Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,247
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,998
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Pengaruh Emosional, Sosial, dan Ekonomi dalam belajar

A.    Pengertian Emosi
Emosi adalah suatu keadaan yang kompleks dapat berupa perasaan/pikiran yang ditandai oleh perubahan biologis yang muncul dari perilaku seseorang. Beriku pengertian emosi menurut para ahli.
1.    Menurut Goleman
Bahasa “emosi” merujuk pada suatu perasaan atau pikiran. Pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis serta rangkaian kecenderungan untuk bertindak”.
2.    Menurut Syamsuddin
Mengemukakan “emosi” merupakan suatu suasana yang kompleks dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudah terjadinya suatu perilaku.”

B.    Fungsi Emosi
Fungsi dan peranan pada perkembangan anak yang dimaksud adalah:
1.    Merupakan bentuk komunikasi.
2.    Emosi berperan dalam memengaruhi kepribadian dan penyesuaian diri anak dengan lingkungan sosialnya.
3.    Emosi dapat memengaruhi iklim psikologis lingkungan.
4.    Tingkah laku yang sama dan ditampilkan secara berulang dapat menjadi satu kebiasaan.
5.    Ketegangan emosi yang dimilik anak dapat menghambat aktivitas motorik dan mental anak.

C.    Jenis Emosi
Menurut Stewart at all mengutarakan perasaan senang, marah, takut dan sedih sebagai basic emotions.
1.   Senang (gembira)
Pada umumnya perasaan gembira dan senang diekspresikan dengan tersenyum (tertawa). Pada perasaan gembira ini juga ada dalam aktivitas pada saat menemukan sesuatu, mencapai kemenangan.
2.     Marah
Emosi marah dapat terjadi pada saat individu merasa terhambat, frustasi karena apa yang hendak dicapai itu tidak dapat tercapai.
3.    Takut
Perasaan takut merupakan bentuk emosi yang menunjukkan adanya bahaya.
4.    Sedih
Dalam kehidupan sehari-hari anak akan merasa sedih pada saat ia berpisah dari yang lainnya.
Menurut Hurlock (1994) menyatakan bahwa perkembangan emosi yang sering terjadi pada masa kanak-kanak antara lain munculnya amarah, perasaan takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih dan kasih sayang. Pola-pola emosi remaja berbeda pada masa kanak-kanak.

1.    Fear/Rasa Takut.
Menurut Hurlock rasa takut anak dan remaja bentuknya beda. Pada anak penyebab takut adalah stimulus yang bersifat riil/nyata/terlihat, sedangkan pada remaja kadang penyebabnya adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat mata, seperti: takut gagal, dicela, beda dengan peer-group. Rasa takut yang sering dialami remaja antara lain
a.    Takut pada benda-benda yang bersifat alami, seperti; tempat tinggi, keramaian, api, badai, dan
sebagainya.
b.    Takut pada aktivitas sosial/human relation yang disebabkan oleh rasa malu untuk bersosialisasi
atau ingin mendapatkan kesan yang baik dalam tingkah laku dan berprestasi
c.    Takut pada diri sendiri, biasanya takut pada sakit yang serius, kecelakaan yang menyebabkan
cacat.
d.    Takut pada ketidakmampuan melakukan sesuatu/in capacity.
e.    Takut dalam menghadapi tantangan pekerjaan.
f.    Takutgagal dalam sekolah.
g.    Takut pada sesuatu yang tidak/belum diketahui.

2.    Anger (Marah)
Pada masa remaja frekuensi amarah meningkat. Penyebabnya antara lain:
a.    hubungan dengan orang lain
b.    Selalu disalahkan/digurui
c.    Sering dibandingkan dengan orang lain

3.    Jealousy (Cemburu)
Reaksi normal terhadap kehilangan afeksi (kasih sayang) dari orang lain/orang tua baik secara nyata, dibayangkan atau ancaman merupakan kombinasi dari rasa takut dan rasa marah. Penyebabnya adalah kondisi di lingkungan keluarga, sekolah, dan kurangnya kepercayaan diri.

4.    Iri hati (Envy)
Bersifat individual. Penyebab utamanya adalah masalah finansial. Reaksi terhadap teman yang menjadi objek envy biasanya dalam bentuk verbal. Banyak muncul pada remaja perempuan. Jika muncul pada pria dapat menyebabkan terjadinya kriminalitas, seperti: malak, mencuri, merampok, dan sebagainya.

5.    Annoyance (Jengkel)
Rasa tidak nyaman yang bisa disebabkan karena benda, binatang, maupun orang lain. Untuk mengurangi rasa jengkel adalah dengan berbagi pada orang lain dapat memotivasi individu untuk melawan kejengkelan dengan perilaku positif.

6.   Frustration
Terjadi apabila remaja merasa ada yang menghalangi/menghambat keinginan dan kebutuhannya. Menyebabkan individu atraktif, sehingga dapatberpengaruh pada social acceptance. Reaksi: agresif, displacement, withdrawal.

7.    Grief (Duka Cita)
Suatu trauma psikis yang disebabkan oleh hilangnya sesuatu yang sangat berarti bagi individu. Merupakan kondisi emosi yang paling tidak menyenangkan. Ekspresi: menangis, apatis (menekan emosi), sulit tidur, mimpi buruk.

8.    Currious (Rasa Ingin Tahu)
Kondisi ini sangat sering dialami remaja. Hal-hal yang paling ingin diketahui adalah sesuatu yang baru, ditutup-tutupi, misterius. Menstimulasi munculnya keinginan untuk menempuh ilmu/sekolah secara serius, karena banyaknya rasa ingin tahu akan hal-hal yang bersifat ilmiah.

9.    Affection
Kondisi emosi menyenangkan yang sangat didambakan setiap individu di usia remaja. Kebutuhan afeksi berhubungan dengan rasa aman, sehingga setiap remaja hams mendapatkannya, terutama dari significant person. Remaja yang terpenuhi kebutuhan afeksinya akan mudah memberikan afeksi padaorang lain.

10.    Happiness

Kondisi menyenangkan yang selalu didambakan dialami setiap remaja. Happiness dapat terjadi apabila kondisi fisik individu normal. Happiness terjadi karena tercapainya cita-cita/harapan.

D.  Pengaruh Emosi
Remaja yang emosinya tidak stabil akan menghambat kelancaran belajarnya di sekolah. Emosi yang baik adalah yang stabil, artinya sikap suasana hati dan perasaannya wajar-wajar saja, tidak berlebihan dan juga tidak terlalu merendah atau menekan perasaan sendiri. Ciri-ciri emosi yang stabil adalah
1.    Jika bergembira tidak berlebihan
2.    Jika dirundung malang tidak kecewa, tidak bersedih, murung secara berlebihan
3.    Tidak mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungan
4.    Dapat mengendalikan perasaan secara sehat
Emosi harus dilatih, dikendalikan, dan diarahkan. Untuk melatih emosi agar stabil, kamu dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.    Berusaha melaksanakan tugas dan kewajiban secara baik dan penuh rasa tanggung jawab agar terhindar dari celaan, teguran, hinaan dan sejenisnya yang dapat menjadi sumber timbulnya kekecewaan, kebencian dan sejenisnya yang diakibatkan oleh kesalahan kita sendiri.
2.    Berusaha untuk selalu disiplin dan tertib dalam belajar, bergaul sesuati dengan norma kehidupan yang berlaku, agar terhindar dari celaan, hinaan, tuduhan, gosip, dan sejenisnya yang dapat menjadi sumber timbulnya rasa bersalah, kemarahan kita kepada orang lain yang sebenarnya berasal dari ketidakdisiplinan kita dalam belajar dan bergaul
3.    Berusaha untuk mematuhi peraturan dan norma-norma kehidupan secara baik dan bertanggung jawab, untuk menghindari adanya perasaan bersalah yang diakibatkan oleh pelanggaran kita terhadap norma-norma kehidupan.
4.    Berusaha berprestasi dalam belajar, bergaul dan bekerja agar mendapat pujian pengakuan dan disenangi oleh orang lain berkat keberhasilan dan prestasi yang diperoleh tersebut.
5.    Berusaha menjaga keserasian, keselarasan dan keseimbangan hidup sehingga dapat diciptakan keseimbangan emosi dalam kehidupan kita.

Untuk mengendalikan emosi yang negatif dan berlebihan dapat dilakukan langkah-langkah antara lain :
1.    Menggunakan akal sehat atau berpikir positif.
2.    Melakukan relaksasi.
Agar dapat mengarahkan emosi dengan baik, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1.    Selalu intropeksi diri.
2.    Mengatur kehidupan seimbang.
3.    Selalu berpikir positif.
4.    Melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara baik, aktif, dan kreatif dalam berbagai kegiatan hidup.

Penulis :
Telah menulis sebanyak 45 artikel
Mendapatkan 102 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>