Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,265
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,167
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

99,000
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Inflasi

Inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang secara umum yang terjadi secara terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah deflasi, yaitu suatu penstiwa moneter yang menunjukkan penurunan tingkat harga barang secara umum.

Macam-macam Inflasi

1.    Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
Macam-macam inflasi berdasarkan penyebabnya.
a.    Demand pull inflation
Demand pull inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh kelebihan permintaan produksi.
b.    Cost push inflation
Cost push inflation adalah inflasi yang disebabkan karena kenaikan biaya produksi.
c.    Inflasi campuran
Inflasi campuran adalah inflasi yang tidak hanya disebabkan oleh kelebihan permintaan efektif, tetapi juga oleh kenaikan biaya produksi.

2.    Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
Berdasarkan parah atau tidaknya inflasi dapatdibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
a.    Inflasi ringan (di bawah 10% setahun).
b.    Inflasi sedang (antara 10-30% setahun).
c.    Inflasi berat (antara 30-100% setahun).
d.    Hiperinflasi (di atas 100% setahun).

3.    Inflasi Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat dibedakan
menjadidua,yaitu:
a.    Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation)
Inflasi domestik timbul karena adanya sifat anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru dan gagal panen.
b.    Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported & inflation)
Inflasnmpcr timbul karena adanya inflasi luar negeri (importedinflation) yang mengakibatkan naiknya harga barang-barang impor. Kenaikan barang yang di impor mengakibatkan kenaikan indeks, menaikan indeks harga melalui kenaikan biaya produksi dan menimbulkan kenaikan harga di dalam negeri,

Penyebab Inflasi
Inflasi bisa terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
1.    Kelebihan permintaan
Inflasi ini timbul karena kelebihan permintaan akan barang yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen.
2.    Kenaikan biaya produksi
Inflasi ini terjadi jika biaya produksi meningkat, yang berakibat naiknya harga jual barang dan jasa.
3.    Pencetakan uang baru oleh pemerintah
Jika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi anggaran negara yang defisit bisa menyebabkan inflasi.
4.    Lambatnya produksi barang tertentu, terutama produksi makanan.
Produksi makanan sangat dipengaruhi oleh musim atau genetika sehingga banyak dan bertambahnya bahan makanan, dapat menyebabkan inflasi.
5.   Sikap konsumen (masyarakat) terhadap informasi kenaikan harga.
Apabila konsumen mendapat informasi bahwa harga-harga akan naik maka mereka akan berlomba membeli barang sebelum harga naik sehingga menyebabkan permintaan barang naik dan tidak sama dengan jumlah barang yang tersedia.
6.    Sikap produsen terhadap informasi kenaikan harga Jika produsen mendengar bahwa harga-harga barang akan naik maka mereka akan menimbun barang dagangannya sehingga penawaran barang akan berkurang atau lebih kecil daripada permintaan barang sehingga terjadi inflasi.
7.    Kebijakan pemerintah yang kurang tepat Misalkan pemerintah menetapkan syarat pemberian kredit yang terlalu longgar maka akan banyak masyarakat (pengusaha) yang meminjam uang, akibatnya jumlah uang yang beredar bertambah banyak sehingga terjadi inflasi.

Dampak Inflasi
1.    Dampak Positif dan Nega tif
a.    Dampak positif
Inflasi ringan di bawah 10% akan cenderung meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sebab setiap orang maupun pengusaha akan suka membelanjakan atau menginvestasikan uangnya, akibatnya tingkat bunga akan turun sehingga orang akan dengan mudah mendapatkan kredit, begitu puia dalam memperluas aktivitas ekonominya.
b.    Dampak negatif
1.    kegiatan ekonomi masyarakat menurun,
2.    tingkat suku bunga meningkat,
3.    terjadi defisit neraca pembayaran,
4.    banyak terjadi spekulasi,
5.    ketidakpastian usaha produksi di masa depan,
6.    pembangunan mengalami kemacetan,
7.    masyarakat segan menabung,
8.    pendapatan riil masyarakat turun, dan
9.    meningkatnya pengangguran.a
2.    Dampak Inflasi terhadap Perekonomian Secara Umum
a.    Dampak inflasi terhadap hasil produksi
1.    Hasil produksi meningkat
Hal ini terjadi jika kenaikan harga lebih cepat dari kenaikan upah/gaji sehingga keuntungan pengusaha meningkat. Keuntungan pengusaha digunakan untuk meningkatkan produksinya.
2.    Hasil produksi menurun
Jika terjadi hiperinflasi, masyarakat tidak suka memiliki uang tunai karena nilainya yang merosot. Pertukaran cenderung menggunakan barter, akibatnya produsen enggan berproduksi karena tidak laku.

b.     Dampak inflasi terhadap bentuk penanaman modal
Pada saat inflasi, pemilik modal cenderung menanamkan modalnya dalam bentuk tanah, rumah, emas, atau mutiara, karena harganya yang cenderung naik.

c.     Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional
Jika dalam negeri terjadi inflasi maka harga produksi dalam negeri akan lebih mahal daripada harga barang produksi luar negeri. Akibatnya nilai ekspor menurun dan nilai impor meningkat.

d.     Dampak inflasi terhadap efisiensi Inflasi menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat (bagi masyarakat berpenghasilan tetap). Inflasi juga bisa menaikkan daya beli (bagi para pedagang). Naikturunnya daya beli masyarakat menimbulkan ketidakpastian permintaan sehingga mengakibatkan inefisiensi dalam proses produksi.

e.     Dampak inflasi terhadap penghitungan harga pokok
Inflasi menyulitkan produsen menghitung harga pokok produksi, sebab persentase kenaikan inflasi sering diatur.

f.    Dampak inflasi terhadap minat menabung inflasi menyulitkan masyarakat untuk berhemat dan menyisihkan sebagian uangnya untuk menabung.

g.    Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat Bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap, inflasi sangat merugikan karena pendapatan riil menurun.
1.  Dampak inflasi bagi masyarakat yang berpendapatan kerja, riilnya menurun.
Contoh:
Sebelum inflasi untuk membeli 25 kg beras diperlukan uang Rp100.000,00. Setelah inflasi, beras 25 kg hams dibeli dengan uang Rp105.000,00. Hal ini jelas sangat merugikan, karena yang naik tidak hanya beras, tetapi semua kebutuhan sehari-hari ikut naik sehingga masyarakat harus mempunyai pendapatan yang lebih besar agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Dampak inflasi bagi masyarakat yang berpendapatan tinggi dan tidak tetap, inflasi bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak merugikan. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap,seperti tukang becak, tukang sayur, penyemir sepatu,dan sebagainya inflasi jelas sangat merugikan. Pendapatan rendah dan tidak menentu jumlahnya sangat membebani mereka dalam mengatur pendapatan tersebut agar bisa bertahan hidup. Adapun bagi beberapa masyarakat yang berpendapatan tinggi dan tidak tetap, inflasi kadang tidak merugikan, karena dengan pendapatan yang tinggi mereka masih bisa membeli berbagai kebutuhan hidup. Apalagi pada masa inflasi, pendapatan beberapa masyarakat berpendapatan tinggi dan tidak tetap mengalami kenaikan yang persentasenya lebih besar dibandingkan persentase kenaikan inflasi. Inflasi menyebabkan nilai riil tabungan merosot.

h.    Dampak inflasi terhadap kehidupan politik,berbangsa dan bernegara
Adanya inflasi, apalagi hiperinflasi, bisamenyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Inflasi bisa pula memengaruhi tingkat keamanan dalam negeri, yaitu meningkatnya angka kemiskinan dan meningkatnya angka kejahatan.

3.    Pihak-pihak yang Terpengaruh Inflasi
a.    Pihak yang dirugikan
Pihak-pihak yang dirugikan, antara lain:
1.    golongan berpenghasilan tetap,
2.    para kreditor,
3.    para penanam modal dalam bentuk obligasi dan hipotek, dan
4.    para pengusaha dan pedagang (untuk inflasi yang tinggi).

b.    Pihak-pihak yang diuntungkan
Pihak-pihak yang diuntungkan, antara lain:
1.    para spekulan,
2.    para investor dalam bentuk saham (untuk inflasi lemah), dan
3.    para pengusaha dan pedagang (untuk inflasi lemah)

Cara Mengatasi Inflasi

1.    Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah seluruh tindakan yang berusaha memengaruhi jumlah uang yang
beredar dan harga uang (tingkat suku bunga) di bidang moneter.
Tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut.
a.    Stabilitas ekonomi.
b.    Perluasan kesempatan kerja.
c.    Menstabilkan harga-harga.
d.    Perbaikan neraca pembayaran.

Macam-macam kebijakan moneter, diantaranya:
a.    Politika diskonto (disconto policy)
Bank Indonesia mencoba memengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga sehingga orang berhasrat menabung akibatnya uang beredar berkurang.
b.    Politik pasar terbuka (open market policy)
Dengan cara membeli atau menjual surat berharga.
c.    Politik persediaan kas (cash reserve ratio policy)
Bank Indonesia menaikkan atau menurunkan prosentase persediaan kas sehingga uang beredar berkurang.
2.    Kebijakan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal sesungguhnya merupakan kebijaksanaan pemerintah untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran negara. Dengan demikian, kebijaksanaan fiskal berkaitan langsung dengan anggaran pendapatan dan belanja negara. Pengendalian laju inflasi melalui kebijakan fiskal dapat ditempuh melalui langkah-langkah berikut.
a.    Penurunan pengeluaran pemerintah
Penurunan pengeluaran pemerintah dimaksudkan sebagai pengurangan pembelanjaan pemerintah    sehingga dapat mengurangi jumlah uang yang beredar yang terutama dikurangi adalah pengeluaran yang bersifat konsumtif.
b.    Peningkatan tarif pajak
Peningkatan tarif pajak sebagai upaya menekan laju inflasi adalah berupa peningkatan pajak penghasilan.
c.    Mengadakan pinjaman pemerintah atau tabungan paksa
Mengadakan pinjaman pemerintah atau tabungan paksa adalah tindakan pemerintah menahan sebagian penghasilan pegawai (gaji pegawai) untuk disimpan di bank sebagai pinjaman pemerintah dalam waktu tertentu.
3. Kebijakan Nonmoneter
Kebijakan nonmoneter, di antaranya:
a.    Meningkatkan produksi
Ditempuh dengan jalan meningkatkan kapasitas produksi mesin-mesin, pemberian subsidi/ bantuan kepada perusahaan tertentu yang produknya sangat peka terhadap inflasi, seperti kebutuhan primer serta  dengan jalan menambah jam kerja para buruh (pekerja). Penambahan jam kerja harus sesuai dengan kebutuhan   perusahaan.   Jika   produksi meningkat, inflasi tidak akan terjadi karena adanya kemampuan perekonomian negara.
b.     Kebijakan upah
Inflasi dapat diatasi dengan menurunkan pendapatan siap dibelanjakan masyarakat. Penurunan ini dapat dilakukan melalui pajak penghasilan.
c.    Pengawasan harga oleh pemerintah
Pengawasan harga oleh pemerintah harus dilakukan secara tegas dan ketat. Akan tetapi langkah tersebut harus diimbangi dengan pola distribusi yang tepat dan cepat, terutama barang kebutuhan pokok masyarakat. Dengan adanya upaya distribusi oleh pemerintah akan dapat dicegah timbulnya pasar gelap.
d.    Pemerintah melakukan distribusi secara langsung.
e.    Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sanering (pemotongan nilai mata uang). Sanering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1965 pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp1.000,00 menjadi Rp1,00

Inflasi, 2.7 out of 5 based on 6 ratings

Penulis :
Telah menulis sebanyak 45 artikel
Mendapatkan 102 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>