Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,297
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,181
dwi

313,549
adit

310,104
resta-andara

275,157
benedict

261,583
rahadian

240,940
bara

228,942
nabilalalala

216,884
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,191
suranto

100,765
admin

99,004
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Terbenamnya lautan jurdil

TERBENAMNYA LAUTAN JURDIL

kau tusuk hati ini kawan..tanpa pernah kau sadari..kau khianati relung jwamu..tanpa kau rasakan takhawwuf padanya…

saudaraku..mari kita terawang sejenak tentang bingkisan indah syurga duniawi ini…hmm..tak dapat dipungkiri memang sangat indah bagimu.namun akankah kau tahu bahwa perlahan-lahan kau torehkan semacam goresan pada celah hati ini..akupun sebenarnya tak ingin mengungkitnya kembali.namun,semoga saja dengan ini aku bisa menyadarkan ruang jwa yang kian terlarut dalam kenistaan tersebut.

>>jurdil yang kian pudar….

indahkah terasa saat kita mulai tuk menipu relung-relung jiwa ini?
renungkanlah barisan dari sebuah pertanyaan tersebut..satu hal yang akan terlewatkan dalam hidupmu..bahwa kau takkan pernah menemukan jati diri yang selama ini kau cari.sungguhpun kau akan berada dalam takhawwuf pdanya kelak.hmmm…hmmm…entahlah aku pun tak tahu,mengapa kau harus merasa malu untuk mengakui bahwa kesalahan itu datang karena dirimu..kenapa harus kau membuat kata yang ndah jika kau wahai saudaraku tak pernah menjamahi kata tersebut.

jika ku sanggup kini menanyakan pada dunia..ada satu hal yang ingin kupertanyakan pada-NYA..maka pertanyaan itu tersangkut padamu wahai pengingkar janji.

dimana batas sadarmu?dimana batas kenistaanmu?kurasa kau tak mengerti batas tersebut..karena memang batas itu memang tak bermakna dalam kalimat tersebut.

*kebohongan didepanku..*

tahukah kau wahai saudaraku..tatkala kebohongan itu telah ada dihadapan kedua bola mataku..hatiku teriris sakit menahan kemalangan yang menimpaku..ingin ku keluarkan letupan emosi yang terhimpit diantara ruang jiwaku..namun,ahh…tak ingin ku buang waktu untuk itu semua.

memang sebenarnya aku takut akan tindakanmu yang kan memusuhiku.aku takut kau menjauhiku wahai saudaraku..maka dari itu ku berharap padamu selalu..kelak kau kan mengerti rasa perih ini..

tidakkah kau takhawwuf atas perbuatanmu?
tidakkah kau merasa takhawwuf terhadap sijjin?
apakah kau tidak ingin bebas dari nista yang kian menjerumuskanmu?
aduhhh….lelahnya hati ini melihat tingkah saudaraku yang seperti ini..
aduhai kuatnya emosi jiwa..saat kau lakukan itu berulang kali..

Penulis :
Telah menulis sebanyak 2 artikel
Mendapatkan 0 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>