Best Author
sangdedi

743,791
octa

486,793
fitrotinnikm

456,617
idjah

445,263
dwi

313,751
adit

310,232
resta-andara

275,695
benedict

261,599
rahadian

241,030
bara

228,950
nabilalalala

216,928
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,615
suranto

100,765
admin

99,058
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Contoh RPP Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Kurikulum 2013 (Model Pengajaran Sastra)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah/Satuan Pendidikan                : SMP….

Mata Pelajaran                                    : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                                    : VII/1

Materi Pokok                                      : Puisi Rakyat

Alokasi Waktu                                    : 2 x  pertemuan (4 x 45 menit)

  1. 1.         Kompetensi Inti
Tujuan pembelajaran sebagaimana dinyatakan dalam kurikulum, berbentuk kompetensi yang terdiri atas (1) kompetensi sikap spiritual, (2) kompetensi sikap sosial, (3) kompetensi pengetahuan pengetahuan, dan (4) kompetensi keterampilan. Rumusan kompetensi sikap spiritual, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”; kompetensi sikap sosial, “Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yakni keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan digunakan sebagai dasar bagi guru dalam menumbuhkan dan mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
  1. 2.         Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian

Kompetensi Dasar

Indikator

3.9 Mengidentifikasi informasi (pesan, rima, dan pilihan kata) dari puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri umum puisi rakyat (pantun, syair, dan gurindam) pada teks yang dibaca/didengar.
  • Peserta didik mampu membandingkan persamaan dan perbedaan struktur pantun, syair, dan gurindam pada teks yang dibaca/didengar.
  • Peserta didik mampu mendaftar kata/kalimat yang digunakan pada puisi rakyat pada teks yang dibaca/didengar.

 

4.9 Menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang disajikan dalam bentuk tulis.
  • Peserta didik mampu menyimpulkan isi pantun.
  • Peserta didik mampu menyimpulkan isi syair
  • Peserta didik mampu menyimpulkan isi gurindam.

 

  1. 3.      Tujuan Pembelajaran

Selama dan setelah pembelajaran siswa:

  • Dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sebagai sarana komunikasi dalam mengolah, menalar, dan menyajikan informasi lisan dan tulis melalui puisi rakyat.
  • Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk melaporkan hasil puisi rakyat.
  • Dapat mencermati ciri umum puisi rakyat.
  • Dapat membandingkan persamaan dan perbedaan struktur puisi rakyat.
  • Dapat mencermati kata/kalimat yang digunakan pada puisi rakyat.
  • Dapat menyimpulkan isi puisi rakyat.

 

  1. 4.      Materi Pembelajaran

Puisi rakyat

  • Pengertian puisi rakyat
  • Ciri puisi rakyat (pantun, gurindam, syair).
  • Jenis puisi rakyat
  • Tujuan komunikasi puisi rakyat
  • Persamaan dan perbedaan puisi rakyat (syair, gurindam, pantun)
  • Kata berima pada puisi rakyat
  • Makna kata/ ungkapan pada puisi rakyat
  • Cara menyimpulkan isi pada  pantun, gurindam, dan syair.
  1. 5.         Metode Pembelajaran
  • Pendekatan Scientific (ilmiah).
  • Pendekatan pedagogi genre.
  • Pendekatan CLIL.
  • Metode pembelajaran meliputi: Diskusi, Inkuiri, Penugasan, dan Presentasi.
  1. 6.         Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

(Catatan: kolom bagian kanan bukan bagian RPP tetapi penjelasan prosedur model pembelajaran Bahasa Indonesia).

 

Pendahuluan: 10 menit

  1. Siswa mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran (berdoa, presensi, cek kesiapan, dll).
  2. Guru menanyakan kabar siswa.
  3. Guru menyinggung materi yang dipelajari sebelumnya.
  4. Siswa menanggapi pertanyaan-pertanyaan guru yang mengaitkan pengetahuan dengan materi yang akan dipelajari.
  5. Siswa mendapatkan motivasi dari guru berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
  6. Siswa menerima informasi tentang puisi rakyat.
  7. Siswa menerima penjelasan dari guru mengenai cakupan materi secara umum dan alur kegiatan dalam pembelajaran secara sekilas dan jelas.

1. Apersepsi :

  • Guru berpantun atau berpuisi terhadap siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
  1. 2.      Motivasi :
  • Guru menjelaskan pentingnya membaca dan kelestarian untuk menjaga puisi rakyat yang ada di seluruh Indonesia.
  • Guru memutarkan video berisikan kisah inspiratif untuk merangsang kognitif siswa.

Catatan: Pedagogi genre (membangun konteks) dilakukan pada kegiatan pendahuluan.

 

Membangun Konteks:Dialog informasi tentang fungsi dan wujud puisi rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Dapat pula diberikan sebuah puisi rakyat yang terdapat di surat kabar semisal koran, majalah, dsb.
Kegiatan Inti: 60 menit
  1. Peserta didik membaca contoh puisi rakyat yang dibagikan oleh guru. (Mengamati)
  2. Peserta didik mencermati struktur puisi rakyat yang telah dibacanya. (Mengamati)
  3. Peserta didik mencermati ciri kebahasaan yang digunakan dalam puisi rakyat. (Mengamati)
  4. Peserta didik mencermati isi pokok puisi rakyat. (Mengamati)
  5. Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang  struktur puisi rakyat. (Menanya)
  6. Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang ciri kebahasaan yang digunakan dalam puisi rakyat. (Menanya)
  7. Peserta didik mengajukan pertanyaan isi pokok puisi rakyat. (Menanya)
  8. Peserta didik mengumpulkan informasi melalui telaah model puisi rakyat. (Eksplorasi)
  9. Peserta didik melakukan klasifikasi dan deskripsi hubungan antar komponen yang ditemukan berdasarkan telaah model puisi rakyat. (Mengasosiasi/menalar)
  10. Peserta didik menyimpulkan struktur puisi rakyat. (Mengasosiasi)
  11. Peserta didik menyimpulkan ciri kebahasaan puisi rakyat. (Mengasosiasi)
  12. Peserta didik menyimpulkan isi pokok puisi rakyat. (Mengasosiasi)
  13. Peserta didik mempresentasikan hasil pengamatan tentang struktur, ciri bahasa, dan isi pokok puisi rakyat. (Mengomunikasikan)

 

Catatan:

1. Pendekatan pedagogi genre (menelaah model) dilakukan pada kegiatan inti dengan memadukan pendekatan scientific (saintifik).

2. Poin kegiatan nomor 1-12 masuk ke dalam pendekatan CLIL, yaitu konten.

3. Poin kegiatan nomor 13 masuk ke dalam pendekatan CLIL, yaitu komunikasi.

 

Menelaah Model:Tujuan kegiatan ini agar peserta didik mendapatkan pengetahuan tentang puisi rakyat secara mandiri dengan bimbingan guru. 

Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual, berpasangan, atau berkelompok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan dibahas secara klasikal dengan panduan guru agar kelas aktif menarik namun pengaturan waktu efesien

  1. Peserta didik mengerjakan latihan dan tugas yang diberikan guru untuk mengembangkan kompetensi (seperti latihan kata, kalimat, dan paragraf) yang sesuai dengan jenis puisi rakyat:

a. Latihan kebahasaan.

b. Latihan pengembangan paragraf puisi rakyat.

c. Latihan kosa kata dan frasa idiomatis.

  1. Peserta didik berdiskusi dengan teman sebangku atau berpasangan untuk menentukan topik dan menyusun kerangka karangan. Latihan pengembangan topik dengan peta pikiran (mindmap) atau jaring laba-laba (spider-web) atau teknik lain yang dapat digunakan.

Catatan:

1. KD-4 Keterampilan didapatkan siswa melalui pedagogi genre (mengonstruksi terbimbing), yaitu mengonstruksi terbimbing membangun kompetensi berteks bersama-sama dan termbimbing oleh guru (narasumber).

2. Poin kegiatan nomor 14 dan 15 masuk ke dalam pendekatan pedagogi genre, yaitu mengonstruksi terbimbing.

 

Mengonstruksi Terbimbing: Kegiatan ini merupakan aplikasi dari pemahaman tentang puisi rakyat dan latihan kebahasaan yang digunakan dalam menyusun puisi rakyat.
  1. Peserta didik menentukan topik puisi rakyat dengan peta pikiran (mindmap) atau jaring laba-laba (spider-web).
  2. Peserta didik menyusun kerangka puisi rakyat.
  3. Peserta didik mengumpulkan informasi sesuai dengan topik yang dipilih.
  4. Peserta didik menyusun puisi rakyat berdasarkan kerangka yang telah disusun dengan memperhatikan struktur, ciri kebahasaan, isi, dan EYD.
  5. Peserta didik mempresentasikan puisi rakyat yang telah disusun.
  6. Peserta didik menanggapi keseluruhan puisi rakyat yang telah dipresentasikan dilihat dari struktur, kebahasaan, isi, peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan publik, sindiran, unsur humor, kata, dan frasa idiomatis.
  7. Peserta didik merevisi puisi rakyat berdasarkan masukan dari teman.
  8. Peserta didik memasukkan lembar coretan kerja dan semua draf hingga draf final ke bendel portofolio masing-masing.

.

Catatan:

1. Pendekatan CLIL (Kognisi dan kultur) masuk ke dalam bagian pendekatan pedadogi genre, yaitu mengonstruksi mandiri.

2. KD-4 Keterampilan didapatkan siswa melalui pedagogi genre (mengonstruksi mandiri), yaitu mengonstruksi mandiri: bergerak menuju kontruksi mandiri. Siswa memaknai dan memproduksi teks sendiri.

3. Poin kegiatan nomor 16-23 masuk ke dalam pendekatan CLIL, yaitu kognisi dan kultur.

 

Mengonstruksi Mandiri:    Setelah peserta didik berkegiatan untuk mendapatkan pemahaman dan berbagai latihan subkompetensi menulis (atau berbicara) diharapkan peserta didik sudah memiliki kepercayaan diri untuk menyusun puisi rakyat secara mandiri.
Penutup: 10 menit
  1. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
  2. Peserta didik melaksanakan penilaian pembelajaran yang diberikan pendidik.
  3. Peserta didik saling memberikan umpan balik/refleksi hasil pembelajaran yang telah dicapai.
  4. Pendidik memberikan pekerjaan rumah (evaluasi) yang dikumpulkan minggu depan.
  5. Pendidik memberikan informasi materi minggu depan yang akan dipelajari.
  6. Pendidik menutup pembelajaran dengan ucapan basmalah bersama-sama dan salam.

 

Kegiatan penutup merupakan refleksi guru dan peserta didik terhadap proses dan hasil pembelajaran sebagai upaya peningkatan mutu berkelanjutan 
  1. 7.      Media dan Sumber Pembelajaran

a. Media pembelajaran     : Contoh puisi rakyat.

b. Alat                              : Laptop, LCD.

c. Sumber                         :

  • Kemdikbud. 2013. Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik Kelas VII.. Jakarta: Kemdikbud.
  • Internet.
  • KBBI.

 

  1. 8.      Penilaian Hasil Belajar

Pengetahuan

  1. Jenis         : Tulis
  2. Bentuk     : Uraian
  3. Instrumen

Soal 1

A. Bacalah pantun di bawah ini secara saksama!

 

Pantun karya nenek moyang

 

Pantun 1

Air surut memungut bayam,

Sayur diisi ke dalam kantung;

Jangan diikuti tabiat ayam,

Bertelur sebiji riuh sekampung.

 

Pantun 2

Baik bergalas baik tidak,

Buli-buli bertali benang;

Baik berbalas baik tidak,

Asal budi sama dikenang.

 

Pantun 3

Ikan nila dimakan berang-berang,

Katak hijau melompat ke kiri;

Jika berada di rantau orang,

Baik-baik membawa diri.

 

Pantun 4

Akar keladi melilit selasih,

Selasih tumbuh di hujung taman;

kalungan budi junjungan kasih,

Mesra kenangan sepanjang zaman.

 

 

Pantun Baru

Pantun 5

Pergi melaut membawa jala,

Jala ditebar sambil mengingat;

Meski hidup banyak kendala,

Haruslah kita slalu semangat.

 

Pantun 6

Enak rasanya bubur yang hangat,

Enak dimakan bersama kerupuk;

Hidup memang harus semangat,

Janganlah mudah kita terpuruk.

 

Pantun 7

Kota Sampit di Kalimantan,

Kota Makasar di Sulawesi;

Teruslah berusaha jadi teladan,

Raihlah cita raih prestasi.

 

Pantun 8

Penghasil batik di Yogyakarta,

Kalaulah Brebes penghasil beras;

Berusaha terus mengajar cita,

Sambil berdoa dan kerja keras.

 

B. Setelah membaca pantun di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Carilah makna kata sulit pada pantun tersebut!
  2. Uraikanlah dengan bahasamu sendiri isi pantun tersebut!
  3. Tulislah kembali nasihat dan ajakan yang terdapat dalam pantun!
  4. Bandingkan isi nilai-nilai/ tindakan baik yang terdapat pada pantun karya nenek moyang dan karya generasi sekarang!

Soal 2

A. Bacalah gurindam di bawah ini secara saksama!

 

Gurindam

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Jika hendak mengenal orang yang berakal,

di dalam dunia mengambil bekal

 

Apabila dengki sudah bertanah,

datanglah darinya beberapa anak panah.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

di situlah banyak orang yang tergelincir.

Pekerjaan marah jangan dibela

nanti hilang akal di kepala.

B. Setelah membaca gurindam di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Carilah makna kata sulit pada gurindam tersebut!
  2. Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada gurindam di atas!

Soal 3

A. Bacalah syair di bawah ini secara saksama!

 

Syair perahu

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar

Angkatlah pula sauh dan layar

Pada beras bekal jantanlah taksir

Niscaya sempurna jalan yang kabir

 

Karya: Hamzah Fansuri

 

B. Setelah membaca syair di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Carilah makna kata sulit pada syair tersebut!
  2. Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada syair di atas!

 

Keterampilan

  1. Jenis         : Menulis
  2. Bentuk     : Uraian
  3. Instrumen

Tulislah sebuah puisi rakyat (pantun, gurindam, dan syair) dengan memperhatikan hal di bawah ini!

1. Pilihlah topik yang kalian sukai!

2. Kembangkan topik tersebut menjadi sebuah puisi rakyat dengan memerhatikan struktur, kebahasaan, isi, dan EBI.

 

Sikap

No.

Waktu

Nama

Kejadian/ Perilaku

Butir sikap

Positif/ Negatif

Tindak Lanjut

1.

2.

3.

4.

 

Pedoman Penskoran

Pengetahuan

Hal yang dinilai 4 3 2 1
• Tema berkaitan dengan hal-hal yang positif• Tema sesuai dengan yang ditentukan• Isi sampiran pantun tidak mencontoh yang pernah ada

• Pola pengembangan larik tidak mencontoh yang ada

(bobot 1)

       
Bagian sampiran pantun• Rima silang pada larik 1 dan 2• Isi kalimat dalam sampiran logis

• Struktur kalimat sesuai dengan kaidah

• Tidak berkaitan langsung dengan isi pantun

(bobot 2)

       
Bagian isi pantun• Rima silang pada larik 3 dan 4• Isi kalimat logis

• Struktur kalimat sesuai dengan kaidah

• Tidak berkaitan langsung dengan isi sampiran

(bobot 2)

       

 

Penskoran

4= jika terdapat semua unsur

3= jika terdapat 3 unsur

2= jika terdapat 2 unsur

1= jika terdapat 1 unsur

Skor akhir = Skor yang diperoleh  x 100

Dibagi skor maksimal

Keterampilan

Bagian

Aspek yang Dinilai

Skor

1.

  1. Peserta didik menentukan topik puisi rakyat sangat sesuai dengan isi

4

  1. Peserta didik menentukan topik puisi rakyat  sesuai isi

3

  1. Peserta didik menentukan topik puisi rakyat kurang sesuai isi

2

  1. Peserta didik menentukan topik puisi rakyat tidak sesuai isi

1

2

  1. Peserta didik menulis puisi rakyat   sesuai dengan struktur sangat menarik

4

  1. Peserta didik menulis puisi rakyat sesuai  dengan struktur menarik

3

  1. Peserta didik menulis puisi rakyat  sesuai dengan struktur kurang menarik

2

  1. Peserta didik menulis puisi rakyat sesuai dengan struktur tidak menarik

1

 

Nilai = Perolehan skor

Jumlah kreteria/soal

  1. 9.      Pendukung Pembelajaran (Alat, Media, Bahan, dan Sumber)

a. Penyajian komputer (laptop) dengan program powerpoint.

b. Bahan ajar otentik puisi rakyat (puisi rakyat karya siswa, buku kumpulan puisi rakyat atau media massa, dan internet)

c. Kemdikbud. 2013. Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik Kelas VII. Jakarta: Kemdikbud.

d. Internet.

Proyek Literasi

Bacalah puisi yang ada di daerahmu, semisal biografi Hamzah Famsari/Raja Ali Haji, atau buku lain yang berkaitan dengan puisi rakyat. Tulis pada contoh jurnal berikut!

JURNAL MEMBACA

            Judul Buku      :

Pengarang       :

Terbitan           :

Waktu baca     : tanggal ……………. sampai …………………

Tanggal Baca

Ringkasan Isi

Komentar

Penulis :
Telah menulis sebanyak 6 artikel
Mendapatkan 0 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>