WIWITAN DAN Panen Antah Baris LEGOWO (JARWO) SUPER DI GIRIPENI

  • oleh pertapa

  • 15 Juli 2020 12:33:25

  • 908 views

Wates; Selasa, 14 Juli 2020. Upaya peningkatan produksi tumbuhan rimba, khususnya pari dengan perluasan areal tanam ternyata tak semudah membalikkan bekas kaki tangan. Ketatanegaraan peningkatan produksi dapat ditempuh melampaui eskalasi produktivitas (intensifikasi) serta upaya-upaya peningkatan luas tanam, baik melangkahi peningkatan Penunjuk Pertanaman (IP) atau perluasan lahan konvensional sawah. Upaya-upaya tersebut masih memungkinkan dengan tersedianya berbagai inovasi dan teknologi yang belum secara optimal diimplementasikan di tingkat pekebun. Karena itu harus suka-suka inovasi hendaknya terjadi lompatan produksi. Salah satunya dengan peningkatan produktifitas melintasi teknologi Jajar Legowo Super. Jarwo maupun banjar legowo sudah lama dikenal di limbung orang tani, yang merupakan cara berhuma padi dengan jarwo 2:1 maupun 4:1. Dalam upaya implementasi teknologi pertanaman, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta bekerjasama dengan Kantor Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Gapoktan Marem Giripeni yang berlokasi di Bulak Kelompok Berhuma Sideman Fertil dan Bulak Kelompok Berladang Kedungrejo mengadakan dem farm tajarwo super. Teknologi nan diimplementasikan bakal larik legowo super adalah sebagai berikut :

  • Varietas Menang Hijau (VUB) potensi hasil tahapan adalah inpari Nutrizinc (1,5 ha) dan inpari 44 (2,5 ha).
  • Penggunaan Biodekomposer sebelum perebusan tanah. Biodekomposer merupakan bahan nan mengandung beberapa jenis patogen pengganti bahan organik sama dengan lignoselulosa. Biodekomposer produktif mempersering pengomposan jerami secara insitu dari dua bulan menjadi 1-2 minggu,”.Hasil aplikasi Biodekomposer menyegerakan pembaruan jerami dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, meningkatkan ketersediaan NPK, sehingga menindihkan biaya pemupukan, dan menekan masalah tular tanah.
  • Jamur hayati dan pemupukan berimbang berdasarkan Alat Uji Persil Sawah (PUTS). Pupuk hayati yakni pupuk berbasis sangkut-paut patogen mikroba non patogenik yang bisa menghasilkan fitohormon (pemacu bertunas pohon), penambat Nitrogen dan pelarut Fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan lahan. Aktivitas enzimatik dan fitohormon berpengaruh berupa terhadap pengambilan hara makro dan mikro petak, memacu pertumbuhan, pembungaan, pemasakan buah, pematahan dormansi, meningkatkan vigor dan viabilitas benih. Dampaknya mampu meningkatkan efisiensi pemupukan NPK anorganik dan daya produksi tumbuhan.
  • Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali. Pestisida nabati berbahan aktif fusi eugenol sitronelol dan geraniol. Sintesis eugenol efektif mengendalikan hama tanaman padi seperti wereng batang cokelat. Fusi sitronelol dan geraniol bisa mengusir kehadiran serangga di pertanaman. Kelebihan pestisida nabati punya muslihat racun rendah sehingga pemakaiannya aman bagi basyar dan dabat ternak. Selain itu dapat menjaga kelestarian insek berguna, serangga penyerbuk dan padanan alami hama sekaligus dapat berperan sebagai serabut organik.
  • Pendayagunaan alsintan bakal panen. Penggunaan organ tanam (transplanter) dan organ panen (combine harvester). Dengan kombinasi penggunaan alat tersebut, budidaya padi menjadi efisien, produktifitasnya juga meningkat.
Baca :   Cara Mengobati Bibir Alergi Lipstik

Hadir dalam acara wiwitan dan panen padi antara lain : Bupati Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Wana Kulon Progo; Inspektur Investigasi Kementerian Pertanian; Kepala Jawatan Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY; Kepala BPTP Balitbangtan Yogyakarta; Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kulon Progo; Panewu Wates; Kapolsek Wates; Danramil Wates; Puskesmas Wates; Kanyon  Giripeni; Penyuluh dan POPT BBP  Wates; Gapoktan Giripeni; anggota KT. Sideman Subur dan KT. Kedungrejo.

Hasil ubinan biasanya untuk varietas inpari Nutrizinc 5,54 kg alias 8,37 ton/ ha GKP, sedangkan cak bagi Inpari 44 adalah 6.06 kg atau 9,16 to/ha.

Youtube : https://youtu.be/ohbTXrLa0_o

(edt. [email protected])