bagian kepala (polar) yang bersifat liofil (hidrofil) dan bagian ekor (nonpolar ) yang bersifat liofob (hidrofob).

Bagian ekor lebih suka berikatan dengan minyak atau lemak, sedangkan bagian kepala lebih suka berikatan dengan air.

Ketika sabun/detergen dilarutkan dalam air, maka molekul-molekul sabun/detergen akan mengadakan asosiasi dan orientasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling terdesak sehingga terbentuk partikel koloid.

Bagian kepala (hidrofil) akan menghadap ke air sedangkan bagian ekornya (hidrofob) akan berkumpul mengarah ke dalam.

Struktur sabun (Sumber: https://sainskimia.com)

Ketika pakaian kotor direndam dalam larutan sabun atau detergen, gugus nonpolar dari sabun/detergen akan menarik partikel kotoran (lemak/minyak) dari bahan cucian, kemudian mendispersikannya ke dalam air.

Setelah kita kucek dan kita bilas, noda lemak akan terikat oleh sabun atau detergen yang akhirnya akan larut dalam air.

Sebagai bahan pencuci, sabun dan detergen bukan saja berfungsi sebagai pengemulsi tetapi juga sebagai penurun tegangan permukaan air.

Air yang mengandung sabun/detergen mempunyai tegangan permukaan yang lebih rendah, sehingga lebih mudah meresap pada bahan cucian.


b. Pengolahan Air Bersih

Secara garis besar, pengolahan air secara sederhana dapat kita lakukan melalui beberapa tahapan yaitu:

Baca :   Bentuk Perkalian 4 4 4 Adalah

1) Pengendapan

Untuk memisahkan partikel suspensi kasar yang dengan hanya grativasi partikel tersebut akan mengendap.

2) Penyaringan.

Bertujuan untuk memisahkan gumpalan kotoran yang dihasilkan dari proses pengendapan. Bahan yang dipakai : pasir, kerikil, ijuk.

3) Koagulasi.

Koloid yang digunakan untuk menggumpalkan kotoran, yaitu : Al(OH)3 yang bisa diperoleh dari tawas KAl(SO4)2, aluminium sulfat dan Poly Aluminium Chloride (PAC = polimer dari AlCl3-AlCl3-AlCl3-….. )

4) Penambahan Desinfektan.
Bertujuan untuk membunuh kuman-kuman yang terlarut dalam air. Bahan yang sering kita pakai : kaporit [ Ca(ClO)2 ] atau klorin.

Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari

Skema Pengolahan Air minum (Sumber: https://docplayer.info)

c. Pemurnian gula

Gula tebu yang masih berwarna dilarutkan dengan air panas, kemudian dialirkan melewati sistem koloid, yaitu tanah diatom atau karbon. Zat warna pada gula tebu akan teradsorpsi sehingga akan kit peroleh gula yang bersih dan putih.


d. Pembentukan delta

Tanah liat dan pasir yang terbawa oleh aliran sungai merupakan sistem koloid yang bermuatan negatif.

Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg2+, dan Ca2+. Ketika air sungai dan air laut bertemu di muara, maka partikel-partikel air laut yang bermuatan positif akan menetralkan sistem koloid pada air sungai sehingga terjadi koagulasi yang ditandai dengan terbentuknya delta.

e. Penggumpalan darah

Darah mengandung koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terdapat suatu luka kecil, untuk membantu penggumpalan darah kita gunakan styptic pencil atau tawas yang mengandung ion Al3+ dan Fe3+.

Ion-ion ini akan menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein sehingga membantu mempercepat penggumpalan darah.

f.  Industri kosmetika

Bahan kosmetika seperti foundation, finishing cream, dan deodorant berbentuk koloid dan umumnya sebagai emulsi.


g. Industri tekstil

Pada proses pencelupan bahan (untuk pewarnaan) yang kurang baik daya serapnya terhadap zat warna dapat menggunakan zat warna koloid karena memiliki daya serap yang tinggi sehingga dapat melekat pada tekstil.

Baca :   Lisa Dan Muri Bekerja Pada Pabrik Tas


h. Kelestarian lingkungan

Untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh pabrik-pabrik, digunakan suatu alat yang disebut cotrell. Alat ini berfungsi untuk menyerap partikel-partikel koloid yang terdapat dalam gas buangan yang keluar dari cerobong asap pabrik.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai koloid dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat yaa

Contoh Koloid Dalam Kehidupan Sehari Hari

Sumber: https://gurune.net/koloid-dalam-kehidupan-sehari-hari/

Check Also

Harga Beras 10 Kg Di Pasar

Harga Beras 10 Kg Di Pasar 4 menit Kamu pasti sudah sering sekali mendengar ungkapan, …