Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,247
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,998
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Ragam bahasa

Ungkapan (Idiom)
Ungkapan adalah satuan bahasa (kata, frasa atau kalimat) yang maknanya tidak dapat dijelaskan menurut kaidah umum yang berlaku dalam bahasa tersebut. Ungkapan berfungsi untuk menghidupkan, melancarkan serta mendorong perkembangan bahasa Indonesia.
Ciri-ciri Ungkapan:
(1)    Konvensi.
(2)    Dalam bentuk kata, frasa, dan bentuk kalimat
(3)    Makna tidak dapat dijelaskan menurut kaidah.
Contoh:
(1)    Ungkapan satu kata
•    gula-gula: wanita piaraan
•    menghitamputihkan : sangat berkuasa
(2)    Ungkapan dua kata
•    bercermin bangkai     : menanggung malu
•    mengadu domba    : memecah belah
•    bogem mentah    : pukulan
(3)    Ungkapan tiga kata atau lebih
•    membuka pintu hati     : menyadarkan
•    diam seribu bahasa      : membisu
dalam dua tengah tiga   : selalu bimbang untuk memutuskan perkara.
(4)    Ungkapan dalam bentuk kalimat
•    Nona makan sirih      : nama sejenis tanaman merambat.
•    Puteri malu    : nama sejenis tanaman perdu

Peribahasa

Peribahasa adalah kalimat atau kelompok kata yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan
suatu maksud tertentu.
Contoh:
(1)    Seperti telur di ujung tanduk.
Artinya keadaan yang sangat gawat atau genting.
(2)    Besar pasak daripada tiang.
Artinya besar pengeluaran daripada pendapatan.
Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa sering dijadikan simbol atau mewakili maksud yang ingin diungkapkan, misalnya: untuk mengilustrasikan orang yang tidak mempunyai pegangan hidup atau hidupnya tak tentu arah digunakan peribahasa: Bagai anak ayam kehilangan induk.

Bahasa Indah
Bahasa indah adalah bahasa yang di dalamnya tersirat makna keindahan, kehalusan, kelembutan, dan sentuhan perasaan. Bahasa indah biasanya terdapat dalam iklan, poster, kata-kata mutiara, karangan deskripsi, dan sebagainya.
Contoh:
Matahari pagi mulai bersinar, burung pun bernyanyi seolah menyambut kedatanganku. Daun-daun
bergerak riang, mengucapkan, “Selamat pagi teman.” Di sebuah jendela aku merasakan betapa
lembutnya udara pagi. Aku merasakan keakraban, seakan-akan aku telah beberapa tahun tinggal di
sini.
Dengan membaca penggalan teks di atas, perasaan kita akan tersentuh. Kata-katanya indah, penuh
dengan kehalusan dan kelembutan.

Kalimat Tanya
a.    Menggali Informasi dengan Kalimat Tanya
Menggali informasi dalam bacaan dapat dilakukan dengan menggunakan kalimat tanya yang biasanya diawali dengan kata apa, siapa, mengapa, kapan, berapa, di mana, dan bagaimana.
Contoh:
Sudah bertahun-tahun ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Belum habis kekhawatiran masyarakat atas narkoba, kini telah muncul lagi masalah baru, yakni penularan HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba. Hal ini terjadi, karena seringnya pengguna narkoba menggunakan jarum suntik secara bergantian.
Pertanyaan yang dapat diajukan untuk menggali informasi dalam bacaan di atas antara lain:
(1)    Sudah berapa lama ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi momok masyarakat? (Jawab: sudah bertahun-tahun).
(2)    Masalah apakah yang muncul setelah penyalahgunaan narkoba? (Jawab: penularan HIV/AIDS).
(3)    Mengapa pengguna narkoba tertular HIV/AIDS? (Jawab: karena menggunakan jarum suntik secara bergantian).

b.  Macam-macam Kalimat Tanya
(1)  Kalimat tanya koniirmasi atau klarifikasi
Kalimat tanya konflrmasi atau klarifikasi adalah kalimat tanya yang bertujuan untuk mempertegas kembali persoalan yang sebenarnya telah diketahui.
Kunci:
•    Jawabannya “ya” atau “tidak”.
•    Biasanya menggunakan kata “benarkah” atau “apakah benar”.
Contoh:
(a)    Benarkah Anda seorang penyanyi panggilan?
(b)    Apakah benar Anda telah menyerahkan uang kepada pimpinan KPK?

(2)    Kalimat tanya retoris
Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban secara langsung. Kunci:
•    Tidak memerlukan jawaban.
•    Bertujuan memberikan motivasi, semangat, dan menggugah kesadaran.
Contoh:
(a)    Apakah kita akan membiarkan korupsi merajalela di Indonesia?
(b)    Siapakah yang akan menanggung utang negara kalau bukan kita?
(3)    Kalimat tanya tersamar

(3) Kalimat tanya tersamar
Kalimat tanya tersamar adalah kalimat tanya yang bertujuan untuk maksud tertentu secara tersembunyi atau tersamar.
Kunci:
Dipakai untuk memohon, meminta, menyindir, membiarkan, melarang, menyuruh, dan sebagainya.
Contoh:
(a)    Bolehkah saya mengetahui namamu, Nak?
(b)    Bersediakah kamu membersihan ruangan yang kotor ini?
(c)    Apakah ini yang namanya ucapan terima kasih?

Parafrasa
Dalam KBBI, parafrasa dijelaskan sebagai penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang lain dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi. Langkah-langkah memparafrasakan teks:
(1)    Bacalah teks yang akan diparafasakan dengan cermat.
(2)    Cari dan catatiah ide pokok atau gagasan utama setiap paragraf.
(3)    Pilahlah gagasan penjelas yang benar-benar mendukung gagasan utama.
(4)    Jika ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak Iangsung.
(5)    Uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah.
Contoh:
Penngatan dini itu sangat penting untuk diperhatikan. Misalnya kalau sudah ada perixigatan akan adanya tsunami atau gempa, kita tidak boleh ragu-ragu dan berkata, “Ah, biar saja dengan peringatan itu, kan cuma penngatan.” Mengabaikan penngatan dapat saja menuai bencana. Di zaman Perang Dunia II, kita tidak boleh main-main dengan kata itu. Setiap kata larangan itu hams dipatuhi. Akan sangat berbahaya kalau kita tidak mematuhinya, taruhannya nyawa. Beberapa tahun yang lalu teman saya mati tersengat aliran listrik hanya karena ia tidak patuh pada peringatan.

Padahal jelas-jelas ditulis, “Matikan listrik terlebih dahulu sebelum membuka bagian belakang pemancar.”
Dalam kehidupan yang serba cepat ini kita sering lupa atau tidak peka lagi akan kata larangan, misalnya rambu-rambu lalu lintas di jalan raya. Selama tidak ada yang melihat, kita langgar saja. Kita lupa bahwa hati nurani kita akan berbicara jangan. Kita juga sering mengabaikan peringatan akan kesehatan kita. Kalau dilarang makan lemak, tetapi tidak kita hiraukan. Jangan heran kalau kita menderita gejala stroke dan penyakit jantung.

Parafrasa teks di atas adalah:
Peringatan itu sangat penting untuk diperhatikan karena taruhannya adalah nyawa. Dalam kehidupan, kita tetap saja melanggar peringatan tersebut meskipun hati nurani kita berbicara jangan,

Simpulan atau Kesimpulan
Simpulan adalah keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif.oleh karena itu, letak simpulan berada di awal atau di bagian akhir paragraf^bahkan bisa juga merapakan intisari paragraf atau teks.
Contoh:
Kalau kita mengabaikan peringatan dan mendapat kesulitan, jangan melempar frustasi kepada orang lain. Apalagi kalau kita punya kekuasaan. Jangan menyalahkan bawahan, pasangan atau orang lain. Pokoknya, kalau kita menghadapi masalah, jangan menyerang orangnya tetapi seranglah masalahnya.
Jika kita menghadapi masalah, jangan menyerang orangnya tetapi seranglah masalahnya.
Kalau Anda mau jadi pemenang dari setiap solusi, salurkanlah kasih sayang. Kasih itu seperti Anda memberikan air segar di tengah padang gurun kepada seseorang. Belum lama ini, saya dengar seorang suami yang memanggil kembali istrinya yang sudah menyimpang dari laki-laki lain. la berkata, “Walaupun Anda bersalah, saya tetap mau menerima apa adanya sesuai hukum kasih yang diajarkan pada saya.”

Simpulan:
Salurkan kasih sayang jika ingin menjadi pemenang dalam menyelesaikan solusi.

Ragam bahasa, 2.0 out of 5 based on 1 rating

Penulis :
Telah menulis sebanyak 45 artikel
Mendapatkan 102 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>