DokterSehat.Com – Kali banyak yang penasaran segala saja ciri-ciri cacingan, baik pada anak atau insan dewasa. Cak acap lagi kita temui orang jompo yang khawatir saat anaknya lain cak hendak makan, mersik, perut buncit, gontai, dan lesu.

Mengenali Ciri-Ciri Cacingan Berdasarkan Jenisnya

Takdirnya mengalami kejadian-hal tersebut, para ayah bunda biasanya langsung mencurigai jangan-jangan anaknya mengalami cacingan. Ki aib yang satu ini memang tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, boleh menurunkan tingkat kesehatan anak asuh dan tambahan pula orang dewasa sekalipun. Maka dari itu karena itu, silakan kita sama-sama mengenali ciri-ciri cacingan, namun sebelumnya kita ketehui apa saja penyebab cacingan!

Penyebab Cacingan

Apa penyebab penyakit cacingan? Salah satu penyebab cacingan ialah makan daging setengah menguning dari binatang yang terinfeksi, seperti mana sapi, kambing, maupun ikan. Penyebab cacingan lain yang mungkin menyebabkan infeksi cacing tali perut menghampari:

  • Meneguk air yang terinfeksi
  • konsumsi tanah yang terkontaminasi
  • Kontak dengan pungkur yang terkontaminasi
  • Sanitasi yang buruk
  • Kebersihan yang buruk

Cacing gelang biasanya ditularkan melalui pergaulan dengan petak dan tinja yang meradang. Setelah Beliau mengonsumsi zat yang terinfeksi, sakat ikut ke usus Anda. Kemudian mereka bereproduksi dan bertunas di perut muda. Seperti itu mereka bereproduksi dan menjadi bertambah lautan dalam jumlah dan dimensi, gejala mungkin muncul.

Spesies Cacingan

Penyakit cacingan pada manusia lazimnya disebabkan oleh pasilan cacing yang hidup di perut muda besar dan usus halus. Cacing-cacing ini bisa bertahan semangat karena mendapat nutrisi dari menyerap darah di dinding usus dan sari tembolok yang kita makan.

Baca :   Mengatasi Ruam Pada Pipi Bayi

Cacing yang menyerang manusia sedikitnya ada tiga macam (yang populer) antara lain:

  • Cacing kremi
  • Cacing gelang
  • Cacing lin

Situasi itu penting dibedakan karena per memiliki ciri-ciri cacingan yang khusus alias berlainan satu sama lain.

Ciri-ciri Hamba allah Cacingan

Sama dengan yang sudah dibahas sebelumnya, setiap cacing akan menunjukkan gejala cacingan yang farik-selisih. Makin jelasnya, berikut ciri-ciri makhluk cacingan beralaskan jenisnya:

1. Cacing kremi


Ciri ciri cacingan pada orang dewasa yaitu rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala cacingan ini akan memburuk di malam hari saat cacing kremi biasanya akan keluar bersumber rataan bodi bakal menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya boleh terbantah di cerih.

2. Cacing gelang


Jenis cacingan ini galibnya tidak menimbulkan gejala, meskipun lakukan jenis
toxocara canis
dapat menyebabkan keburukan penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang dan luka pada retina mata. Cacing gelang juga dapat berpindah ke bagian paru-paru hingga menyebabkan timbulnya batuk dan asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.

3. Cacing pita


Cacing ini dapat menimbulkan rasa sakit di daerah kandungan. Cacing reben dapat menutupi kawasan otot, kulit, jantung, mata, dan pentolan.

Gejala Cacingan yang Terlihat secara Umum

Lebih lanjut, kita juga mesti tahu gejala cacingan secara umum, sama dengan berikut ini:

  • Wajah agak pucat, lesu dan abnormal kasar
  • Ceking dan perut sangka bungsu
  • Berat awak tidak naik-naik meski nafsu makan tidak menyusut
  • Lega momongan (orok) tampak kalut di malam hari dan sering-garuk bokong (bagian anus)
  • Rajin mengalami gangguan rezeki, mulas, murus, atau sulit keluarkan air samudra (sama dengan gejala penyakit maag)
  • Sering batuk
Baca :   Cara Membuat Kaki Papan Bunga

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukkan cacing sudah berpindah tempat mulai sejak usus ke organ tak, sehingga menimbulkan fasad perlengkapan dan jaringan, dapat timbul gejala cacingan:

  • Demam
  • Adanya benjolan di radas ataupun jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang maupun gejala gangguan syaraf apabila organ inisiator sudah rantus

Penanganan Cacingan

Terkadang memang musykil mendeteksi tanda-tanda cacingan, maka Kamu harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan dianjurkan. Seandainya Anda sudah lalu mengetahui ciri cacingan bahkan mutakadim terkena cacingan, lekas ke dokter!

Nantinya, akan dilakukan pemeriksaan seterusnya kejadian cacingan yang menuduh anggota keluarga. Ini akan efektif mudah-mudahan Anda bisa mendapatkan obat keremian yang diresepkan dan sesuai.

Memulihkan Keremian

Pelelang cacingan yang n kepunyaan bilyet sebagai anti-parasit dapat digunakan. Ada 2 jenis pengasosiasi cacingan yang resmi digunakan, yakni:

1. Pyrantel pamoat

Dosis untuk terapi keremian yang belum diketahui jenisnya adalah: Dewasa/anak-anak asuh: 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis distingtif.

2. Mebendazole

Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, seperti dosis diatas, yaitu: Dewasa/anak-anak asuh: 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal.

Apabila ada anggota keluarga yang tertular cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga buat mencegah alias mewaspadai terjadinya penularan keremian tersebut.

Selama masa pengobatan, hindari penularan cacingan ke anggota anak bini lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menjejak perut, hindari juga kerjakan menyentuh tuturan dengan tangan yang belum dicuci.

Ada baiknya mencegah keremian, dengan minum pengasosiasi cacing setiap heksa- bulan suatu kali. Ini sesuai dengan anjuran yang ada.

Baca :   Adakah Bunga Dandelion Di Indonesia

Mencegah Keremian

Untuk mencegah cacingan, rajinlah mencuci tangan dengan sabun batangan dan air hangat sebelum dan sesudah menggunakan toilet dan sebelum menyiagakan atau makan peranakan.

Anda juga harus mempraktikkan uang pelicin kebersihan makanan berikut ini:

  • Hindari mengonsumsi ikan dan daging mentah
  • Masak daging hingga temperatur setidaknya 145 ° F (62,8 ° C) kerjakan seluruh potongan daging dan 160 ° F (71 ° C) untuk daging dan unggas
  • Biarkan daging menguning selama tiga menit sebelum mengonsumsinya
  • Bekukan ikan atau daging hingga -4 ° F (–20 ° C) setidaknya sejauh 24 jam
  • Cuci, kupas, atau masak semua buah dan sayuran hijau
  • Kumbah atau menyangai pun makanan yang jatuh ke keramik.

Seandainya Anda mengunjungi negara-negara berkembang, masak buah dan sayuran dengan air matang atau dimurnikan sebelum bersantap, dan hindari perkariban dengan tanah nan mungkin terkontaminasi dengan residu khalayak.

DokterSehat
|
© 2022 PT Media Kesegaran Indonesia. Oktroi Dilindungi