Best Author
sangdedi

743,613
octa

486,247
fitrotinnikm

456,615
idjah

445,157
dwi

313,549
adit

310,096
resta-andara

275,123
benedict

261,583
rahadian

240,910
bara

228,942
nabilalalala

216,882
kurnitap_

154,132
kuswanto

140,175
suranto

100,765
admin

98,998
iwan

80,055
kupukupu

78,106

Bakat & Minat pada anak

Setiap anak lahir dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Sayang, tidak setiap orang tua dengan mudah memahaminya. Akibatnya banyak bakat yang tidak dapat terdeteksi sejak dini atau bahkan hilang begitu saja. “Tak ada jaminan bahwa bakat anak saat ini adalah bakatnya hingga dewasa”. Menurut Psikolog Verauli, M.Psi, perubahan ini sesuai dengan kondisi usia anak tersebut.Menurut Verauli, bakat anak bersifat majemuk, tergantung peran orang tua untuk membantu mengarahkan potensi yang dimiliki si anak, dapat mencakup, antara lain
1.    bakat musik;
2.    berpikir logis matematis;
3.    interpersonal;
4.    intrapersonal, dan sebagainya.

Penyebab utama bakat-bakat tidak tampil, alias terpendam hingga dewasa, antara lain:
1.    Ketidakpekaan orang tua terhadap bakat buah hatinya;
2.    Tempat tinggal atau lingkungan yang minim fasilitas penunjang;
3.    Lemahnya atau kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Secara umum bakat adalah kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai keberhasilan masa depan. Dengan demikian setiap orang dapat memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai tingkat tertentu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bakat juga dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melaksanakan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Bakat dapat berkembang jika mendapat kesempurnaan iatihan, pengalaman, pengetahuan dalam bidang tersebut.
Minat dan bakat memiliki perbedaan. la berbakat. Tapi, jika ketertarikannya hanya sesaat saja, berarti itu hanya minat. Anak yang berbakat, lanjutnya, biasanya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan cerdas. Ciri-ciri anak berbakat, antara lain
1.    Dapat dengan mudah menangkap informasi yang disajikan;
2.    Memiliki ingatan yang baik;
3.    Memiliki penalaran tajam;
4.    Mampu berkonsentrasi dan senang mempelajarinya.

Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderunganyang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif anak terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memerhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang. Meichati mengartikan minat adalah perhatian yang kuat, intensif, dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melalukan suatu aktivitas.
Aspek minat terdiri atas aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap objek tersebut.
Orang tua harus tahu perbedaan antara anak yang cerdas dan kreatif.. Anak yang cerdas belum tentu kreatif. Begitu juga sebaliknya, anak yang kreatif belum tentu cerdas. Anak yang kreatif biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar, punya banyak ide dan gagasan, serta mampu mengembangkan ide dan gagasannya tersebut. la juga memiliki daya imajinasi yang kuat, serta selalu senang mencoba hal-hal baru.
Ciri-ciri intelektual/belajar: mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi. Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.
Ciri-ciri kreativitas: dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan) dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperiihatkan anak-anak lain, dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).
Ciri-ciri motivasi: tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin beiajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.

Penulis :
Telah menulis sebanyak 45 artikel
Mendapatkan 102 komentar
  Rating tulisan 0 dari 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>