Contoh Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Bidang Energi

Contoh Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Bidang Energi

Dewasa ini teknologi ramah lingkungan menjadi bahan perbincangan yang sangat hangat dan banyak dibicarakan. Salah satu aplikasi teknologi ramah lingkungan yaitu diterapkan dalam bidang energi. Energi merupakan kebutuhan primer kehidupan manusia, namun sumber energi yang digunakan dalam seratus tahun terakhir menghasilkan banyak zat pencemar. Akibatnya perlu dikembangkan teknologi ramah lingkungan dalam bidang energi guna menunjang kebutuhan energi umat manusia tanpa mencemari lingkungan.

Beberapa aplikasi teknologi ramah lingkungan dalam bidang lingkungan adalah sebagai berikut.

1. Biofuel

Tipe-Tipe Biofuel

Biofuel merupakan teknologi penyediaan energi alternatif dengan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Biofuel, berasal dari bahan-bahan organik.

Ada dua jenis biofuel yaitu dalam bentuk etanol dan biodiesel.

  1. Etanol dihasilkan dari fermentasi karbohidrat atau reaksi kimia gas alam. Tanaman yang mengandung karbohidrat tinggi seperti jagung,  sorgum, beras ketan, dan singkong biasanya digunakan untuk menghasilkan etanol.
  2. Biodiesel dihasilkan dari lemak nabati. Biodiesel menggunakan bahan baku minyak sawit mentah(Crude Palm Oil),minyak nyamplung, minyak jarak, minyak kelapa,Palm Fatty Acid Distilate(PFAD), dan minyak ikan.

2. Biogas

Biogas

Biogas

Biogas diperoleh dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob (bakteri yang hidup di lingkungan tanpa oksigen). Bakteri anaerob tersebut akan mengubah zat organik menjadi gas metana (CH4) sebesar 75% dan gas lainnya seperti karbondioksida, hidrogen, dan hidrogen sulfida.

Saat ini kotoran dan urin hewan ternak menjadi pilihan yang sesuai untuk produksi biogas. Lingkungan yang memiliki peternakan, tempat atau pabrik pengolahan makanan, seperti tempat pembuatan tahu, tempe, ikan pindang, dan brem, merupakan tempat strategis bagi pembuatan biogas.

Baca :   Desalinasi Air Laut Termasuk Sifat Koligatif

3. Panel Surya
(Solar Cell)

Panel Surya atau Solar Cell

Panel Surya atau Solar Cell

Panel surya adalah teknologi yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Ketika cahaya matahari melalui panel surya, cahaya menghasilkan emisi elektron pada komponen panel surya.

Elektron-elektron ini kemudian dihubungan dengan sistem tertentu sehingga dihasilkan listrik yang selanjutnya dialirkan dan disimpan pada baterai sehingga dapat digunakan pada saat mendung atau malam hari.

Panel surya sebagai penghasil energi listrik memiliki beberapa keungulan, diantaranya tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, mampu menghasilkan energi cukup besar, dan mudah dipasang atau dipindahkan atau dikembangkan.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Air(Hydropower)

Pembangkit listrik tenaga air menggunakan energi gerak (energi kinetik) dari aliran air untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Menghasilkan energi yang besar
  2. Membutuhkan biaya yang sedikit
  3. Sedikit menghasilkan emisi gas karbon dioksida (CO2).

Meskipun demikian, pembangkit listrik tenaga air memiliki beberapa kelemahan, diantaranya yaitu:

  1. Banyaknya tanah yang terganggu dan pengalihan tempat tinggal penduduk
  2. Menyumbang emisi metana (CH4) yang dilepaskan di udara akibat terurainya organisme yang mati dalam air
  3. Menggangu ekosistem air di daerah muara

5. Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut dan Ombak(Ocean Power)

Ocean Power

Ocean Power Image via cdn.aiidatapro.net

Ocean Power merupakan pembangkit listrik untuk menghasilkan listrik dari aliran air yang berasal dari pasang surut air laut dan ombak. Teknologi ini berbentuuk tabung yang terbuat dari baja dan mirip dengan rantai ular yang dipasang di pantai. Nantinya, alat ini akan naik dan turun akibat adanya ombak dan dapat menghasilkan listrik.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Angin(Wind Power)

Pembangkit listrik tenaga angin merupakan teknologi ramah lingkungan yang menjadi sumber energi dunia terbesar kedua setelah panel surya.

Baca :   Garam Perak Yang Paling Sukar Larut Adalah

Pembangkit listrik tenaga angin dapat dibangun di daratan dan di lautan. Pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun di daratan harus terletak di daerah yang jauh dan sedikit populasi penduduk karena suara yang ditimbulkan dapat mengganggu populasi penduduk disekitarnya.

Perbedaan derajat dari sinar matahari yang menyinari bumi pada daerah ekuator dan daerah kutub menyebabkan perbedaan panas di antara daerah tersebut, bersama dengan rotasi bumi, menciptakan aliran udara yang disebut angin.

Kita dapat menangkap bentuk tidak langsung dari energi matahari ini dengan turbin angin yang dapat mengubahnya menjadi energi listrik.

7. Geotermal

Genotermal merupakan energi panas yang tersimpan dalam lapisan tanah, lapisan dasar bumi, dan cairan dalam kerak bumi. Kita dapat menggunakan energi yang tersimpan ini untuk memanaskan dan mendinginkan bangunan serta menghasilkan listrik.

Salah satu cara untuk mengambil energi geotermal ini dengan menggunakan sistem pompa panas geotermal
“Geothermal heat pump system”.Sistem ini dapat memanaskan dan mendinginkan sebuah rumah dengan mamanfaatkan perbedaan temperatur.

Kita juga dapat mengambil energi dari lapisan bumi yang lebih dalam dengan sistem yang disebuthydrothermal reservoir.Beberapa batuan di dalam bumi memiliki suhu sangat tinggi yang disebabkan oleh adanya pemecahan material radioaktif yang terkandung dalam batuan tersebut.

Air dalam tanah bertemu dengan batuan panas sehingga terbentuk uap yang kemudian terakumulasi di antara bebatuan tersebut. Uap air yang terkumpul dalam jumlah besar akan menimbulkan tekanan yang tinggi.

Jika kita mengebor bagian tersebut dengan bantuan pipa khusus maka uap air akan keluar dengan kecepatan yang besar. Aliran uap inilah yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga dapat menghasilkan listrik.

Baca :   Bentuk Molekul Hf

8. Fuel Cell dan Hydrogen Power

Gambar Skema Hydrogen Power

Gambar Skema Hydrogen Power

Fuel cell dihasilkan dari reaksi penggabungan antara gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Reaksi antara gas H2
dengan O2
menghasilkan energi panas yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sumber listrik dan juga menghasilkan uap air. Reaksi antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut:

2H2
+ O2
→ 2H2O + energi

Penggunaan secara luas hidrogen sebagai bahan bakar akan menghilangkan masalah polusi udara serta dapat mengurangi kerusakan iklim karena dalam terknologi ramah lingkungan ini tidak dihasilkan CO2.

Contoh Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Bidang Energi

Sumber: https://materikimia.com/8-aplikasi-teknologi-ramah-lingkungan-dalam-bidang-energi/

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …