Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

SELAYANG PANDANG SPMB

Berdasarkan data yang ada, bahwa setiap provinsi sudah memiliki paling sedikit satu PTN. Namun jumlah tersebut masih terlalu sedikit untuk bisa menampung seluruh calon mahasiswa. Penimgkatan daya tampung, baik berupa penambahan ruang kelas maupun pembukaan fakultas dan universitas baru, selalu kalah berpacu dengan makin meningkatnya jumlah lulusan SLTA yang berminat masuk PTN.

Itulah sebabnya, penggunaan ujian masuk atau alat seleksi lainya untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik terbaik dan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikannya sesuai dengan waktu yang ditetapkan, menjadi sangat penting.

SPMB

Rektor lima puluh PTN se-Indonesia telah sepakat untuk melaksanakan penerimaan mahasiswa baru tahun 2005, melalui seleksi :
Non Ujian Tulis
Dilaksanakan langsung oleh masing-masing PTN (PMDK, PBUD, dsb)

Ujian Tulis
Dilaksanakan bersama oleh PTN melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)

 

Penyelenggaraan SPMB

Regionalisasi
Untuk mempermudah koordinasi, PTN dibagi dalam 3 Region, yaitu :
Region A meliputi PTN di Sumatra, Kalbar, DKI, Jabar, Banten
Region B meliputi PTN di Jateng, DIY, Kalsel, Kalteng, dan Kaltim
Region C meliputi PTN di Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya

Lintas Region
Peserta yang menempuh ujian pada satu Region tertentu dapat memilih program studi pada PTN di Region lain tanpa harus mendaftar/mengikuti ujian dia tempat pilihan program studi itu berada, dengan syarat salah satu pilihannya tetap bearda di Region yang bersangkutan mengikuti tes.

Kelompok Ujian
SPMB dibagi menjadi 3 kelompok ujian, kelompok pertama adalah kelompok IPA (boleh memilih 2 program studi ), kelompok kedua adalah kelompok IPS ( boleh memilih 2 program studi ), dan kelompok ketiga adalah kelompok IPC (IPA + IPS) boleh memilih 3 program studi.

Kelompok IPA ada 8 pelajaran dan kelompok IPS ada 7 pelajaran, masing-masing kelompok ujian menggunakan 4 set soal ujian yang berbeda, tetapi mempunyai derajat yang setara. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi kebocoran maka tidak semua soal harus diganti, cukup naskah yang bocor saja yang diganti.

Sistem Penilaian
Setiap soal SPMB mempunyai lima pilihan jawaban, jawaban yang benar memperoleh nilai +4, jawaban yang salah mendapat hukuman -1, dan jawaban yang kosong tidak mendapat nilai (nol).

Berdasarkan aturan tersebut untuk hari I akan diperoleh Nilai Mentah I dan untuk hari II akan diperoleh Nilai Mentah II. Setelah itu akan diperoleh Nilai Baku I dan Nilai Baku II yang selanjutnya dapat dihitung Nilai Baku rata-rata untuk setiap peserta. Perhitungan selanjutnya dengan mengacu pada Nilai Nasional yang mempunyai rata-rata 500 dengan simpangan baku 100.

Berdasarkan nilai nasional tersebut, peserta masing-masing kelompok ujian diurutkan dari nilai tertinggi sampai terendah, kemudian dilakukan proses alokasi (penempatan) pada program studi dengan mempertimbangkan daya tampung yang tersedia di program studi yang bersangkutan.

Jadi nilai nasional inilah yang menentukan diterima atau ditolaknya seseorang peserta ujian. Berdasarkan nilai yang diperolehnya ini, setiap peserta pada masing-masing kelompok dialokasikan pada program studi yang dipilihnya dengan ketentuan peserta dengan nilai yang lebih tinggi mendapat prioritas untuk dialokasikan lebih dahulu.

Peserta hanya bisa diterima pada program studi yang dipilihnya, masing-masing program studi hanya menerima mahasiswa sesuai dengan daya tampungnya. walaupun masih banyak calon dengan nilai yang sangat baik, kalau daya tampungnya sudah penuh, maka alokasi ke dalam program studi tersebut akan dihentikan.

Sehingga munculah istilah keketatan persaingan, yaitu perbandingan antara jumlah peminat dengan jumlah yang diterima (daya tampung). Dengan jumlah peminat pada tahun 1998 sebanyak 77.581 orang memperebutkan 3.024 tempat yang tersedia, berarti keketatan di UI pada tahun 1998 adalah 3,90%. Pada tahun 1999 jumlah peminat 81.947 dengan daya tampung 2.434 yang berarti keketatan UI tahun 1999 adalah 2,97%.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa pada prinsipnya tidak ada nilai batas lulus (passing grade). Untuk mencegah adanya peserta yang berspekulasi, misalnya hanya kosentrasi pada beberapa mata pelajaran yang dia kuasai dan sama sekali tidak mengerjakan mata pelajaran yang lain, ditetapkanlah bahwa apabila seseorang peserta ujian tidak mengerjakan 2 mata pelajaran atau lebih, maka yang bersangkutan tidak akan diikut sertakan dalam proses alokasi.

Penulis :
Telah menulis sebanyak 45 artikel
Mendapatkan 102 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>