Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Steve Jobs, On Resume

Prev3 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Pernahkan Anda melihat ke sebuah cermin, dan bertanya pada diri Anda apabila hari ini adalah hari terakhir anda, apakah Anda akan melakukan hal yang sama? Jika jawabannya tidak selama beberapa hari berturut-turut maka Anda tahu bahwa Anda harus berubah.

Pada tahun 2004, Steve didiagnosa mengidap kanker. Hasil scan menyatakan bahwa ia terkena tumor pankreas yang ia sendiri kurang tahu apa itu pankreas. Ia divonis dokter bahwa hidupnya tinggal 3-6 bulan lagi. Steve disarankan pulang dan membereskan segala sesuatunya yang merupakan sinyal dari dokter bahwa anda bersiap untuk kematian. Menyampaikan pada anaknya sesuatu yang harusnya dalam sepuluh tahun hanya dalam beberapa menit saja. Hari itu Steve hidup berdasarkan diagnosis tersebut.

Malamnya para dokter memasukkan endoskopi kedalam tenggorokan kemudian ke lambung, memasukkan jarum ke pankreas untuk mengambil beberapa sel tumor. Dari pengamatan dibawah mikroskop, dokter-dokter terharu bahwa sel tumor tersebut sangat jarang, tapi masih bisa diatasi dengan operasi. Steve kemudian menjalani operasi tersebut dan ia masih sehat sampai sekarang.
Itu adalah saat-saat ketika Steve dekat dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa decade lagi. Setelah mengalami pengalaman demikian, ia yakin mengatakan bahwa konsep pikiran akan kematian adalah berguna:

Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yangterpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.”

Dari ketiga kisah tersebut kita jadi memahami beberapa hal. Dari kisah pertama kita belajar bahwa kita tidak akan dapat merangkai titik kehidupan kita dengan melihat ke depan; Kita hanya bisa melakukannya dengan merenung kebelakang. Kita harus percaya bahwa titik-titik hidup kita bagaimanapun akan terangkai di masa mendatang. Kita harus percaya dengan intuisi, takdir, atau jalan hidup kita. Kemalangan yang kita alami dalam kehidupan kita, kita yakini bahwa suatu saat berguna sesuatu bagi kita kelak. Kadangkala hidup memukul kita dengan batu bata tepat di kepala, kita jangan kehilangan kepercayaan. Kepala kita tidak akan hancur oleh bata tersebut, tapi hidup kita dibangun olehnya hingga terbentuk bangunan yang kokoh nantinya. Hidup kita singkat dan dengan menyadari kematian selalu menyertai kita, membuat kita tersadar untuk tidak menyia-nyiakan detik kehidupan kita. Jika anda mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir anda, apakah yang anda lakukan?

Prev3 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Penulis :
Telah menulis sebanyak 9 artikel
Mendapatkan 28 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

1 Comment

  1. Nika

    February 10, 2009 at 4:16 pm

    wew, really nice ,, truly inspiring

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>