Best Author
sangdedi

743,259
octa

484,417
fitrotinnikm

456,613
idjah

444,779
dwi

312,891
adit

309,762
resta-andara

273,837
benedict

261,571
rahadian

240,306
bara

228,914
nabilalalala

216,608
kurnitap_

154,132
kuswanto

139,189
suranto

100,765
admin

98,850
iwan

80,055
kupukupu

78,090

Diskusi, Perubahan Makna, serta kalimat tanya

A. Mengenal Diskusi
Diskusi adalah bertukar pikiran atau pendapat untuk mencapai suatu permufakatan. Unsur-unsur diskusi, yaitu moderator/pemandu, penyaji, peserta, dan notulen.

Tugas dan kewajiban moderator:
1. membuka acara diskusi,
2. mengaturjalannya diskusi,
3. memotivasi peserta jika terjadi kemacetan,
4. menengahi jika terjadi adu debat yang seru, dan
5. membacakan kesimpulan.

Tugas dan kewajiban penyaji:
1. membuat makalah untuk diskusi,
2. membacakan makalah,
3. menjawab pertanyaan dari peserta, dan
4. menanggapi beberapa tanggapan yang diajukan peserta diskusi.

Tugas dan kewajiban peserta:
1. menyimak naskah yang sudah dibagikan atau yang sedang dibacakan,
2. bertanya jika kurang jelas tentang makalah tersebut, dan
3. menanggapi atau menyanggah jika terjadi kekurangpuasan atau kesalahan.

Tugas notulen:
1. menulis beberapa usulan/pertanyaan untuk diajukan kepada moderator;
2. menulis kesimpulan hasil diskusi.

B. Perubahan Makna Kata Macam-macam perubahan makna kata:

1. Meluas, yaitu makna sekarang cakupannya lebih luas dibanding dengan makna dulu.
Contoh:Bapak, dahulu artinya pangilan khusus pada ayah (orangtua). Sekarang, semua orang laki-laki yang pantas dipanggil bapak.
2. Menyempit, yaitu makna sekarang cakupannya lebih sempit dibanding dengan makna dahulu.
Contoh: Sarjana, dahulu artinya orang pandai. Sekarang, orang pandai yang telah menyelesaikan program S1.
3. Peyoratif, yaitu makna sekarang nilainya lebih rendah dibanding  dengan makna dahulu.
Contoh: Simpanan, dahulu artinya simpanan harta benda. Sekarang,istri yang tidak sah.
4. Amelioratif, yaitu makna sekarang lebih tinggi dibanding dengan makna dahulu.
Contoh: Wanita, dahulu sama dengan istilah perempuan. Sekarang, kata wanita lebih berharga dibanding perempuan.
5. Sinestesia, yaitu pertukaran dua tanggapan indra yangberbeda.
Contoh: Manis, seharusnya diterapkan pada lidah, tetapi diterapkan pada kata-kata.
6. Asosiasi, yaitu tautan makna, penafsiran kata yang berbeda disesuaikan dengan konteks yang dimasukinya.
Contoh: Diciduk, seharusnya untuk air, tetapi diterapkan untuk manusia.
7. Elipsis, yaitu penghilangan kata yang sudah jelas artinya.
Contoh:”Pesawat”, tidak perlu ditulis “pesawatterbang”, kata “pesawat” sudah mewakili kata “pesawat terbang”.

C. Menggunakan Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu, seseorang, keadaan, atau masalah. Berdasarkan bentuk kalimat berita, kita dapat membentuk kalimat tanya dengan dua kemungkinan cara, yaitu:

1. Dengan menambahkan kata tanya apa pada awal kalimat berita. Apabila ingin memperluas dan lebih formal, tambahkan “kah” pada kata tanya. Intonasinya  sama dengan kalimat berita.
Contoh apakah kau suka dengan mainan itu?
2. Dengan membalikkan urutan kata dari kalimat berita. Kaidah yang bisa diterapkan untuk cara kedua ini, yaitu:
Jika dalam kalimat berita terdapat kata bantu (dapat, bisa, harus, sudah, mau), kata itu bisa dipindahkan ke awal kalimat dan diberi partikel “kah”.
Contoh:   -   Nina bisa mengerjakan soal ini. (kalimat berita)
-   Bisakah Nina mengerjakan soal ini?
Jika kalimat berita berpredikat nomina atau ajektiva, urutan S-P-nya dibalik menjadi P-S, dan partikel “kah” ditambah pada P.
Contoh:    -    Berita koran daerah ini selalu hangat.
-    Selalu hangatkah, berita koran daerah ini?

D. Kalimat Tanya Retoik
Kalimat tanya retorik adalah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. Kalimat tanya ini digunakan oleh seseorang karena hanya ingin menandaskan maksud, dalam keadaan emosi tidak menentu, ingin meyakinkan, dan ingin menguji karena sudah tahu.
Contoh:
1. Apakah kau heran dengan penampilanku kemarin malam?
2. Apakah kau senang dengan tidak belajar nantinya akan tidak naik kelas?
3. Senangkah kau tinggal dirumah yang besar dan mewah itu?
4. Kau pasti senang ya, rapotmu nilainya sembilan semua?

Ciri-ciri kalimat retorik:
1.    menggunakan tanda tanya (?);
2.    menggunakan kata tanya (apakah,bagaimanakah,mengapa,…);
3.    intonasi naik;
4.    tidak memerlukan jawaban.

E. Kalimat dengan Beberapa Tujuan Memohon Kalimat untuk memohon sifatnya halus.

Biasanya diterapkan kepada orang yang dihormati atau kepadaTuhan.
Contoh: Aku memohon kepada Engkau ya Allah, kabulkanlah permintaanku!
Meminta Kalimat yang bertujuan meminta ini bersifat tidak memaksa, menyadarkan kepada seseorang untuk memperbaiki apa yang telah diperbuat.Contoh: Kakak minta kau harus menghadapi cobaan di dunia ini.

Menyuruh Kalimat ini berisi nada suruhan dari atasan kepada bawahan, dari orang dewasa ke yang muda, atau dari majikan ke pembantu.
Contoh: Apakah kau mau membelikan sate untukku, Dik?MengajakNada pada kalimat ini bersifat imbauan.
Contoh: Marilah kita bersihkan lingkungan desa kita agar tercipta keindahan.

Menyindir Kalimat ini tidak secara langsung mengenai sasaran karena bersifat sindiran.
Contoh: Biar tahu rasa dia, apakah seperti itu anak kiai itu?

Merayu/Meyakinkan
Contoh: Kau cantiksekali, mauya memboncengkan saya?

Menyetujui/Menyanggah
Contoh: Aku mendukung pendapatmu, asalkankau mau menjelaskan sampai rinci!

Penulis :
Telah menulis sebanyak 49 artikel
Mendapatkan 567 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

3 Comments

  1. Agnes Octaviane

    November 4, 2011 at 4:37 am

    Kurang lengkap tapi bagus :-) :!:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. yupzzz....

    November 30, 2011 at 7:24 am

    :lol:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. nana

    November 30, 2011 at 7:32 am

    yuuupzzzzz. . . . . . . .
    lumayan. . . . . . :-) :| :( :lol: :roll:

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>