Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,237
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,982
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Pelajaran #1: Pengantar

Hal yang sangat penting yang harus Anda ketahui sebelum memulai mempelajari suatu jenis alat musik adalah mempelajari teori musik. Apapun jenis alat musik yang akan Anda pelajari, teori musik mutlak dikuasai. Tidak hanya untuk gitar, fokus utama pembahasan kita, hal ini juga berlaku untuk jenis alat musik lainnya seperti : bass, biola, dan piano, bahkan untuk alat musik tanpa nada (perkusi) seperti drum. Bahkan untuk segala jenis aliran musik (pop, classic, rock, metal, jazz, blues dan lain-lain) yang akan Anda geluti, teori musik adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Sebagian orang berpendapat bahwa tanpa teori musik pun, kita bisa memainkan dan menciptakan sebuah karya yang belum tentu lebih buruk dari karya seseorang yang berlatar belakang pendidikan musik. Sebagai contoh, lagu-lagu hasil karya John Lenon, yang notabene buta teori musik, terbukti lebih abadi jika dibandingkan dengan lagu-lagu hasil karya Paul McCartney. Untuk kasus di atas, memang hal tersebut dapat dibenarkan. Namun, hasil karya sekelas itu tidak akan mungkin tercipta tanpa adanya musikalitas yang tinggi, yang mungkin merupakan anugerah Tuhan yang hanya diberikan pada segelintir orang saja.

Mempelajari teori musik merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan musikalitas kita. Menurut pengalaman penulis, teori musik akan membantu seseorang dalam bermusik, misalnya : mempermudah mengulik kord dan melodi sebuah lagu, menciptakan suatu lagu sesuai dengan aliran musik yang dipilih seperti blues atau yang lainnya, menulis dan membaca partitur (not balok) dan tablatur (notasi musik yang umumnya digunakan untuk alat musik berdawai), mempermudah improvisasi, melatih “feeling” dan indra pendengaran, meningkatkan kreativitas, menyeimbangkan otak kiri dengan otak kanan dan lain-lain. Bahkan, ada orang yang mengatakan bahwa manusia terbaik di dunia ini adalah seorang seniman, salah satu di antaranya adalah musisi (tentunya musisi yang “sebenarnya”). Sebab dalam melakukan suatu pekerjaan, seorang musisi akan menggunakan kecerdasan (otak), fisik (syaraf motorik jari, tangan dan kaki) dan perasaannya (Emotional Quotient (EQ)) untuk mencapai hasil yang sempurna. Oleh sebab itu, biasanya seorang musisi adalah seorang yang perfeksionis.

Ari_Maulana

Penulis :
Telah menulis sebanyak 3 artikel
Mendapatkan 8 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>