Best Author
sangdedi

743,801
octa

486,919
fitrotinnikm

456,625
idjah

445,311
dwi

313,781
adit

310,260
resta-andara

275,757
benedict

261,599
rahadian

241,106
bara

228,950
nabilalalala

216,928
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,661
suranto

100,765
admin

99,102
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Steve Jobs, On Resume

Prev1 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

steve jobs stanford

Steve Jobs mendapatkan untuk kesempatan memberikan pidato permulaan acara wisuda Stanford pada tahun 2005. Dalam pidatonya itu, Steve Jobs berbagi tiga buah cerita mengenai kisah hidupnya. Dalam kisahnya yang pertama, ia menceritakan bagaimana ia memulai hidupnya, masuk perguruan tinggi, sampai membuat Macintosh pertama kali. Kisah kedua adalah pelajaran-pelajaran yang didapatkan ketika ia dikeluarkan dari perusahaan yang ia buat. Sedangkan untuk kisah yang ketiga, ia bercerita pengalamannya dalam menghadapi penyakitnya.

Steve Jobs lahir bisa dibilang bukan dari keluarga yang beruntung, malah bukan dari suatu keluarga sama sekali. Ibu biologisnya, melahirkan dia untuk dirawat orang lain. Ibu kandungnya itu berharap agar Steve diadopsi oleh lulusan perguruan tinggi. Urutan pertama dari daftar adopsi adalah seorang pengacara dan istrinya. Namun ketika Steve dilahirkan, keluarga tersebut memutuskan bahwa mereka menginginkan anak perempuan. Pada urutan berikutnya, Steve akhirnya berhasil diadopsi. Sayang ibunya mengetahui bahwa keluarga itu bukanlah lulusan perguruan tinggi. Ibu kandung Steve menolak menandatangani surat perjanjian adopsi hingga akhirnya ia melunak beberapa bulan kemudian.
Steve masuk perguruan tinggi yang mahalnya sama dengan Stanford. Uang tabungan orang tuanya, yang merupakan pegawai rendahan dihabiskan untuk membiayai biaya kuliah Steve. Hingga enam bulan, sampai Steve merasa apa yang ia lakukan kurang bermanfaat baginya. Steve memutuskan berhenti kuliah. Keputusan yang berat, tapi itulah yang ia rasa baik baginya. Setelah drop-out, ia mulai mengambil mata kuliah yang ia sukai. Steve menumpang di kamar kos temannya untuk tidur. Mengumpulkan botol-botol plastik untuk ditukar dengan 5 sen agar ia bisa makan.  Bahkan tiap malam minggu ia berjalan sejauh tujuh mil untuk mendapatkan makanan enak.

Prev1 of 4Next
Use your ← → (arrow) keys to browse

Penulis :
Telah menulis sebanyak 9 artikel
Mendapatkan 28 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

1 Comment

  1. Nika

    February 10, 2009 at 4:16 pm

    wew, really nice ,, truly inspiring

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>