Belerang Dan Oksigen Bersenyawa Membentuk Belerang Trioksida Dengan Perbandingan

KlikBelajar.com – Belerang Dan Oksigen Bersenyawa Membentuk Belerang Trioksida Dengan Perbandingan

Ilustrasi hukum kelipatan perbandingan atau perbandingan berganda. Foto: Lumen Learning – Simple Book Production



Hukum kelipatan perbandingan


merupakan salah satu di antara hukum dasar dalam ilmu

kimia
. Hukum ini memiliki nama lain, yakni hukum perbandingan berganda dan hukum Dalton.



Hukum

perbandingan berganda adalah hukum yang pertama kali dikemukakan oleh John Dalton, seorang ahli kimia yang berasal dari Inggris.


Hukum ini menjadi salah satu hukum yang mendasari konsep stoikiometri. Penasaran dengan hukum kelipatan perbandingan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Hukum Kelipatan Perbandingan


Dikutip dari buku

Sejarah dan Lingkup Kimia Kesehatan

karya Four Meiyanti, S.Si, M.Pd, dkk,



hukum kelipatan perbandingan adalah


hukum yang menyatakan bahwa apabila dua

unsur

bereaksi membentuk dua atau lebih senyawa.


Menurut Dalton, hukum perbandingan berganda adalah dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. Maka, perbandingan massa unsur yang satu, yang bersenyawa dengan unsur lain yang tertentu massanya, adalah bilangan bulat dan sederhana.


Adapun


bunyi dari hukum kelipatan perbandingan


yang dikemukakan oleh Dalton adalah:


Jika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa dan massa salah satu unsur dalam senyawa itu sama, sedangkan massa unsur lain berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.


Hukum ini didapatkan oleh Dalton melalui eksperimen yang dilakukan yang berlandaskan pada hukum perbandingan tetap yang dikemukakan oleh Proust.


Dikutip dari buku

Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 5

terbitan Kemdikbud, Dalton meyakini bahwa terdapat suatu keteraturan yang terkait dengan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa. Berikut ini adalah hasil eksperimen Dalton:

Hasil eksperimen yang dilakukan oleh Dalton yang kemudian menghasilkan hukum kelipatan perbandingan. Foto: Kimia Paket C Tingkatan V Modul Tema 5 terbitan Kemdikbud

Baca :   Tentukan Koordinat Titik P Yang Terletak Pada Garis Ab Jika


Contoh penerapan hukum kelipatan berganda adalah dua senyawa sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3).


Dalam satu molekul dari masing-masing senyawa ini ada satu atom belerang, sehingga kedua molekul harus memiliki massa belerang yang sama.


Molekul SO2 memiliki dua atom O, sedangkan molekul SO3 memiliki tiga atom O. Ini berarti bahwa perbandingan atom O dalam kedua senyawa tersebut adalah 2 : 3.


Karena semua atom O memiliki massa yang sama, rasio massa O dalam dua molekul harus sama dengan rasio atom, dan rasio ini (2 : 3) adalah perbandingan dengan bilangan bulat kecil.

Contoh Soal Hukum Kelipatan Perbandingan


Untuk memahami hukum kelipatan perbandingan, simak contoh soal beserta penyelesaiannya di bawah ini.


Belerang dan oksigen bereaksi membentuk dua jenis senyawa, yaitu SO2 dan SO3. Kadar belerang dalam senyawa SO2 dan SO3 berturut-turut adalah 50% dan 40%. Apakah hukum Dalton berlaku untuk senyawa tersebut?


Misalkan senyawa SO2 dan SO3 masing-masing 100 gram

Ilustrasi penyelesaian contoh soal hukum kelipatan perbandingan. Foto: Sejarah dan Lingkup Kimia Kesehatan karya Four Meiyanti, S.Si, M.Pd, dkk


Perbandingan massa oksigen dalam SO2 dan SO3 = 1 : 1,5 = 2 : 3. Perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa adalah bulat sederhana.


Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum Dalton berlaku pada dua jenis senyawa, yaitu SO2 dan SO3.

John Dalton mengenalkan sebuah kesimpulan mengenai perbandingan massa unsur dalam senyawa yang disebut hukum perbandingan berganda. Kesimpulan tersebut berupa pernyataan mengenai apabila ada unsur-unsur yang membentuk dua/lebih senyawa yang massa salah satu unsurnya sama banyak maka massa unsur yang kedua berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Ingat kembali bahwa ikatan kimia dari dua unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, misalnya unsur karbon (C) dan unsur oksigen (O) dapat membentuk karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2).

Pada pembentukan senyawa dari karbon (C) dan oksigen (O) membentuk karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) . Jika jumlah karbon yang bereaksi pada masing – masing adalah 1 gram maka teramati bahwa pada karbon monoksida yang terbentuk akan terdapat 1,33 gram oksigen, sedangkan pada karbon dioksida terbentuk 2,66 gram oksigen. Perhatikan bahwa perbandingan massa oksigen adalah 1 : 2. Hasil perbandingan tersebut membentuk bilangan bulat sederhana dan kemudian akan disebut sebagai hukum perbandingan berganda.

Baca :   X 3 2 2x 4 5

Bagaimana bunyi hukum perbandingan ganda yang diperkenalkan oleh Dalton? Bagaimana contoh soal hukum perbandingan berganda? Simak selanjutnya ulasan materi hukum perbandingan berganda (hukum Dalton) yang akan diberikan melalui ulasan di bawah.

Table of Contents

Bunyi Hukum Perbandingan Berganda

Dua unsur bergabung dan masing-masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk ikatan kimia. Komposisi unsur-unsur dengan ikatan kimia membentuk suatu senyawa dan dituliskan dalam rumus kimianya. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda-beda.

Sebagai contoh, belerang (S) dengan oksigen (O) dapat membentuk senyawa SO2 (sulfur dioksida) dan SO3 (sulfur trioksida), unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dapat dibentuk senyawa H2O (air) dan H2O2 (hidrogen peroksida), dan unsur karbon (C) dan oksigen (O) membentuk senyawa CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida).

Bagaimana percobaan yang dilakukan Dalton sehingga dapat menyimpulkan hukum perbandingan berganda?

John Dalton mengamati perbandingan unsur – unsur pada setiap senyawa membentuk pola keteraturan. Perhatikan contoh percobaan hukum perbandingan berganda yang diperkenalkan Dalton dengan perolehan data sebagai berikut.

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

Data hasil percobaan yang dilakukan John Dalton menunjukkan bahwa perbandingan massa oksigen yang terikat oleh karbon dengan massa yang sama yaitu 1 : 2.

Baca Juga: Ikatan Kimia – Ion, Kovalen, dan Logam

John Dalton menyelidiki perbandingan unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa dan mendapatkan suatu pola keteraturan. Pola tersebut dinyatakan sebagai hukum perbandingan berganda atau hukum Dalton.

Bunyi hukum perbandingan ganda
Dalton tersebut adalah apabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, massa salah satu unsur tersebut tetap (sama) maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Baca :   Cara Menghitung Laba Maksimum

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

Untuk menambah pemahaman sobat idschool mengenai penerapan hukum perbandingan berganda pada soal, simak contoh soal hukum perbandingan ganda yang akan diberikan berikut.

Baca Juga: Cara Menentukan Rumus Molekul Senyawa

Contoh Soal Hukum Perbandingan Berganda dan Pembahasan

Beberapa contoh soal dibawha dapat sobat idschool gunakan untuk menambah pemahaman bahasan di atas. Setiap contoh soal yang diberikan dilengkapi dengan pembahasannya. Sobat idschool dapat menggunakna pembahasan tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan mengerjakan soal. Selamat [email protected]

Contoh 1 – Soal Hukum Perbandingan Berganda

Sebuah senyawa A disusun oleh 63,6% unsur N dan 34,6% unsur O. dan senyawa B disusun oleh 46,7% unsur N dan 53,3% unsur O. Tunjukkan bahwa senyawa tersebut sesuai hukum perbandingan berganda dari Dalton dan tentukan rumus senyawa A tersebut!

Pembahasan:

  • Menunjukkan senyawa A dan Senyawa B sesuai hukum perbandingan berganda Dalton
    Untuk menunjukkan senyawa A sesuai hukum perbandingan berganda dalton, sobat idschool dapat menggunakan informasi persentase unsur yang digunakan. Sederhanakan bentuk perbandingan persentase menjadi bentuk yang paling sederhana.

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

Perhitungan perbandingan:

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

  • Menentukan rumus senyawa A:
    Senyawa A (satu unsur O dan dua unsur N) ~ NO2
    Senyawa B (satu unsur O dan satu unsur N) ~ NO

Baca Juga: 5 Hukum Kimia Dasar

Contoh 2 – Soal Hukum Perbandingan Berganda Dalton

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

Karbon dan oksigen dapat membentuk dua macam senyawa yaitu CO dan CO2. Jika kandungan karbon pada senyawa CO dan CO2 berturut-turut 42,85% dan 27,2%. Apakah data ini sesuai hukum Dalton?

Pembahasan:

Langkah pertama dalah menghitung perbandingan massa karbon dan massa oksigen.

Di bawah ini yang sesuai dengan teori Dalton tentang hukum perbandingan berganda yaitu

Perbandingan massa oksigen dalam CO2 dan CO = 2,66 : 1,33 = 2 : 1. Perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa adalah bulat sederhana, sesuai dengan hukum Dalton.

Sekian ulasan materi hukum perbandingan berganda atau yang juga disebut sebagai hukum dalton yang meliputi bunyi hukum perbandingan berganda dan contoh soal dengan pembahasannya. Terima kasih sudah mengunjungi idschool(dot)net, semoga bermanfaat.

Baca Juga: 6 Macam Ikatan Kovalen

Belerang Dan Oksigen Bersenyawa Membentuk Belerang Trioksida Dengan Perbandingan

Sumber: https://ketiadaan.com/di-bawah-ini-yang-sesuai-dengan-teori-dalton-tentang-hukum-perbandingan-berganda-yaitu

Check Also

Contoh Soal Perkalian Vektor

Contoh Soal Perkalian Vektor. Web log Koma – Setelah mempelajari beberapa operasi hitung pada vektor …